9 Pemain Inter Bungkam 12 Pemain Milan

Sembilan pemain Inter Milan sukses membungkam ‘12’ pemain saudara tuanya AC Milan dengan skor meyakinkan 2-0. Dalam partai bertajuk derbi della madonina tersebut ‘pemain ke-12’ milan mengeluarkan dua pemain Inter dengan kartu merah. Pertama Sneijder yang merupakan roh permainan Inter, kedua Lucio yang meruapakan tembok kokoh pertahanan Inter. Meski dengan ’12 pemain’ justru Inter mampu membungkam dengan gol-gol dari Milito dan Pandev.

Jose Mourinho menyatakan puas dengan hasil itu. Tapi, pelatih Inter Milan itu juga menuturkan ada usaha untuk menjegal Inter Milan meraih kemenangan di partai ini, dan usaha itu datang dari wasit Gianluca Rocchi.
“Saya sebelumnya sudah mengerti mereka tak akan membiarkan kami meraih scudetto. Ketika di Bari Bonucci, bukan kartu merah dan di derby ini, ofisial pertandingan melakukan segala cara untuk menghentikan kami meraih kemenangan, saya melihat sesuatu terjadi di sini,” kata Mourinho kepada stasiun televisi Sky, Senin (25/1).

Skuad Inter saat derby Milan 25/1/10


Menunggu Pertandingan Derby Inter-Milan

Atmosfir pertandingan derby della madonina antara Inter melawan Milan selalu panas. Tahun ini atmosfir tersebut bahkan jauh lebih panas. Tidak saja terlihat dari klasemen sementara tapi juga komentar-komentar yang disampaikan Interisti maupun Milanisti. Komentar itu bisa di baca di situs-sius umum berita bola seperti goalcom, detikcom, bolaokezone, beritabola dan lain-lain. Belum lagi di facebook. Disini benar-benar panas. Koementar-komentar bahkan tanpa batas. Apapun itu disampaikan. Sampai hal-hal yang gak pantas disampaikan.

Harus diakui keberadan facebook turut memanaskan suasana antar tifosi. Grup-grup anggota masing-masing tifosi saling menyerang. Bahkan ada grup khusus yang disediakan untuk battle maupun war antar tifosi.

Weh…..aku sendiri pernah ikut meladeni. Terpancing juga dengan koment mereka (milanisti). Gak tanggung-tanggung tiga orang sekaligus menyerangku. Alhamdulillah, aku tetap santun melayani mereka, meski mereka kadang mengeluarkan kata-kata ‘tidak pantas’ untuk memancing emosiku atau juga mungkin menutupi kekurangan bahan omongannya. Senang banget waktu itu, satu-persatu mereka bisa kuladenin (kukalahkan dengan tetap santun).

Kini jelang, derby della madoninna tensi pertandingan itu makin panas. Klasemen semntara yang menempatkan Inter di puncak klasemen seolah disindir melihat performa terakhir kedua tim. Jika mialn sukses menang terus dengan meyakinkan misal 3-0 atas juve, 5-2 atas genoa, lalu 4-0 atas siena. Sebaliknya Inter harus bersusah payah untuk menang. Termasuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah tertinggal 2-0 di kandang Bari di laga terakhirnya. Keadaan ini membuat banyak orang memprediksi kalau Milan akan mampu mengungguli Inter. Hal ini diperkuat juga dengan performa ciamik oleh pemain Milan macam Ronaldinho dan punggwa anyarnya David Beckham. Bahkan, Leonardo menyebut derby kali ini datang disaat yang tepat. Keadaan sebaliknya dialami Inter. Beberapa pemain kunci justru terancam tidak bisa dimainkan menyususl cedera yang dialami oleh mereka. Termasuk samuel Etoo yang harus membela negaranya di pentas Piala Afrika. Tercatat Chivu, Cambiasso, Motta, Muntari, Stankovic di ragukan tampil. Bahkan ‘Otak permainanan Inter’ Sneidjer terancam tidak bisa main karena flu. Well, terpaksa Maurinho menarik beberapa pemain yunior untuk dipersiapkan mengganti kondisi darurat itu.

Milito. Gol Pertama Inter

Maka, dengan keadaan itu wajar saja banyak kalangan menilai Milan bakal menang. Berita-berita jelang derby juga turut memanaskan atmosfir derby. Bahkan beberapa teman Interisti telah menghitung mundur waktu pertandingan.

Aku sendiri tidak bisa nonton siaran langsung pertandingan akbar tersebut. Hanya saja tetap berharap moga Inter menang. Juga mengingatkan teman-teman yang nonton bareng (nonbar) agar tetap sportif. Aku bangun udah hampir jam 5. Berarti udah lewat 1 babak. Sholat subuh dulu lalu segera ambil Hp. Coba buka livescore. Aih…..eror ceonnection ! hmmm……makin deg-degkan. Ganti Hp alhamdulillah bisa. Yang pertama berita detikcom : Inter unggul gol, milan unggul pemain. Ha? Karuan buatku makin deg-degkan. Masih berapa menitkah? Aku perkirakan masih 5-10 menit. Semoga Inter menang. Lalu mencoba hubungi teman ‘Interisti Indonesia’ yang sedang nonbar. Walah katanya baru menit 60. Aduh…..gmn ne masih 30 menit dengan kurang 1 pemain. Aku makin panas dingin dah. Maunya kerjain sesuatu di laptop. Ternyata gak bisa konsentrasi. Hmmm….aku mengambil selimut dan  menyelimuti diriku sendiri. Supaya reda deg-degkan nya. Gak bisa. Bangun lagi. Buka lagi Hp, liat livevscore. Alhamdulillah malah Inter menggandakan keunggulan.

Menunggu sekitar 20 menit pertandingan usai benar-benar membuatku ‘serangan jantung ringan’ seperti kata teman Interisti Indonesia tadi. Detik demi detik kulaui dengan sangat berdebar. Panas dingin. Bolak balik melihat livescore. Akhirnya waktu kemenangan itu tiba. Inter berhasil mempertahankan keunggulannya 2-0 bahkan di menit 90 Lucio kembali di kartu kartu merah. Ini artinya dua pemain Inter dikartu merah dalam pertandingan tersebut. Padahal hari masih pagi. tiba-tiba aku keringatan. hmmm deg-deg kan tadi.

Whuih, aku lalu membayangin seperti apa senangnya teman-teman Interisti setelah kemenangan ini. Aku buka FB, penuh dengan status kemenangan Inter. Teman-teman yang nonbar malah melanjutkan dengan konvoi keliling kota. Di Jogya, di Solo, di Jakarta, Surabaya semua teman-teman Interisti merakan kemenangan Inter dengan sukacita. Ini sekaligus membungkam kesombongan milan dan milanisti nya terutama milanisti indonesia. Seorang teman menulis komen begini ‘aku mau ketawa melihat mi waktu nonbar tadi. Mereka hanya bisa termangu, melongo, dan ngiler’. Ah, banyak lagi koment-koment lain. Apalagi status. Tapi masih ada juga milanisti yang tidak gentle. Tidak mau menerima kekalahan (mungkin juga termasuk yang kalah taruhan). Makan yang keluar adalah sumpah serapah. Ah,,,,,,,! Itulah yang tidak kusukai dari olahraga. Tidak sportif.

Kini….Interisti berpesta. Pastinya milanisti terganggu harinya hari ini. Kini aku ingin melihat beberapa milanisti yang berjanji akan mengganti foto profilnya dengan foto/logo Inter selama sepekan.

Bravo Inter. Tetap sportif. Rayakan kemenangan ini tetap dengan santun. Biarin saja tifosi sebelah menangis, mengelus dada dan meratapi kekalahan dan kesombongannnya.

Pazza Inter Amala !

Wasit yang aneh

Pertandingan derby selalu memunculkan tensi tinggi. Maka tak heran kalau banyak kartu yang harus dikeluarkan oleh wasit. Hanya saja, pada pertandingan derbi milan pada sesi 2009/2010 ini ada sedikit yang terlihat aneh pada keputusan wasit. Tepatnya merugikan Inter atau condong memihak milan.

'Pemain milan ke-12 itu'

Pada pertemuan pertama, gattuso jelas menarik Etoo dengan tangannya di kotak pinalti. Wasit hanya memberi kartu kuning. Padahal dengan kaki saja bisa di kartu merah apalagi dengan sengaja menarik dari belakang seperti gattuso waktu derby pekan ke-2.

Nah, sekarang !

Wasit begitu mudah mengeluarkan (langsung) kartu merah untuk Sneidjer. Kalo pandangan subyektifku, di paruh awal Sneijder begitu sering mengancam gawang milan. Sneijder juga yang di gadang-gadang sebagai rohnya permainan Inter. Aku pikir “ne wasit sengaja mengeluarkan Sneijder supaya Inter kalah”. Bahkan usaha wasit untuk ‘mengalahkan Inter’ gak berakhir sampai disitu. Dimenit akhir masih berharap lewat pinalti yang diberikan untuk milan. Lucio, tulang punggung pertahanan Inter di keluarkan lagi. Alhamdulillah. Tuhan Maha Adil. Keanehan wasit itu terbayar dengan keberhasilan Cesar  memblok tendangan pinalti ronaldinho yang dalam beberapa partai terakhir sering banget mengeksekusi pinalti.

Mungkin benar juga tulis saah seorang Interisti di koment detikcom. “Wasit salah strategi. Seharusnya yang di kartu merah bukan Sneijder dan Lucio tapi Maurinho. Baru milan bisa menang”

Wah, gak tau deh. Mestinya tuh wasit di interogasi oleh komisi disiplin. Ada apa? Kok mudahnya mengeluarkan Sneijder.

Yang jelas dan adalah kenyataan kalau milan yang jadi lawan Inter dalam derby ini merupakan  tim dengan riwayat skandal yang berulang. Berkali-kali dihukum, dibuang ke serie B tetap gak kapok. Semoga sepakbola tetap dijalur sportifitas.

Baravo Inter. C’e solo l’Inter !

    • eriin
    • Januari 25th, 2010

    Forza INTER

    bnr tuh..
    wasit gokil…
    emng TUHAN MAHA ADIL….!!!

    forza INTER

    • victor
    • Januari 25th, 2010

    sy senang melihat permainan inter yg semalam.senang ketika banyak interisti yg ikut mnonton……..tapi sy kcewa dgn kepemimpinan wasit….mungkin inter bisa menang lebih dari itu.tapi tak apalah yg penting inter menang
    forza inter

    • anang bachtiar
    • Januari 25th, 2010

    emang ya dasar mental tempe dah dibantu wasit masih aja MENANGis seharian…belom lagi milanisti yg g gentle itu dah banyak omong, kalah, masih juga cari2 alesan yang nesta n pato ga maenlah, inilah,itulah lah tapi mereka ga liat kalo dah “dibantu” wasit tapi memble juga

  1. Mei 7th, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: