Kota Bima Banjir, Bantuan Datang dari Segala Penjuru

bantuan-untuk-bima_jabar_2

Terima Kasi Jawa Barat

Banjir besar telah menerjang Kota dan Kabupaten Bima yang mengakibatkan banyak kerugian materil maupun moril bahkan korban jiwa. Banjir tanggal 21 dan 23 Desember 2016 tersebut telah melumpuhkan kota Bima. Meskipun aliran listrik dan jaringan telpon putus lebih 24 jam di banjir pertama dan hamper 24 jam di banjir kedua, informasi tentang banjir Bima tetap mengalir melalui media online terutama social media. Putusnya jaringan komunkasi dan listrik bisa jadi alasan kenapa berita tentang banjir Bima dihari-hari awal nampak kurang terekspose oleh media nasional.

Namun, berkat informasi dan berita dari berbagai media online terutama social media telah dengan serentak menggugah simpati dari berbagai lapisan masyarakat. Bukan saja bagi masyarakat Bima perantauan namun juga berbagai elemen masyarakat. Secara spontan muncul gerakan “Save Bima, Pray for Bima”, dll yang jika hari itu tidak berbarengan dengan heboh #omteloletom, #saveBima atau #PrayforBima bisa menjadi trending topik nasional. Gerakan itu pula yang telah menggerakkan banyak lapisan masyarakat untuk action nyata. Masyarakat Kabupaten Bima dan Dompu berbondong-bondong menuju Kota Bima untuk memberikan bantuan pasca banjir hari pertama. Saat mereka datang di hari kedua pasca banjir pertama, sebagian mereka malah terjebak banjir kedua di Kota Bima. Masyarakat Bima di luar Bima Dompu, Sumbawa langsung menyuarakan bantaun/donasi untuk Bima. Para mahasiswa Bima di berbagai kota turn ke jalan. Elemen mahasiswa lain seperti HMI dll turut turun ke jalan. Sebagian warga Bima menerima donasi/bantuan dengan caranya masing-masing. Semuanya untuk Bima. Makin tersiarnya berita dan gambar banjir Bima membuat makin banyak masyarakat Indonesia dan berbagai elemen memberikan uluran tangan. Baca lebih lanjut

Cerita Banjir di Kota Bima Dalam Memori

akibat-banjir_tumpukan-sampah-dan-lumpur_2

Sampah dan Lumpur memenuhi KOta Bima pasca banjir

Kota Bima NTB, Rabu dan Jumat (21 dan 23 Desember 2016) dilanda bajir yang sangat besar. Banjir tersebut menelah kerugian lebit 1 triliun. Banjir tersebut menghanyutkan lebih 200 rumah dan merusak lebih 500 rumah lainnya. Tidak itu saja, berbagai sarana pendidikan dan kesehatan ikut menjadi korban banjir setinggi 1-3 meter tersebut. Banjir telah membuat kota Bima menjadi lumpuh. Menjadi kota yang penuh dengan sampah dan lumpur sisa banjir. Untunglah, berbagai bantuan terus mengalir untuk meringankan kondisi Kota Bima. Itu tentang banjir tahun 2016 ini.

Saat banjir menerjang Kota Bima tanggal 21 dan 23 Desember 2016 ini, aku memang tidak berada di Kota Bima. Rumah di kelurahan Santi juga tidak termasuk yang terkena dampak banjir. Dari jauh, hanya bisa kirim doa, bergabung dengan adik-adik di perempatan-perempatan jalan (minimal menemani mereka, memberi merekan minuman), untuk mengumpulkan berbagai bantuan dari pengguna jalan. Keprihatinan yang dalam, menggerakkan hati tidak saja bagi mahasiswa yang berasal dari Bima, namun juga masyarakat lain. Tiba-tiba ada rezeki, tiba-tiba pula langsung memutuskan berangkat ke Bima. Dalam persiapan keberangkatan, ada banyak titipan yang mengalir. Ngos-ngosan mencari obat-obatan dengan harga terbaik nun jauh disana, berlari-lari memanggul bawaan di last minute keberangkatan. Peluh dan keringat. Tapi tetap merasa senang karena sekecil apapun semoga bermanfaat buat orang-orang di Bima.

Sampai di Bima, memasuki Kota, meski sudah seminggu dari banjir pertama, kondisi kota masih “babak belur”. Sampah dan lumpur berserakan dimana-mana. Aspal terkelupas, dinding pagar yang roboh, memenuhi hampir seluruh bagian kota. Pasar dan pusat perdagangan lumpuh, sepanjang jalan dipenuhi masyarakat yang menjemur sofa, karpet, pakaian, sepatu bahkan uang.

Mengunjungi, berinteraksi dengan para korban, berbagai cerita dramatis mengalir. Mereka baru saja melalui hal yang “luar biasa” dengan caranya masing-masing menyelamatkan atau merasakan dampak banjir tersebut. Ada yang anaknya hampir hanyut, ada yang ternaknya lebih 10 ekor hanyut, ada yang harus menjebol tembok di jam 11 malam agar bisa menyelamatkan diri. Ada juga yang terpaksa pakai pakaian basah selama 3 hari. Mereka bercerita kelaparan bahkan mereka yang terjebak karena askes jalan terputus untuk keluar kota. Banyak lagi cerita mereka. Keadaan itu makin diperparah dengan listrik mati, jaringan seluler juga mati. Tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya berharap bantuan segera datang. Baca lebih lanjut

Lampung – Palembang

ampera-bridge-night_015

Jembatan Ampera Palembang malam hari

Hmm…akhirnya bisa menjejakkan kaki di tanah Sumatera. Negeri tempat berjejernya Bukit Barisan, pulau tempatnya penangkaran gajah Way Kambas, pulau yang sebagian besar penduduknya menggunakan Bahasa Melayu. Pulau yang juga sering diberitakan tentang bencana asap, pulau yang memiliki Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, dll.

Menuju bandara Lampung dari Cengkareng hanya butuh waktu sekitar 27 menit. Sayangnya waktu itu kabut, tepatnya asap tebal menyelimuti Bandara Radeng Intan II. Sehingga pesawat beberapa kali harus berputar untuk menunggu waktu yang tepat atau mencari celah untuk mendarat. Sukses landing. Rupanya barusan hujan lebat. Sehingga beberpa tempat masih basah atau air masih tergenang.

Bandaranya ukuran sedang, terletak di jalan utama. Keluar bandara ada beberapa penyedia layanan umum (Taxi) seperti Avanza, Xenia dan Ertiga, dll. Parkirnya di luar. Di jalan raya. Bagasi kita akan dibantu oleh driver menuju taxi. Untuk ke Kota Bandar Lampung harus bayar sekitar 110rb.

Sepanjang perjalanan sekitar 1 jam tersebut beberapa kali menanyakan apa yang khas dari Lampung. Selain way kambas nya, tak banyak yang bisa diceritakan driver tersebut. Tapi kalau makan, dia sangat merekomendasikan Bakso Soni, Karena menurut dia kata orang-orang baksonya enak. Tapi hari sudah sore, pengen segera sampai hotel. Di jalan Kartini dapat hotel yang lumayan bagus dengan harga 485rb (itu setelah ditambahi seperangkat alat mandi, kalo tanpa itu dikurangi 70rb harganya. Jatah sarapan pagi untuk 2 orang). Wifi lancar jaya dan kamar sangat nyaman. Baca lebih lanjut

Cara menampilkan “preview” dokumen pdf

thumbnails-pdf-umum

Sebelum Instal Fixes Adobe Reader

Berikut adalah cara agar tampilan thumbnails dokumen pdf bias seperti tampilan foto. Artinya, dengan melihat tampilan tersebut kita langsung bisa memilih buku atau bacaan yang dikinginkan tanpa harus membuka atau file tersebut.

  1. Instal adobe reader XI (saya belum coba dengan versi sblum atau sesudah XI)

Untuk yang 64 bit Instal “Fixes_for_64-bit_Adobe_Reader_setup”. Silakan download disini : http://www(dot)pretentiousname(dot)com/adobe_pdf_x64_fix/#downl (copy, pastekan di url Anda dan ganti “(dot)” dengan tanda titik “.” )

preview-pdf

Tampilan thumbnails pdf setelah terinstal Fixes Adobe Reader

  1. Setelah terinstal Klik kanan salah satu file pdf, open with-chose another program, pilih adobe reader as default
  2. Restart

    thumbnails-pdf-2

    Setelah instal

  3. Lalu buka thumbnails pdf. Hasilnya sperti foto

Cara Mudah Translate Artikel atau Buku Bahasa Asing file PDF ke Bahasa Indonesia

cara-translate-mudah_000Kita sudah sangat familiar dengan google translate, Bing translator dll penerjemah bahasa. Namun, jika itu dalam bentuk pdf, bisa menggunakan fasilitas yang disediakan oleh google yaitu dengan mengupload file tersebut ke Google Drive terlebih dahulu. Tentu setiap orang kini mempunyai akun google.

Setelah file terupload ke Google Drive, klik file tersebut, lalu ke pojok kanan atas klik tanda titik tiga (samping icon delete) – Open withgoogle docs. Selanjutnya file akan terbuka dalam bentuk google docs.

 

Selanjutnya, setelah file tersebut terbuka dalam google docs, klik ToolsTranslate Document—Pilih output Bahasa (Indonesia)—Translate.

Jreng…. (hanya sejenak) File google docs baru tampil di layer baru sebelah kiri dokumen asal tadi dalam bentuk Bahasa Indonesia (ada batasan jumlah halaman yang bisa di translate. Paling pas adalah untuk mentranslate artikel)

Selanjutnya file tersebut silakan dipergunakan sesuai kebutuhan. Misalnya mau menyimpan di laptop/computer: download as-(pilih tipe file) doxc, pdf, dll.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar-gambar berikut ini:

 

 

Anggrek dan Manfaatnya

anggrek ditaman_5Bunga adalah tanaman dengan berbagai corak, kelopak yang indah dan berwarna-warni. bahkan sebagian berbau harum. Salah satu bunga yang banyak disukai adalah anggrek (Orchidaceae). Terdapat berbagai jenis anggrek. Anggrek ini bisa beradaptasi dan hidup pada berbagai iklim seperti dingin dan tropis.

Disamping indah dipandang, ternyata anggrek juga memiliki berbagai macam manfaat. seperti:

  1. Sebagai penghilang stress
  1. Dapat digunakan sebagai tonik panjang umur
  1. Mengatasi gangguan saraf dan fungsi otak
  1. Dapat membantu mengobati sakit gigi dan telinga
  1. Menyembuhkan demam dan nyeri sendi
  1. Dapat digunakan sebagai bahan makanan

Dibeberapa negara, bunga anggrek khususnya jenis dendrobium juga dimanfaatkan dalam berbagai olahan makanan, seperti :

  • Di Thailand dan Singapura bunga anggrek dijadikan sebagai salah satu produk olahan snack yang lezat.
  • Di Eropa, bunga anggrek dikonsumsi dalam bentuk garnish atau sebagai hiasan pada kue.
  • Di suku Aborigin, bunga anggrek dijadikan alternative bahan pangan pada saat kondisi darurat.
  • Di Nepal, bunga anggrek dimanfaatkan sebagai acar.

Baca lebih lanjut

Introspeksi diri di Sosmed (II)

BerhentiMedia Sosial atau medsos atau sosmed, ahir-akhir ini menjadi media penyebarluasan informasi yang paling efektif. Semua orang orang dengan mudah dapat memiliki dan mengakses berbagai sosial media.  Sosmed dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti untuk berhubungan dengan orang lain, menjadi catatan harian online, menjalin pertemanan bahkan menemukan teman lama, sarana hiburan, tempat menyalurkan hoby dan mencari uang/bisnis, untuk update informasi dan pengetahuan.

Sosmed juga dimanfaatkan untuk beradu argumen tentang suatu topik atau status, berita, opini, gambar, dll yang disebarkan. Sangat sering kita membaca berbagai pro kontra tentang suatu topik dll tsb. Argumen dan balasan argumen. Tidak pandang umur, jabatan, ketokohan atau gelar. Yang penting bisa membalas, menjelaskan, langsung tulis. Ada yang dengan pengalaman, dengan analisis, dengan fakta, dengan kaidah ilmiah, dengan undang-undang dan bahkan kitab suci menjadi rujukan argumen. Seolah tidak pernah selesai. Tentu saja masalah politik menjadi bahan diskusi yang cukup panjang. Walaupun banyak  juga diskusi tentang tim orahlaga kesayangan dan tokoh idola. Ada yang menghujat, ada yang membela, ada yang menyindir, ada yang memfitnah. Semuanya sangat tergantung cara pandang masing-masing. Tergantung subyektifitas kita sendiri. Banyak mengklaim bahwa dirinyalah yang  benar. Yang lain salah, yang lain haters, yang lain pencitraan, yang lain tukang fitnah, yang lain tukang nyinyir, dll. Padahal kebanyakan sama saja, tidak ada yang lebih baik. Sama-sama nyinyir, sama-sama berdasarkan subyektifitas, sama-sama asal bela. Baca lebih lanjut