Firraz Pergi Taraweh

Firraz, adalah putra kedua kami. Lahir di Surabaya pada 7 Januari 2006. Jadi, sekarang umurnya 3,5 tahun, lebih dikit. Saat Ramadhan seperti ini seperti keluarga lainnya kami juga ingin mengenalkan agama (puasa dan taraweh) sejak dini.

Firraz-Mela mandi di WadumboloFirraz-Mela mandi di Wadumbolo

Paginyanya Firraz (juga Mela, kakaknya) makan jam 07.30. Selanjutnya mereka dibilang harus berpuasa sampai jam 11. Hmmmmm…..mereka nurut. Mela ke sekolah, meski haus katanya masih tetap menahan untuk tidak minum sampai jam 11. Firraz, pernah ku bawa ke kantor, seperti biasa begitu sampai langsung minta beli jajan. “Ingat lho ya, Firraz puasa”, ujarku. Dia mengiyakan. Maka dua buah teh kotak dingin (satu katanya buat mbak mela) plus permen dia beli. Sementara jam 11 masih lama, dia ambil teh nya, aku ingatin kalau Firraz puasa. “eh, Firraz cuman liat doang…..” ujarnya. Kasian melihatnya, akhirnya jam 10 aku suruh berbuka (minum teh nya).
Malam hari adalah waktunya taraweh.


Kita punya keinginan, selama ramadhan tarawehnya bisa keliling ke masjid-masjid lain. Hariu ke-3 ramadhan kita taraweh di Mushola mebel Samada Angi Matakando. Mushollah yang hanya menampung lebih kurang 50 (sd 100 orang jamaah dengan emperan dan halamannya). Disana setahun lalu sebelum menempati rumah sendiri kami kontrak. Meski hanya sebentar di sana (Lingk. Muhajirin), tapi kesannya sangat mendalam. Kesan bagus tentunya. Lingkungan yang luar biasa bagi anak-anak. Anak-anak disana rasanya gak ada yang nakal. Meski jauh dan siang bolong atau waktunya main, aku tetap melihat mereka berbondong-bondong ke musholah kalau waktunya sholat. Apalagi Maghrib, Isya. Sebagai pendatang baru di sana, Mela-Firraz menurutku sangat diperlakukan istimewa. Bahkan hingga kami pindah rumah, mereka bergerombol masih mendatangi rumah kami hanya untuk menemui Mela-Firraz.
Kini, waktunya Mela Firraz bernostalgia di mana ia dengan rajin ikut taraweh sepanjang ramadhan tahun kemarin.
Agak telat kami dating, tapi orang belum iqamat. Begitu sampai, suasana jadi gaduh. “Hei…ada mela firraz”, ujar mereka. Wah…menyenangkan sekali dengan suasana disitu. Keakraban dan persaudaraan itu masih mereka ingat dan tanam dihati. Kami orang orangtuanya juga masih disambut dengan ramah. Sekali lagi sangat menyenangkan dengan orang-orang di Lingkungan Muhajirin Kelurahan Matakando Kota Bima ini.


Saatnya Sholat Isya’ dan Taraweh
Firraz masih menjadi idola teman-temannya. Aku terpaksa berdiri mendapinginya. Setiap sujud, selalu saja Firraz di colek dari belakang oleh temannya. Diapun menggeser lebih maju. Tapi tetap saja di colek. Aku ingat lalu dia bilang agak berbisik “Jangan….., jangan ganggu Firraz yah !”. Namanya juga anak-anak, seruan Firraz gak digubris. Sampai selesai sholat firraz hanya maju mundur di sampingku. Kalau lagi sujud maju, kalau saat berdiri dia akan berdiri sejajar dengan shaf ku.
Supaya tidak terulang, saat taraweh aku mengambil tempat yang berbeda. Jauh dari anak yang menggoda firraz tadi. Lancar. Aman kayaknya. Uph…..saat memasuki 2 rakaat ke-3, firraz berbisik “mau pipis”…..yah….cepatan ke KM. Alhamdulillah dilihat ibunya, aku serahin ke ibunya yang meneruskan. Aku lanjut sholat taraweh. Setelah pipis Firraz kembali di sampingnku. Wah, selang dua orang dari Firraz ada anak yang lebih kecil dari Firraz. Dua tahunan mungkin. Dia masih senang berlari-lari keliling orang-orang yang sholat. Suatu ketika dia mampir dan mencolek Firraz. Firraz menghindar seperti tadi, tapi itu anak masih tetap mengganggu Firraz. Akhirnya aku lihat Firraz mengepalkan kedua tangannya, ada senyum juga takut kurasakan. Pasalnya kalau anak itu masih menggoda Firraz lagi, Firraz pasti akan pukul dengan kepalan tangannya, dan pasti ada ledakan tangis.
Syukurlah,….anak itu mundur, mungkin takut juga setelah diancam Firraz. Ketika selesai salam, kontan teman-temannya dibelakang (perempuan) tertawa. Ternyata mereka melihat tingkah Firraz sama anak itu.
Ah, Firraz……Firraz ! apapun adanya dirimu, Ayah Ibu, Mbak Mela bangga dan sayang padamu.
Ya. Besok kita akan taraweh di Matakando lagi ya…..

Setelah Taraweh di MatakandoSetelah Taraweh di Matakando

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: