Mengikuti HMT

Di Bulan Januari 2009 ini, saya sempat melihat ada tamu di ruang direktur. Salah satunya bule. Setelah tamu tersebut pulang saya jadi tau kalau tamu itu adalah dari GTZ. Menurut direktur, tamu itu menginformasikan kalau GTZ-UGM akan menggelar Hospital Management Training (HMT) angkatan II di Bima.
Saya jadi ingat…….Team HMT BimaTeam HMT Bima

Dulu di bulan Oktober 2007, saya dan 4 orang teman-teman dari RSUD Bima ikut seleksi HMT di Mataram. Untuk terpilih sebagai rumah sakit peserta tes itupun diseleksi. Kita harus kirim proposal dan tanda komitmen. Kebetulan RS Bima terpilih ikut seleksi. Waktu pelatihan yang digelar tiap jumat, sabtu, minggu selama 6 bualn membuat 80% calon dari RS Bima batal berangkat. Saya terpaksa merayu teman-teman yang lain agar mau ikut seleksi itu. Akhirnya kita berangkat ikut seleksi tersebut. “Full Young”. Ya. Kita yang ikut rata-rata masih muda. Sebagiannya belum selesai S-1 (padahal waktu itu benar-benar disyaratkan S-1). Karena yang mau dilatih adalah tim, maka ke-5 orang tersebut semuanya harus lulus dalam seleksi yang adakan UGM itu. Nyatanya kita tidak semuanya lulus. Katanya hanya 2 orang. Demikian antara lain penjelasan GTZ dalam surat pemberitahuannya.
hmt_team2hmt_team2

HMT adalah harapan
Sekarang ……….
Saya ikut HMT. Senang tentu saja. Saya tentu akan dapat manfaat secara pribadi, secara tim juga bagi rumah sakit.
Dari HMT ini saya berharap dapat memiliki tambahan ilmu yang itu bisa berguna bagi rumah sakit. Sebab, kenyataanya kita belum memiliki seorangpun magister kecuali dokter spesialis. Padahal kekinian rumah sakit butuh ilmu dan metode atau manajemen terkini..
Pelatihan HMT ini mengadopsi semua kurikulum Magister Manajemen Rumahsakit (MMR) UGM, kecuali blok 6 yaitu metodelogi penelitian dan statistik. Artinya, hampir semua materi yang berkaitan dengan manajemen rumah sakit akan diajarkan. itu juga secara pribadi memberi harapan bagi karir dan jenjeng pendidikan.
Satu orang saja bisa membawa perubahan yang besar, apalagi kalau 5 orang. Lima orang yang memiliki ilmu dan persepsi yang sama. Keinginan yang sama untuk menjadi team ”critical mass”.
Itulah optimisme saya mengikuti pelatihan ini. Itulah harapan HMT. Harapan pasien dan masyarakat.

hmt_rs-sumbawahmt_rs-sumbawa

Lega….
Lega kalau ini bisa terwujud. Saya tidak lagi terkadang pusing memikirkan apa dan bagaimana yang harus saya lakukan. Banyak ditemukan perbedaan antara harapan pasien dengan apa yang diperoleh. Saya berpikir banyak faktor yang berkaitan dengan ini. Saya mencoba menulis tajuk disetiap edisi buletin RS. Saya berharap hal itu dapat merubah pola pikir. Memang, kalaupun teman-teman saya ini adalah perawat, kita tidak mungkin menjadi florence nightingale. Dia tidak merasakan berdesakan naik bemo, harga BBM yang naik, atau urusan keluarga dan dapur mengepul. Sebab dia murni pekerja kemanusiaan. Merawat orang. Harta ayahnya di Inggris lebih dari cukup untuk kehidupannya hingga tujuh turunan. Kita semua dan juga teman-teman perawat butuh materi. Kita tetap sebagai manusia biasa. Kita bisa capek dan lelah. Kitapun berhak memikirkan anak dan rumah tangga kita. Tapi, pasien tetaplah pasien. Pasien hanya tau dilayani dengan baik. Tidak mau tau yang lainnya.
hmt_rs-dompu

HMT adalah Pilihan
Kegiatan HMT berlangsung lebih kurang 8 bulan. Setelah itu peserta HMT diusahakan tidak berpindah tugas minimal 3 tahun setelah HMT berakhir. Sebenarnya bagi sebagian orang, ini adalah sebuah pilihan. Sayapun berpikir demikian. Mengikuti HMT itu sebagai pilihan. Saya harus menyesuaikan atau ekstrimnya merubah apa yang orang-orang sebut sekarang sebagai “peta masa depan” saya selama Tahun 2009 ini.

Alhamdulillah, disamping bertugas sebagai abdi negara, saya juga bisa meng-update ilmu dengan menjadi guru atau dosen. Jika saja tidak ikut HMT maka bulan Maret ini saya (dan juga mungkin beberapa teman yang lain) akan ikut tes masuk pascasarjana (katanya sih untuk menjadi dosen tetap minimal S-2). Jika tidak ada HMT, maka pada tahun 2009 ini saya akan…., saya berencana……(ini, itu dan seterusnya. Banyak ). Tapi HMT adalah pilihan. Saya tidak akan menyesal dengan pilihan saya. Saya selalu yakin kalau sesuatu diniati sungguh-sungguh niscaya tetap akan memberi hasil dan manfaat. sama seperti keyakinan saya ketika saya ikut pelatihan atau sekolah dan sejenis. saya selalu yakin pasti ada manfaatnya. Saya percaya pilihan saya akan memberi manfaat bagi pribadi dan orang-orang disekitar saya khususnya rumah sakit, khususnya pasien dan keluarganya. saya pengen sekali rumah sakit ini, suatu saat bisa benar-benar membuat pasien dan keluarganya “puas dan tersenyum”. Benar-benar profesional dalam manajemennya.

Semoga deh!

hmt_openhmt_open

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: