Foto Sunset

Sunset di WeraMemotret matahari terbenam (sunset) dan matahari terbit (sunrise) hampir semuanya dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Beruntunglah bila kita memiliki waktu dan kesempatan untuk mengulang foto sunset/sunrise tersebut. Dengan demikian kita akan terus belajar untuk terus menjadi lebih baik.

Dari Pengalamanku memotret sunset/sunrise ada beberapa yang ingin kutulis disini. Tentu saja yang pertama yang harus dipahami adalah konsep dasar fotografi (pengetahuan tentang ISO, f/Aperture dan Shutter Speed) menjadi hal penting. Setelah itu, insting dan kemampuan kita menangkap obyek yang dapat menghasilkan foto terbaik menjadi kunci selanjutnya.

Kembali ke foto sunset/sunrise.

Awalnya kita sering terpana oleh keindahan sunset dan cenderung panik untuk segera mengabadikannya. Maka scene ‘sunset’ otomat bawaan kamera menjadi  senjata andalan. Dengan scene otomat ini, rata-rata menghasilkan gambar yang lebih gelap dari keadaan sesungguhnya. Tapi bentuk matahari dan warnanya menjadi lebih pas untuk kategori sunset.

Bila ada waktu untuk mengulang, maka mulailah lebih tenang, atur mode M-manual. Seiring dengan berjalannya waktu, untuk mendapatkan gambar yang lebih terang bisa diatur pada ISO maupun SS dan f-nya. Sehingga hasil foto akan tetap terkontrol.

Berikutnya, mengatur mode White balance yang sesuai pada kamera akan memaksimalkan hasil foto sunset kita dibanding mode auto.

Selain umum, bila ingin memotret sunset tentu saja sepanjang jalan ke sana kita akan berdoa semoga cuaca bersahabat, sesuai keinginan. Jika ternyata mendung, jangan keburu kecewa. Ambil posisi dan manfaatkan setiap moment yang ada. Sunset juga tidak harus dengan posisi landscape/wide. Asal kita bisa membaca angle yang pas maka foto luar biasa bisa kita hasilkan.

Terakhir, jangan lewatkan moment setelah sunset lewat. Masa-masa ketika sunset lewat apalagi lampu sudah dinyalakan dan warna biru langit masih terlihat sangat bagus sebagai foto sunset/siluet.

Untuk siluet, bila itu sebuah pohon maka sebenarnya semua pohon bisa sebagai foreground sunset kita. Asal pohon tersebut mempunyai nilai ‘art’ pada hasil foto kita. Usahakan juga area-area diluar Point Of Interest (POI) nya dalam hal ini sunset nya juga terisi. Jangan biarkan banyak ruang kosong. hal ini dapat lebih mem[perindah hasil foto. *Just IMHO.

Selamat mencoba…..

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: