Foto Selective Colour

Selective Colour aMawar Orangedalah memilih warna tertentu sebagai Point of Interest (POI) dari sebuah foto. Banyak cara agar membuat selective colour pada sebuah foto. Dengan software familiar saat ini semisal Photoshop (Ps) banyak cara yang bisa dilakukan. Pun demikian dengan kamera keluaran terbaru sudah menyertakan fitur editing internal kamera untuk melakukan selective colour.

Kalau pada Ps bisa dilakukan dengan cara : setelah gambar dimasukan ke Ps : Image-adjusments-selective colour. Tinggal diatur warna mana yang dipilih. Lalu menaikkan atau menurunkan beberapa komponen warna seperti Cyan, magenta, yellow dan Black. Demikian juga metodenya bisa di pilih relative atau absolut.

Cara lain dengan Ps yaitu mengcopy dua file foto dimana salah satunya dibuat sephia atau blackwhite. Kedua Foto  lalu ditumpuk dan dihapus mana yang tidak diperlukan.

Sedangkan melalui software bawaan sebuah kamera, semisal Nikon D5100 dengan cara : menu-retouch menu-selective colour-ok-pilih foto-ok-pilih warna yang mau dipilih dengan cara menekan tombol kunci AE/AF-L, (tingkat kedalaman warna yang dipilih bisa diatur dengan memencet tombol panah/selektor multi- lalu geser kenop perintah ke kanan (saat digeser ke kanan, maka semua warna diluar warna terpilih akan menjadi BW)-pilih lagi warna yang diinginkan dengan cara yang sama tekan tombol kunci AE/AF-L dan sekali lagi putar kenop perintah ke kanan untuk memilih warna ketiga atau yang terakhir. Maka jadilah foto dengan warna pilihan kita (selective colour)

Selective colour ini menurut pengamatan saya sangat berguna untuk obyek yang background (Bg) nya terlalu rame atau obyek lain terlalu rame sehingga menghilangkan atau membingungkan yang mana POI dari foto tersebut. Meskipun tidak ada nilai absolut dari ukuran keindahan sebuah foto, namun sudah umum konsep fotografi menghendaki agar Bg tidak terlalu rame apalagi POI nya.

Misalnya pada foto anak-anak yang sedang melompat dari atas kapal dibawah ini, POI dari foto tersebut akan dirancukan oleh berbagai warna dan segala pernak pernik kapal dan Bg nya. Padahal sejatinya kita ingin mengedepankan atraksi anak-anak tersebut. Demikian juga foto seorang anak yang berdiri didepan pintu, akan kekurangan daya tariknya jika warna warni papan rumah itu menutupi ‘warna’ wajah si anak. Atau foto anak yang sedang mandi air hujan di kolam. Kita tidak akan langsung fokus melihat anak tersebut kalau warna airnya masih biru atau berbagai warna Bg nya masih rame.

Pada akhirnya, fotografi tergantung selera. Silakan tunjukan hasil karya fotonya pada beberapa orang. Kalau orang-orang itu mengatakan sudah bagus, ya sudah berarti fotonya sudah bagus. Namun fotografi juga adalah seni. Seni yang tak pernah mati. Tak pernah berhenti. Demikian juga ukuran dan keindahannya. Sehingga bukan berarti ketika foto kita diacungi jempol lantas membuat kita langsung berbangga diri dan menepuk dada lalu berhenti belajar. Tetap harus terus belajar, menggali ilmu dari para senior dan master fotografi. Tidak alergi terhadap kritik saran. Tidak menjadikan kekurangan aksesories ‘senjata’ yang dimiliki sebagai 1001 macam alasan. Pede dan terus belajar. Jeli menangkap moment dan komposisi. Melatih atau mengasah naluri fotografinya sehingga mungkin pada suatu hari kita, Anda akan dijuluki sebagai seorang fotografer handal.

Selamat berkarya…. salam jepret.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: