Belajar Memaafkan!

Belajar Memaafkan

Pernahkah Anda merasa begitu marah dengan orang lain hingga rasanya tak ingin berbicara lagi dengannya, apalagi melihat mukanya lewat di depan kita? Bahkan, ketika kemarahan telah sampai di ubun-ubun kepala, ruang hati kita akan tertutup untuk dirinya. Sebenarnya, apakah kita boleh melakukan hal tersebut?

Sebagai manusia, apalagi perempuan (yang katanya makhluk emosional), merasakan dan mengekspresikan perasaan marah sebenarnya merupakan hal yang wajar. Tetapi yang bahaya adalah ketika perasaan marah dan kesal tersebut terus dipelihara di dalam hati. Memelihara perasaan negatif di dalam hati bisa berakibat negatif juga untuk tubuh. Perasaan negatif tersebut akan menjadi life-toxins yang menggerogoti hidup Anda. Enggak percaya? Coba bayangkan. Ketika Anda teringat kembali oleh kemarahan yang Anda simpan dalam hati tadi, maka mendadak wajah Anda menjadi berkerut sehingga membuatnya terlihat lebih tua, jantung jadi berdebar kencang menahan amarah, dan yang paling tidak nyaman adalah pikiran jadi terjebak dengan ‘kemarahan’ hingga langkah ke depan terasa berat. Benar kan?

Nah, agar tak menjadi life-toxins, ada baiknya Anda mulai belajar untuk berlapang dada dan berbesar hati untuk memaafkan kesalahan orang lain. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari hal itu lho. Salah satunya adalah peace of mind alias pikiran yang tenang. Tidak ada lagi beban berat yang menghimpit pikiran dan perasaan Anda. Tidak ada lagi hal yang bisa membuat darah Anda ‘mendidih’ seketika. Semua akan Anda jalani dengan lebih ikhlas dan sabar sehingga ‘langkah’ terasa lebih ringan.

Dalam suasana hati yang tidak enak, tentu kita mengharapkan adanya teman yang dapat mengurangi perasaan tidak enak tersebut. Dengan kesibukan sehari–hari, langkah pertama yang paling mudah adalah dengan mencari Balancea sebagai teman untuk menenangkan diri. Terbuat dari Rosella Ungu yang kaya akan perpaduan Antioksidan, Pomegranate, dan Barbados Cherry selain memberikan kesegaran dalam suasana hati yang tidak tenang juga sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuhmu.

Mari kita bersama-sama belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain. Semoga hidup kita menjadi lebih cerah🙂

Artikel aslinya klik disini

  1. tapi -kadang- susah banget sudah -berusaha- memaafkan tapi sang “tersangka” masih saja mengesalkan hati😦

    Tapi harus terus memaafkan, karena kesal hanya menguras emosi…

    _nicepost🙂 _

    (bener juga sih….tp…..gak dimaafin jg dia tetep mengesalkan hati kita kan? wadow……butuh perjuangan ekstra jadinya. tp kalo kita bener2 tulus memaafkan kayaknya lebih plong deh….coba sj)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: