Inter Sukses Gulingkan Barca

Inter

Internazionale Milan akhirnya sukses melangkah ke partai puncak UEFA Champions League (UCL) 2009/2010 setelah menggulingkan juara bertahan Barcelona. Meski pada leg kedua di kandang Barcelona Inter kalah 1-0 namun secara agregat Inter unggul 3-2. Itu berkat kemenangan Inter 3-1 di Giuseppe Meaza seminggu sebelumnya. Dengan keberhasilan ini Inter mengakhiri ‘kutukan’ tampil di final UCL selama 38 tahun. Keberhasilan ini tentu saja disambut suka cita oleh seluruh awak Inter dan Interisti. Apalagi suasana jelang pertandingan sangat ‘panas’.

Barca yang merupakan klub idaman dengan performa apik sepanjang 2009/2010 adalah lawan berat yang harus dihadapi Inter di semifinal. Sebelumnya Inter telah menyingkirkan Chelsea. Harus diakui, kemenangan atas Chelsea telah memberikan suntikan moral dan mental yang luar biasa bagi Inter. ‘Inter bisa mengalahkan siapa saja’. Mental itulah yang Inter perlihatkan kala membungkam Barca 3-1 di leg pertama.

Teror Jelang Pertandingan

Tiada pilihan lain bagi Barca selain membalas dengannya di Nou Camp kandang mereka. Maka genderang perang pun langsung ditabuh sejak mereka pulang dari leg I. Pedro menyebut Inter dibantu wasit, Ibra malah yakin lolos dengan bisa memasukan 4-5 gol ke gawang Inter. Dan lain-lain banyak lagi. Itu dari para pemain.

Di pihak manajemen barca juga terus memotivasi pemainnya, bahkan ingin menjadikan Nou Camp sebagai neraka bagi Inter. Semua pendukung Barca di harapkan hadir untuk memberikan dukungan sekaligus teror kepada Inter. Bahkan di stasiun BarcaTV juga dibuat video kemenangan Barca atas Inter. Imbasnya, seluruh kapasitas Nou Camp tumpah ruah ole Barcelonistas. Namun, upaya Barca untuk menang sebagian menyerempet nilai-nilai sportifitas dan fair play. Sejak kedatangan di Noucamp Inter sudah disambut dengan teror oleh para tifosi Barca. Di dekat hotel tempat Inter menginap para tifosi barca melakukan pesta kembang api dan menabuh drum, gendang dll untuk mengganggu kenyamanan pemain Inter. Polisi pun seiya sekata dengan tifosi Barca. Dilaporkan jam 11 malam, baru datang jam setengah 4 pagi. Jadilah pemain Inter baru Istirahat jam 4 pagi. Sementara teror lain diterima sang arsitek Jose Maurinho. Upaya gangguan fisik juga sempat dilakukan usai JM menggelar jumpa pers.

Semua kejadian un fair play itu ternyata menurut Maicon salah seorang pemain Inter justru membuat para pemain Inter bersemangat untuk membalasnya di lapangan.

Jalannya pertandingan

Milito, Cordoba....Inter ke Final

Di beberapa status FB ku sejak dua hari sebelum kick off, aku menulis agar Inter bermain efektif. Tidak perlu bermain total menyerang seperti saat melawan Chelsea di Stamford Bridge atau seperti Arsenal kala di hantam Barca 4-1 di Noucamp. Inter cukup kuatkan barisan pertahanan plus melakukan serangan balik. Jika saja Inter mampu mempertahankan hasil imbang hingga babak I maka di babak II para pemain barca mulai tertekan dan frustasi. Saat itu Inter bisa melakukan counter attack. Kayaknya JM sependapat denganku. Inter bermain rapat dengan sekali-sekali melakukan  serangan balik. Sayang, skenario itu berubah drastis setelah pada menit-28, Motta di kartu merah oleh wasit. Mau tidak mau Inter harus mengamankan gawangnya. Hingga babak pertama usai Inter bebas dari gol Barca.

Butuh menang 2-0 untuk melaju ke babak final, barca langsung mengurung pertahanan Inter babak kedua. Score 2-0 adalah score yang sangat mungkin bagi klub sekelas Barca yang biasanya mencetak 4 gol ke gawang lawan saat main di Noucamp. Bahkan dengan minus satu pemain, gol yang ditunggu-tunggu barca hanya masalah waktu. Masalahnya, seiring dengan berlalunya waktu itu makin membuat pemain barca tertekan. Gol yang ditunggupun tercipta di menit 84. Masih ada 6 menit waktu normal plus 4 menit waktu tambahan. Gol itupun memacu semangat pemain barca untuk kembali menggempur pertahanan Inter. Sempat gol oleh Bojan Krick namun sebelumnya handsball. Xavi dan Messi juga sempat menguji yang tembakannya mampu di blok oleh Cesar. Hingga waktu tambahan habis tak ada lagi gol yang tercipta. Barca menang 1-0, Inter yang lolos ke final. Di final Inter sudah di tunggu oleh raksasa Jerman Bayern Munchen. Laga final akan di gelar di Santiago Bernabeu, markas klub bertabur bintang Real Madrid, 22 Mei mendatang.

Tentang beberapa insiden Pertandingan

Kreasi 'Madrid' kami datang di Giuseppe Meaza

Unggul 3-1 di leg I membuat Inter memilih untuk bermain aman. Sah-sah saja. Sekitar menit ke-15 Inter mendapat tendangan penjuru. Bola rebound yang diumpan (Sneijder?) yang di terima pemain Inter disisi kanan (Maicon?) ternyata dianggap offside. Padahal itu masih sekitar 1 meter. Dan benar-benar onside. Itu nyata. Tidak bisa dibantah.

Setelahnya, Inter sempat memiliki peluang bagus lewat Etoo. Sayang Etoo yang berdiri bebas kurang sempurna mengontrol bola.

Kartu merah Motta. Ini bisa diperdebatkan. Kalau aku sendiri itu lucu dikasi kartu merah. Harusnya dihukum tuh si Sergio. Kok ya tiba-tiba dia terkapar setelah tangan Motta entah mengenai atau tidak mukanya. Itu bukan kepalan tangan tapi telapak tangan. Wasit langsung karti merah. Wah……berat buat Inter. Ngadapi 11-11 saja susah apalagi kurang 1 orang. Benar saja, unggul jumlah pemain membuat Barca membombardir pertahanan Inter. Gol pun tercipta di menit 84 oleh bek Pique. Dari tayangan ulang terlihat kalau Pique offside. Lebih maju dari Muntari disebelah sana. Namun hakim garis sudah memutuskan onside. Wah……..

Hingga waktu normal tidak ada tambahan gol. Aku mengira add time nya hanya 1 atau maksimal 2 menit. Eh…ternyata 4 menit. Dari mana tuh waktu 4 menit?

Wah….wah……

  1. Negative football
    6 kartu kuning 1 kartu merah… Ckckck
    Hehehehe

    • Hah….. negatif football? Itu katanya org yg berpikiran negatif

  2. Negative football…
    Plus permainan super keras…
    6 kartu kuning, 1 kartu merah…
    Hehehee semifinal yg membuat saya sempat ketiduran….
    Hehehehe

    • negatif football? itu kan omongan orang yang kalah. yang bodoh ya Barca itu. udah dikasi purr satu pemain kok bego banget gak bisa-bisa njebol.
      baiknya contoh dong pelatih Barca, berjiwa besar menerima kekalahan. menerima kenyataan tersingkir. apa katanya Pep ‘Setiap tim berhak menggunakan strategi apapun, itu hak mrk. slamat buat Inter’.
      lebih baik belajar menerima kenyataan, Bro !

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: