DONOR DARAH

INFORMASI TENTANG DONOR DARAH

Darah merupakan sumber kehidupan. Jumlah darah seorang dewasa rata-rata 4-5 liter. Jumlah ini bisa berkurang karena menderita penyakit, mengalami kecelakaan atau operasi.

Darah adalah salah satu komponen dari organ tubuh yang tidak bisa diperjualbelikan. Darah memiliki masa simpan di Unit Tranfusi darah (UTD) yang terbatas.  Untuk itu dibutuhkan para relawan yang mau dan siap untuk mendonorkan darahnya secara sukarela dan rutin.

dan……

menjadi sukarelawan ini ternyata membutuhkan keinginan yang kuat dan niat yang tulus. sebab ternyata banyak persepsi yang terjadi dimasyarakat kita yang sebenarnya salah.

bagaimana sebenarnya tentang mendonorkan darah ini? berikut penjelasannya:

Kapan transfusi darah diperlukan?
Transfusi darah terutama diperlukan sesudah kehilangan darah yang banyak misalnya pada operasi, kecelakaan atau persalinan.

Mengapa transfusi harus menggunakan darah ?
• Tidak ada bahan apapun yang bisa menjadi substitusi (pengganti) darah. Darah tidak dapat diproduksi secara sintetis (dimanufaktur) dan darah hewan tidak dapat dipergunakan untuk manusia.
• Darah tidak dapat disimpan lama (hanya 28 – 35 hari).
• Penderita penyakit darah tertentu seperti Thalassemia, Hemophilia memerlukan transfusi darah secara teratur. Karena itu penyumbangan/donasi darah senantiasa diperlukan setiap saat.

Bagaimana kita bisa yakin bahwa darah yang dipakai itu “aman”?
Darah yang aman diperoleh dari donor sukarela yang sehat dan berperilaku sehat. Untuk memastikan bahwa darah benar-benar aman maka pengambilan darah dilakukan melalui serangkaian kegiatan standar yaitu:
• Seleksi donor apakah memenuhi persyaratan
• Uji saring darah terhadap beberapa penyakit yang bisa ditularkan melalui darah (Sifilis, Hepatitis A dan B serta HIV)

Siapa saja yang bisa menjadi donor darah?
Setiap orang dewasa sehat yang berusia antara 18 – 60 tahun dapat menyumbangkan darahnya.

Siapa yang tidak boleh menjadi donor darah?
• Seseorang yang menderita Anemia yaitu yang Hemoglobin-nya kurang dari 12 gram %
• Seseorang yang pernah menderita penyakit Hepatitis B,C , penyakit AIDS dan penyakit menular seksual
• Seseorang yang mempunyai praktek hubungan seksual bebas
• Seorang pecandu narkotika

Seberapa sering seseorang boleh menyumbangkan darah ?
Penyumbangan darah yang aman adalah 3 (tiga) bulan satu kali, maksimal 5 (lima) kali dalam setahun.
Dalam waktu 12 minggu ( 3 bulan) produksi dan jumlah sel-sel darah (terutama sel darah merah) sudah kembali normal.

Apakah ada bahaya dalam menyumbangkan darah ?
• Tidak ada bahayanya sama sekali;
• Hanya orang yang benar-benar sehat yang disarankan menyumbangkan darah;
• Jarum yang dipergunakan untuk mengambil darah adalah jarum yang steril;
• Penyadapan/pengambilan darah hanya memerlukan waktu beberapa menit (15 menit). Sesudahnya donor dipersilakan beristirahat dan mendapat hidangan ringan.

Apakah manfaat donor darah bagi pendonor?

Tidak ada manfaat langsung menjadi donor darah. Namun dengan mendonorkan darah secara rutin setiap tiga bulan sekali, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi sel-sel darah baru, sedangkan fungsi sel-sel darah merah adalah untuk oksigenisasi dan mengangkut sari-sari makanan. Dengan demikian fungsi darah menjadi lebih baik sehingga donor menjadi SEHAT. Selain itu, kesehatan pendonor akan selalu terpantau karena setiap kali donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana dan pemeriksaan uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan lewat darah.

Apakah seseorang bisa mendapatkan AIDS melalui transfusi darah ?
Risiko mendapat AIDS dari transfusi kecil sekali sebab setiap kantong darah diuji saring terhadap virus HIV. Selain itu pengambilan/penyadapan darah, pemeriksaan laboratorium dan tindakan transfusi dilakukan dengan tehnik aseptik (bebas kuman).

Apakah darah yang berasal dari keluarga dapai dipakai untuk transfusi ?
Bisa dipakai apabila golongan darahnya cocok (tidak bereaksi pada pemeriksaan silang) dan telah diuji saring sebelum ditransfusikan.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mentransfusikan satu kantong darah?
Hal itu tergantung pada kondisi apa transfusi diperlukan. Apabila kehilangan darah terjadi sangat cepat maka satu unit (kantong) darah harus diberikan dalam waktu 10 – 15 menit. Akan tetapi pada transfusi untuk mengatasi Anemia bisa memakan waktu 3-4 jam.

Apa yang harus dilakukan agar golongan darah yang tepat tersedia pada saat diperlukan?
Persediaan darah yang cukup hanya bisa tercapai apabila banyak orang dewasa yang sehat bersedia menyumbangkan darahnya secara teratur.

Jika saat membutuhkan darah, di PMI tidak ada stok darah, langkah apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan darah?Yang pertama adalah mencari keluarga atau teman yang dapat menjadi donor pengganti. Jika tidak ada, bertanya kepada petugas siapa “donor on call” yang dapat dihubungi. Jangan sekali-kali menggunakan jasa donor bayaran atau calo donor! Oleh karena itu seyogyanya setiap kantor atau lingkungan tempat tinggal mempunyai daftar orang-orang yang bersedia menjadi donor (kelompok donor).

Mengapa pasien harus “membayar” darah yang dipakainya ?
Darah untuk transfusi harus disimpan dalam kantong khusus yang steril, dan sebelum bisa dipakai harus diperiksa laboratorium untuk memastikan darah tidak mengandung penyakit-penyakit seperti”: Hepatitis, infeksi HIV/AIDS dan penyakit menular seksual (Sifilis). Selain itu harus diperiksa reaksi silang untuk mengetahui apakah darah donor benar-benar cocok dengan pasien. Semua ini memerlukan biaya yang cukup mahal walaupun darahnya memang “gratis” karena diberikan secara sukarela. Biaya ini disebut “service cost” atau biaya pengganti pengolahan darah (BPPD).

Jika membawa donor sendiri (dari keluarga/teman) kok tetap dikenakan biaya ?

Ya benar. Jika ada yang membutuhkan darah kemudian menggunakan darah dari stok PMI maupun dari keluarga, service cost yang dikenakan adalah sama. Karena baik donor sukarela maupun donor pengganti sama-sama tidak dibayar. Seperti tersebut di atas, biaya itu adalah biaya untuk penggantian pengolahan darah.

Syarat-syarat Teknis Menjadi Donor Darah :
 Umur 17 – 60 tahun
( Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter )
 Berat badan minimum 45 kg
 Temperatur tubuh : 36,6 – 37,5o C (oral)
 Tekanan darah baik ,yaitu:
Sistole = 110 – 160 mm Hg
Diastole = 70 – 100 mm Hg
 Denyut nadi; Teratur 50 – 100 kali/ menit
 Hemoglobin
Wanita minimal = 12 gr %
Pria minimal = 12,5 gr %
 Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:
 Pernah menderita hepatitis B
 Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
 Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi
 Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tattoo/tindik telinga
 Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
 Dalam jangka wktu 6 bulan sesudah operasi kecil
 Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
 Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus dipteria atau profilaksis
 Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, tetanus toxin.
 Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
 Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
 Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit.
 Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
 Sedang menyusui
 Ketergantungan obat.
 Alkoholisme akut dan kronik.
 Sifilis
 Menderita tuberkulosa secara klinis.
 Menderita epilepsi dan sering kejang.
 Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
 Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polisitemiavera.
 Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
 Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.
 Tidak memenuhi syarat menurut hasil pem.dokter

Mengapa Banyak Persyaratan ?
Persyaratan untuk menjadi donor sangat penting diperhatikan, karena semua orang mengharapkan mendapat darah yang Arnan dan Berkualitas. Ini berarti darah yang disumbangkan, tidak holeh mengandung bibit penyakit, sehingga tidak menularkan penyakit pada si penerima darah.
Penyakit – penyakit tertentu separti Hepatitis C dan AIDS mempunyai “periode jendela” yaitu periode / waktu, dimana penyakit ini pada seseorang belum dapat dideteksi (diketahui). Ini disebabkan karena entibodi belum terbentuk, sehingga pemeriksaan laboratorium tidak dapat mendeteksi penyakit tersebut.
Kesehatan dan hidup penerima darah, sangat tergantung dari kejujuran Anda untuk menjawab pertanyaan, PMI tidak mungkin dapat mendeteksi semua penyakit. Selain itu, PMI bukan laboratorium pemeriksaan darah.

Persiapan Apa Yang Harus Dilakukan Sebelum Menjadi Donor ?
Bila ANDA merasa sudah memenuhi persyaratan menjadi donor, yakinlah bahwa ANDA sekarang tidak sedang menderita batuk, flu, pilek atau sakit tenggorokan.
Makan minum secukupnya sebelum menyumbang darah, ini untuk mengurangi kemungkinan efek dari penyumbangan darah seperti kepala menjadi ringan dan membantu aliran darah lebih baik. Kecuali bila diharuskan dokter, JANGAN minum obat seperti yang mengandung acetosal/aspirin, Bintang tujuh sekurang-kurangnya 7 hari sebelum menyumbang darah karena akan mempengaruhi zat pembeku darah Anda.
Jangan lupa membawa KARTU DONOR DARAH ANDA bila Anda telah menjadi donor, untuk mempermudah administrasi pencatatannya.

Bagaimana Rasanya Diambil Darah ?
Ada rasa sakit sedikit sewaktu jarum ditusukkan di lengan anda, selanjutnya anda tidak merasa apa – apa.
Pengambilan darah berlangsung selama ±15 menit tetapi dari sejak pendaftaran sampai pulang dapat sampai 1 jam tergantung jumlah donor yang ada.
Darah anda akan diambil sebanyak 250-350 cc ( 7 – 9 % ) . Darah yang diambil ini, akan dibuat iagi oleh tubuh dalam waktu 1 – 2 hari dengan minum yang cukup.
RELAKS sewaktu diambil darah. Bila merasa tidak enak, panggil petugas dan katakan kepadanya.

Apa Yang Harus Dilakukan Setelah Menyumbang Darah
Jangan langsung mengangkat kepala, setelah petugas selesai mengambil darah ANDA. Silahkan istirahat dalam posisi berbaring selama 5 – 10 rnenit. Ini berguna untuk penyesuaian tubuh setelah darah diambil.
Awasi PLESTER selama 4 – 6 jam setelah donasi. Bila ada darah yang keluar dari tempat tusukan jarum, TEKAN KUAT-KUAT selama 5 menit atau sampai darah tidak keluar Iagi. Ganti dengan plester yang baru
Hindari membawa barang berat dengan tangan yang ditusuk sewaktu menyumbang darah selama 24 jam (1 hari ).
Hindari merokok atau minum alkohol sekurang -kurangnya 1 jam setelah menyumbang darah.
Makan-minurn secukupnya setelah menyumbang darah.
Tunggu 1 hari sebelum Anda melakukan olah-raga yang berat (bersepeda, angkat besi, lari-lari, sepak bola)

Bila Anda Merasa Tidak Enak Badan
Berbaring, longgarkan pakaian, lepaskan ikat pinggang
Jangan panik, panggil dokter atau hubungi UTD

Berapa Biaya Penggantian Pengelolaan Darah ?
Biaya pengelolaan darah adalah biaya yang ditagih dari penerima darah di RS atau Unit Transfusi Darah. Pengelolaan darah adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan darah yang siap dipakai untuk transfusi. Kegiatan ini meliputi :
1. Merekrut / mencari donor sukarela
2. Mengambil darah
3. Melakukan pemeriksaan golongan darah
4. Melakukan pemeriksaan uji saring terhadap infeksi menular melalui transfusi.
5. Memisahkan darah menjadi komponen darah
6. Melakukan uji cocok serasi antara darah donor & oasien.
Untuk melakukan berbagai tugas diatas, maka PMI sebagai istitusi yang ditunjuk pemerintah ( PP no 8 . 1980 ) memerlukan fasilitas, sarana, bahan regensia dan petugas
Besar biaya ditentukan berdasarkan Keputusan bersama antara Dinas Kesehatan – PMI – Pemerintah Daerah.
Biaya yang dibayar adalah untuk pengganti biaya pengelolaan, BUKAN MENJUAL. DARAH.

*) File presentasinya (.ppt) dapat di : Download disini

About these ads
    • Novi
    • Juli 16th, 2010

    Ijin Sharing ya…

    • Nitnot
    • Juli 21st, 2010

    wuuw, lengkap infonya, thanks ya…. pertanyaan “kenapa pasien yg mendapat transfusi darah harus bayar sementara donornya sendiri gratis?” akhirnya terjawab sudah (meski emang udah kepikir sendiri juga sih jawabannya hehe)

    — visit http://m.rujakasik.com

    • irman
    • Oktober 14th, 2010

    Apakah pemerintah tidak menganggarkan sedikit pun dana untuk PMI?? Hal ini untuk meringankan biaya orang2 yang membutuhkan darah. Semisal ada orang kecelakaan, dia harus bayar rumah sakit sudah mahal dan untuk darah dia harus bayar mahal juga. Minimal dengan adanya dana dari pemerintah akan ikut meringankan beban orang yang membutuhkan darah. (DARI PEMERINTAH ADA. PASIEN JAMKESMAS GRATIS. INGAT, DARAHNYA GRATIS, YANG DI BAYAR ADL BIAYA PENGELOLAANYA)

    • tika
    • Oktober 19th, 2011

    infonya sangat bermanfaat,,terima kasih,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: