Archive for the ‘ Rasa Mbojo ‘n Zona Interisti ’ Category

Mengapa Rumah Sakit Harus BLUD?

rsudDalam beberapa kesempatan diskusi antara lain dengan teman-teman pers atau stakeholder tersirat kalau pemahaman tentang BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) masih terbatas kalau gak dikatakan banyak yang salah persepsi. Hal tersebut adalah wajar. Jangankan masyarakat awam, para pelaku BLUD atau bahkan yang sudah mendapatkan ‘wejangan’ tentang BLUD masih ada yang tidak memahami secara utuh. Padahal BLUD bagi sebuah rumah sakit adalah keharusan menurut amant undang-undang.

BLUD adalah adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Dengan membaca pengertian ini, maka dapat dipahami bahwa BLUD TIDAK MENGUTAMAKAN MENCARI KEUNTUNGAN. Hal ini yang membedakan BLUD dengan BUMN/D. Tapi dalam pelaksanaanya BLUD harus tetap menggunakan prinsip efiensi dan produktifitas serta praktek bisnis yang sehat. Praktik bisnis yang sehat artinya berdasarkan kaidah manajemen yang baik mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan pertanggungjawaban.

Kembali ke topik.

Intansi pelayanan publik apalagi rumah sakit harus diakui masih memiliki banyak kekurangan dalam pelayanan publik. Masyarakat cenderung tidak puas karena : pelayanan tidak diberikan dengan profesional, tidak cepat, prosedur yang terbelit-belit. Lalu terjadi diskriminasi pelayanan, kalau masyarakat yang bersangkutan mempunyai jabatan atau uang, akan cepat dilayani, akan tetapi kalau masyarakat biasa (miskin) belakangan. Kinerja pelayanan aparatur yang kurang, praktek pungutan liar, biaya tidak transparan (katanya gratis tetapi kenyataan di lapangan masih harus bayar, membayarnyapun tidak ada standarnya), dan lain-lain kondisi riil pelayanan publik kita. Hal ini tentu saja tidak adil, tentu saja memboroskan anggaran negara atau tidak tepat sasaran.

Hal inilah kemudian melahirkan ide (peraturan, produk hukum) yang mengharuskan instansi pelayanan publik untuk menjadi BLUD. Khusus bagi rumah sakit daerah, BLUD merupakan solusi terbaik untuk mengatasi banyak  persolan /keluhan pasien saat ini. Bagi pasien, mereka tidak mau tau dengan segala macam peraturan administrasi seperti uang harus dicairkan dahulu ke kas Pemda baru dibelanjakan. Bagi mereka hanya satu : SEGERA DILAYANI.

Maka bagi rumah sakit yang sudah BLUD akan memiliki beberapa fleksibilitas yang dikecualikan dari yang berlaku umum. Pengecualian ini bukan berarti BLUD menabrak undang-undang/hukum. Ada peraturan ‘turun temurun’ yang sangat panjang dan komplet yang memerintahkan atau menaunginya. Peraturan itulah kemudian yang membolehkan RS memiliki kas sendiri (kalau ada keperluan, langsung bisa diambil dari kas dan dibelanjakan untuk pelayanan). BLUD juga memungkinkan untuk bekerjasama dengan pihak lain sepanjang menguntungkan, bisa melakukan pengadaan barang dan jasa dengan besaran nilai diluar ketentuan Perpres 70/2012, bisa menghapus aset, bahkan BLUD bisa berhutang. Ketentuan tentang belanja langsung maupun pengadaan barang ini HANYA BERLAKU BAGI PENDAPATAN YANG BERASAL DARI BUKAN APBD/N. Sebab pendapatan yang berasal dari APBD/N, tetap mengikuti ketentuan yang berlaku umum. Dengan berbagai fleksibilitas tersebut maka diharapkan RSUD tidak ada lagi kendala dalam melayani masyarakat.RSUD Bima BLUD_17

Rumah sakit yang sudah BLUD bukan berarti otomatis akan menjadi “meningkat” segalanya. Bukan berarti semua akan langsung seindah impian. Ada rumah sakit BLUD yang hanya asal gugur kewajiban saja. Tidak memberikan manfaat atau perubahan berarti bagi peningkatan mutu pelayanan. Karena itu bagi rumah sakit yang sudah BLUD perlu peningkatan kapasitas SDM, perubahan pola pikir (mindset), semangat kewirausahaan (enterpreneurship) bagi pengelola BLUD, stakeholder terkait mulai dari kepala daerah, sekretaris daerah, PPKD, Kepala BAPPEDA, dan Inspektur Daerah.. Perlu kerja keras dan kesamaan visi misi seluruh kemponen terkait BLUD. Semua harus seiring seirama. BLUD yang memiliki prinsip transparant, akuntabel, responsible dan independen akan berbeda dengan sebelum BLUD. Mindset semua SDM dituntut untuk berubah. Tadinya biasa dilayani, sekarang melayani. Tadinya pasien butuh RS, sekarang RS butuh pasien/pelanggan. Tadinya uang disetor ke kas Pemda, sekarang dikelola sendiri dikas BLUD. Dari mindset birokrat menjadi entrepreuner : Selalu melakukan hal yang inovatif, efisiensi di segala bidang, responsif, cepat tanggap kebutuhan pasien, bukan lagi terpaku pada rutinitas belaka.

Bila sebelum BLUD, mentalnya mental setoran, menghabiskan anggaran sebab bila anggaran tidak terserap/tidak habis, dianggap kinerjanya jelek. Setelah BLUD, mental SDM rumah sakit harus sebaliknya: Harus berhemat, harus efisien. Contoh kecil antara lain lampu yang masih menyala disiang hari/yang cukup cahayanya, AC yang tetap hidup padahal tidak ada yang memakai. Kalau tidak perlu print out, kenapa menghabiskan kertas dan tinta, dll.

Setelah BLUD manajer RS dituntut untuk menjadi manajer betulan, bukan sekedar kepala RS, Kepala keuangan, Kepala perencanaan, kepala staf dst… Tapi manajer keuangan, manajer SDM, manajer operasional. Manajer yang bisa memanaj setiap unit yang dipimpinnya.

Pemahaman tentang konsep Rencana Strategis Bisnis (RSB), Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), Tata Kelola, Standar Pelayanan Minimal, Standar Akuntansi Keuangan (SAK), konsolidasian RBA dan laporan keuangan dengan APBD menjadi mutlak agar BLUD tidak salah langkah.

Pemahaman ini tidak bisa hanya dimiliki oleh segelintir orang, hanya bagian manajerial saja atau bagian administrasi saja atau bagian fungsional saja. Semua harus seirama. Semakin banyak yang paham BLUD akan semakin baik, sehingga para manajer RS tidak terlalu susah menggerakkan orang-nya untuk mencapai tujuan bersama.

Apalagi yang buat RS harus BLUD?

Yang sudah BLUD diharapkan tarifnya sesuai dengan unit cost. Dengan tarif berdasarkan unit cost inilah rumah sakit bisa memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan. Artinya, bila tarif lebih rendah dari unit cost maka SPM tidak akan terpenuhi. TarifRSU Harus BLUD yang lebih rendah dari unit cost juga berarti APBD/pemerintah ikut mensubsidi orang mampu. Sehingga penetapan tarif hanya untuk kelas III yang berdasarkan Peraturan daerah (Perda) sedangkan kelas II, I dan ke atas cukup dengan Peraturan bupati (Perbub). Sehingga bila tarif pelayanan untuk orang miskin/kelas III lebih rendah dari unit cost, disitulah subsidi pemerintah diperlukan.

Kepada SDM RS yang sudah BLUD juga dapat diberikan remunerasi. Pejabat pengelola BLUD, Dewan pengawas, Sekretaris dewan pengawas dan pegawai BLUD dapat diberikan remunerasi sesuai dengan tingkat tanggungjawab dan tuntutan profesionalisme yang diperlukan. Sehingga tidak lagi pengaturannya seperti PNS, kalau golongan dan masa kerja sama, gaji yang diterima setiap bulan akan sama. Dalam BLUD besaran remunerasi dihitung berdasarkan indikator penilaian antara lain: pengalaman dan masa kerja, ketrampilan, ilmu pengetahuan dan perilaku, resiko kerja, tingkat kegawatdaruratan, jabatan yang disandang, dan hasil/capaian kinerjanya.

Dengan demikian maka Esensi dari rumah sakit yang sudah BLUD adalah agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan efisiensi anggaran. Dengan BLUD, diharapakan sebuah rumah sakit akan meningkatkan kinerja pelayanan, kinerja keuangan dan kinerja manfaat nya. RSUD akan siap untuk melayani pasien dalam JKN/BPJS mulai 2014.

Ayo Ke Sirkuit Panda Bima

Motocross PandaYoooooooooooo………………
Begitu tereakan komentator setiap “besi-besi Jepang” itu menderu dari garis start. Lebih dari 10 Crosser beradu cepat membedah tanah dan menyisakan kepulan debu. Berpacu. Menderu… bersaing untuk jadi juara satu. Tak pelak, ketangkasan, kelihaian dan juga fisik mental beradu. Jika tidak, maka akan tertinggal. Akan ditinggal !

Gas dan kepulan debu serta jatuh bangun menjadi warna tersendiri yang membuat lomba semakin seru. Bahkan adu jotos bisa terjadi. Tetapi lomba tetaplah lomba. esensi semua olahraga adalah SPORTIFITAS.

Selamat untuk Abby crosser Bima yang mampu bersaing dengan para crosser nasional dari Lombok. terima kasih Wahyu, Ajis, Kest sudah berpartisipasi. terima kasih kepada KNPI Kabupaten Bima atas inisiatifnya. Tentu saja selamat untuk Abank dari Radom Motor Kota Bima yang meraih juara Umum berikut hadiah utama motor gede nya.

Welcome to Bima

Bima, nama salah satu daerah diujung timur Pulau Sumbawa Propinsi NTB. Bima saat ini terdiri dari dua Bimapemerintahan yaitu Kabupaten dan Kota Bima.

Penduduk Bima biasa menyebut dirinya Dou Mbojo. Dan ketika berinteraksi dengan Dou Mbojo, hampir pasti kita akan mendapati kata “Kalembo Ade”. Kata yang sangat luas arti atau maknanya. Sabar, harap maklum bahkan juga bisa berarti maaf, semangat dan optimis bahkan banyak lagi sesuai sikon pengucapannya.

Jika dulu hotel dan penginapan sangat terbatas, kini di Kota Bima sudah berdiri beberapa hotel “megah” dan nyaman untuk ukuran Bima. para tamu memiliki banyak pilihan. Demikian juga jenis jajanan maupun kuliner. Meski masih sangat terbatas untuk masakan khas Bima, tapi sebagai daerah yang dikelilingi laut, seafood tentu menjadi pilihan ideal.

Seafood di Kota Bima disediakan oleh hampir seluruh warung atau rumah makan. Jika bosan didalam gedung, bisa menikmati sambil menunggu sunset atau malam di Pantai Amahami, Lawata, Pertamina, Wadumbolo hingga batas Kota dan kabupaten Bima yaitu Ni’u. Atau jika ingin lebih jauh (sekitar 15-20 menit dari Kota Bima) bisa menuju arah Belo/Bandara Bima. Di Panda kita bisa menikmati sunset sambil menikmati kelapa muda atau jagung bakar/rebus yang disediakan disepanjang jalan.

Bosan berada di dalam hotel, bisa mengelilingi Kota Bima. Di ujung timur kota (Kumbe) bisa menikmati “oi tua” (Legen atau sari buah lontar) yang sangat manis. Pulang dari sana, bisa mampir di Rabadompu untuk melihat sentra-sentra pengrajin tenunan Bima.

Jika waktu masih cukup, bisa juga melihat aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Bima bahkan menuju Ule. Dari atas jalanan Ule yang menuju Kolo kita bisa melihat Kota Bima dari arah laut. Pilihan lainnya adalah ke makam Raja-Raja Bima Danatraha. Dari ketinggian Danatraha hampir semua wilayah Kota Bima bisa dinikmati.

Untuk mengelilingi itu semua jika seorang diri, bisa menggunakan jasa Ojek yang banyak di seputaran Kota. Atau jika tujuannya dalam jarak dekat misal Museum ASI Mbojo dan pelabuhan bisa menggunakan jasa Benhur, alat transportasi lokal sejenis dokar/delman.

Selamat datang dan selamat menikmati Bima…..

Kue Pelangi

 Buah Karya : Farah Ika Melati

Pagi itu, Ikal sedang santai di rumahnya.. Seperti biasa, Ia bolak balik membaca beberapa buku cerita yang dibelikan ibunya. Saat asyik membaca tiba-tiba terdengar pintu diketuk orang.

 Tok!, tok!, tok!

“Assalamualaikum”, salam seseorang dari luar.

“Waalaikumsalam” jawab Ikal bergegas bangun dan menaruh bukunya diatas meja.

“Eh Silva, silakan masuk”, kata Ikal mempersilahkan Silva masuk.

Cerita Mela_Ikal mendengarkan penjelasan Silva

Ikal mendengarkan penjelasan Silva

“Kamu mau apa kemari, aku sedang asyik membaca buku nih” kata Ikal agak kesal dengan kedatangan Silva.

“Maaf ya, aku ganggu kamu, ini penting karena ada  berita menyenangan” kata Silva tersenyum

“Ha, berita menyenangkan?” tanya Ikal berbinar binar

“Kamu dan teman-teman yang lain akan ikut lomba memasak. kamu didaftarkan oleh ustadzah. Sahira sahabatmu juga ikut, loh”, kata silva menjelaskan.

“O iya, kamupun akan punya kelompok memasak bersama Ratih dan Putri”, lanjut Silva lagi.

Ikal terdiam.

“Wah, itu asyik sekali”, Seru Ikal.

“Tapi, kenapa Ratih

Cerita Mela_Ikal Sejenak Melamun

Ikal Sejenak Melamun

dan Putri yang membantuku? Kan lebih asyik jika berkelompok dengan Nikita dan Mira. Sebab Nikita nilainya tinggi. Demikian juga Mira. Sedangkan Ratih lemah  dan Putri nilainya selalu jelek” gumam Ikal dalam hati.

“Loh, kok, melamun?” tanya Silva mengagetkan.

“Eh…, Enggak kok”, ucap Ikal

“Terus lomba memasaknya dimana?”, tanya Ikal menutupi lamunannya.

“Di alun-alun dekat toko bangunan itu, loh…” jawab Silva.

“Oh…. iya”, kata Ikal mengerti lokasinya

“Ya sudah, aku pamit dulu ya, itu saja yang ingin kuberi tahukan, assalammualaikum!” salam Silva sambil beranjak pergi.

“Waalaikumsalam”, ujar Ikal.

Cerita Mela_Ikal, Ratih dan Putri dalam Bis khusus

Ikal, Ratih dan Putri dalam Bis khusus

Baca lebih lanjut

Foto-foto Kegiatan Latgab TNI di Bima

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan latihan gabungan ketiga unsur angkatan di Bima. Latihan Gabungan ini berlangsung  Tgl 13-18 Mei 2013. berikut beberapa foto dalam rangka Latgab tersebut.

Pasukan TNI Berhasil Kuasai Bima

KRI Teuku Umar_6Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya berhasil menguasai Bima. Menaklukan Bima (Kota dan Kabupaten) pada semua titik dilakukan secara menyeluruh oleh ketiga Angkatan TNI termasuk pasukan khusus masing-masing angkatan. Secara berturut-turut berhasil dikuasai Pelabuhan Bima, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dan beberapa obyek vital lainnya seperti gedung Instansi pendidikan, kesehatan (Puskesmas/rumah sakit), Pertamina, dan akhirnya Kota Bima dan daerah teritorial Kabupaten Bima.

Rentetan kejadian ini merupakan simulasi latihan gabungan (Latgab) TNI yang berlangsung di Wilayah Kota dan Kabupaten Bima sejak Tanggal 13-18 Mei 2013. Latgab ini merupakan bagian dari Latgab TNI 2013 yang digelar di dua lokasi yaitu Sangatta Kaltim dan Bima NTB. Sebelum Latgab berlangsung, juga dilakukan Pra Latgab di Asembagus Situbondo Jatim yang saat itu Pra Latgab ikut disaksikan langsung oleh Presiden Sby.

 

39 Pasukan Rahasia Menyusup

Memulai operasi, Pasukan TNI berhasil mendaratkan 39 prajurit Kopassus (Komando Pasukan Khusus) di Wilayah Kabupaten Bima tanpa di ketahui musuh. Ke-39 pasukan khusus ini turun dengan terjun payung. Sebanyak 39 TNI secara bergantian melompat keluar dari badan pesawat TNI AU jenis A 130 Shot Body melalui ketinggian 7.000 Feet, sebagai Penerjun Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) yang berhasil mendarat dengan sempurna di wilayah musuh yang terletak di persawahan Kecamatan Woha Bima, NTB, Senin dini hari (13/5). 

Personil yang tergabung dalam penerjunan KDOL di bawah Koordinator Letkol Inf Wawan Puji Atmoko, terdiri dari : 12 orang dari Peleton Pandu Udara Brigif Linud 18/Malang, 14 orang Intai Amfibi (IFAM) Marinir, dan 13 orang Pengendali Tempur (Dalpur) Paskhas TNI AU Abdurrahman Saleh, sedangkan penerjunan dipimpin oleh Kapten Paskhas Riwan.  Selanjutnya ke-39 Penerjun tersebut melakukan Infiltrasi KDOL yang dilaksanakan secara rahasia pada malam hari untuk menghindari pendeteksian musuh. Setelah penerjunan akan dilaksanakan tugas untuk menyiapkan Dropping Zona (DZ) dalam rangka Operasi Linud, sehingga dapat dilaksanakan dengan aman tanpa diketahui oleh musuh. Mereka juga bertugas mengumpulkan informasi, termasuk soal kekuatan personal dan persenjataan lawan. demikian seperti dikutip dari tni.mil.id.

 

Bakti Sosial

Selanjutnya disela-sela mengikuti kegiatan Latgab, TNI juga berpartisipasi pada kegiatan bakti sosial pelayanan KB/kesehatan gratis bagi masyarakat Woha Kabupaten Bima. Disamping dihadiri oleh Direktur Latgab TNI yang juga Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, Kegiatan ini juga dihadiri Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Mar Faridj Washington, Dankorpaskhas Marsda TNI Amarullah, segenap Pejabat Teras TNI lainnya dan Bupati Bima Ferry Zulkarnain.

Baca lebih lanjut

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari pada pukul 06.49 wita

Kota Bima_Gerhana Matahari

Setelah sebelumnya terjadi gerhana bulan (Jum’at, 26/4/13), Hari ini alam kembali menyuguhkan ‘atraksi’ nya. Atraksi atau fenomena ini adalah gerhana matahari. Gerhana matahari yang terjadi Jumat (10/5/2013) pagi ini, dapat disaksikan pada sebagian besar wilayah di Indonesia kecuali Sumatera Bagian utara.

Gerhana Matahari ini masih rangkaian fenomena alam dari gerhana Bulan pada 26 April 2013. Demikian dipaparkankan Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan sekaligus peneliti astronomi dan astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin seperti dikutip dari detik.com.

“Ini adalah saat Bulan, Matahari dan Bumi berada dalam kondisi satu garis. Saat Bulan purnama, Bumi menghalangi Matahari sehingga Bulan terlihat tergelapi walau sedikit. Nah, 2 minggu kemudian, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga Matahari terhalang Bulan dan terlihat menghitam sebagian,” jelas Thomas.

“Fenomena kali ini adalah gerhana matahari cincin. Tapi gerhana matahari cincin hanya bisa dilihat di Pasifik. Indonesia akan mengalami gerhana matahari sebagian.” jelasnya.

Pun demikian hasil pengamatan di Kota Bima. Hasil pengamatan hanya menampakkan gerhana matahari sebagian atau bulan menutup sebagian matahari, bukan gerhana matahari cincin. Tampak bagian sisi kanan bawah piringan Matahari “dimakan” Bulan. Matahari tampak seperti bulan sabit, tetapi lebih tebal. Secara bertahap gerhana matahari selesai sekitar pukul 07.35 wita.

Selanjutnya gerhana matahari akan kembali terjadi pada tanggal 3 November 2013. Sebagaimana dirilis BMKG bahwa Gerhana Matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tahun 2013 ini telah diprediksikan terjadi 5 (lima) kali gerhana, yaitu 2 (dua) kali gerhana Matahari dan 3 (tiga) kali Gerhana Bulan

Sementara Gerhana Bulan sebagian akan terjadi pada 25 April 2013, Gerhana Bulan Panumbra terjadi tanggal 25 Mei 2013 dan tanggal 18-19 Oktober 2013.

Berikut, foto-foto hasil jepretan pengamatan itu dengan Nikon D5100 kit 18-55mm plus filter ND8. Sebagian nampak bayangan matahari sebagai pantulan cermin di depan sensor (mirror). (hasil pengamatan langsung yang benar adalah seperti tampak pada mirror itu, karena kurang tepat setting pengambilan gambar sehingga tidak tampak aslinya pada matahari-maklum masih belajar)

Gerhana Bulan 26 April 2013

Pada tanggal 26 April 2013 (jum’at dKota Bima_Gerhana Bulan 260413ini hari) sekitar pukul 04.07 wita terjadi gernaha bulan sebagian atau menurut penulis sangat tipis. seperti dijelaskan Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan sekaligus peneliti astronomi dan astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin, terjadi sebagian karena hanya 1,5% permukaan bulan yang sedang purnama.

Saking kecilnya permukaan Bulan purnama yang tertutupi, imbuhnya, masyarakat awam bisa jadi tak sadar sedang berlangsung gerhana bulan. Puncak gerhana Bulan ini pada pukul 03.07 WIB.

“Hanya di tepi piringan Bulan purnama saja, sedikit saja di tepinya. Piringan purnama itu tetap terlihat terang, sedikit hitam di tepinya, orang awam mungkin tidak sadar bila itu gerhana. Kalau bulan terlihat sabit itu 90 persen tertutupi, kalau ini hanya 1,5 persen,” jelas Thomas kepada news.detik.com.

hasil pantau penulis dari Lingkungan Permata Santi Kota Bima, pun demikian adanya. Sangat tipis. bahkan itu baru terlihat kala melakukan proses zooming pada foto bulan tersebut.

Berikut adalah foto gernaha bulan yang berhasil tertangkap D5100 plus kit 18-55.

Rakor APEKSI diMulai, Menkop UKM Hadir di Kota Bima

Menkop UKM

Kota Bima_Menkop UKM di Dampingi Walikota Bima

Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)Resmi dimulai di Kota Bima (14/11/12). Rakor APEKSI ini dihadiri oleh 13 walikota wilayah IV yang terdiri dari : Kota Kupang (NTT), Kota Bima, Kota Mataram (NTB), Kota Denpasar (Bali), Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Malang, Kota Batu, Kota Surabaya, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Madiun (Jatim).

Membuka Rakor APEKSI tersebut, hadir Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Mengah (UKM), Dr. Syarifuddin Hasan, SE, MM, MBA yang sekaligus meresmikan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lapangan Pahlawan Raba. Di Area Lapangan pahlawan Raba juga telah berdiri stand untuk pameran expo yang menampilkan produk unggulan dari ketigabelas daerah yang menjadi peserta Rakor APEKSI. Termasuk stand bagi UKM serta pelaku dunia usaha lain di Kota Bima seperti Bank, Pegadaian, Dealer Kendaraan, Unit Produksi SMK ,dll.

Pada saat yang bersamaan, juga berlangsung Pawai budaya dari ketigabelas daerah peserta Rakor Apeksi. Pawai mengambil rute kantor Walikota dan finish di Lapangan Pahlawan Raba. Tampil paling depan adalah peserta dari Kota Probolinggo. Dengan dipimpin langsung oleh walikota nya, probolinggo menampilkan tari kipas merah yang sangat memukau penonton. Selanjutnya diikuti oleh Kontingen peserta rakor lainnya seperti Kota Kupang, Madiun, Blitar, Mataram, Denpasar, dst.

Peserta pawai budaya ini tidak hanya dari daerah peserta APEKSI, sejumlah etnis yang membentuk paguyuban yang ada di Kota Bima ikut serta memeriahkan pawai budaya ini. Ada kelompok Etnis Jawa, Lombok, Sumbawa, Padang, Makassar, Sunda, Tionghoa dan Aceh.  Untuk etnik Tionghoa lengkap dengan atraksi barongsainya. Bahkan kepada barongsai tersebut di depan Menkop & UKM, Walikota Bima nampak memberikan angpao kepada baronsai merah dan kuning itu.

Setelah kelompok etnis dan paguyuban, lalu ribuan siswa dan mahasiswa di Kota Bima yang mengenakan kerudung/jilbab khas Bima yaitu Rimpu. Dan….

Paling akhir dari semua kontingen itu adalah ‘pasukan kuning’ yang memunguti sampah sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai.

Inilah beberapa foto dalam rangka kegiatan Rakor APEKSI di Kota Bima

Pantai Ule Kota Bima

Pantai Ule Kota Bima

Pantai Ule Kota Bima (Foto: ko Icang)

Pantai Ule adalah salah satu pantai yanga ada di sekitar Kota Bima. Letaknya disepanjang utara pelabuhan Bima. Untuk menuju ke pantai Ule hanya butuh waktu 5 menit dari Pusat Kota Bima. Jalan tembus tujuan Kolo yang sudah di aspal mulus membuat perjalanan ke Pantai Ule menjadi sangat mudah untuk dicapai.

Dulunya Pantai Ule sangat ramai sebagai lokasi wisata. Kini kondisi pantai nampak kotor dan untuk mengakses pantai agak kesulitan. Hal ini mengingat sepanjang pantai tersebut sudah dipetak/dipagari oleh pemilik. (Mestinya dari awal Pemkot Bima dan pihak terkait merencanakan agar para pemilik lahan disepanjang pantai menyediakan jalur / gang khusus bagi masyarakat umum untuk menuju pantai)

Jumat sore (09/11/12), mencoba mencari view dan inilah hasil jepretan saat itu……..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.