Awardee LPDP Yogya

Sebagai salah satu kota utama tujuan pendidikan di Indonesia, Kota Yogyakarta adalah salah satu kota tujuan para awardee LPDP. Di Yogyakarta ada 3 (tiga) Universitas tujuan, yaitu : Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hingga tahun ke-2, lebih dari 100 orang penerima Beasiaswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah memilih ketiga universitas tersebut sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Sebagai awardee LPDP yang rata-rata sebelumnya telah mengikuti Program Kepemimpinan (PK), rasa kebersamaan antar awardee sangat menonjol. Ini sejalan dengan harapan LPDP agar para awardee tetap melanjutkan kebersamaan, tetap berhubungan satu sama lain. Menjawab keinginan tersebut, para awardee LPDP Yogyakarta dibawah komando Mas Ikhsan, Mb Tri Hanifah sebagai sekretaris dan  Mb Devy sebagai bendahara, secara rutin melakukan kegiatan untuk mempertahankan, mengeksiskan keberadaan para awardee LPDP. Disamping kegiatan pertemuan bulanan yang dibumbui arisan, juga memberikan edukasi bagi masyarakat yang membutuhkan tentang LPDP maupun kependidikan (tinggi). Juga melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan. Ini juga menjawab keinginan LPDP agar para awardee bukan hanya pintar secara akademik, namun juga cerdas berlingkungan. Tidak hanya memiliki nilai akademik yang bagus tapi juga bermanfaat buat masyarakat.

Iniah beberapa moment bersama awardee LPDP Yogyakarta *foto-foto di depan GSP banyak yang mirip, karena sekali shutter dapat 6 foto :-)

 










 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

Pakaian dari Tenun Ikat Bima

Tanggal 6-10 September 2014, Bima akan menjadi tuan rumah Festival Keraton Nusantara (FKN) IX. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota maupun Kabupaten Bima untuk menyambut kegiatan diikuti oleh keraton/kerajaan se-nusantara ini. Hotel dan penginapan yang ada di Bima akan dipenuhi oleh para tamu dari penjuru nusantara. Hal yang istimewa tentunya bisa berkunjung ke daerah ujung timur NTB ini. Seperti kelajiman orang-orang yang berkunjung, maka oleh-oleh adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Salah satunya tenunan ikat Bima. Tenunan ikat Bima telahdihasilkan oleh para perajin tradisional di Kota Bima maupun Kabupaten Bima. Untuk 1 helai tenun ikat Bima, butuh waktu lebih kurang tujuh hari untuk menyelesaikannya. Tenunan ikat Bima bahkan beberapa waktu lalu dipakai oleh Presiden Sby untuk menyambut tamu Negara pada sebuah acara konferensi dunia di Bali.

Nah, seperti apakah nantinya tenunan Bima? Berikut adalah foto-foto karyawan di Bima yang memakai pakaian tenunan ikat Bima untuk bekerja.

Update Informasi Beasiswa LPDP

Khusus Afirmasi dan Jadwal seleksi reguler 2014

 

News Update : 12 September 2014

Kini Beasiswa Magister dan Doktor LPDP juga sudah bisa dinikmati oleh Dosen PTN/PTS (NIDN). 
Sebelumnya beasiswa afirmasi juga cakupannya telah diperluas bagi para penerima beasiswa Bidikmisi. Serta bisa melanjutkan pendidikan/kuliah di Universitas dengan akreditasi B. Info selengkapnya langsung ke LPDP Afirmasi

beasiswa afirmasi

beasiswa afirmasi

Tahun 2014, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bernaung di bawah tiga (3) Kementrian Nasional (Kemenkeu, Kemndikbud, Kemenag) kembali melakukan terobosan untuk mempermudah akses memperoleh beasiswa khususnya bagi putra putri terbaik bangsa yang berada di wilayah 3 T (tertinggal, Terdepan, Terluar). Yang paling mencolok tentu saja penurunan syarat IPK, jika sebelumnya butuh IPK minimal 3,00, untuk semua jenjang, sekarang untuk S2: 2,75 dan S3 : 2,85 pada skala 4,00. Ini makin membuka peluang bagi mahasiswa dari daerah 3 T untuk memperoleh Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP.

Untuk semua kebutuhan : Formulir pendaftaran, daftar perguruan tinggi tujuan, daftar daerah 3T, daftar universitas tujuan BPI Afirmasi, Info beasiswa afirmasi dari website LPDP, persyaratan 3T, dll  terangkum dalam 1 file sebesar 6,28 MB berikut ini. silakan diklik disini untuk mendownloadnya. bila masih kurang jelas bisa langsung ke website LPDP ini. Bisa juga kirim pertanyaan ke email ini atau  sosmed ini. Info lain tentang kegiatan penerima beasiswa ini ada pada tulisan lain di blog ini, seperti yang ingin saya ceritakan ini.

 

Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP Tahun 2014

Sedangkan foto berikut adalah jadwal seleksi reguler beasiswa LPDP tahun 2014

jadwal seleksi reguler

Khusus NTB

dan ini pemberitahuan khusus bagi calon PBI Afirmasi dari NTB

beasiswa afirmasi_1

 

Info Beasiswa LPDP untuk Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) dengan persyaratan :

1. IPK minimal 2.75 untuk Magister dan 2.85 Untuk Program Doktoral
2. Usia Maksimal 40 Tahun untuk Master dan 45 Tahun untuk Doktor
3. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah didaerah 3T (daftar daerah terlampir) dibuktikan dengan mengumpulkan ijazah SD, SMP dan SMA
4. Tidak mewajibkan ada toefl (jika ada akan lebih baik)
Pendaftaran dilakukan dengan cara melengkapi seluruh persyaratan dan mengisi formulir pendaftaran. Setelah diisi dan dilengkapi softcopy di kirim melalui email lpdp(dot)afirmasi@gmail(dot)com atau lpdp(dot)afirmasi@depkeu(dot)go(dot)id berkas hardcopy dikumpulkan secara kolektif melalui universitas Mataram (UNRAM). Kandidat yang lulus Administrasi akan di wawancara di NTB bulan Juni 2014.
Mohon Bantu disebar, Barang kali ada saudara, tetangga  yang ingin Daftar Beasiswa S2 dan S3 Dalam maupun Luar Negeri. Untuk meningkatkan SDM NTB
Infolebih lanjut silakan buka website LPDP  atau jika ada pertanyaan silakan telfon kantor LPDP di (021-3846474) atau email ini  lpdp(dot)afirmasi@gmail(dot)com atau lpdp(dot)afirmasi@depkeu(dot)go(dot)id
*semua tulisan “(dot)” pada alamat email diatas tetap diganti dengan “tanda titik” seperti biasa (liat aslinya pada foto)

 

 

Yogyakarta (lagi)

Yang Ingin Saya Ceritakan

Tentang Beasiswa LPDP

Tujuan LPDP

Tujuan LPDP

Tanggal 18 Februari-1 Maret 2014 kemarin, saya mengikuti kegiatan Program Kepemimpinan (PK) angkatan ke-9 yang merupakan seleksi terakhir bagi calon penerima beasiswa pendidikan Indonesia (S2 & S3) dari LPDP (lembaga pengelola dana pendidikan). Dana pendidikan LPDP ini berasal dari dana abadi yang disisihkan dari 20 % anggaran pendidikan dalam APBN. Hasil investasi dana abadi inilah yang dipergunakan untuk biaya pendidikan dan lain-lain program LPDP. LPDP sendiri berada dibawah naungan tiga kementerian yaitu Kementrian Keuangan, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Agama Republik Indonesia. Saat ini total dana abadi LPDP lebih dari Rp.10 triliun.

Menjadi calon penerima beasiswa dari LPDP dengan mengikuti PK bagi saya merupakan suatu anugerah yang luar biasa besar. Saya bersyukur sekali bisa bergabung dengan teman-teman yang luar biasa dari seluruh nusantara dengan tujuan study hampir seluruh dunia. Dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumetara, Bali, Nusa Tenggara apalagi Jawa, semua ada. Dengan rata-rata umur < 30 tahun, para putra putri terbaik nusantara ini menyebar menuju  Australia, New Zealand, Timur tengah, Jepang, Korea, China, Eropa juga Amerika, ada. Apalagi menuju universitas dalam negeri. Bahkan untuk mereka yang mampu menembus universitas peringkat 50 besar  dunia akan mendapat tambahan insentif USD 5000 atau sekitar 60 juta/tahun. Mereka benar-benar anak muda terpilih yang bukan hanya berdasarkan nilai akademis, tapi juga secara kepemimpinan, kreatifitas dan mental. Pada saat kegiatan PK, visi mereka disatukan. Visi kebangsaan, visi menuju Indonesia emas 2045. (Ada juga Program  presidential scholarship (hanya sekali setahun, PK nya berlangsung 40 hari, hari pertama akan diberi kuliah umum oleh presiden dan setiap tanggal 18 Agustus akan dilepas kembali oleh presiden. Info detailnya disini).

Untuk mendukung itu, maka para narasumber yang memberi inspirasi dihadirkan. Narasumber ini antara lain Jusuf Kalla, Imam B. Prasodjo, Ahmad ‘negeri 5 menara’ Fuady, Gories ‘Asgar Muda’ Mustakim, Shofwan Al Banna, Prof. Nasikin bahkan bertemu dengan Presiden Sby. Kegiatannya juga tidak melulu di dalam kelas, tapi juga langsung meninjau lapangan. Berkunjung ke Suku Baduy Banten, mengikuti kegiatan di TNI AU, berkunjung ke salah satu BUMN (GITC garuda Indonesia) juga memberikan inspirasi akan budaya nusantara, cinta tanah air dan kreatifitas menyongsong masa depan. Kesan setelah ikut PK juga disini, atau yang ini.

Tidak heran, setelah mengikuti berbagai kegiatan tersebut, lahir kebersamaan, kekompakan, kekeluargaan, semangad satu visi untuk indonesia masa depan. Bahkan yang ‘senior’ secara umur seperti saya, ikut terbawa semangad ingin maju seperti mereka yang masih <30 tahun itu. Banyak yang kemudian tidak lagi berpikir individu misal langsung menetap di luar negeri begitu pendidikan selesai. Tapi mereka berjanji, berikrar, akan pulang untuk tanah airnya, akan bersama-sama, akan bersinergi membangun indonesia masa depan. Sanubari mereka seperti terhentak saat menyanyikan Indonesia Raya di TNI AU, hati mereka seperti tercabik melihat sebagian anak bangsa tidak mengerti tentang tanah airnya, tidak mau menggunakan mata uang negaranya bahkan bendera negara nya dijadikan alas dagangan di daerah perbatasan (menonton film “katanya tanah surga”). Sangat menginspirasi. Sangat menggugah perasaan sebagai anak bangsa. Sangat sejalan dengan tag line angkatan-9 ini yaitu : SATU CINTA UNTUK INDONESIA.

Saya menceritakan ini, karena saya ingin banyak lagi teman-teman saya terutama yang berasal dari daerah tertinggal, terpencil dan terluar (3T) dari negara ini mengambil kesempatan ini. Mengambil peluang memperoleh beasiswa dari LPDP ini. Beasiswa yang  tidak hanya bagi akademisi atau mereka yang di kota besar (punya akses tes TOEFL/TPA). Namun, beasiswa yang menjangkau seluruh masyarakat indonesia. Beasiswa yang full. Tidak saja biaya pendidikan, namun juga biaya lain yang berhubungan dengan study/selama study. Termasuk biaya bagi keluarga yang ikut menemani study (maksimal 2 orang setelah 6 bulan). Dibiayai oleh negara sendiri. Bahkan tahun ini juga untuk pendidikan dokter spesialis (tertentu). Namun, Beasiswa ini dikecualikan untuk dosen negeri karena sudah mendapat alokasi beasiswa dari Dikti Kemendikbud (guru, dosen agama, dosen swasta, boleh).

Khusus yang berasal dari daerah 3T, ada kemudahan lain yang diperoleh yaitu syarat TOEFL/TPA bisa dipenuhi kemudian. Bahkan bagi yang berasal dari 3T (Afirmasi) ini akan dibimbing untuk kemampuan bahasa asing, pengetahuan dasar, proposal bahkan sampai mengisi aplikasi pendaftaran online maksimal selama 12 bulan (jika sudah lulus/mendapat LoA, tidak perlu mengikuti kegiatan persiapan ini). Peserta afirmasi dibuktikan dengan ijazah mulai dari SD, SMP dan SMA di daerah 3T. Panduan lengkap beasiswa afirmasi bisa download disini, sedangkan formulir pendaftaran, daftar universitas dll nya bisa download disni.

Yang sudah terlanjur mengikuti pendidikan, juga bisa memperoleh biaya tesis dan disertasi. Kalau ini tidak perlu mengikuti PK. Maksimal 25 juta untuk tesis dan 75 juta untuk disertasi.

Pendaftaran beasiswa ini dilakukan secara online atau dikirim via email. Bila syarat administrasi lolos maka akan dipanggil untuk wawancara. Lolos wawancara baru dipanggil mengikuti kegiatan PK. Yang jelas, IP minimal 3, punya riwayat kepemimpinan dalam organisasi intra sekolah/kampus atau di masyarakat seperti OSIS, karang taruna, remaja masjid, dll.

Maka, jangan buang waktu. Segera buka ijazah dan siapkan lain-lain berkasnya untuk mengambil kesempatan beasiswa ini. Pendaftaran dilakukan sepanjang tahun. Hanya seleksinya dilakukan 4 kali dalam setahun (Maret, Juni, September dan Desember). Tidak ada persaingan antar pserta. Siapapun yang memenuhi kriteria akan lolos. Artinya tidak ada batasan berapa yang akan diambil.

Ayo putra putri terbaik bangsa…. ambil kesempatan ini…. !!! silakan langsung ke situs Beasiswa LPDP ini…

 

Yang tersisa…… (dari PK-9 LPDP)

Firman, SE, MPHSemua sudah pulang. Kembali ke habitat masing. Pastinya membawa oleh-oleh berharga dari kegiatan PK-9 kemarin. Kata-kata yang banyak terucap adalah “luar biasa”. Luar biasa mengingat kegiatan selama PK dan hasil yang dirasakan.

Bertemu dengan para pemimpin besar (Jusuf Kalla dan Sby) atau tokoh-tokoh inspiratif seperti Prof. Nasikin, Imam B. Prasodjo, Ahmad ‘Negeri 5 Menara’ Fuady, Gories ‘Asgar Muda’ Mustakim, Shofwan Al Banna tentu memberi kesan semangat agar bisa seperti mereka. Berkunjung ke Baduy mengajarkan kita untuk senantiasa selaras dengan alam, menjaga keseimbangan alam dan patuh pada nilai-nilai budaya. Atau ke TNI AU, yang mengajarkan tentang kedisiplinan, mental yang kuat serta bangga akan Indonesia.

Semuanya menjadi oleh-oleh berharga. Lebih dari itu, rasa kebersamaan, kekompakan dan menjadi keluarga besar itu rata-rata hadir dihati. Pokoknya satu rasa, satu cinta untuk Indonesia. Lihat saja kesan Mb Indah yang biasanya merasa sering egois, menjadi luluh karena teman-teman tetap menerimanya dengan utuh. Atau juga Icha (Annisa Tr) yang sempat tersedu-sedu mengingat kebiasannya yang susah menerima orang lain/teman baru, menjadi tersadar diri dengan bantuan teman-temannya yang tulus. Pun, demikian juga dengan Fahri yang biasanya merasa ‘paling..’ tapi setelah ikut PK jadi merasa tidak ada apa-apanya.

Hampir semua membawa ‘berkah’ dari kegiatan PK ini. Bahkan Geby, peserta teraktif di PK-9 ini menuliskan panjang lebar di blognya tentang ‘luar biasanya’ PK-9 ini. atau juga Harizza Pertiwi dan Hasya Rahmania.

Semuanya membawa kesan kenangan masing-masing. Tapi apapun itu, yang pasti Indonesia menunggu kita, menunggu karya nyata kita, menunggu ide-ide gila kita, bukan menunggu deretan gelar kita.

Akhirnya….. (dari PK-9 LPDP)

Luar biasa. Itu kata pertama yang harus aku tulis. Luar biasa untuk kegiatan PK, luar biasa untuk pesertanya, panitianya juga luar biasa untuk pembicaranya. Pokoknya kegiatan PK sungguh luar biasa. Berkunjung ke Suku Baduy, mengikuti bimbingan dari TNI AU di Halim PK, berdiskusi dengan Jusuf Kalla, Alfitto Deannova, Imam B. Prasodjo, Ahmad ‘Negeri 5 Menara’ Fuady, berkunjung ke GITC Garuda Indonesia serta bertemu langsung Presiden Sby adalah moment yang sangat berharga.

Kedua aku bersyukur banget bisa ikut PK ini. Oya, PK itu artinya Program Kepemimpinan. Kebetulan yang aku ikuti sudah angkatan ke-9. Diselenggarakan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kemenkeu sebagai tahap seleksi terakhir calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia.

O ya lanjut, aku bersyukur karena bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Mereka benar-benar luar biasa. Mereka adalah anak-anak muda (menyebut mereka anak muda soalnya diriku termasuk golongan yang sudah “berumur” diantara mereka. Selisihnya bisa 10-15 tahun). Mereka adalah orang-orang pilihan yang telah lolos seleksi administrasi bukan saja dari segi akademik namun juga kepemimpinan. Sehingga bisa dibayangkan ketika bertemu dalam suatu kelompok, semua energi positifnya disatukan. Sungguh dahsyat. Ide-ide kreatifnya terlahir spontan. Dan hasilnya tidak asal-asalan. Me…..mba….ngga….kan !

Sebelum bergabung saja aku sudah minder melihat daftar nama dan universitas tujuan mereka. Bertahap aku bisa pede juga, karena ternyata perasaan itu hampir semua dialami oleh yang lain dengan berbagai macam alasan atau pastinya sama dengan alasanku : akan bertemu dengan orang-orang hebat.

Sejak milis dibuka, diskusi dan perdebatan sudah berlangsung alot dan panjang. Kadang bikin gemes ; karena Ide dan usulannya briliant semua. Bingung milihnya. Bolak balik Vote. Tapi juga bikin ngakak; Sudah dibilang berkali-kali kalau “saya adalah Mbak. Cewek….. “, masih ada juga yang nyebut Mas. Sudah dibilang kalau “saya adalah mas, laki…. “, masih juga ada yang manggil mbak. Dan lain-lain, banyak deh.

Lalu tugas. Ada sekitar 12 tugas sebelum acara PK dimulai. Termasuk rentetan essay menjelang keberangkatan. Saat menulis essay inilah timbul kesadaran bahwa aku anak Indonesia, aku adalah bagian dari Indonesia masa depan. Aku harus berkontribusi untuk Indonesia. Untuk Indonesia emas 2045. Akhirnya, menurutku apa yang dilakukan oleh LPDP ini sungguh luar biasa. Beasiswa yang sebelumnya banyak dinikmati oleh teman-teman dosen/akademisi sekarang bisa menjangkau semua golongan dan profesi termasuk di birokrasi pusat maupun daerah khusunya daerah 3T (tertinggal, terluar dan terpencil). Standar kelulusannya tetap sama, hanya syarat penerimaannya dikurangi. Itu berlaku bagi yang afirmasi, termasuk diriku. Bagi yang afirmasi, TOEFL/IELTS/TPA boleh belum terpenuhi karena LPDP akan memberikan bimbingan persiapan agar TOEFL/IELTS/TPA maupun proposalnya lulus. Ini menurutku sangat bagus. Karena visi Indonesia emas adalah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Indonesia yang maju dan bermartabat bukan hanya milik golongan, suku atau pulau tertentu. Tapi seluruh Indonesia. Maka memberi kesempatan pendidikan kepada seluruh Indonesia ini merupakan modal dasar untuk membangun Indonesia masa depan yang menyeluruh.

Jika pada tahun 2013, terjaring sekitar 1500 peserta calon penerima beasiswa dari sekitar 25.000 pelamar, maka bisa dibayangkan dalam 5-10 tahun ke depan akan lahir para master dan doktor baru yang memiliki kesamaan visi untuk Indonesia Emas. Kesamaan visi, merasa ada dalam satu kelompok besar, merasa ada teman yang akan saling bahu membahu membangun Indonesia adalah oleh-oleh berharga dari kegiatan PK.

Kegiatan PK ini sungguh luar biasa. Terima kasih Tuhan sudah dipertemukan dengan orang-orang hebat ini. Aku jadi tertular semangadnya teman-teman yang lebih muda untuk terus berbuat, lagi dan lagi, sekecil apapun untuk daerahku, untuk Indonesia tercinta.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.