Mengawali Hobby Fotografi

“Katakan lewat gambar atau biarkan foto yang berbicara”

Belajar FotoEh, entah benar atau tidak ungkapan itu, yang jelas saat ini, secara bertahap semakin banyak orang yang menyukai hobby fotografi. Dari yang hanya bertujuan untuk dokumentasi, kini beralih kepada hobby jeprat jepret ini. Dari yang semula hanya memegang kamera handphone atau pocket, kini semakin banyak yang memiliki kamera yang lebih ‘canggih dan menantang’ fotografernya. Katakan saja seperti kamera DSLR (digital single-lens reflex). Namun jangan buru-buru menjustifikasi bahwa kamera DSLR pasti lebih bagus hasil fotonya. Banyak hal yang menentukan agar foto terlihat indah. Kelebihan kamera DSLR pada umumnya, semua memiliki sensor berukuran besar lebih besar dari kamera saku/ponsel, memiliki fungsi manual dan otomatis. Yang membedakan biasanya adalah desain, fitur dan koleksi lensa dan aksesorisnya.

Memilih kamera

Memilih kamera SLR digital yang tepat saat ini adalah urusan pelik tersendiri dengan banjirnya merk dan tipe kamera di pasar. Saat ini paling tidak ada 10 perusahaan pembuat kamera (Canon, Fujifilm, Leica, Nikon, Olympus, Panasonic, Pentax, Samsung, Sigma, dan Sony) dan total lebih dari  50 jenis SLR.  Karena itu saat memilih kamera, pertimbangkan : Anggaran yang kita miliki, seberapa serius kita nanti menekuni fotografi, kamera DSLR apa yang banyak dipakai teman-teman sekitar dan kemudahan dalam service maupun purna jualnya.

Saya sendiri saat memilih kamera tentu saja melakukan pencarian informasi mengenai kamera apa yang akan saya beli. Berdasarkan pengalaman dan  beberapa pertimbangan diatas, pilihan saya mengerucut kepada dua merek : Canon dan Nikon. Pengalaman saya menggunakan kamera pocket Canon membuat saya cenderung dan mengedepankan pilihan pada Canon. Tepatnya Canon 60D dan varian sejenis di bawahnya. Saya juga sudah mencoba kamera tersebut (milik teman). Kemudahan menggunakan serta hasil gambar close up yang sangat memukau menjadi nilai plusnya.

Pencarian saya tidak berhenti sampai disitu, sayapun mencoba kamera Nikon D5100 milik teman juga. Kesan akhir selama seharian mencoba kamera tersebut adalah kesulitan penggunaan dan hasil gambar close up (waktu itu macro) yang tidak sebagus Canon 60D menjadi nilai minus kamera ini.

Adalah hal yang aneh kalau kemudian pilihan saya justru jatuh ke Nikon D5100 ini.

Kenapa akhirnya memilih Nikon D5100?

Setelah melakukan berbagai pencarian di berbagai situs dan forum diskusi maupun interview langsung kepada pengguna Nikon dan Canon, ternyata Nikon D5100 dengan harga yang lebih murah dari Canon 60D, kualitas gambar yang dihasilkan justru lebih baik. Bahkan untuk kualitas gambar ini, dari snapsort yang menjadi salah satu rujukan memberi score 80 untuk D5100 dan 66 untuk 60D. Ukuran dan beratnya yang lebih kecil/ringan dibandingkan dengan 60D atau seniornya Nikon D90 juga menjadi nilai lebih dimataku. Lalu, kalau masalah kemudahan penggunaan saya berpikir dengan dipelajari terus menerus pasti bisa mengerti dan akhirnya user friendly dan saya pede tidak benar-benar gaptek.

Kenyataannya? Saya memang butuh waktu beberapa hari dan referensi untuk menguasai penggunaan manual kamera ini. Tapi secara prinsip lebih kurang sepuluh hari untuk cara penggunaan manualnya hampir semuanya sudah dikuasai. Fungsi-fungsi umum tombol maupun fitur yang ada di kamera sudah dimengerti. Sementara untuk menghasilkan foto yang baik dan indah butuh latihan dan proses. Sehingga alasan kesulitan penggunaan dalam kamera ini bagiku tidak lagi menjadi masalah.

Lalu bagaimana hasil fotonya? Kamera D5100 ini memiliki banyak fitur yang memanjakan penggunanya. Bagi yang hoby fotografi dan tidak suka mengutak atik settingan manual, settingan otomatis bawaan kamera ini untuk foto sudah sangat komplit. Misalnya untuk foto anak, untuk foto binatang, untuk foto anak ulang tahun/cahaya lilin, bunga, makanan, foto malam hari, sunset/sunrise, pemandangan, pesta/dalam ruangan, close up, olah raga dan lain-lain semuanya sudah ada. Untuk yang lebih tinggi sudah ada fitur HDR serta fitur editing foto sederhana didalamnya.

Mencoba semua fitur tersebut hingga sebulan menggunakannya,  membuat saya mengambil kesimpulan tidak ada keluhan dari kamera ini bahkan merasa sangat puas atau tidak menyesal kalau akhirnya telah memilih Nikon D5100.

Selanjutnya apa?

Tentu saja cara terbaik belajar adalah dengan terus dan terus mencoba. Belajar dan memahami konsep fotografi (khususnya tentang Triangle fotografi : ISO, Aperture (f) dan Shutter Speed) saat ini sangat mudah ditemukan diberbagai situs dan blog. Bergabung di grup-grup fotografi dan mendapat masukan dari para pakar fotografi akan menambah ilmu yang sebagian tidak ditemukan dalam konsep fotografi.
Jangan takut untuk terus memencet shutter kameranya. Jangan takut kehabisan shutter count. Dengan perkiraan 100.000 jumlah shutter count yang dimiliki kamera ini, bila rata-rata shutter tiap harinya 30 x maka butuh waktu lebih kurang 10 tahun untuk menghabiskan shutter count D5100 ini.

Konsep TRIANGLE Fotografi juga mestinya harus benar-benar di pahami sejak awal. Konsep inilah yang kemudian terus dicoba lewat jepretan-jepretan. Bisa dilihat bagaimana hasil foto kalau angka aperture (f) dirubah, demikian juga ISO dan shutter Speed nya. Triangle inilah dari kamera yang paling menentukan hasil foto.

Setelah memposting beberapa hasil foto jepretan, yang sering di koment adalah ketepatan ketiga unsur itu. Barulah komposisi dan angle nya…

Oya, untuk setingan kualitas foto idealnya menurut konsep di save dalam bentuk RAW. Tapi bagi kita pemula cukuplah dulu dengan JPEG-Fine. Lalu resolusinya? Sekali lagi idealnya kita menggunakan resolusi maksimal yang ada di kamera (16,1 Mpix). Itu akan membawa konsekuensi pada ukuran file yang sangat besar. Mensiasati ini bila kapasitas hardisk laptop terbatas tentu memiliki hardisk eksternal adalah pilihan terbaik. Atau bisa juga dengan memilih setingan resolusi yang lebih rendah dengan kualitas Fine juga (kan hasil fotonya masih banyak yang salah dan gak sesuai juga alias buat belajar). Atau secara berkala di back up dengan DVD kemudian dihapus dari hardisk laptop. Terserah kita….

    • Gudhal
    • September 4th, 2012

    Apa ini, info gak lengkap: ISO, waktu, cuaca dsb

    • Iya. Trima kasih sudah mampir. namanya juga baru belajar. Infonya juga masih belajar. tepatnya belajar bersama. detail masing2 komponen bisa di searching lebih lanjut. Tr kasih…

    • gatul
    • September 16th, 2012

    Aseeeeekkkkkkk , ane setuju banget ommm , rata rata kamera dslr nikon tuh butuh adaptasi dg man behind the gun nya dulu , haaahahahaha , nikon 5100 memang ajib

    • rahma
    • September 27th, 2012

    bau belajar hasilnya udee cakep tuh om. sy mau jg belajar. but sy bener2 butttaaaa bgt. sy ada nikon D90. bisa kasi sy info gmn cara belajarnya, biar hslnya keren kyk yg diatas2 itu. ! makasi🙂

    • Tinggal latihan. apalagi D90 hasilnya jauh lebih cuakep…..

  1. assalamualaikum. sy hobi fotografer sejak SD. belajarnya memakai kamera manual pentax asahi. sekarang sy mulai mempelajari dasar kamera dslr. yang mau sy tnykan, kelebihan dari ketajaman warna antara canon 50d dg nikon d90 secara garis besar lebih unggul yg mana? matur nuwun.

    • (dua2nya dah kamera bagus tuh. Masing2 punya plus minusnya. Tp jika sy harus milih, sy milih NIKON.)

  2. Mas apa sih yang membedakan Nikon dan Canon soal gambarnya?saya galau ni mau pilih nikon D5100 atau Canon 600D
    Mohon dibantu yak,:)

    • banyak aspek sih selain masalah gambarnya. Kalau dari segi kualitas gambar SAJA. jgnkan dgn 600D, dgn 60D pun Nikon D5100 masih unggul. Masalahnya byk faktor lain. kalo Canon lbh user friendly, menurutku kalau suka dgn obyek yg jauh/landscape bagus Nikon. Tp kalau utk foto yg dekat misal portait bagus canon. Ini berlaku kalo kita masih pake lensa Kit nya. kalau sdh beli lensa special masing kategori hasilnya akan lain.

    • stephen
    • Desember 6th, 2012

    saya baru beli nikon d90, sebagai pemula, dan lihat spesifikasinya ternyata bagusan nikon d5100, saya agak menyesal beli d90. Bagaimana menurut mas, apakah sebaiknya saya tukar saja dengan d5100 karena saya benar-benar pemula di dunia fotografi. Saya rasa saya akan lebih mengandalkan menu otomatis, atau d90 tetap pilihan bagus, meski umurnya sudah tua. Terimakasih

    • Wah… gak tuh. D5100 untuk pemula. cuman fiturnya memang lebih baru. Tp D90 itu sdh semiprofesional. Tinggal kitanya. manfaatin kamera kita. Apapun ‘senjata’nya tergantung yg dibelakang senjata itu lagi… bagus tuh D90. manfaatin.

  3. Excellent blog here! Also your web site loads up fast!
    What host are you using? Can I get your affiliate link to your host?
    I wish my website loaded up as fast as yours lol

    • Agiel
    • Juli 3rd, 2013

    Bagaimana jika dicompare dengan Nikon D 3200 bang, kira – kira mana yang lebih oke??
    Maklum ane lagi nyari referensi buat beli kamera bang…Thanks

  4. tanya gan , kamera canon 60d saya tu kalau pas cleaning sensor ngeluarin bunyi crip,,crip,,cripp gt wajar g ya gan

    • Oh… maaf sy kurang paham tentang canon ya… tp cb off kan autocleaningnya
      *maaf lama gak update

    • wulan
    • November 17th, 2013

    Selamat siang…

    Saya baru membeli nikon coolpix s2700 di L_z_d_. Saya sudah mengikuti petunjuk yang ada di dalam buku
    panduan bagaimana cara menggunakannya. Tapi masalahnya adalah setiap
    kali saya mencoba untuk mengambil foto, seperti tidak bisa soalnya di
    playback selalu terdapat tulisan “tidak ada gambar pada memori”, padahal saya sudah menekan penuh tombolnya. Tapi untuk pengambilan video
    berjalan baik, dan pada saat di playback juga ada videonya. Bagaimana
    ini, saya bingung, kok seperti tidak bisa mengambil foto padahal ini kameranya baru.

    makasih

  5. Mantap tulisannya pak ,,

  6. artikel mengenai tentang hobi photografinya sangat menarik untuk menginspirasi banyak orang

    • Syaiful
    • Desember 31st, 2015

    Kalo Di Bima,Toko Apayah Yang Jual Kamera?!

    • Banyak…. ada Johan Foto di pertigaan Soekarno Hatta Kampung Pane, Matacomp di Depan Manggemaci, Farida Foto di Bima atau Sentral Muslim di banyak Outletnya di Bima (salah satunya depan pertigaan Masjid Penaraga)

      Teman2 fotografer Bima juga banyak… banyak infonya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: