Ke Bali (lagi)


Hmmm….alhamdulillah bisa ke Bali lagi. Bahkan kali ini dengan waktu yang lebih lama. Sejak tanggal 18-22 November 2009. Rabu-Minggu. 4 hari.

Berbeda dengan kepergianku bulan maret lalu, kali ini berangkat dengan rombongan yang lebih banyak. Ada lima orang dari RS termasuk direktur dan yang mewakili bupati (katanya orang Bapedda) serta dari Dikes Kota dan Kab.  Bima masing-masing 1 orang. Ada juga rombongan teman-teman dari Dompu dengan tujuan yang sama. Hmm…..rame saja rasanya. Maka, seperti biasa, dimanapun ada moment selalu diisi dengan acara foto-foto.

Karena ke Bali berangkat jam 11 takutnya nyampe malas keluar hotel, aku berinisiatif membawa makanan dari Bima (nasi bungkus). Wah,…ternyata diketawain deh. Ah….dia belum pengalaman ke Bali batinku. Udahlah…akhirnya pesawat merpati foker 100 itu mendarat dengan mulus di Ngurah Rai sekitar jam 12. Ke hotel lalu nunggu reservasi dan lain-lain. Lebih kurang jam 13 mungkin nyampe juga di kamar 607, 603, 602 di lantai 6 Hotel Aston Kuta. Tentu saja seblumnya ‘sok tau’ di lift dan pintu masuk lorong dan kamar dengan kartu chip kunci. Ah, pokoknya bisa masuk. Lega…… Biasa….langsung menjatuhkan badan di empuknya tempat tidur hotel yang nyaman. Bangun, mencoba melihat lewat tirai belakang di depan sana ada bangunan hotel juga. Sedangkan di bawah, di lantai dasar ada kolam renang. Ada beberapa turis yng sedang mandi.


Aih….udah lapar. Ah..waktunya makan. Hmm…untung deh ada bawa nasi bungkus dari Bima. Serbu……15 menit ludes dah.  Lumayan. Bisa istirahat dulu sebelum keluar. Sore, jalan-jalan ke Denpasar. Lama juga. 30 menit baru nyampe di tujuan. Pulangnya malah lebih lama. Sopir taxi nya pake nyasar lagi. Lama banget. Padahal harus segera nyampe hotel. Siapin materi (gabung dengan materi Bu Uut-Direktur MMR UGM) untuk presentasi besoknya. Pak Andreas sampai bosen nunggunya. Terpaksa dilanjutin mbak Adjenk. Alhamdulillah setengah 12 bisa selesai juga.

Kamis : waktunya acara. Ada pengantar dari ka Dikes Bali, ada sambutan Ibu Dr. Gertrud Schmidt-Ehry, MD, MPH selaku Principal Advisor GTZ di Indonesia lalu pembukaan acara oleh Wagub NTB. Aku sendiri duduk di meja 10 bareng anak-anak Gerung. Peserta dari luar aku lihat pake alat bantu penterjemah semua. Tapi kalo pembicaranya dari luar kita hanya disampaikan terjemahannya secar langsung. Kadang juga gak diterjemahkan (katanya udah ngerti semua kan?- maklum udah toefel 800 atau berapapun lah….)

Jam 11 siang usai acara pembukaan aku dah mulai deg-deg kan. Puncaknya ketika moderator memanggil namaku. Aih….asli deg-deg kan. Padahal aku dah BIASA banget tampil di depan gitu. Jadi MC ya pernah, jadi ketua  organisasi dan hampir sepanjang tahun ngomong di depan ratusan teman-teman mahasiswa ya pernah, jadi dosen ya iya masih kulakoni, jadi guru juga begitu, jadi fasilitator pelatihan, bahkan kadang jadi narasumber ini itu. Semuanya lancar dan gak takutku. Tapi kali ini napa ya…..ah…Melewati orang-orang di meja-meja ‘aneh bernomor’ itu layaknya berjalan di daerah asing. Semua mata memandangku. Tapi huff…..alhamdulillah nyampe juga di depan (bayangin, kalo pas jalan k, e depan jatuh) akhirnya duduk bareng di depan dengan Bu Uut (Direktur MMR UGM), moderator (dari Depkes, kayaknya), lalu Ka Dikes NTB. Tampil pertama ka Dikes, lalu Bu Uut terakhir aku. Nah, menunggu tampil itu weh…..tanganku dingin, sempat mataku kabur, Ya Allah tolong aku. Meski semalam aku kurang tidur, aku gak mau pingsan di depan sini. Kuatkan aku. Begitu terus batinku. Lalu mengalihkan perhatian aku coba brkirim SMS ke orang tersayang, mengingat masa-masa indah…wah suasana hatiku jadi lebih baik. Sampai akhirnya kesempatan tampil itu tiba. Bismilllah. Ngomong dan ngomong saja lah. Semoga suaraku gak terdengar bergetar. Menurutku sih lancar. Cuman kurang rileks saja. Selesai juga presentasi tentang hasil QIA itu. Aku tanya teman-teman tentang suaraku gemetar gak. Katanya gak. Alhamdulillah. Akupun masih sempat memnjawa beberapa pertanyaan peserta dengan baik. Hm….benar-benar pengalaman.

Sore makan malam di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Harus pakai batik. Dari ketinggian lokasi GWK, kita akan melihat hamparan pemandangan pulau Bali bagian selatan. Terlihat bagaimana laut mengapit Bali, disebelah kiri juga nampak bandara Ngurah Rai dengan pesawat turun naik, kemudian Kuta, Jimbaran. Disisi kanan terlihat Nusa Dua, Benoa, dan tentu saja pemandangan kota Denpasar.

Esoknya, Jumat masih lanjut acaranya. Ada presentasi dari Dikes propinsi NTB, dari GTz sendiri dan juga dari negara tetangga yang ikut. Waktunya jumatan. Dengan beberapa mobil rombongan akhirnya ketemu juga dengan masjid di belakang bandara. Kalau tidak salah milik bea dan cukai. Masjidnya kecil tapi halamannya telah dipasang terop. Para jamaah bisa tertampung sampai dibawah pohon diluar terop halaman masjid.

Sore, saat istirahat aku malah kembali ke kamar. Coba rebahan. Tiba-tiba sayub aku medengar bunyi HP ku berdering. Aku angkat ada panggilan. Ya ampun….aku tertidur ! orang-orang mau bagi sertifikat. Cepat-cepat kabur dari kamar dengan mata di basuh seperlunya. Kembali ke rungan pertemua. Tepat. Aku nyampe orang dah mulai panggil. Untung Tim Bima bukan yang pertama di panggi. Ah….selamat………

Selesai acara jam 5. Ah, masih ada waktu untuk meluncur dan melihat sunset di Pantai Kuta. Bisa juga melihat lagi Pantai Kuta dengan keramaiannya yang tidak berubah.

Malamnya, kembali ke Denpasar. Ada teman yang penasaran sekali dengan ‘bumbu desa’. Yah….akhirnya berdelapan ke sana. Plus dua orang pengantar. Saking semangatnya mau makan sampai kelebihan pesannya. Untunglah…ada yang memang jago makan tuh di rombongan, hingga tetap ludes pesanan.

Pulang dengan kenyang ya……langsung ngantuk dan tertidur……..siapkan diri untuk ke Tabanan esok harinya.

Pagi-pagi, Pak Hari, Kepala sekolah nya HMT dah telpon ke HP, kamar,  agar cepat-cepat ‘bis sudah menunggu’. Akhirnya satu bis yang berisi sekitar 30 orang berangkat dan sekitar 1-1,5 jam kemudian nyampe di RS Tabanan. Ada Pak Agas, Bu Putu dari MMR UGM, pak dr. Fahmi dari GTz yang mengawal rombongan. Rencananya, mau melihat,  mendapat gambaran lengkap tentang salah satu rumah sakit yang dinilai berhasil melakukan perubahan.

Setelah mendapat penjelasan dari direktur RS Tabanan, selanjutnya peserta mengelilingi RS sesuai bidang masing-masing. Ada yang ke keuangan, ada yang ke kepegawaian, ada yang ke rekam medik, ada yang ke IRD, ada ke farmasi, juga ada yang ke unit pendukung lainnya.

Setelah makan siang, selanjutnya rombongan meninggalkan RS Tabanan. Tentu saja sebelumnya dipenuhi acara foto-foto. Di bawah rintik hujan, peserta satu persatu menaiki bis lalu membawa kesan masing-masing tentang RS Tabanan.

Ditengah jalan ada yang usul, mau mampir di Denpasar atau Tanah Lot? Wah, kompak tuh pilih Tanah Lot. Katanya ‘tapi Cuma 30 menit ya…..’

Ke Tanah Lot, jalan menuju pantainya dari tempat parkir bis saja butuh waktu lebih dari 15 menit. Apalagi kalau jalannya mampir-mampir nawar barang yang jajankan disepanjang jalan menuju pantai. Setelah menikmati Tanah Lot lebih kurang 1,5 jam peserta kembali. Lalu bergerak menuju Kuta. Ba’da ashar akhirnya nyampe juga di hotel.

Wuih…..keasyikan urusan sendiri. Oleh-oleh buat orang rumah belum beli. Jadi dah ke denpasar lagi. Sasarannya toko Airlangga. Setelah beli sandal dan ini itu buat melafirraz dan ibunya lalu cabut. Makan dulu. Di RM Ikan Bakar Cianjur (apa Cirebon ya….?). ah….pokoknya yang penting makan. Kebetulan adikku yang bertugas di Bali aku ajak makan sekalian. Hmmmm……’makan terenak’ yang kurasakan selama di Bali.

Alhamdulillah ! kayaknya cerita tentang bali dah selesai…..pulang…kepak-kepak. Siap-siap. Besok chek out jam 8.30. atau jam 9.00. pesawat yang ke Bima jam 10.00. jadi harus lapor tiket jam 9.30.

Akhirnya….pesawat merpati yang berkapasitas (mungkin 150 orang) mengantarkan kita pulang, kembali ke Bima. Ada gugusan awan, laut, lalu kawah gunung rinjani, berganti daratan pulau sumbawa serta kawah gunung tambora menjadi pemandangan  selama di perjalanan. Jam 10.50 pesawat mendarat kembali di Bandara M. Salahuddin Bima.

 

    • masmpep
    • Januari 12th, 2010

    senangnya bisa ke bali. bekerja sambil berwisata….

    salam blogger,
    masmpep.wordpress.com

    • siip…..mohon kritik sarannya atau tukar infonya

    • fahmi
    • Maret 1st, 2010

    siip…tp yg penting pemanfaatan apa yg dipresentasikan dg pede itu… o o bravo!!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: