Yang Ingin Saya Ceritakan

Tentang Beasiswa LPDP

Tujuan LPDP

Tujuan LPDP

Tanggal 18 Februari-1 Maret 2014 kemarin, saya mengikuti kegiatan Program Kepemimpinan (PK) angkatan ke-9 yang merupakan seleksi terakhir bagi calon penerima beasiswa pendidikan Indonesia (S2 & S3) dari LPDP (lembaga pengelola dana pendidikan). Dana pendidikan LPDP ini berasal dari dana abadi yang disisihkan dari 20 % anggaran pendidikan dalam APBN. Hasil investasi dana abadi inilah yang dipergunakan untuk biaya pendidikan dan lain-lain program LPDP. LPDP sendiri berada dibawah naungan tiga kementerian yaitu Kementrian Keuangan, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Agama Republik Indonesia. Saat ini total dana abadi LPDP lebih dari Rp.10 triliun.

Menjadi calon penerima beasiswa dari LPDP dengan mengikuti PK bagi saya merupakan suatu anugerah yang luar biasa besar. Saya bersyukur sekali bisa bergabung dengan teman-teman yang luar biasa dari seluruh nusantara dengan tujuan study hampir seluruh dunia. Dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumetara, Bali, Nusa Tenggara apalagi Jawa, semua ada. Dengan rata-rata umur < 30 tahun, para putra putri terbaik nusantara ini menyebar menuju  Australia, New Zealand, Timur tengah, Jepang, Korea, China, Eropa juga Amerika, ada. Apalagi menuju universitas dalam negeri. Bahkan untuk mereka yang mampu menembus universitas peringkat 50 besar  dunia akan mendapat tambahan insentif sekitar USD 5000 atau sekitar 60 juta/tahun. Program ini disebut presidential scholarship (hanya sekali setahun, PK nya berlangsung 40 hari, hari pertama akan diberi kuliah umum oleh presiden dan setiap tanggal 18 Agustus akan dilepas kembali oleh presiden. Info detailnya disini). Mereka benar-benar anak muda terpilih yang bukan hanya berdasarkan nilai akademis, tapi juga secara kepemimpinan, kreatifitas dan mental. Pada saat kegiatan PK, visi mereka disatukan. Visi kebangsaan, visi menuju Indonesia emas 2045.

Untuk mendukung itu, maka para narasumber yang memberi inspirasi dihadirkan. Narasumber ini antara lain Jusuf Kalla, Imam B. Prasodjo, Ahmad ‘negeri 5 menara’ Fuady, Gories ‘Asgar Muda’ Mustakim, Shofwan Al Banna, Prof. Nasikin bahkan bertemu dengan Presiden Sby. Kegiatannya juga tidak melulu di dalam kelas, tapi juga langsung meninjau lapangan. Berkunjung ke Suku Baduy Banten, mengikuti kegiatan di TNI AU, berkunjung ke salah satu BUMN (GITC garuda Indonesia) juga memberikan inspirasi akan budaya nusantara, cinta tanah air dan kreatifitas menyongsong masa depan. Kesan setelah ikut PK juga disini, atau yang ini.

Tidak heran, setelah mengikuti berbagai kegiatan tersebut, lahir kebersamaan, kekompakan, kekeluargaan, semangad satu visi untuk indonesia masa depan. Bahkan yang ‘senior’ secara umur seperti saya, ikut terbawa semangad ingin maju seperti mereka yang masih <30 tahun itu. Banyak yang kemudian tidak lagi berpikir individu misal langsung menetap di luar negeri begitu pendidikan selesai. Tapi mereka berjanji, berikrar, akan pulang untuk tanah airnya, akan bersama-sama, akan bersinergi membangun indonesia masa depan. Sanubari mereka seperti terhentak saat menyanyikan Indonesia Raya di TNI AU, hati mereka seperti tercabik melihat sebagian anak bangsa tidak mengerti tentang tanah airnya, tidak mau menggunakan mata uang negaranya bahkan bendera negara nya dijadikan alas dagangan di daerah perbatasan (menonton film “katanya tanah surga”). Sangat menginspirasi. Sangat menggugah perasaan sebagai anak bangsa. Sangat sejalan dengan tag line angkatan-9 ini yaitu : SATU CINTA UNTUK INDONESIA.

Saya menceritakan ini, karena saya ingin banyak lagi teman-teman saya terutama yang berasal dari daerah tertinggal, terpencil dan terluar (3T) dari negara ini mengambil kesempatan ini. Mengambil peluang memperoleh beasiswa dari LPDP ini. Beasiswa yang  tidak hanya bagi akademisi atau mereka yang di kota besar (punya akses tes TOEFL/TPA). Namun, beasiswa yang menjangkau seluruh masyarakat indonesia. Beasiswa yang full. Tidak saja biaya pendidikan, namun juga biaya lain yang berhubungan dengan study/selama study. Termasuk biaya bagi keluarga yang ikut menemani study (maksimal 2 orang setelah 6 bulan). Dibiayai oleh negara sendiri. Bahkan tahun ini juga untuk pendidikan dokter spesialis (tertentu). Namun, Beasiswa ini dikecualikan untuk dosen negeri karena sudah mendapat alokasi beasiswa dari Dikti Kemendikbud (guru, dosen agama, dosen swasta, boleh).

Khusus yang berasal dari daerah 3T, ada kemudahan lain yang diperoleh yaitu syarat TOEFL/TPA bisa dipenuhi kemudian. Bahkan bagi yang berasal dari 3T (Afirmasi) ini akan dibimbing untuk kemampuan bahasa asing, pengetahuan dasar, proposal bahkan sampai mengisi aplikasi pendaftaran online maksimal selama 12 bulan (jika sudah lulus/mendapat LoA, tidak perlu mengikuti kegiatan persiapan ini). Peserta afirmasi dibuktikan dengan ijazah mulai dari SD, SMP dan SMA di daerah 3T. Panduan lengkap beasiswa afirmasi bisa download disini, sedangkan formulir pendaftarannya bisa download disni.

Yang sudah terlanjur mengikuti pendidikan, juga bisa memperoleh biaya tesis dan disertasi. Kalau ini tidak perlu mengikuti PK. Maksimal 25 juta untuk tesis dan 75 juta untuk disertasi.

Pendaftaran beasiswa ini dilakukan secara online atau dikirim via email. Bila syarat administrasi lolos maka akan dipanggil untuk wawancara. Lolos wawancara baru dipanggil mengikuti kegiatan PK. Yang jelas, IP minimal 3, punya riwayat kepemimpinan dalam organisasi intra sekolah/kampus atau di masyarakat seperti OSIS, karang taruna, remaja masjid, dll.

Maka, jangan buang waktu. Segera buka ijazah dan siapkan lain-lain berkasnya untuk mengambil kesempatan beasiswa ini. Pendaftaran dilakukan sepanjang tahun. Hanya seleksinya dilakukan 4 kali dalam setahun (Maret, Juni, September dan Desember). Tidak ada persaingan antar pserta. Siapapun yang memenuhi kriteria akan lolos. Artinya tidak ada batasan berapa yang akan diambil.

Ayo putra putri terbaik bangsa…. ambil kesempatan ini…. !!! silakan langsung ke situs Beasiswa LPDP ini…

 

Mars PK-9 LPDP

Kami datang untuk menang
Melawan semua rintangan
Bergandeng tangan mewujudkan masa depan Indonesia gemilang
Putra putri terbaik bangsa
Hadir dalam satu cinta
Bersama kita meraih cita
Untuk mengharumkan nusantara
Kesatria cendekia
Pelita persada Indonesia
Pemimpin masa depan negara
Satu cinta untuk Indonesia
Generasi Emas Indonesia

Video marsnya dapat didownload disini

Yang tersisa…… (dari PK-9 LPDP)

Firman, SE, MPHSemua sudah pulang. Kembali ke habitat masing. Pastinya membawa oleh-oleh berharga dari kegiatan PK-9 kemarin. Kata-kata yang banyak terucap adalah “luar biasa”. Luar biasa mengingat kegiatan selama PK dan hasil yang dirasakan.

Bertemu dengan para pemimpin besar (Jusuf Kalla dan Sby) atau tokoh-tokoh inspiratif seperti Prof. Nasikin, Imam B. Prasodjo, Ahmad ‘Negeri 5 Menara’ Fuady, Gories ‘Asgar Muda’ Mustakim, Shofwan Al Banna tentu memberi kesan semangat agar bisa seperti mereka. Berkunjung ke Baduy mengajarkan kita untuk senantiasa selaras dengan alam, menjaga keseimbangan alam dan patuh pada nilai-nilai budaya. Atau ke TNI AU, yang mengajarkan tentang kedisiplinan, mental yang kuat serta bangga akan Indonesia.

Semuanya menjadi oleh-oleh berharga. Lebih dari itu, rasa kebersamaan, kekompakan dan menjadi keluarga besar itu rata-rata hadir dihati. Pokoknya satu rasa, satu cinta untuk Indonesia. Lihat saja kesan Mb Indah yang biasanya merasa sering egois, menjadi luluh karena teman-teman tetap menerimanya dengan utuh. Atau juga Icha (Annisa Tr) yang sempat tersedu-sedu mengingat kebiasannya yang susah menerima orang lain/teman baru, menjadi tersadar diri dengan bantuan teman-temannya yang tulus. Pun, demikian juga dengan Fahri yang biasanya merasa ‘paling..’ tapi setelah ikut PK jadi merasa tidak ada apa-apanya.

Hampir semua membawa ‘berkah’ dari kegiatan PK ini. Bahkan Geby, peserta teraktif di PK-9 ini menuliskan panjang lebar di blognya tentang ‘luar biasanya’ PK-9 ini. atau juga Harizza Pertiwi dan Hasya Rahmania.

Semuanya membawa kesan kenangan masing-masing. Tapi apapun itu, yang pasti Indonesia menunggu kita, menunggu karya nyata kita, menunggu ide-ide gila kita, bukan menunggu deretan gelar kita.

Akhirnya….. (dari PK-9 LPDP)

Luar biasa. Itu kata pertama yang harus aku tulis. Luar biasa untuk kegiatan PK, luar biasa untuk pesertanya, panitianya juga luar biasa untuk pembicaranya. Pokoknya kegiatan PK sungguh luar biasa. Berkunjung ke Suku Baduy, mengikuti bimbingan dari TNI AU di Halim PK, berdiskusi dengan Jusuf Kalla, Alfitto Deannova, Imam B. Prasodjo, Ahmad ‘Negeri 5 Menara’ Fuady, berkunjung ke GITC Garuda Indonesia serta bertemu langsung Presiden Sby adalah moment yang sangat berharga.

Kedua aku bersyukur banget bisa ikut PK ini. Oya, PK itu artinya Program Kepemimpinan. Kebetulan yang aku ikuti sudah angkatan ke-9. Diselenggarakan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kemenkeu sebagai tahap seleksi terakhir calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia.

O ya lanjut, aku bersyukur karena bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Mereka benar-benar luar biasa. Mereka adalah anak-anak muda (menyebut mereka anak muda soalnya diriku termasuk golongan yang sudah “berumur” diantara mereka. Selisihnya bisa 10-15 tahun). Mereka adalah orang-orang pilihan yang telah lolos seleksi administrasi bukan saja dari segi akademik namun juga kepemimpinan. Sehingga bisa dibayangkan ketika bertemu dalam suatu kelompok, semua energi positifnya disatukan. Sungguh dahsyat. Ide-ide kreatifnya terlahir spontan. Dan hasilnya tidak asal-asalan. Me…..mba….ngga….kan !

Sebelum bergabung saja aku sudah minder melihat daftar nama dan universitas tujuan mereka. Bertahap aku bisa pede juga, karena ternyata perasaan itu hampir semua dialami oleh yang lain dengan berbagai macam alasan atau pastinya sama dengan alasanku : akan bertemu dengan orang-orang hebat.

Sejak milis dibuka, diskusi dan perdebatan sudah berlangsung alot dan panjang. Kadang bikin gemes ; karena Ide dan usulannya briliant semua. Bingung milihnya. Bolak balik Vote. Tapi juga bikin ngakak; Sudah dibilang berkali-kali kalau “saya adalah Mbak. Cewek….. “, masih ada juga yang nyebut Mas. Sudah dibilang kalau “saya adalah mas, laki…. “, masih juga ada yang manggil mbak. Dan lain-lain, banyak deh.

Lalu tugas. Ada sekitar 12 tugas sebelum acara PK dimulai. Termasuk rentetan essay menjelang keberangkatan. Saat menulis essay inilah timbul kesadaran bahwa aku anak Indonesia, aku adalah bagian dari Indonesia masa depan. Aku harus berkontribusi untuk Indonesia. Untuk Indonesia emas 2045. Akhirnya, menurutku apa yang dilakukan oleh LPDP ini sungguh luar biasa. Beasiswa yang sebelumnya banyak dinikmati oleh teman-teman dosen/akademisi sekarang bisa menjangkau semua golongan dan profesi termasuk di birokrasi pusat maupun daerah khusunya daerah 3T (tertinggal, terluar dan terpencil). Standar kelulusannya tetap sama, hanya syarat penerimaannya dikurangi. Itu berlaku bagi yang afirmasi, termasuk diriku. Bagi yang afirmasi, TOEFL/IELTS/TPA boleh belum terpenuhi karena LPDP akan memberikan bimbingan persiapan agar TOEFL/IELTS/TPA maupun proposalnya lulus. Ini menurutku sangat bagus. Karena visi Indonesia emas adalah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Indonesia yang maju dan bermartabat bukan hanya milik golongan, suku atau pulau tertentu. Tapi seluruh Indonesia. Maka memberi kesempatan pendidikan kepada seluruh Indonesia ini merupakan modal dasar untuk membangun Indonesia masa depan yang menyeluruh.

Jika pada tahun 2013, terjaring sekitar 1500 peserta calon penerima beasiswa dari sekitar 25.000 pelamar, maka bisa dibayangkan dalam 5-10 tahun ke depan akan lahir para master dan doktor baru yang memiliki kesamaan visi untuk Indonesia Emas. Kesamaan visi, merasa ada dalam satu kelompok besar, merasa ada teman yang akan saling bahu membahu membangun Indonesia adalah oleh-oleh berharga dari kegiatan PK.

Kegiatan PK ini sungguh luar biasa. Terima kasih Tuhan sudah dipertemukan dengan orang-orang hebat ini. Aku jadi tertular semangadnya teman-teman yang lebih muda untuk terus berbuat, lagi dan lagi, sekecil apapun untuk daerahku, untuk Indonesia tercinta.

Di TNI AU

dg skuadron 45Perjalanan panjang dari Baduy membuat kami sampai di kompleks TNI AU Halim Perdana Kusuma menjadi sangat terlambat. Dari jadwal jam 10 pagi, kami baru sampai jam 4 sore. Kami langsung dikumpulkan di showroom Skadron 45. Kami langsung di ‘bentak’ dengan cara-cara militer. “Bapak-bapak, ibu-ibu, ini lingkungan militer, jadi tolong sesuaikan dengan lingkungan militer”. Kami disuruh makan dan harus habis dalam 5 menit tidak boleh ada yang bersisa. Wuaduh…… (udah belum pipis, harus minum pulak 1 botol 600ml air, plus tambahan krupuk dan pisang punya teman yang gak bisa habisin). Setelah upacara penyerahan, kami sholat dan diangkut truk/bis tentara menuju barak/tenda.

Sebelum maghrib kami sudah harus siap menuju aula skadron teknik. Setelah maghrib kami mulai menerima materi. Sekitar jam 21.30 kami pulang kembali ke tenda. Kami diperintahkan sudah harus istirahat jam 22.00 wib. Hmmm…. sempat berpikir aneh. Jadwalnya sampe jam 23.00 kok jam 22 sudah disuruh tidur. Akupun segera mengirim pesan whatshap ke teman-teman kelompok agar tidur dalam keadaan siaga (maksudnya siap kalau sewaktu-waktu dibangunkan). Benar saja, jam 23.45 tiba-tiba sirene berbunyi. Disertai panggilan dan hitungan segera berbaris di halaman Marcelling Area (MA) tersebut. Ternyata kami akan melakukan jelazah malam. Ceritanya seluruh kompleks sudah dikepung musuh, tinggal MA ini yang masih aman. Kami harus mengantarkan pesan ke Posko berikutnya dengan cara dan melalui berbagai rintangan.

Jam 00.00 kita masih berproses pada kegiatan jelajah malam di hutan kompleks TNI AU. Masih ada kelompok 4-10 yang belum berangkat. Menunggu keberangkatan di halaman (MA), diisi dengan tanya jawab dan berbagi pengalaman dengan Lettu Bayu Tirta Murti, ST. Cuaca malam itu juga sangat tidak bersahabat. Gerimis terus mengguyur, sedangkan satu kelompoknya diberangkatkan tiap 10 menit. Giliran terakhir adalah kelompok 10, kelompok Dayak.

Seperti kelompok (regu) sebelumnya, regu Dayak juga mendapat tugas untuk menyampaikan sebuah amplop berisi pesan rahasia kepada posko selanjutnya. Petunjuk bagi regu Dayak hanya dua : Amankan isi pesan dan tetap berjalan lurus diatas aspal. Jam 01.05 Wib, kelompok kami (Dayak) berangkat dari Posko pertama. Menyusuri jalanan gelap yang belum pernah kami jumpai tentu menghadirkan berbagai dugaan dan kecemasan. Sesekali hanya terdengar sayup suara burung entah burung apa namanya makin menghadirkan susana tegang.Waspada, tetap diatas aspal dan saling menjaga,  itu yang selalu kami ingatkan.

Di Pos kedua, pesan yang kami bawa ternyata berisi deretan kata sandi yang harus kami pecahkan. Setelah berhasil memecahkan kata sandi, kami diharuskan berangkat untuk menyampaikan pesan tersebut kepada Pos-3. Menuju pos-3, kami harus melewati hutan yang makin gelap, sementara senter kami cuma satu untuk 12 orang anggota regu kami. Kami harus benar-benar bekerja sama dengan kompak saat itu. Setelah memastikan jalan didepan aman, ketua regu kembali ke belakang untuk memberi penerangan pada anggota. Apalagi jalanan yang becek sisa kaki lebih dari 100 orang teman-teman sebelumnya, makin menyulitkan langkah dan membuat kami tetap waspada. Sampai akhirnya kami sampai di sebuah turunan yang sangat licin.

Baru saja kami merasa lega karena sudah lepas dari tantangan itu, kami dikejutkan dengan kehadiran seorang pembina. Kami tiba-tiba dimarahin yang kami sendiri tidak nyambung alasannya. Penjelasan ketua regu juga tidak bisa diterima. Tetap saja dengan ba bi bu langsung menyerang kami dengan kemarahan dan nasehatnya. Saat kami menghadap dengan kemarahannya, ketua regu sekilas melihat bayangan hantu-hantuan yang diletakkan dibelakang kami. Sosok warna putih melambai di kegelapan malam itu. Kamipun saling berbisik agar tidak kaget dengan sosok itu.

Langkah kami pun diteruskan ke Posko 3. Disini kami diberikan 6 soal. Berapa jumlahnya lalu dibagi 10. Hasilnya kami dapat angka 9. Padahal yang benar 10. Mengikut petunjuk angka 9 tersebut, ketua regu dibantu 2 orang anggota mencari petunjuk sebanyak 9 langkah ke samping. Karena kami tidak fokus dan sinar senter elektrik yang kami miliki makin meredup membuat kami tidak bisa menemukan kertas dan balpoint yang menjadi petunjuk.

Perjalananpun dilanjutkan ke Pos 4 atau Pos terakhir. Disana kami diharuskan menyampaikan pesan yang telah kami bawa tadi : Untuk keamanan dan kesantausaan kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dibawah guyuran hujan yang makin dueras, pesan berhasil disampaikan dan misi selesai. Kami merasa perjalanan kami untuk menyelesaikan misi tersebut sangat cepat mengingat kami sangat cepat menyelesaikan kata sandi yang kami bawa dari pos 1.

Perjalanan pulang ke barak sejauh 2 km itu dilakukan dibawah guyuran hujan deras yang mem-basah-kan semua. Sangat beruntung teman-teman yang telah membekali diri dengan mantel atau jas hujan. Sampai di barak sudah jam 03.00 wib. Beberapa teman-teman memaksakan diri untuk mandi. Bahkan beberapa akhirnya tidak tidur atau tidak bisa tidur hingga adzan subuh tiba.

Usai sholat subuh, kami langsung berbaris dihalaman MA. Pemanasan olahraga di Pimpin oleh Pak Didi Djunaedi, Kapten Penerbang (mudahan bener nie…). setelah pemanasan kami selanjutnya berlari pagi mengelilingi skadron 17 di lingkungan Lanud Halim Perdana Kusuma (Halim PK). Setelah itu kami sarapan. Mengambil nasi/sarapan satu persatu dan berdiri memanjang sepanjang halaman MA.

Setelah acara pembersihan, kami mulai melakukan acara outbond. Inilah acara yang sangat seru. Kami yang terdiri dari 10 regu dasar kemudian diberi pengarahan mengenai tata cara permainan dalam outbond itu. Memulai permainan, kami lalu membuat lingkaran besar. Sambil berpegangan tangan kami berjalan keliling sambil bernyanyi lagu disini senang disana senang. Tiba-tiba instruktur berteriak : kelompok 5 ! spontan kami berhamburan mencari 4 orang teman yang lain. Yang tidak dapat teman disuruh maju ke tengah untuk dihukum nyanyi, yel-yel atau lainnya. Selanjutya kelompok 7, kelompok 12, kelompok 15 dan terakhir kelompok 25. Pada akhirnya ada 4 regu dengan jumlah 28-29 orang tiap regunya.

Tiap regu ini juga langsung menyiapkan yel-yel penyemangat, dan mulai mengambil berbagai macam mata lomba/permainan. Sebanyak 11 orang Kelompok Dayak sebagian besar bergabung ke grup 4. Secara bergiliran ke-empat regu memainkan lempar bola, tranfer air, mengantarkan botol air, nyebrang sungai, tranfer tepung, putaran roda dan hulahoop. Bahkan yel-yel, hulahoop dan tranfer botol air dilombakan. Kelompok 4 meraih juara 1 untuk lomba hulahoop, serta juara dua untuk yel-yel. Sedangkan kelompok kelompok 1 meraih juara I untuk lomba mengantar air dalam botol. Juara I untuk yel-yel adalah kelompok II videonya bisa didownload disini. Atau yel-yel kelompok I dan IV disini

Jam 12.00 wib dengan memakai kendaraan kebesaran-truk dan bis tentara-kami menuju ruang serbaguna skadron tehnik. Sesampai disana kami sholat Dhuhur ashar jamak qashar. Selanjutnya mengkuti materi dari Letkol (Pnb) Jony “White Lion” Sumaryana.

Acara berikutnya adalah berkunjung ke Lanud Halim PK. Tujuan pertama kami disana adalah museum angkatan udara. Namun karena sesuatu dan lain hal kami tidak bisa langsung masuk. Perjalanan juga sempat terhenti sejenak karena ada rombongan RI1 yang lewat. Kami terpaksa berkeliling terlebih dahulu ke skadron-skadron udara seperti Skadron 17 untuk pesawat VIP, lalu skadron 31 untuk pesawat hercules, skadron 2 untuk pesawat angkut kapasitas sedang seperti CN 235, CN 239 dan skadron 45 untuk helicopter. Kami juga akhirnya bisa masuk museum, sebelum kembali ke pesawat-pesawat hercules yang diparkir di lanud.

Sisa waktu yang ada kami gunakan menyiapkan diri menjelang acara pentas seni dan api unggun. Dari para peserta sebanyak 10 kelompok menampilkan atraksi budaya. Sedangkan dari para instruktur menyiapkan hadiah untuk berbagai lomba. Termasuk kambing guling.  Dan acara akhirnya ditutup dengan penyampaian kesan pesan dari seluruh perwakilan kelompok.

Esok harinya (Senin, 24/2/14), kami melakukan olah raga pagi, makan bersama di halaman dan bimbingan Peraturan Baris Berbaris (PBB) ala militer. Bagi kami kelompok 4 sangat mengasyikkan karena pelatih kami sangat pintar. Latihan PBB ini kemudia di lombakan di showroom skadron 45 sebelum acara penutupan. Dan ternyata…kelompok 4, kelompok kami meraih juara 1.

Setelah acara ditutup kami kembali ke Wisma Makara UI dengan diantar oleh truk/bis tentara TNI AU. Terima kasih TNI AU, jayalah dirgantara Indonesia. Sebuah pengalaman yang sempurna !

Ke Baduy

selamat datang di baduySalah satu kegiatan PK adalah berkunjung ke Suku Baduy. Kamis sekitar jam 9 kami mulai berangkat dari Wisma Makara UI. Perjalanan ke Baduy diperkirakan butuh waktu 7-8 jam. Ada 4 Bis yang membawa rombongan kami. Dua bis besar, 1 bis ¾ dan 1 bis kecil plus ambulance dengan tenaga medisnya. Sekitar 2,5 jam perjalanan kami istirahat sejenak di rest area. Tiga puluh menit kemudian kami meluncur kembali. Masuk Banten khususnya Kabupaten/Kota Serang lancar. Namun di Pandegelang perjalanan kami mulai ditemani hujan. Pas jam 12 kami masuk perbatasan Kabupaten Lebak. Hujan masih mengguyur.

Beberapa waktu kemudian terasa kalau hjalanan mulai naik turun, jalannya rusak. Apalagi dikiri kanan jalan ada bebera[a penambangan pasir. Lainnya nampak pemandangan sawah hijau yang indah. Selanjutnya jalan berbelok, naik turun bahkansangat sempit. Sempat salah satu bis kami tidak bisa meneruskan tanjakan dan itu membuat kami penumpangnya baik yang berada di bis belakang maupun dalam bis ke-tiga (yang tidak kuat naik itu) sontak berhamburan turun. Mencari batu dan lainnya untuk menahan agar bis tidak meluncur turun...jatuh. alhamdulillah selamat.

Setelah sholat di sekitar terminal, kami mulai menuju Baduy. Sebelumnya kami dikumpulkan di halaman kantor kepala desa kanekes untuk menerima penjelasan. Tidak boleh buang sampah sembarangan, tidak boleh membawa alat musik seperti gitar termasuk angklung, tidak boleh membawa radio apalagi tv, tidak boleh membunuh binatang kecuali mebahayakan diri, dan lain-lain banyak lagi.

Masing-masing kelompok dilepas bertahap. Dijalan menjadi bercampur karena banyak yang tersengal-sengal dan pucat karena keletihan. Jalan menanjak dan terbawa irama sebagian peserta yang begitu antusias menjadi penyebabnya. Syukurnya kami semua berhasil sampai di Baduy sekitar jam 17.00 wib. Waktu yang tersisa kami manfaatkan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari panitia. Juga pertemuan terbatas dengan anggota kelompok.

Kami dibagi sekitar 7 orang tiap rumah. Rumah suku baduy saling berhadapan. Tanpa pagar pembatas. Jalanan menanjak menuju rumah warga dilapisi dengan susunan batu-batu yang kuat dan rapi. Sesampai dirumah tentu saja kami langsung mencari kamar mandi untuk buang air kecil atau mandi. Tidak banyak kamar mandi tertutup disana. Karena sudah lewat maghrib atau malam, maka kami meluncur ke sungai. Jadilah sungai mirip kunang-kunang karena hanya senter yang menemani kami. Sebab tidak ada listrik di Baduy. Di rumah warga, ada yang tidur di dalam ada juga yang tidur di teras depan. alhamdulillah bisa tidur dengan nyenyak. Mungkin karena sangat capek.

Pagi hari, subuh-subuh kami sudah ke kali, nyebur atau mandi ala burung. Kelepak kelepek yang penting basah, sabun dan kena air bersih. Duingin.....

Kegiatan selanjutnya sesuai agenda kelompok masing-masing. Ada yang ke ladang, ke rumah warga, ke perbatasan baduy dalam dan juga ke kampung baduy sebrang. Aku sendiri dengan kelompok dibagi dua. Satu tim ke ladang, berniat melihat tata cara pengambilan aren atau kayu, tim lainnya mengamati arsitektur rumah suku baduy.

Disepanjang perjalanan, orang-orang baduy masih kental dengan pakaian adatnya termasuk untuk bekerja. Untuk wanita kebaya yang rata-rata warna ungu dan jarit/kain bawah warna biru dongker. Yang ke ladang/keluar kampung memakai caping besar. Anak-anak perempuan juga sudah mulai memakai pakaian adat itu sejak kecil. Anak-anak laki aku melihatnya lebih bebas. Baju-baju pemain bola sering mereka pakai. Sedangkan gadis-gadis baduy, mereka sejak pagi berdandan dan duduk menenun di teras rumahnya. Rata-rata mereka memakai kalung emas dilehernya. Tujuan mereka berdandan adalah adalah untuk menarik perhatian calon pemuda suku Baduy yang akan melamarnya. Anak-anak suku Baduy tidak ada yang sekolah.

Kami juga sempat melihat bagaimana mereka bekerjasama mengalirkan ribuan batang potongan kayu di sungai. Orang tua, anak, ibu-ibu dan anak gadis bahkan nenek-nenek ikut berpartisipasi. Siangnya kami berkesempatan berdialog dengan dua orang perwakilan suku baduy dalam yang karena sedang ada acara kawaluh maka Baduy dalam tidak bisa dikunjungi.

Malam hari kami berkumpul dan berdialog dengan para tetua kampung Baduy. Ditemani sepasang obor, kami disuguhi ubi, kacang dan lain-lain hasil alam mereka. Di langit, bintang bersinar sangat indah. Seolah hanya untuk suku Baduy.

Esok harinya kami pulang pagi-pagi sekitar jam 06.30 wib. Kami langsung berhadapan dengan tanjakan terjal sejauh 1 km. Perjalanan makin ‘menarik’, karena gerimis atau bahkan hujan ikut menyertai. Akibatnya beberapa teman kami sempat terpeleset. Syukurlah...akhirnya semua sampai ke terminal dan melanjutkan ‘petualangan’ baru ke Kompleks TNI AU Halim Perdana Kusuma.

Memahami Fraud (Kecurangan) di Jaminan Kesehatan dan Aspek Hukum Pidana dan Perdata

JKNFraud di berbagai bidang

Dalam “Black’s Law Dictionary” menyebutkan bahwa fraud adalah kesengajaan melakukan kesalahan terhadap kebenaran untuk tujuan mendapatkan sesuatu yang bernilai atas kerugian orang lain atau mendapatkannya dengan membelokkan hukum atau kesalahan reprentasi suatu fakta, baik dengan kata maupun tindakan; kesalahan alegasi (mendakwa orang untuk melakukan tindakan kriminal), menutupi sesuatu yang harus terbuka, menerima tindakan atau sesuatu yang salah dan merencanakan melakukan sesuatu yang salah kepada orang lain sehingga dia bertindak diatas hukum yang salah.

Menurut Yaslis Ilyas dalam bukunya yang berjudul : Mengenal Asuransi Kesehatan hal.131, definisi tersebut hanya menjelaskan fraud sebagai pengertian formal dan lebih pada definisi hukum.

Karena memang fraud bisa terjadi disemua sektor atau bidang. Disektor pemerintah maupun swasta. Juga bisa terjadi pada berbagai bidang. Termasuk bidang ekonomi dan kesehatan. Dibidang ekonomi, mulai dari fraud yang dilakukan oleh perbank-an, akutansi, sampai korupsi yang dilakukan oleh para pejabat di negeri ini. Penyebab atau akar permasalahan fraud dijelaskan secara ringkas melalui ungkapan fraud by need, by greed and by opportunity (kecurangan karena kebutuhan, karena serakah dan karena ada peluang). Yang pada intinya dikatakan fraud apabila memenuhi unsur-unsur :

­            – Adanya perbuatan yang melawan hukum (illegal acts)

­            – Dilakukan oleh orang-orang dari dalam atau luar organisasi

­            – Untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok

Dampak praktik – praktik tersebut diatas sangat beragam, tetapi secara umum dapat dikatakan bahwa ciri dari pada fraud adalah keuntungan yang tidak wajar dari pelakunya, baik individu, kelompok, atau organisasi / perusahaan, yang tentu saja diimbangi dengan adanya kerugian pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Fraud dalam jaminan kesehatan

Fraud dalam bidang kesehatan adalah segala bentuk kecurangan dan ketidak wajaran yang dilakukan berbagai pihak dalam mata-rantai pelayanan kesehatan untuk memperoleh keuntungan sendiri yang (jauh) melampaui keuntungan yang diperoleh dari praktek normal.

Contoh fraud pelayanan kesehatan adalah pemalsuan diagnosa untuk mensahkan pelayanan yang tidak dibutuhkan dan tarifnya mahal (upcoding), tarif jasa yang tidak pernah dilakukan (tagihan fiktif),  pemberian obat obatan atas indikasi yang tidak jelas manfaatnya, pemeriksaan lanoratorium dan dan diagnostik atas indikasi yang tidak tepat, pemondokan pasien rumah sakit yang tidak perlu dan berbagai hal lainnya.

Dengan berlakunya BPJS maka potensi terjadinya fraud akan makin meningkat. Ketidaksepahaman antara BPJS dan pemberi pelayanan memungkinkan terjadinya fraud. Contoh adalah penentuan tarif berdasarkan IN-CBG’s yang mungkin tidak sesuai unit cost rumah sakit/provider.

Resiko kerugian akibat fraud ini sangat besar. Jika estimasi premi BJS 2014 sekitar 38,5 T, dengan estimasi besaran angka fraud 5% maka jumlahnya mencapai 1,8 T . Ini baru estimasi 5% !

Aspek penegakan hukum fraud di bidang kesehatan

Mengingat angkanya yang sangat besar maka tentu saja ini akan merugikan negara dan rakyat. Mengingat fraud dapat dikategorikan sebagai kejahatan/kriminal dan pada disempatan lain dikategorikan sebagai penipuan, tentu saja akan mendapatkan konsekuensi hukum (pidana maupun perdata)

Bahkan mengingat dampaknya yang begitu menyentuh kehidupan masyarakat banyak maka fraud yang terjadi dibidang kesehatan mulai ‘dilirik’ oleh lembaga anti rasuah (KPK). Bahkan KPK sudah memasukan  bidang kesehatan sebagai bidang prioritas pengawasan.

Karena itu perlu pemahaman dan pencegahan agar tidak terjadi fraud dalam pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui pengawasan. Pengawasan pada kegiatan yang memiliki intensitas terjadinya fraud cukup tinggi pada masing-masing aspek fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan, dan bahkan pengawasan pelaksanaan JKN itu sendiri.

*tugas minggu I (4-9 Feb 2014) Blended learning dengan Kebijakan Kesehatan Indonesia

Mengapa Rumah Sakit Harus BLUD?

rsudDalam beberapa kesempatan diskusi antara lain dengan teman-teman pers atau stakeholder tersirat kalau pemahaman tentang BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) masih terbatas kalau gak dikatakan banyak yang salah persepsi. Hal tersebut adalah wajar. Jangankan masyarakat awam, para pelaku BLUD atau bahkan yang sudah mendapatkan ‘wejangan’ tentang BLUD masih ada yang tidak memahami secara utuh. Padahal BLUD bagi sebuah rumah sakit adalah keharusan menurut amant undang-undang.

BLUD adalah adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Dengan membaca pengertian ini, maka dapat dipahami bahwa BLUD TIDAK MENGUTAMAKAN MENCARI KEUNTUNGAN. Hal ini yang membedakan BLUD dengan BUMN/D. Tapi dalam pelaksanaanya BLUD harus tetap menggunakan prinsip efiensi dan produktifitas serta praktek bisnis yang sehat. Praktik bisnis yang sehat artinya berdasarkan kaidah manajemen yang baik mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan pertanggungjawaban.

Kembali ke topik.

Intansi pelayanan publik apalagi rumah sakit harus diakui masih memiliki banyak kekurangan dalam pelayanan publik. Masyarakat cenderung tidak puas karena : pelayanan tidak diberikan dengan profesional, tidak cepat, prosedur yang terbelit-belit. Lalu terjadi diskriminasi pelayanan, kalau masyarakat yang bersangkutan mempunyai jabatan atau uang, akan cepat dilayani, akan tetapi kalau masyarakat biasa (miskin) belakangan. Kinerja pelayanan aparatur yang kurang, praktek pungutan liar, biaya tidak transparan (katanya gratis tetapi kenyataan di lapangan masih harus bayar, membayarnyapun tidak ada standarnya), dan lain-lain kondisi riil pelayanan publik kita. Hal ini tentu saja tidak adil, tentu saja memboroskan anggaran negara atau tidak tepat sasaran.

Hal inilah kemudian melahirkan ide (peraturan, produk hukum) yang mengharuskan instansi pelayanan publik untuk menjadi BLUD. Khusus bagi rumah sakit daerah, BLUD merupakan solusi terbaik untuk mengatasi banyak  persolan /keluhan pasien saat ini. Bagi pasien, mereka tidak mau tau dengan segala macam peraturan administrasi seperti uang harus dicairkan dahulu ke kas Pemda baru dibelanjakan. Bagi mereka hanya satu : SEGERA DILAYANI.

Maka bagi rumah sakit yang sudah BLUD akan memiliki beberapa fleksibilitas yang dikecualikan dari yang berlaku umum. Pengecualian ini bukan berarti BLUD menabrak undang-undang/hukum. Ada peraturan ‘turun temurun’ yang sangat panjang dan komplet yang memerintahkan atau menaunginya. Peraturan itulah kemudian yang membolehkan RS memiliki kas sendiri (kalau ada keperluan, langsung bisa diambil dari kas dan dibelanjakan untuk pelayanan). BLUD juga memungkinkan untuk bekerjasama dengan pihak lain sepanjang menguntungkan, bisa melakukan pengadaan barang dan jasa dengan besaran nilai diluar ketentuan Perpres 70/2012, bisa menghapus aset, bahkan BLUD bisa berhutang. Ketentuan tentang belanja langsung maupun pengadaan barang ini HANYA BERLAKU BAGI PENDAPATAN YANG BERASAL DARI BUKAN APBD/N. Sebab pendapatan yang berasal dari APBD/N, tetap mengikuti ketentuan yang berlaku umum. Dengan berbagai fleksibilitas tersebut maka diharapkan RSUD tidak ada lagi kendala dalam melayani masyarakat.RSUD Bima BLUD_17

Rumah sakit yang sudah BLUD bukan berarti otomatis akan menjadi “meningkat” segalanya. Bukan berarti semua akan langsung seindah impian. Ada rumah sakit BLUD yang hanya asal gugur kewajiban saja. Tidak memberikan manfaat atau perubahan berarti bagi peningkatan mutu pelayanan. Karena itu bagi rumah sakit yang sudah BLUD perlu peningkatan kapasitas SDM, perubahan pola pikir (mindset), semangat kewirausahaan (enterpreneurship) bagi pengelola BLUD, stakeholder terkait mulai dari kepala daerah, sekretaris daerah, PPKD, Kepala BAPPEDA, dan Inspektur Daerah.. Perlu kerja keras dan kesamaan visi misi seluruh kemponen terkait BLUD. Semua harus seiring seirama. BLUD yang memiliki prinsip transparant, akuntabel, responsible dan independen akan berbeda dengan sebelum BLUD. Mindset semua SDM dituntut untuk berubah. Tadinya biasa dilayani, sekarang melayani. Tadinya pasien butuh RS, sekarang RS butuh pasien/pelanggan. Tadinya uang disetor ke kas Pemda, sekarang dikelola sendiri dikas BLUD. Dari mindset birokrat menjadi entrepreuner : Selalu melakukan hal yang inovatif, efisiensi di segala bidang, responsif, cepat tanggap kebutuhan pasien, bukan lagi terpaku pada rutinitas belaka.

Bila sebelum BLUD, mentalnya mental setoran, menghabiskan anggaran sebab bila anggaran tidak terserap/tidak habis, dianggap kinerjanya jelek. Setelah BLUD, mental SDM rumah sakit harus sebaliknya: Harus berhemat, harus efisien. Contoh kecil antara lain lampu yang masih menyala disiang hari/yang cukup cahayanya, AC yang tetap hidup padahal tidak ada yang memakai. Kalau tidak perlu print out, kenapa menghabiskan kertas dan tinta, dll.

Setelah BLUD manajer RS dituntut untuk menjadi manajer betulan, bukan sekedar kepala RS, Kepala keuangan, Kepala perencanaan, kepala staf dst… Tapi manajer keuangan, manajer SDM, manajer operasional. Manajer yang bisa memanaj setiap unit yang dipimpinnya.

Pemahaman tentang konsep Rencana Strategis Bisnis (RSB), Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), Tata Kelola, Standar Pelayanan Minimal, Standar Akuntansi Keuangan (SAK), konsolidasian RBA dan laporan keuangan dengan APBD menjadi mutlak agar BLUD tidak salah langkah.

Pemahaman ini tidak bisa hanya dimiliki oleh segelintir orang, hanya bagian manajerial saja atau bagian administrasi saja atau bagian fungsional saja. Semua harus seirama. Semakin banyak yang paham BLUD akan semakin baik, sehingga para manajer RS tidak terlalu susah menggerakkan orang-nya untuk mencapai tujuan bersama.

Apalagi yang buat RS harus BLUD?

Yang sudah BLUD diharapkan tarifnya sesuai dengan unit cost. Dengan tarif berdasarkan unit cost inilah rumah sakit bisa memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan. Artinya, bila tarif lebih rendah dari unit cost maka SPM tidak akan terpenuhi. TarifRSU Harus BLUD yang lebih rendah dari unit cost juga berarti APBD/pemerintah ikut mensubsidi orang mampu. Sehingga penetapan tarif hanya untuk kelas III yang berdasarkan Peraturan daerah (Perda) sedangkan kelas II, I dan ke atas cukup dengan Peraturan bupati (Perbub). Sehingga bila tarif pelayanan untuk orang miskin/kelas III lebih rendah dari unit cost, disitulah subsidi pemerintah diperlukan.

Kepada SDM RS yang sudah BLUD juga dapat diberikan remunerasi. Pejabat pengelola BLUD, Dewan pengawas, Sekretaris dewan pengawas dan pegawai BLUD dapat diberikan remunerasi sesuai dengan tingkat tanggungjawab dan tuntutan profesionalisme yang diperlukan. Sehingga tidak lagi pengaturannya seperti PNS, kalau golongan dan masa kerja sama, gaji yang diterima setiap bulan akan sama. Dalam BLUD besaran remunerasi dihitung berdasarkan indikator penilaian antara lain: pengalaman dan masa kerja, ketrampilan, ilmu pengetahuan dan perilaku, resiko kerja, tingkat kegawatdaruratan, jabatan yang disandang, dan hasil/capaian kinerjanya.

Dengan demikian maka Esensi dari rumah sakit yang sudah BLUD adalah agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan efisiensi anggaran. Dengan BLUD, diharapakan sebuah rumah sakit akan meningkatkan kinerja pelayanan, kinerja keuangan dan kinerja manfaat nya. RSUD akan siap untuk melayani pasien dalam JKN/BPJS mulai 2014.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.