Kebanyakan Stroke Berawal dari Sakit Kepala

Kebanyakan kasus stroke berawal dari gejala ringan seperti sakit kepala. Namun, banyak awam yang menganggapnya sebagai sakit kepala biasa. Sakit kepala memang gejala stroke yang minimal tapi tak bisa dianggap biasa.

dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad yang merupakan dokter spesialis radiologi mengatakan gejala ringan seperti sakit kepala memang cukup minimal, tetapi dalam pemeriksaan lanjutan mungkin ditemukan kelainan.

Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut penting sekali untuk dilakukan jika kerap terserang sakit kepala apalagi sampai sakit kepala yang kronis.

Menurutnya, jika seseorang terkena stroke, masih bisa diselamatkan jika saat kejadian langsung di bawa ke rumah sakit kurang dari 3 jam.

“Pasien stroke bisa diobati bila dalam waktu kurang dari 3 jam dibawa ke tempat yang tepat,” ujar dr. Prijo dalam acara ‘Neurovascular Roundtable Case Board Discussion’ di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Rabu (23/6/2010).

Sakit kepala ini merupakan gejala stroke ringan yang bisa hilang dalam beberapa menit atau jam. Selain sakit kepala, gejala stroke ringan lainnya antara lain bingung, pandangan kabur, kesemutan dan hilang keseimbangan.

Stroke terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Aliran darah ke otak terhenti karena penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis) atau pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah ke otak.

Stroke bisa datang kapan saja tanpa disadari. Orang biasanya baru sadar ketika sudah pingsan atau terjadi kelumpuhan di salah satu sisi tubuhnya.

Jika sudah dalam kondisi tersebut menurut dr Prijo pasien harus segera dibawa ke rumah sakit yang tepat. Yang dimaksud tempat yang tepat adalah rumah sakit yang memiliki peralatan dan para ahli yang memadai.

“Bila dalam waktu kurang dari 3 jam pasien tersebut dibawa ke rumah sakit, sumbatan yang terjadi dapat dilarutkan dan kecacatan dapat dikurangi,” katanya.

Sementara dr. Nerissa U. Ko, M.D., seorang Neurointensivist dari University of California San Fransisco Medical Center, berpendapat bahwa dalam menangani setiap kasus stroke janganlah dilakukan secara agresif.

Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah (dtc)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: