Selamat Idul Fitri 1433 H

Ramadhan telah berlalu. Alhamdulillah tahun ini Indonesia bisa rayakan bersama Idul Fitri. Selamat lebaran 1433 H. Mohon maaf lahir & bathin…….

Semoga Ramadhan memberi kita pelajaran berharga. Himah Ramadhan semoga beguna untuk hari-hari kita selanjutnya di luar Ramadhan. Kiranya Ramadhan kemarin dapat kita jadikan sebagai :

Pelatihan  diri untuk disiplin waktu. Kita dilatih untuk tepat waktu dan sesuai jadwal. Sebelum imsa’ kita harus bangun, menyiapkan dan makan sahur, waktu subuh kita sholat, waktu terbenam matahari kita berbuka, setelah itu kita sholat tarawih, dan seterusnya. Semua kita lakukan pada waktunya sehingga bisa dianggap kita telah dilatih untuk disiplin waktu.

Berikutnya, Ramadhan juga melatih kita untuk Seimbang dunia dan akhirat. Jika diluar Ramadhan kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, maka pada bulan Ramadhan kita belajar untuk menata diri dalam beribadah kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya. Kita bisa membiasakan berdoa dengan penuh keyakinan akan terkabul seperti yang kita lakukan di bulan Ramadhan.

Ramadhan termasuk Idul Fitri juga telah mengajarkan kita untuk suka Menyambung tali silaturrahim dan ukhuwah. Banyak orang bersedekah, memberikan takjil, belajar banyak ilmu tanpa membayar sepeserpun, saling bercengkerama dan lain sebagainya.

Puasa juga mengajarkan kita untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang tak berpunya. Kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa (mungkin dengan makanan yang lezat), sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.

Di Bulan ramadhan juga kita terbiasa melatih diri untuk menghindari dosa. Melatih diri kita untuk menghindari dosa-dosa di luar bulan Ramadhan seperti ghibah dan maksiat. Seharusnya setelah ini kita terbiasa untuk menghindari dosa-dosa tersebut. Juga melatih diri untuk berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Apalagi jika itu mengandung dosa. Kita juga dilatih bahwa hidup ini harus punya nilai ibadah, selain menghindari dosa. Menyingkirkan duri dan batu dari jalan, tersenyum pada orang lain bahkan hingga tidur pun dianggap ibadah.

lalu, Ramadhan juga sejatinya  mengajarkan kepada kita untuk sabar menghadapi cobaan. Mungkin diantara kita ada yang diuji dengan fitnah, hinaan atau apapun itu, namun kita bisa tetap sabar karena kita sedang puasa. Dengan demikian usaha syaitan memperuncing konflik menjadi gagal karena kita bersabar.

Beberapa hikmah itu telah kita ujicobakan selama bulan Ramadhan.

Sesungguhnya setelah Ramadhan inilah prakteknya….. Setelah Ramadhan inilah semangat itu dilipatgandakan. Terus berkarya. Terus berbuat baik. Yakinlah…. Kita tidak akan pernah dirugikan. Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt telah berjanji akan membalas Sempurna setiap kebaikan termasuk pemberian kita untuk sesama makhluk.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: