Wedang Sawah, Serasa Pulang ke Rumah di Desa

Bincang ringan dengan Mas G, driver online dalam perjalanan pulang dari Adi Sucipto ke rumah (8/11), ada satu tempat makan asyik dengan suasana desa yang dikelilingi sawah. Katanya, Namanya Wedang sawah. Katanya udah beberapa tamu penting seperti empat orang menteri yang sudah kesana, plus beberapa bus turis.

Singkat cerita, selasa (13/11) coba kesana. Pasang map, jadilah menyusuri jalan yang mungkin sebagian besar belum pernah kulewati. Sekalinya salah jalan, karena mapnya kecepatan perintah belok kiri. Intinya kalau dari bawah, seperti ruteku dari Jakal 7,5, nanti ke kanan di pertigaan jln. Pamungkas-Grogolan-Jln.Pakem-kalasan-Jln Pasar Butuh. dan…akhirnya nyampe. Sekitar jam 11 atau kurang dikit waktu itu. Tamu yang ada baru 3-4 orang. Bangunan dipinggir jalan, dengan diapit oleh tanaman sayur. Di utaranya ada tanaman cabe dan kacang panjang, dibelakang… dan sebelah selatan baru panen kayaknya.

Baca lebih lanjut

Yogya Istimewa

Bunga Amarilis Yogya

Selalu ada yang baru dan seru di Yogya. Berbagai destinasi baru wisata bermunculan tiap saat/tahun. Hal ini makin melengkapi ciri Yogya yang telah memiliki beragam tempat wisata, baik wisata belanja maupun wisata alamnya. Jika Kabupaten Sleman dan Bantul adalah dua Kabupaten DIY yang masuk 10 besar nilai Indeks Pariwisata Indonesia, maka Kota Yogyakarta adalah salah satu kota tujuan utama wisatawan mancanegara. Kini Tak ketinggalan Gunung Kidul. Aplagi diawal musim hujan. Ada Taman Bunga Amarilis yang mekar setahun sekali.

Yogya bukan hanya Malioboro, Prambanan, atau Parangtritis. Dukungan sosial media makin mempopulerkan banyak tempat wisata baru di Yogya.  Dari tebing breksi, hutan mangrove, hutan pinus, puncak Becici yang baru dikunjungi Obama, pantai Timang, Air Terjun, dll.

Baca lebih lanjut

Control Chart

Control Chart atau Peta Kendali adalah suatu alat mutu yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi suatu proses apakah dalam kondisi terkontrol (secara statistik) ataukah tidak. Sebagai pengontrol ditentukan nilai batas atas dan nilai batas bawah. Bila  tidak dalam kondisi terkontrol secara statistic, hal tersebut menunjukan suatu variasi yang berlebih sebanding dengan perubahan waktu 96–98

 

Tujuan Control Chart:

  1. Untuk mengetahui apakah setiap titik pada grafik adalah normal atau tidak normal.
  2. Dapat mengetahui perubahan pada setiap proses dimana data peroleh.
  3. Dapat dipergunakan untuk membantu membedakan mana penyebab umum dan mana penyebab khusus suatu masalah proses

Penggunaan Baca lebih lanjut

Histogram, Manfaat dan Cara Membuatnya

Histogram adalah Grafik yang berisi ringkasan dari sebaran (dispersi atau variasi) suatu data. Histogram adalah grafik batang yang menampilkan frekuensi data.  Penggunaan grafik Histogram telah diaplikasikan secara luas dalam ilmu statistik. Jumlah titik data yang terletak dalam rentang nilai (kelas) menjadi sangat mudah diinterpretasikan dengan menggunakan histogram.

Frekuensi data pada masing-masing kelas digambarkan dengan menggunakan sebuah grafik batang atau kolom.

Dengan histogram, orang-orang dapat lebih mudah melihat pola yang sulit dideteksi dalam suatu table sederhana. Grafik pada histogram dibangun berdasarkan satu kelas interval atau titik midpoint pada sumbu horisontal dan berupa frekuensi absolut (misalnya dalam bentuk angka 10, 20, 30 dst), frekuensi relatif atau persentase (10%, 20%, 30% dst) pada sumbu vertikal. Artinya angka pada sumbu vertical menunjukkan banyaknya hasil observasi tiap-tiap kelas. Satu kelas interval adalah jenis kategori; interval kelas dapat mewakili satu nilai dalam distribusi frekuensi atau sekelompok nilai dalam sebuah distribusi frekuensi. Baca lebih lanjut

Flowchart, Manfaat dan Cara Membuatnya

Flowchart atau bagan alir adalah suatu gambar yang terdiri dari bagan (chart) yang merupakan langkah-langkah terpisah secara berurutan dengan suatu alir (flow) dalam suatu prosedur atau program. Urutan atau aliran dari proses ini ditunjukkan dengan panah, sementara berbagai bentuk atau simbol dapat digunakan untuk menggambarkan langkah-langkah kegiatan atau keputusan dalam proses. Sebuah flowchart pada dasarnya adalah rencana yang harus diikuti ketika proses/program tersebut dibuat.

Flowchart digunakan untuk:

  • Mengembangkan pemahaman tentang bagaimana proses dilakukan.
  • Mempelajari proses untuk perbaikan (merancang sebuah proses “ideal”)
  • Berkomunikasi dengan orang lain bagaimana proses dilakukan.
  • Ketika memerlukan komunikasi yang lebih baik diantara orang-orang yang terlibat dengan proses yang sama.
  • Mendokumentasikan proses.
  • Ketika merencanakan sebuah proyek.
  • Menentukan apakah langkah-langkah dalam proses yang logis
  • Mengungkap duplikasi kegiatan
  • Mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan proses

Manfaat Baca lebih lanjut

Diagram Pareto, Prinsip dan Cara Membuatnya

Diagram Pareto adalah suatu grafik batang (nilai/jumlah asal) yang dipadukan dengan diagram garis (jumlah kumulatif %) yang terdiri dari berbagai faktor yang behubungan dengan suatu variabel yang disusun menurut besarnya dampak faktor tersebut.

Diagram Pareto merupakan hasil dari Prinsip Pareto yaitu suatu prinsip yang didasarkan pada pengamatan yang dilakukan oleh Vilfredo Pareto (ada juga yang menulisnya sebagai Alfredo Pareto), seorang ekonom-sosiolog Italia, Profesor Ekonomi Politik di Lausanne, Swiss (1848-1923). Sekitar tahun 1896, Pareto menemukan bahwa kekayaan  hanya terkonsentrasi di tangan  beberapa orang saja. Ketika itu ia memperkirakan bahwa 80% dari tanah di Italia dimiliki oleh 20% dari penduduknya atau kekayaan itu hanya dipegang oleh sebagian kecil dari populasi.

Prinsip Pareto ini kemudian terkenal dengan prinsip 80/20 dimana 20 % dari masalah memiliki 80 % dari dampak dan hanya 20 % dari masalah yang ada adalah penting. Selebihnya adalah masalah yang mudah. Dan ternyata dalam organisasi manufaktur maupun jasa, masalah unit atau jenis cacat mengikuti distribusi yang sama. Artinya dari semua masalah yang ada, hanya sedikit yang sering terjadi sedangkan yang lainnya jarang terjadi. Bahkan kemudian dari sudut pandang kualitas, professor J. M. Juran (Ahli Mutu) mengadopsi ide Pareto ini, sebagai “asumsi Juran” yang diperkenalkan sebagai instrumen untuk mengklasifikasi masalah kualitas.  Seperti hanya 20% dari masalah yang diidentifikasi menyebabkan 80% dari kerusakan/kesalahan/kecacatan. Pun demikian, bahwa sebagian besar hasil dalam situasi apa pun ditentukan oleh sejumlah kecil penyebab. Ide yang sering diterapkan pada data seperti angka penjualan: “80% penjualan ditentukan oleh 20 pelanggan”. Atau contoh lainnya adalah dengan fokus pada 20% aktifitas, perusahaan akan memperoleh 80% keuntungan.

Diagram Pareto dipergunakan saat: Baca lebih lanjut

Diagram tulang ikan (cause and effect diagram atau ishikawa diagram)

Diagram tulang ikan (mirip kerangka tulang ikan) adalah suatu ilustrasi yang dipergunakan untuk mengeksplorasi penyebab potensial atau nyata suatu masalah mutu. Diagram tulang ikan juga dikenal dengan nama cause and effect diagram atau ishikawa diagram. 

Kerangka Dasar Diagram Tulang Ikan

 Diagram tulang ikan menyusun beberapa penyebab ke dalam beberapa penyebab utama. seperti: material, mesin, orang, metode, dan lingkungan. Atau dalam konsep lainnya bisa berupa 5M+1E, yaitu: Methods, Machines (equipment), Manpower (People), Materials, Measurement dan Environment. Dari urutan penyebab ke sub penyebab dan seterusnya tersebut dapat membantu mencari dan menemukan akar penyebab dan tempat/unit mana yang berpotensi/nyata terjadi. Sub-sub penyebab ini bisa dengan mudah ditemukan, diungkapkan pada saat sesi brainstorming. Hal ini juga menjadikan solusi pemecahan masalah menjadi lebih mudah dan dinamis.

Prosedur diagram tulang ikan Baca lebih lanjut