Flu Burung merebak, Warga Bima Resah

Flu Burung, Kini Merebak di BimaKasus Flu Burung tiba-tiba menyeruak dan menjadi pembicaraan hangat masyarakat Bima. Adanya beberapa unggas (ayam) yang mati mendadak menjadi awal kecurigaan itu. Bersamaan dengan itu, beberapa pasien (anak-anak), dirujuk ke RSUD Bima dengan dugaan menderita flu burung. Pemberitaan media televisi tentang Penyebaran virus flu burung di Bima, Nusa Tenggara Barat, makin meluas. Setidaknya 13 kecamatan dipastikan telah terinfeksi. Sebanyak, 10 kecamatan yakni di Kabupaten Bima, seperti Kecamatan Soromandi, Madapangga, Bolo, Woha, Belo, Donggo, Wawo, Sape, Langgudu dan Ambalawi. Sementara tiga kecamatan lain berada di Kota Bima yakni Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur, dan Kecamatan Asakota.

dikutip dari liputan 6, Selasa (6/3), ribuan unggas mati kebanyakan ditemukan di kolong rumah adat warga. Sejumlah ayam yang berkeliaran di permukiman banyak yang terlihat sakit. Mewabahnya virus flu burung ini berawal pada pertengahan Januari 2012 di wilayah Soromandi. Warga melaporkan matinya ratusan unggas setelah datangnya pasokan ayam dari Jawa. Tapi pada awal Maret ini penyebaran virus berbahaya sudah mencapai 10 kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Bima.

Sehari sebelumnya warga melaporkan adanya kematian 100 ekor ayam lebih sehingga total ayam mati mendadak di Desa Jia hampir 1.200 ekor,” tutur Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Kabupaten Bima Syaifudin. Untuk mengantisipasi semakin mewabahnya virus mematikan itu, pemerintah setempat menempelkan kertas imbauan di sejumlah lokasi. Sementara itu, antara melaporkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, memusnahkan sedikitnya 4.500 ekor ayam peliharaan di 10 kecamatan di Kabupaten Bima, terkait mewabahnya virus flu burung atau Avian Influenza.

“Sudah ada sediktnya 4.500 ekor ayam peliharaan yang dimusnahkan agar virus flu burung itu tidak makin meluas,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Syamsul H Dilaga, di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan, indikasi penyebaran virus flu burung mencuat di Kabupaten Bima pada 28 Februari 2012 dan kini telah menyebar di 10 dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bima. Kesepuluh kecamatan itu yakni Soromandi, Madapangga, Bolo, Woha, Belo, Donggo, Wawo, Sape, Langgudu dan Ambalawi.

Virus tersebut bahkan sudah menyebar ke tiga kecamatan di Kota Bima yakni Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur, dan Kecamatan Asakota.

“Memang sudah positif flu burung, dari sekian banyak sampel darah yang diteliti dua di antaranya positif mengandung virus H5N1 (flu burung),” ujarnya.

Di RSUD Bima,  adnya  pasien yang dirujuk dengan dugaan flu burung, semakin membuat berita flu burung di Bima semakin menakutkan. Pantauan di RSUD Bima, juga memperlihatkan kecemasan pada karyawan maupun pengunjung pasien. Perawat dan dokter serta karyawan tampak banyak memakai masker. Informasi dan penanganan flu burungpun terkendala fasilitas yang terbatas. Meski RSUD Bima merupakan salah satu RS rujukan flu burung, ketiadaan pengalaman menangani pasien flu burung tetap saja menjadi kendala. Pasien dugaan flu burung yang tiba-tiba banyak, ruangan yang terbatas, peralatan pelindung diri dan pengetahuan petugas yang terbatas menjadi beberapa kendala pelayanan.  Menurut informasi, sebagaian besar obat Tamiflu yang disiapkan Depkes telah Expire date Pada tahun 2010 lalu. Diberbagai status jejaring sosial warga Bima juga nampak ketakutan itu. “Waura made sadeka mena jangan kompe uma ke, be ku dou dikes ma mai tio ke? (Sudah ada ayam yang mati mendadak sekitar rumah. Mana orang dikes untuk datang melihat?)’, demikian salah satu status di accoun atas nama Rahman. Informasi terakhir, hingga pagi ini (Jumat, 9/3/12), sudah ada 5 orang anak dengan dugaan kasus flu burung. *Semoga tidak bertambah dan semoga tidak benra flu burung

  1. Mei 8th, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: