Pasukan TNI Berhasil Kuasai Bima

KRI Teuku Umar_6Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya berhasil menguasai Bima. Menaklukan Bima (Kota dan Kabupaten) pada semua titik dilakukan secara menyeluruh oleh ketiga Angkatan TNI termasuk pasukan khusus masing-masing angkatan. Secara berturut-turut berhasil dikuasai Pelabuhan Bima, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dan beberapa obyek vital lainnya seperti gedung Instansi pendidikan, kesehatan (Puskesmas/rumah sakit), Pertamina, dan akhirnya Kota Bima dan daerah teritorial Kabupaten Bima.

Rentetan kejadian ini merupakan simulasi latihan gabungan (Latgab) TNI yang berlangsung di Wilayah Kota dan Kabupaten Bima sejak Tanggal 13-18 Mei 2013. Latgab ini merupakan bagian dari Latgab TNI 2013 yang digelar di dua lokasi yaitu Sangatta Kaltim dan Bima NTB. Sebelum Latgab berlangsung, juga dilakukan Pra Latgab di Asembagus Situbondo Jatim yang saat itu Pra Latgab ikut disaksikan langsung oleh Presiden Sby.

 

39 Pasukan Rahasia Menyusup

Memulai operasi, Pasukan TNI berhasil mendaratkan 39 prajurit Kopassus (Komando Pasukan Khusus) di Wilayah Kabupaten Bima tanpa di ketahui musuh. Ke-39 pasukan khusus ini turun dengan terjun payung. Sebanyak 39 TNI secara bergantian melompat keluar dari badan pesawat TNI AU jenis A 130 Shot Body melalui ketinggian 7.000 Feet, sebagai Penerjun Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) yang berhasil mendarat dengan sempurna di wilayah musuh yang terletak di persawahan Kecamatan Woha Bima, NTB, Senin dini hari (13/5). 

Personil yang tergabung dalam penerjunan KDOL di bawah Koordinator Letkol Inf Wawan Puji Atmoko, terdiri dari : 12 orang dari Peleton Pandu Udara Brigif Linud 18/Malang, 14 orang Intai Amfibi (IFAM) Marinir, dan 13 orang Pengendali Tempur (Dalpur) Paskhas TNI AU Abdurrahman Saleh, sedangkan penerjunan dipimpin oleh Kapten Paskhas Riwan.  Selanjutnya ke-39 Penerjun tersebut melakukan Infiltrasi KDOL yang dilaksanakan secara rahasia pada malam hari untuk menghindari pendeteksian musuh. Setelah penerjunan akan dilaksanakan tugas untuk menyiapkan Dropping Zona (DZ) dalam rangka Operasi Linud, sehingga dapat dilaksanakan dengan aman tanpa diketahui oleh musuh. Mereka juga bertugas mengumpulkan informasi, termasuk soal kekuatan personal dan persenjataan lawan. demikian seperti dikutip dari tni.mil.id.

 

Bakti Sosial

Selanjutnya disela-sela mengikuti kegiatan Latgab, TNI juga berpartisipasi pada kegiatan bakti sosial pelayanan KB/kesehatan gratis bagi masyarakat Woha Kabupaten Bima. Disamping dihadiri oleh Direktur Latgab TNI yang juga Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, Kegiatan ini juga dihadiri Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Mar Faridj Washington, Dankorpaskhas Marsda TNI Amarullah, segenap Pejabat Teras TNI lainnya dan Bupati Bima Ferry Zulkarnain.

Operasi Linud

Operasi Linud (Lintas udara) sendiri rencanya akan digelar Jumat pagi (17/5). Namun karena cuaca buruk, operasi ditunda hingga keesokan harinya. Saat itu pesawat yang akan menerjunkan pasukan Linud hanya berputar-putar diatas Bima serta beberapa kali terdengar dentuman bom untuk membersihkan wilayah pendaratan pasukan terjun ini.

Operasi Linud akhirnya berhasil dilakukan pada Sabtu pagi (18/5) sekitar jam 08.30 wita. Sebanyak 450 pasukan berhasil diterjunkan. Operasi penerjunan pasukan ini di dukung 7 (tujuh) pesawat TNI AU 5 (lima) dari Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma dan 2 (dua) dari Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh Malang. Setelah mendarat mereka kemudian berjalan kaki menuju bandara Bima sejauh 2-3 KM. Operasi ini dimaksudkan untuk menumpas pasukan musuh yang masih menguasai Bandara Bima. Sebelumnya, Setelah informasi lengkap, tiga pesawat Super Tucano masing-masing membawa empat bom MK82 untuk membersihkan wilayah pendaratan pasukan terjun ini. Pembersihan ini juga untuk menjatuhkan moril pasukan lawan. Dalam pemboman dan penerjuan ini, ada dua pesawat tempur Sukhoi yang dikerahkan untuk mengamankan udara.

Setelah sampai bandara, dengan cepat, mereka menyerang dari arah kiri landasan. Langsung mengarah ke tower. Dari arah jalan depan bandara, sebagian satgas Linud meloncati pagar, menyerang tower dari arah belakang. Serbuan berlangsung seru. Kelompok merah bertahan.

Beberapa melarikan diri ke arah luar tower, namun malah bertemu dengan pasukan Linud yang menyerbu dari arah perimeter landasan. Beberapa anggota kelompok merah dibekuk dan dilumpuhkan dengan diikat dan diambil senjatanya. Penyerbuaan berlangsung kurang lebih dua puluh menit.

Ternyata, ada beberapa anggota pasukan pemberontak sembunyi di gedung utama bandara. Mereka dibekuk belakangan. Penyerbuan selesai sebelum pukul 12.00 WITA. Bandara Bima akhirnya berhasil dikuasai (kompas.com)

 

Pembebasan Pelabuhan dan Pertamina

Meski operasi Linud gagal digelar Jumat pagi (17/5), operasi pembebasan Pelabuhan Bima berlangsung lancar. Didahului oleh pendaratan pasukan Amfibi, TNI berhasil mengobrak abrik para GPK di pelabuhan Bima. TNI dari Batalyon Infanteri Marinir-7 Brigif 3 Mar Lampung, dipimpin Letkol (Mar) Agus Setya Warman (Danyonif), mengobrak abrik dan melakukan Pendaratan Khusus (Ratsus) Amfibi, di pinggiran pantai Lawata.

Dengan perkiraan kekuatan musuh satu Peleton diperkuat MO (Mortir) 60 menduduki Pelabuhan Bima dan sekitarnya serta gudang perbekalan. Kemudian satu Peleton minus diperkuat dua pucuk MO-60 GBNM (Gerakan Bersenjata Nusa Merdeka) menduduki Pertamina di Teluk Lawata Bima. Musuh satu Peleton dengan dua pucuk SMS (Senjata Mesin Sedang) juga menduduki SMK Jatiwangi, satu regu dengan 2 pucuk SMS sedang menjaga gudang amunisi di Keluarahan Lampe dan satu Regu berikutnya menduduki Kelurahan Rontu Bima.

Melihat situasi sudah tidak kondusif TNI berkekuatan 284 personil terdiri dari 270 prajurit Marinir dan 14 Taifib (Pengintaian Amfibi) segera mengambil langkah untuk kembali merebut sasaran Pelabuhan dan Pertamina yang telah dikuasai musuh tersebut. Satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasukan Pendarat (Pasrat) dengan menggunakan 3 (tiga) KRI yakni 2 KRI jenis Frosch dan satu KRI jenis Parchim yaitu KRI Teluk Sangkurilang, KRI Teluk Gilimanuk, dan KRI Teuku Umar. Pukul 02.00 satu demi satu prajurit TNI melakukan renang rintis sampai ke bibir pantai, kemudian memberikan tanda taktis agar prajurit lain menyusul. Prajurit yang lain menyusul menggunakan perahu karet (LCR) kemudian melaksanakan pendaratan Amfibi memakai teknik Ratsus dengan 21 perahu karet kemudian melaksanakan serbuan ke Pelabuhan dan Pertamina.

Pasrat akan bergerak dengan kerahasiaan tinggi dan merebut sasaran satu demi satu yang pada akhirnya Pasrat akan menduduki dan menguasai seluruh Kota Bima selama 2 hari dari tanggal 17 sampai 18 Mei 2013.

 

Antusiasme Warga Bima

Menyambut Latgab ini, masyarakat Bima menyambut dengan antusias. Pusat-pusat latgab menjadi sasaran kerumunan massa yang ingin melihat dari dekat. Di kawasan bakal Kantor Bupati Bima di Godo-Woha dan Pelabuhan Bima menjadi area yang paling banyak dikunjungi warga. Bahkan saat penerjunan pasukan Linud, masyarakat tumpah ruah sepanjang jalan dan sekitar lokasi penerjunan. Demikian pula di pelabuhan Bima. Masyarakat tumpah ruah dan berdesak-desakan untuk dapat naik ke atas kapal perang yang sedang bersandar.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: