Rajin Olahraga Bikin Sperma Lebih Lincah

Trio mela firraz fakhriKehadiran anak adalah impian semua pasangan suami istri. Namun, tidak semua akan memperoleh anak dengan mudah. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Penulis sendiri merasakan hal itu. Dua tahun tidak mempunyai keturunan. Untuk mengisi waktu luang, maka olah raga adalah kebiasa yang kadang tidak terjadwal. Bahkan cenderung berlebihan. Hal ini bisa dimaklumi kalau lapangan badminton yang ada didepan rumah menjadi penyebabnya. Hampir tiap malam atau tiap ada kesempatan diisi dengan main badminton. Saat berkonsultasi kepada andrologi, disarankan untuk tidak berolahraga yang terlalu keras. Tapi anjuran tersebut tidak gampang diindahkan.

Ternyata, kini pria yang mengharapkan punya keturunan dalam waktu dekat disarankan untuk mulai menjaga kualitas spermanya, salah satunya dengan rajin berolahraga.  Demikian dikutip dari kompas (selasa, 6/11).

Gangguan sperma, seperti jumlah kurang dan kemampuan berenang yang terlalu lambat, merupakan faktor penyebab infertilitas pada pihak pria.

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang rajin berolahraga memiliki lebih banyak sel sperma yang jago berenang dibandingkan dengan pria yang malas bergerak. Hal itu terjadi karena dengan berolahraga kita menciptakan kadar hormon dan lingkungan yang baik bagi produksi sperma.

Para ahli berpendapat olahraga seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup pria yang berusia subur karena dalam 50 tahun terakhir terjadi penurunan kualitas sperma. Banyak faktor yang jadi penyebabnya, mulai dari kebiasaan minum alkohol, merokok, sampai kegemukan.

Tim peneliti dari Universitas Cordoba, Spanyol, membandingkan level hormonal dan kualitas air mani dari pria yang aktif secara fisik dengan pria yang jarang berolahraga.

Faktor yang dinilai antara lain jumlah sperma dan kemampuan geraknya, serta analisa hormon termasuk testosteron, kortisol, dan hormon stimulating folikel. Hasilnya, pria yang rajin berolahraga memiliki kualitas sperma yang lebih baik.

Walau begitu olahraga berlebihan bisa mendatangkan efek sebaliknya. Penelitian tahun 2010 menunjukkan bahwa kualitas sperma para atlet ternyata lebih rendah dibanding dengan pria yang aktif. Olahraga berlebihan diketahui akan menurunkan kualitas seperma.

Apakah berhubungan, setelah pindah dari lokasi yang membuat harus melayani partai badminton teman-teman yang datang, otomatis olahraga menjadi jarang. Anak kedua dan ketigapun hadir tanpa direncanakan. Jadi, nampaknya olahraga memang perlu tapi tidak perlu berlebihan. Olah raga yang teratur merupakan salah satu saran yang mungkin perlu diperhatikan oleh suami yang apalagi telah melakukan pemeriksaan  menunjukan daya motil sperma kurang.

Diluar dari konsep itu, konsep pikiran positif menjadi kunci untuk mendapatkan keturunan. Keyakinan bahwa akan diberi keturunan merupakan dorongan positif yang akhirnya membantu menghadirkan anak ditengah keluarga.

Semoga ………..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: