Kabar Bima ; Lamba Rasa

Pacoa jara. hia.....hia.......hia........!

Apa kabar Bima ?

Menuliskan kabar Bima tentu tidak cukup hanya beberapa waktu atau sedikit lembar kertas yang tersedia. Ada banyak cerita, kabar dan informasi yang terjadi. Ada banyak perkembangan yng berlangsung. Tiap hari apalagi Bulan dan Tahun. Bima ikut berkembang seperti daerah lain di Nusantara ini.

Saat ini

Isu yang menarik saat ini (awal Mei 2010) tentu saja jelang Pilkada Kabupaten Bima. Empat pasang calon siap bersaing memperebutkan kursi nomor satu di daerah kabupaten Bima. Ada juga kemarin cerita batu meteor yang jatuh di Wawo. Aku tidak banyak berkabar tentang itu.

Kota Bima

Semenjak  resmi menjadi pemerintah sendiri delapan tahun silam, Kota Bima harus diakui menjelma menjadi sebuat tatanan baru yang sangat dinamis. Ada banyak kemajuan nyata yang terlihat. Ada banyak perkembangan yang dirasakan oleh warga kota. Jika dulu pengangkatan pegawai hanya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, maka kini Pemerintah Kota (Pemkot) juga mengangkat sendiri dengan jumlah sesuai kebutuhan. Tiap tahun. Jika dulu pejabat pemerintah hanya ada di Pemkab, kini di Pemkot Bima juga ada pejabat seruba. Hingga saat ini mungkin 90 % nya masih berdomisili di Kota Bima.

Maka, mobil dinas EA….X atau EA……..S, semakin banyak berkeliaran di kota ini. Pun demikian mobil pribadi. Jika dulu motor menjadi kebanggaan, maka kini trendnya telah berubah. Motor bisa dimiliki oleh hampir tiap rumah (bahkan pernah katanya sebuah acara kuis televisi nasional mengatakatan kalau pembelian motor tertinggi ada di daerah kita ini). Kini mobil-mobil bermerk sudah tidak asing lagi berseliwerang di jalanan kota yang terasa makin sempit. Bahkan di waktu-waktu tertentu, ini kenyataan kalau di Bimapun bisa macet. Misalnya saat ramadhan di depan Lancar Jaya dan BNI – Arema Bima, hampir tiap hari terjadi desakan kendaraan disitu.

Masyarakatnya pun makin dinamis menerima perubahan. Anak-anak Bima yang pergi merantau entah kuliah atau  bekerja diluar daerah pulang membawa nilai baru, pulang membawa cerita baru, keinginan baru. Semuanya berkumpul, bersatu melahirkan banyak ide-ide dan perubahan.

Rumah-rumah yang dibangun orang Bima kini tidak lagi model konvensional seperti dulu. Model-model baru yang dirancang oleh arsitek entah asli Bima atau sewaan dari luar Bima makin mempercantik tampilan rumah-rumah baru di Kota Bima. Untuk ukuran, wah…..urusan untuk apa kayaknya nomor dua. Membangun rumah besar, ada garasi mobil, desain tiada duanya menjadi ciri kemajuan masyarakat kota ikut menjalar di Kota Bima. Jika dulu, rumah-rumah indah ini hanya bisa kulihat di deretan kompleks Galaksi Surabaya, kini di Bima sudah banyak berderet rumah serupa bahkan lebih bagus. Pastinya lebih besar dan luas. Syukurnya pemkot Bima menyadari ini. Tata pemukiman baru dilakukan. Seperti di daerah Santi ada pemukiman baru yang katanya bernama Santi Permata Asri, ada juga Perumahan BTN Santi Permai, juga masih di santi segera dibangun Aquilla Residence. Wow………

Ada banyak klub motor di kota ini, yang setiap sore-malam sering bergerombol melintasi padatnya jalanan kota. Ada banyak radio siaran swasta yang kini mengudara, bahkan BimaTV juga tetap eksis ditengah gempuran TV nasional. Juga ada tentunya banyak wartawan yang berkeliaran mencari berita. Maka, tidak mengherankan kini kalau setiap ada ‘berita’ di Bima, begitu cepat menjadi berita nasional di TV. Termasuk menjadi berita bahkan headline news di beberapa situs berita nasional. Ini menunjukan bahwa Bima khususnya Kota Bima kini demikian terbuka.

Pada tahun 2009 juga untuk pertama kalinya telah ada warga kota yang diduga menderita HIV/AIDS, ada warga kota yang diduga menderita flu burung. (Ah…penyakit-penyakit aneh itu akhirnya mungkin telah hadir juga di kota ini).

Yang luar biasa sepanjang 2009 kemarin adalah perkembangan jumlah Warung Internet (Warnet). Jika dulu harus menunggu pergi ke Mataram atau kota besar lainnya untuk membuka internet dengan nyaman, atau terpaksa menggunakan jasa jaringan GPRS yang lemot milik operator seluler. Kini, setelah Speedy hadir warnet bertebaran bak jamur di musim hujan. Tumbuh subur. Entah berapa jumlahnya. Mungkin sudah 50 an.. Yang jelas suatu ketika saat mau mencoba jasa warnet tersebut ba’da magrib ternyata rata-rata penuh. Padahal satu warnet ada sekitar 10 bilik. Luar biasa. Itu yang warnet. Yang di kantor juga masing-masing kantor rata-rata telah memasang speedy kantor atau wi fi. Entah ikutan heboh karena maraknya situs jejaring sosial semacam facebook, twitter atau memang sudah menjadi kebutuhan tiap kantor. Yang jelas keberadaan akses internet ini patut di sambut positif untuk pembelajaran masyarakat. Kalaupun ada celah negatifnya tentu tugas masing-masing orang atau keluarga untuk menjaganya.

Dukungan akses informasi ini juga terus berdatangan. Kali ini operator seluler juga sudah semakin meningkatkan pelayanannya. Tahun lalu XL telah mencoba 3G di Kota Bima (jadi ingat hebohnya cerita sepupuku karena saat nelpon bisa melihat muka anaknya yang sedang kuliah di tanah Jawa sana). Benar-benar mimpi yang jadi nyata. Kini di akhir bulan April 2010 kemarin telkomsel juga sudah mencoba 3G nya di Kota Bima. Luar biasa. Makin mempermudah komunikasi. Bahkan menyambut 3G ini Hp-Hp orang Bima sudah banyak yang 3G sejak beberapa tahun lalu. Kini HP nya sudah bisa dimanfaatkan untuk 3G (Bisa gak ya ? Pasti Bisa. Aku juga orang Bima. Bisa !). Akses internet via Hp juga makin mudah dan lancar.

Bagaimana dengan dunia pendidikan?

Sudah kita maklumi kalau sarana prasarana pendidikan negeri di kota ini patut diacungi jempol. (Bahkan beberapa tahun silam kayaknya ada study banding dari Pemkot Surabaya). Perguruan tinggi juga tumbuh subur. Jumlah mahasiswa makin banyak. Maka jumlah kos-kos an juga makin menjamur. Mahasiswa Bima juga demikian dinamis. Hampir tiap minggu mahasiswa menyuarakan aspirasi yang tidak sesuai idealisme mereka.

Kesehatan ?

Kini di Kota Bima sudah ada dua Puskesmas rawat inap yang layak. Asakota dan Paruga. Sebentar lagi Rasanae Timur di Kodo malah rencananya menjadi Pukesmas standar Internasional. RS PKU Muhammadyah juga makin lancar operasionalnya. Semnetara RSUD Bima tetap menjadi pilihan utama masyarakat Kota, kabupaten dan daerah lain sekitar.

Heran……….!!!

Tentu bangga sekali melihat perkembangan Kota dan masyarakat Bima ini. Jika saja ada orang Bima yang telah lama tidak pulang tentu akan kaget melihat perubahan Kota Bima. Lihat saja, mulai dari Kalaki, Wadumbolo hingga kawasan Amahami. Tiap harinya begitu ramai. Apalagi Kawasan Amahami telah menjadi area ‘nongkrong’ warga kota khususnya anak muda hingga larut malam. Ada banyak café dan tempat makan di daerah pinggir laut itu. Bahkan pesta pergantian tahun dipusatkan di lokasi itu. Pesta kembang api. Meriah. Tumplek blek orang di sana!

Sebagai warga kota ada yang membuatku kecewa. Kesadaran berlalu lintas yang masih kurang. Banyaknya tukang ojek baru yang belum mahir berkendara mungkin menjadikan angka kecelakaan lalin yang masuk RS Bima tetap tinggi. Bahkan menerobos lampu merah sepertinya masih menjadi kebanggaan bagi sebagian warga kota. Kendaraan dinas yang harusnya menjadi contoh juga banyak melanggar lampu merah ini. Bahkan seorang oknum polisi dengan seragamnya hampir menabrakku di cabang Malake. Waduh…………………..

Lalu kesadaran untuk menjaga kebersihan Kota. Mobil-mobil tuh (pasti orang di dalam mobil pelakunya) tanpa merasa bersalah kadang membuang sampah keluar jendela mobilnya. Lagi-lagi bukan hanya mobil berplat hitam, mobil berpelat merahpun kadang melakukannya. Pikirku, apa tidak ada plastik atau tempat sampah di dalam mobil tuh ?

Nah, ada juga tempat sampah yang disiapkan oleh kayaknya Badan Lingkungan Hidup Kota Bima. Ada dua tong sampah berdampingan. Disitu tertulis sampah organik dan non organik. Kayaknya tidak berfungsi. Apa semua masyarakat tau ya yang mana sampah organik yang mana sampah non organik?

Terus hewan piaraan yang bekeliaran di tengah jalan kota. “Wah…..udah beberapa kali aku melihat kecelakaan di depan Paruga Nae karena pengendara menabrak kambing yang lewat disitu”. Bahkan dijalan Gajah Mada, sapi berkeliaran tanpa pemiliknya. Yang jelas nyawa manusia atau kecacatan karena kecelakaan akibat hewan piaraan ini jauh lebih mahal.

Ah….banyak. masih banyak kabar tentang Bima. Gak cukup waktu. Bagi ‘kita yang mengerti Bima’ mohon info atau komennya di bawah ini.

    • Arief Rusman
    • Oktober 17th, 2010

    Maju tahnahku… maju Bimaku….. maju negeriku….
    Wait me…….!!!!
    I LOVE MY LAND………

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: