Menjadi Interisti

Inter menang

Dua Kemenangan fantastis yang diraih Inter Milan pada laga yang bertajuk Derby della Madonina melawan saudara tuanya AC Milan dinilai oleh pendukung Inter Milan (Interisti) sebagai hal yang fantastis. Tidak diunggulkan pada pertemuan I (30/8/09), Inter malah berhasil mengebuk AC Milan 4-0 dengan gol-gol Indah. Saat pertemuan kedua, kondisi tak berubah. Milan kembali diunggulkan. Inter justru menang 2-0. Menjadi luar biasa mengingat Inter mengakhiri pertandingan dengan minus dua orang pemain. Kemenangan yang pantas diasambut gembira, dengan kebanggaan dan dengan kepuasan oleh para Interisti. Termasuk Aku. Ya, Aku Adalah Interisti. Akupun bangga menjadi Interisti .

Setelah facebook (fb) mewabah, banyak teman-teman lama yang terheran-heran atau juga bingung dengan namaku. Ada yang mengira Interisti itu nama marga. Bagi yang mengerti ya…komennya cuman geleng-geleng kepala. Ada juga teman yang bertanya apa dari dulu (saat kuliah-kebetulan teman kuliah) sudah gila bola begini? ‘gak nyangka saja segitunya sama bola’ ujar teman yang lain. Itu orang lain. Istri sendiri saja heran. ‘ngapain sih begitu hebohnya, orang main di Italia sana kok mas yang di sini yang panas dingin?’, begitu istriku sering berkomentar.

Ikut Bola Tarkam, Boat nya  Tenggelam……..


Suka Olah Raga

Dasarnya jelas. Meski mungkin secara fisik gak pas sebagai olahragawan, tapi hampir semua olahraga kusuka, kuikuti perkembangannya. Hampir semua olahraga yang umum itu juga pernah kulakukan, kuikuti, kumainkan.

Ikut Bola Tarkam, Boat nya  Tenggelam

Bola. Tentu saja. Olah raga yang paling populer ini kusukai sejak kecil. Berdiri di benteng pertahanan adalah posisi kebisaanku. Saat remaja/dewasa ya…sampai ikut pertandingan antar desa/antar kampung gitu. Sampai-sampai kalau ada pertandingan di kampung ya aku di undang suruh pulang. Senang saja. Ditonton orang begitu banyak. Apalagi kalo bisa nyetak gol. Wwow…… (gak kalah sama selebrasinya pemain dunia).

Paling berkesan tentu saja saat ikut rombongan pertandingan persahabatan di Kolo. Desa di teluk Bima. Entah tahun berapa. Lupa. Tahun 1995 mungkin. Pulangnya pake Boat. Mungkin daya angkutnya sekitar 15-20 orang. Tapi saat itu dipenuhi sekitar 35 orang. Selama perjalanan tidak boleh bergerak. Duduk diam kayak patung. Saat hampir sampai ada yang langgar aturan. Siap-siap barang. Gerak kiri, gerak kanan, keseimbangan gak terjaga. Datang ombak besar satu kali langsung menghempaskan boat itu. Tenggelam. Andai saja waktu itu ada yang ngabadikan, tentu senang sekali saat aku melempar tas ranselku di detik2 akhir sebelum boatnya benar-benar ditelan air laut. Kebetulan ada teman yang sudah menyebur duluan, ransel yang berisi barang paling berharga ‘kamera’ itu berhasil selamat. Baru aku sendiri melompat. Kalau siang mungkin gak terlalu masalah tapi ini malam sekitar jam 20.00. Jadilah orang kampung heboh. BOAT nya rombongan bola TENGGELAM. Alhamdulillah semuanya selamat. Hanya saja boatnya yang hancur berkeping-keping dihantam ombak.

Lalu ada juga, mungkin 1997. Biasa pertandingan antar instasi dalam rangka HKN. Wah, hasil akhirnya imbang. Harus adu pinalti. Direktur yang kebetulan jadi manajer kita langsung memilih namaku penendang pertama. Padahal posisiku bek (bek tuh, image orang tendangannya selalu melayang, makanya aku sendiri heran napa aku dipilih. Yang pertama lagi. Mungkin karena aku memiliki ketenangan-MUNGKIN !)

Menang Dramatis di Class Meeting

Bulutangkis. Wah, ini olahraga paling di banggain oleh kita orang Indonesia. Sepasang medali emas Olimpiade Barcelona Tahun 1992 menjadi puncak kebanggaan itu. Sekarang? (Ah, semoga negara kita tidak hanya bisa bangga dengan sejarah. Tapi terus berprestasi hingga sekarang-atau jangan seperti tetangga sebelah yang hanya bisa banggain sejarahnya yang kayaknya mulai lapuk dimakan rayap).

Paling berkesan tentu saja saat pertandingan antar tingkat. Dengan sistem regu (1 tunggal pa-pi, 1 gangga pa-pi, plus ganda campuran). Di semifinal aku main di ganda putra. Menang. Menang juga tingkatku. Hingga bertarung di final. Di final aku ganti posisi main di ganda campuran. Pertandingan yang ditonton oleh riuhnya ratusan teman-teman di Gedung RW (Kedung Tarukan Baru?) Sby itu berlangsung ketat. Empat partai awal berkesudahan 2-2. Jadilah ganda campuran sebagai penentu. Pun partai terakhir sekaligus penentuan ini berlangsung a lot. Aku menang diset pertama. Set kedua kalah. Set ketiga. Saat penentuan poinku ketinggalan 7-11 (artinya lawan tinggal cari 4 angka, sementara aku harus cari 8 angka). Aih…saat itu dalam hati aku hanya benar-benar berdoa terus ‘Ya Allah, aku pingin menang. Tolonglah Ya Allah bantu aku’ terus seperti itu. Yakin dan tetap tenang waktu itu. Cerdik juga. Pokoknya bermain cantik atau cerdas lah. Satu persatu poinnya ku kumpul. Sampai akhirnya menang 18-17. Whuaaaaaa……langsung digotong, diangkat sama teman-teman. Bayangin saja riunya pertandingan seketat itu. (Teman-teman Tubel, Reguler ‘98 kalau baca tulisan ini, semoga masih ingat moment itu-saat kita menang bulutangkis lawan kakak tingkat).

Tenis meja. Ini juga aku bisanya standar. Dulu aku ingat saat pertama kali belajar waktu SD. Saat pertama kali servis, bolanya bukanya nyebrang ke meja sebelah. Tapi kupukul diatas meja. Bolanya langsung pecah. Tapi ada juga moment yang menyenangkan. Saat ikut Temu Karya KSR PMI Tahun 1996 di Cibodas. Ditengah kerumunan penonton dan supporter yang begitu dekat (terus terang aku gemetar waktu itu. Untung lawannya lebih gemetar lagi) sehingga Aku dua kali menang lawan peserta dari Lampung dan Riau.

Intinya suka olah raga lah………

Sekarang balik lagi ne.

Menjadi Interisti.

Interisti Bima

Dulu ya suka saja nonotn bola. Kebetulan dulu kayaknya Liga Itali disiarin di RCTI. Liga Itali itu waktu mainnya sangat bersahabat dengan orang Indonesia. Masih sore. Jadi Liga Itali paling terkenal waktu itu. Juga aku taunya ya…Milan, Madrid, Barcelona, Arsenal. Apalagi saat Milan  menang 4-0 lawan Steua Bucharest. Jadi tau banget tentang Liga Itali dan Milan.

Datar-datar saja. Kalau ada yang main ya nonton. Gak ada ya gak apa-apa. Kecuali misal Piala Eropa atau Piala Dunia. Ikutan heboh. Dari terus nonton Liga Itali itu, lalu baca-baca koran Bola. (saat itu Juve-Milan sangat digdaya). Membuat  aku jadi punya persepsi. Khususnya Juve.  Saat pertandingan aku melihat mereka sering sekali dapat bantuan wasit. Misalnya saja. Ada pelanggaran. Mereka dapat tendangan bebas. Pemain lawan termasuk kiper belum siap kok tiba-tiba ditendang lalu gol. Golnya itu di sah kan oleh wasit. Meski mungkin aturannya boleh tapi aku gak bisa menerimanya. Itu gak sportif.  Ibarat nendang pinalti saat kipernya lagi membelakangi. Kalau gol apa istimewanya? Ah benar-benar gak suka aku. Puncaknya (mungkin 1998/1999) saat Inter hampir saja keluar sebagai scudetto. Tiba-tiba Juve dapat pinalti. Itu membuyarkan scudetto yang harusnya dimiliki Inter. Sampai-sampai waktu itu parlemen Itali ribut gara-gara pertandingan itu. Maka, ketika Lazio juara (2001?) aku ya…dukung Lazio. Tapi itu tidak serta merta membuatku mendukung/jadi tifosi Inter. Hanya saja gak suka sama Juventus.

Lalu napa gak jadi pendukung Milan (milanisti?). Aku ngerti sekali waktu itu Milan punya nama besar. Aku tau itu Ruud Gulid, Van basten, Frank Rickard trio Belanda di Milan. Mereka benar-benar pemain terkenal. Mana mereka juga sukses di Euro (1988?). Sementara Trio Jerman di Inter aku malah lebih tau sebagai pemain Jerman (Lothar Mattheus, Jurgen Klinsmann dan Andreas Brehme). aku justru jadi lebih banyak tau tentang Milan. Berita-berita tentang Milan juga lebih banyak. Oh…ternyata PM Itali adalah Presidennya Milan. Wakil Presiden Milan adalah Presiden Lega calcio (Liga Itali). Aku jadi mikir…..’wajar dong milan berprestasi bahkan jadi dream team’. Ibarat sebuah sekolah, ayahnya jadi kepala sekolah, ibunya jadi wali kelas. Wajar dong kalau anaknya kepala sekola yang juga anaknya wali kelas dapat nilai tinggi? Pasti sungkan dong guru lain mau kasi nilai rendah. Ah…yang gitu juga berarti bukan karena 100% prestasi mereka sendiri. Kalau akhirnya mereka bisa berprestasi di eropa itu juga tak lepas dari peran mereka di liga domestik. Sebab, pemain besar pasti ingin bergabung dengan tim besar. PM nya juga pasti punya pengaruh di negeri tetangga. Wah….aku jadi gak punya respek. Akau malah berpikir mereka jadi Tim besar ya…juga karena nama besar dan juga ‘peran besar’ Presidennya yang PM Itali itu dan Wapres nya yang jadi Presiden Liga Itali itu.

Pazza Inter Amala

Apalagi setelah aku baca/tau sejarahnya ternyata mereka pernah degradasi karena  SKANDAL. Parahnya, baru satu tahun kembali eh…skandal lagi. Dibuang lagi ke serie B. gak kapok-kapok. Waduh…bagiku…aku masih orang timur. Yang kehormatan masih kubanggakan daripada prestasi tapi curang. (jadi ingat, seorang pendukungnya yang berdebat denganku di battle on serie A berujar : emangnya ada juara/piala tanpa skandal? Atau lainya dia berkata : jaman gini banggain kejujuran, prestasi tau yang dibanggain?. Aku hanya benar-benar geleng-geleng kepala. Apa begini semua ya otaknya teman-teman pendukung sebelah?

Kapan persisnya aku jadi Interisti kayak sekarang?

2001. Ya Tahun 2001. Pulang dari Surabaya bersama Istri tinggal di Kos-kos an La Ode Rabadompu. Di deretan kos itu ada Om Opik pegawai pemda, lalu Kak Man seorang guru, lalu ada Agung, Andi, Wawan (tiga bujangan polisi), aku, mbak Salmah-Pegawai kesbanglinmas. Ada juga yang baru Ayah Aulia dan keluarga (seorang jaksa)

Kos ku tepat berdampingan dengan 3 polisi tadi. Mereka punya Play Station (PS One). Dasar nya bisa bola ya….dikit saja diajarin bisalah akhirnya….cepat ngerti mana tombol operan pendek, lambung, eksekusi pinalti, terobosan termasuk one-two. Nah, yang paling heboh ya…si Agung (Julukannya Agung Maldini—dia sekarang sudah pindah ke Jkrta). Dia ne tifosi militan milan. Wah, tiap main selalu mengandalkan Milan. Baik di PS maupun nyata. Hebohnya, saat main tengah malam kalo milan cetak gol, dia tereak-tereak ‘gol…….., gol……………….’ Benar-benar besar tereakannya. Membangunkan semua orang kali. Apalagi aku yang ada di samping kosnya. Pokoknya heboh banget. Sampai-sampai tetangga (yang orang kampung) lapor ketua RT supaya negur tidak tereak kalo malam.

Planet_Inter. Penguasa jagat raya Serie A

Aku sendiri suka mainin/pake belajar ya Inter Milan. Kebetulan saat itu Ronaldo di Inter. Speednya yang 19 benar-benar jadi andalan untuk mencetak gol bagi aku yang baru belajar PS. Jadi dah, tiap pagi atau jelang liga Itali bergulir selalu panas sama komentar-komentar Agung ini. Aku ya iseng, tambah manas-manasin….’ah, mana milan bisa menang’ dll. Suatu waktu aku nonton tengah malam. Kebetulan Inter main lawan Roma (waktu itu baru scudetto bersama Batistutanya—ternyata Agung juga ne dukung Roma). Saat Inter cetak gol spontan aku berteriak ‘gol……!’ gak besar amat sampai ganggu tetangga lah. Tapi lumayan terdengar Agung. Wah, giliran Roma cetak gol dia langsung tereak ‘makan tuh……….’. wah, wah. Mas Agung-mas Agung ! (Apa kabarmu Skrg?).

Itu di kos-kos an. Di tempat kerja . Ada satu orang Juventini (militan juga kayaknya). Mas Hajid ada  di account Fb ku dengan nama Hajid Juventini. Wah, motornya ada Juve, pagar rumahnya juga ada logo Juve. Diskusi Bola ya…gak sampai menyinggunglah.

Hanya saja setelah kupelajari sejarahnya,  kedua  klub itu aku gak tertarik. Aku justru bersimpati sama Inter yang aku liat saat itu ‘kurang beruntung’. Ronaldo yang dibeli mahal malah sepanjang musim cedera. Usai gemilang di Korea-Jepang dan di rawat oleh Moratti malah hengkang ke Madrid.  Pertarungan di semifinal LC lawan Milan juga aku liat tidak beruntung saja. Inter juga saat itu bersama Juve menjadi dua tim yang tidak pernah degradasi ke serie B. Akupun suka warna biru. Saat itu aku bangga sama Inter bukan karena berapa banyak gelarnya. Tapi karena tidak pernah degradasi. Karena warna birunya. Karena sering dicurangi tapi tetap jadi tim besar. Tahun 2001 itu juga kepada Mas Agung-Kak Man (di Kos-kosan-Milanisti) dan Mas Hajid aku berikrar kalau Aku Pilih jadi Interisti.

Bangga menjadi Interisti

(Jadi ingat, saat itu selama dua tahun belum punya anak ya kalo di rumah main PS saja. Kombinasi tendangan sudut Recoba sangat pas untuk di heading oleh Vieri. Formasi 4 4 2 dengan Andy van der meyden di kanan, Recoba di kiri lalu Vieri Ronaldo di depan sangat ampuh untuk menjebol gawang lawan. Kehilangan Ronaldo digantikan dengan pas oleh tendangan geledeknya Adriano)

Mulai saat itu nonton dan mengetahui hasil Inter menjadi rutinitas. Saat derby melawan Milan atau derby melawan juventus adalah moment yang sangat mendebarkan. Benar-benar panas dingin. ASLI panas dingin. Bagiku Inter harus menang untuk menghentikan kejayaan sekaligus (kecurangan?) dari dua tim itu. Puncaknya saat calciopoli terungkap (Tahun 2006). Apa yang ku pikirkan, apa yang kusangkakan akhirnya terbukti. Bos besar Juve mendalangi skandal pengaturan skor. Milan juga ikut terlibat (lagi) skandal. Juve dibuang ke serie B. Milan hanya di kurangi poin (bagiku gak adil, tim yang yang berulang skandal begitu harusnya dihukum seberat-beratnya). Waktu itu Juve mau protes kenapa Juve sendiri yang ke serie B. diancam lega calcio juve pun menerima atau katanya jadi korban sendirian (Milan kan masih klub milik  perdana menteri Itali).

Hal itu benar-benar membuatku bangga sama Inter Milan. Aku sempat menulis SMS di Koran Bola dan terpilih sebagai SMS terbaik (dapat cindera mata kaos dari Bola). “Aku bangga pada Inter bukan pada berapa banyak gelar yang di raih. Tapi karena jadi satu-satunya tim yang tidak pernah degradasi’. Inter terbukti tidak terlibat skandal. Makin membuktikan asumsi ku selama ini. Kalau perdana menteri, presidennya liga itu punya pengaruh terhadap hasil keputusan wasit/pengadil di lapangan. Apalagi saat itu PM Itali pemilik Milan menguasai/memiliki media-media besar di italia. Gampang sekali kan mengatur opini publik? Makin cinta. Makin bangga aku sama Inter. Apalagi setelah calciopoli itu terungkap, dimana wasit yang nakal sudah di hukum, mereka yang terlibat sudah dihukum, wapres milan tidak lagi jadi presiden Liga Itali (tapi sekarang ada Albertini ya mantan pemain milan yang jadi wapres lega calcio?). TERBUKTI. Milan-Juventus yang biasanya begitu mudah meraih kemenangan dan memenagi scuedetto menjadi susah untuk menang. ITU KENYATAAN. Apakah ada hubungannya dengan skandal yang telah terungkap itu?

Begitulah……

Sekarang aku begitu bangga dengan Inter.

Kaos, baju, selimut, jam dinding, stiker berbagai jenis, gantungan kunci, sapu tangan, handuk, tas, semuanya kubeli. Semuanya berbau Inter. Laptop ini pun penuh warna Inter.

Nomor 7. salah satu nomor kesukaan

Apapun yang terjadi besok ya besok. Hari ini adalah hari ini. Dua kemenangan derby di musim 2009/2010 ini benar-benar pantas membuat Interisti termasuk aku merasa bangga. Puas. Entah apalagi namanya. War dan battle di grup facebook, komentar-komentar di berita bola telah jauh memanaskan suasana derby. dan Inter pemenangnya. Menang dengan sangat memuaskan. Menang dengan kebanggaan. Benar-benar menang yang membuat Interisti pantas berbangga. Pertemuan pertama menang telak 4-0 dengan gol-gol  cantik. Pertemuan kedua menang dengan 9 orang pemain.  Apa yang buatku tidak bangga pada Inter?

Oya, sering sekali tifosi sebelah mengungkit Inter gak juara LC seperti mereka. Bagiku apa masalahnya? Masih banyak klub lain yang malah sama sekali belum dapat gelar. Inter lumayan kan dapat dua kali? Pikirku saat ini ‘ah, itu katanya mereka yang kehabisan kata-kata untuk menyerang Inter dan Interistinya’.

Bravo Inter !

(buat teman-teman Interisti, tinggalkan koment nya di bawah ya…biar berbagi alasan jadi Interisti)

Firraz Mela, Lanjutkan Interisti

    • Interisti Mania
    • Februari 11th, 2010

    Siip Bro. Bravo Inter. Love Inter sak modare !

    • chal
    • Februari 28th, 2010

    wah,jalan mjadi interistinya ampir sm am aq,mas,hehehe
    forza la beneamata!!

    • idah
    • Maret 17th, 2010

    ck..ck..ck…saya masih juga geleng2 kepala…

    • he he he…..Idah, Idah ! itulah perjalanan hidup !

    • Militto Sneijder
    • Maret 22nd, 2010

    Luar biasa, bro ! Lanjutkan. Inter sak modar’e.

  1. hehe,sama gw juga suka inter pas ronaldo maen di piala dunia 2002 trus kepincut sama timnya,eh ronaldo malah pindah ke madrid,tapi gw udah terlanjur suka ma inter,malah pas lawan milan di semifinal ucl gw ikut tegang n inget waktu toldo ikut maju di menit2 akhir,,,
    sedih kalo inget waktu itu,trus jg waktu dibantai arsenal 1-5 di giuseppe meazza trus kelempar ke piala uefa.tapi semua masa kelam inter udah berakhir,puasa scudetto dari tahun 1989 udah berakhir dan berpeluang meraih treble musim ini
    btw ikut ici gak bro?

    • ZIANETTI
    • Agustus 27th, 2010

    wah seru bro tulisannya,hampir samalah m aku..ak cerita ni y??klo ak pertama tau bola waktu klas 4 SD wktu USA 94,ak langsung gila bola wlpun ak blm tau aturan dlm spk bola dengan jlas..maklum masih anak2,n kmudian awal 96 ak mulai suka m MU krn pertama ak tau club bola y MU,kemudian setelah tau LIGA calcio n nonton secara rutin akhirnya ak jatuh cinta m INTER,,tu berawal ketika INTER mengontrak Ronaldo dari situ ak suka inter tetapi cnta ke INTER masih kalh cintaku m MU..ttp lama kelamaan ak semakin jatuh cinta m INTER karena seperti yang mas tulis,INTER seolah2 d DHOLIMI nselalu d curangi,dari situ ak berfikir bahwa prestasi Juve M milan bkan Murni dari Usaha mereka,setiap kali derby ak selalu bersitegang dengan bapaku yg notabene seorang Milanisti,,,dari mengikuti perjalanan dari baca2 sejarah hingga akhirnya ak semakin jatuh cinta m INTER dan kecintaanku dengan MU berbalik menjadi rasa benci yang teramat sangat ketika MU ngalahin INter di UCL 98,,Cinta ku pada Inter g pernah padam walaupun prestasi INter wktu tu kurang bagus ak punya keyakinan bahwa suatu saat INTER akan mampu membalikan prediksi yang selama ini kental dengan INTER yaitu sebutan kalo INTER adalah spesial runner up n ak bahkan punya keyakinan suatu saat Inter akan bisa merajai eropa…ternya mimpiku dan juga mimpi INTERISTI sedunia menjadi keyataan…tangis haru langsung menetes ketika INTER merebut UCL di penantiannya yg k 45 tahun,,,,terimakasih opa moratti dengan kesabaran beliau akhirnya INTER bs membuat pendukungnya mengangkat kepala dengan tegak…Forza La Seconda Grande INTER……..ni bro sedikit cerita ku..INTER SAK MODARE

  2. sangat bagus bro pemain inter n oficcial sangat bersabar dengan kecurangan mereka berdua bro,,forza inter amala (siiiip……! trims ya dah mampir…. Inter for ever)

  3. inter gitulox

  1. September 15th, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: