Bercinta Saat Haidpun Tetap Bisa Bikin Hamil

Beberapa orang berpikir melakukan hubungan seks saat sedang haid bisa menghindarinya dari kehamilan. Tapi kabar itu tidaklah benar, seorang perempuan tetap bisa hamil meski ia bercinta saat haid.

Beberapa perempuan diketahui memiliki jangka waktu yang tumpang tindih antara jadwal haid dengan awal ovulasi (masa subur). Hal ini berarti seseorang bisa berada pada masa subur meski sedang haid.

Katakanlah jika seseorang memiliki siklus pendek seperti 21 hari dan haid berlangsung seminggu. Untuk itu jika seseorang berhubungan seks mendekati akhir menstruasi maka ada kemungkinan ia bisa hamil, karena sperma dapat hidup hingga 72 jam di dalam saluran reproduksi, seperti dikutip dari Health.com, Selasa (27/3/2012).

Sebagian besar perempuan memiliki masa haid selama 2-8 hari dan siklusnya berlangsung setiap 26-34 hari. Namun ovulasi atau masa subur (saat sel telur dilepaskan oleh ovarium) biasanya terjadi pada pertengahan siklus yang membuat seseorang sangat mungkin untuk hamil.

Sel telur yang sudah dilepaskan selama proses ovulasi ini akan bertahan sekitar 24 jam. Jika tidak dibuahi oleh sperma pada saat itu, sel telur ini tidak akan bertahan dan keluar bersama dengan darah haid.

Jika seseorang melakukan hubungan seks tanpa pengaman seperti kondom saat haid maka ada kemungkinan ia hamil. Perhatikan gejala yang muncul seperti kram perut ringan, bercak atau spotting yang merupakan penyebab umum dari pendarahan setelah sel telur dibuahi, nyeri payudara dan murung. Gejala ini bisa terjadi 2 minggu setelah ovulasi.

Selain itu ada pula gejala hamil lain yang bisa muncul dan perlu diperhatikan setelah usia kehamilan mencapai 6-7 minggu termasuk mual, muntah dan kelelahan yang parah.

Sementara itu Dr Andri Wanananda, MS dalam konsultasinya di detikHealth menuturkan hubungan seksual saat mensruasi sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini karena saat haid terjadi pelepasan lapisan dalam dinding rahim, proses ini disertai keluarnya 35 ml darah dan 35 ml cairan serosa.

Hal ini menunjukkan adanya pembuluh darah yang terbuka, sementara itu gerakan penis ketika penetrasi ke vagina bisa memicu masuknya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka itu.

Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah terjadinya emboli, yaitu gelmbung udara yang masuk dan terbawa aliran darah. Bila gelembung ini menyumbat pembuluh darah sekitar jantung maka bisa berakibat fatal.

Sumber : detikhealth

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: