Di TNI AU

dg skuadron 45Perjalanan panjang dari Baduy membuat kami sampai di kompleks TNI AU Halim Perdana Kusuma menjadi sangat terlambat. Dari jadwal jam 10 pagi, kami baru sampai jam 4 sore. Kami langsung dikumpulkan di showroom Skadron 45. Kami langsung di ‘bentak’ dengan cara-cara militer. “Bapak-bapak, ibu-ibu, ini lingkungan militer, jadi tolong sesuaikan dengan lingkungan militer”. Kami disuruh makan dan harus habis dalam 5 menit tidak boleh ada yang bersisa. Wuaduh…… (udah belum pipis, harus minum pulak 1 botol 600ml air, plus tambahan krupuk dan pisang punya teman yang gak bisa habisin). Setelah upacara penyerahan, kami sholat dan diangkut truk/bis tentara menuju barak/tenda.

Sebelum maghrib kami sudah harus siap menuju aula skadron teknik. Setelah maghrib kami mulai menerima materi. Sekitar jam 21.30 kami pulang kembali ke tenda. Kami diperintahkan sudah harus istirahat jam 22.00 wib. Hmmm…. sempat berpikir aneh. Jadwalnya sampe jam 23.00 kok jam 22 sudah disuruh tidur. Akupun segera mengirim pesan whatshap ke teman-teman kelompok agar tidur dalam keadaan siaga (maksudnya siap kalau sewaktu-waktu dibangunkan). Benar saja, jam 23.45 tiba-tiba sirene berbunyi. Disertai panggilan dan hitungan segera berbaris di halaman Marcelling Area (MA) tersebut. Ternyata kami akan melakukan jelazah malam. Ceritanya seluruh kompleks sudah dikepung musuh, tinggal MA ini yang masih aman. Kami harus mengantarkan pesan ke Posko berikutnya dengan cara dan melalui berbagai rintangan.

Jam 00.00 kita masih berproses pada kegiatan jelajah malam di hutan kompleks TNI AU. Masih ada kelompok 4-10 yang belum berangkat. Menunggu keberangkatan di halaman (MA), diisi dengan tanya jawab dan berbagi pengalaman dengan Lettu Bayu Tirta Murti, ST. Cuaca malam itu juga sangat tidak bersahabat. Gerimis terus mengguyur, sedangkan satu kelompoknya diberangkatkan tiap 10 menit. Giliran terakhir adalah kelompok 10, kelompok Dayak.

Seperti kelompok (regu) sebelumnya, regu Dayak juga mendapat tugas untuk menyampaikan sebuah amplop berisi pesan rahasia kepada posko selanjutnya. Petunjuk bagi regu Dayak hanya dua : Amankan isi pesan dan tetap berjalan lurus diatas aspal. Jam 01.05 Wib, kelompok kami (Dayak) berangkat dari Posko pertama. Menyusuri jalanan gelap yang belum pernah kami jumpai tentu menghadirkan berbagai dugaan dan kecemasan. Sesekali hanya terdengar sayup suara burung entah burung apa namanya makin menghadirkan susana tegang.Waspada, tetap diatas aspal dan saling menjaga,  itu yang selalu kami ingatkan.

Di Pos kedua, pesan yang kami bawa ternyata berisi deretan kata sandi yang harus kami pecahkan. Setelah berhasil memecahkan kata sandi, kami diharuskan berangkat untuk menyampaikan pesan tersebut kepada Pos-3. Menuju pos-3, kami harus melewati hutan yang makin gelap, sementara senter kami cuma satu untuk 12 orang anggota regu kami. Kami harus benar-benar bekerja sama dengan kompak saat itu. Setelah memastikan jalan didepan aman, ketua regu kembali ke belakang untuk memberi penerangan pada anggota. Apalagi jalanan yang becek sisa kaki lebih dari 100 orang teman-teman sebelumnya, makin menyulitkan langkah dan membuat kami tetap waspada. Sampai akhirnya kami sampai di sebuah turunan yang sangat licin.

Baru saja kami merasa lega karena sudah lepas dari tantangan itu, kami dikejutkan dengan kehadiran seorang pembina. Kami tiba-tiba dimarahin yang kami sendiri tidak nyambung alasannya. Penjelasan ketua regu juga tidak bisa diterima. Tetap saja dengan ba bi bu langsung menyerang kami dengan kemarahan dan nasehatnya. Saat kami menghadap dengan kemarahannya, ketua regu sekilas melihat bayangan hantu-hantuan yang diletakkan dibelakang kami. Sosok warna putih melambai di kegelapan malam itu. Kamipun saling berbisik agar tidak kaget dengan sosok itu.

Langkah kami pun diteruskan ke Posko 3. Disini kami diberikan 6 soal. Berapa jumlahnya lalu dibagi 10. Hasilnya kami dapat angka 9. Padahal yang benar 10. Mengikut petunjuk angka 9 tersebut, ketua regu dibantu 2 orang anggota mencari petunjuk sebanyak 9 langkah ke samping. Karena kami tidak fokus dan sinar senter elektrik yang kami miliki makin meredup membuat kami tidak bisa menemukan kertas dan balpoint yang menjadi petunjuk.

Perjalananpun dilanjutkan ke Pos 4 atau Pos terakhir. Disana kami diharuskan menyampaikan pesan yang telah kami bawa tadi : Untuk keamanan dan kesantausaan kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dibawah guyuran hujan yang makin dueras, pesan berhasil disampaikan dan misi selesai. Kami merasa perjalanan kami untuk menyelesaikan misi tersebut sangat cepat mengingat kami sangat cepat menyelesaikan kata sandi yang kami bawa dari pos 1.

Perjalanan pulang ke barak sejauh 2 km itu dilakukan dibawah guyuran hujan deras yang mem-basah-kan semua. Sangat beruntung teman-teman yang telah membekali diri dengan mantel atau jas hujan. Sampai di barak sudah jam 03.00 wib. Beberapa teman-teman memaksakan diri untuk mandi. Bahkan beberapa akhirnya tidak tidur atau tidak bisa tidur hingga adzan subuh tiba.

Usai sholat subuh, kami langsung berbaris dihalaman MA. Pemanasan olahraga di Pimpin oleh Pak Didi Djunaedi, Kapten Penerbang (mudahan bener nie…). setelah pemanasan kami selanjutnya berlari pagi mengelilingi skadron 17 di lingkungan Lanud Halim Perdana Kusuma (Halim PK). Setelah itu kami sarapan. Mengambil nasi/sarapan satu persatu dan berdiri memanjang sepanjang halaman MA.

Setelah acara pembersihan, kami mulai melakukan acara outbond. Inilah acara yang sangat seru. Kami yang terdiri dari 10 regu dasar kemudian diberi pengarahan mengenai tata cara permainan dalam outbond itu. Memulai permainan, kami lalu membuat lingkaran besar. Sambil berpegangan tangan kami berjalan keliling sambil bernyanyi lagu disini senang disana senang. Tiba-tiba instruktur berteriak : kelompok 5 ! spontan kami berhamburan mencari 4 orang teman yang lain. Yang tidak dapat teman disuruh maju ke tengah untuk dihukum nyanyi, yel-yel atau lainnya. Selanjutya kelompok 7, kelompok 12, kelompok 15 dan terakhir kelompok 25. Pada akhirnya ada 4 regu dengan jumlah 28-29 orang tiap regunya.

Tiap regu ini juga langsung menyiapkan yel-yel penyemangat, dan mulai mengambil berbagai macam mata lomba/permainan. Sebanyak 11 orang Kelompok Dayak sebagian besar bergabung ke grup 4. Secara bergiliran ke-empat regu memainkan lempar bola, tranfer air, mengantarkan botol air, nyebrang sungai, tranfer tepung, putaran roda dan hulahoop. Bahkan yel-yel, hulahoop dan tranfer botol air dilombakan. Kelompok 4 meraih juara 1 untuk lomba hulahoop, serta juara dua untuk yel-yel. Sedangkan kelompok kelompok 1 meraih juara I untuk lomba mengantar air dalam botol. Juara I untuk yel-yel adalah kelompok II videonya bisa didownload disini. Atau yel-yel kelompok I dan IV disini

Jam 12.00 wib dengan memakai kendaraan kebesaran-truk dan bis tentara-kami menuju ruang serbaguna skadron tehnik. Sesampai disana kami sholat Dhuhur ashar jamak qashar. Selanjutnya mengkuti materi dari Letkol (Pnb) Jony “White Lion” Sumaryana.

Acara berikutnya adalah berkunjung ke Lanud Halim PK. Tujuan pertama kami disana adalah museum angkatan udara. Namun karena sesuatu dan lain hal kami tidak bisa langsung masuk. Perjalanan juga sempat terhenti sejenak karena ada rombongan RI1 yang lewat. Kami terpaksa berkeliling terlebih dahulu ke skadron-skadron udara seperti Skadron 17 untuk pesawat VIP, lalu skadron 31 untuk pesawat hercules, skadron 2 untuk pesawat angkut kapasitas sedang seperti CN 235, CN 239 dan skadron 45 untuk helicopter. Kami juga akhirnya bisa masuk museum, sebelum kembali ke pesawat-pesawat hercules yang diparkir di lanud.

Sisa waktu yang ada kami gunakan menyiapkan diri menjelang acara pentas seni dan api unggun. Dari para peserta sebanyak 10 kelompok menampilkan atraksi budaya. Sedangkan dari para instruktur menyiapkan hadiah untuk berbagai lomba. Termasuk kambing guling.  Dan acara akhirnya ditutup dengan penyampaian kesan pesan dari seluruh perwakilan kelompok.

Esok harinya (Senin, 24/2/14), kami melakukan olah raga pagi, makan bersama di halaman dan bimbingan Peraturan Baris Berbaris (PBB) ala militer. Bagi kami kelompok 4 sangat mengasyikkan karena pelatih kami sangat pintar. Latihan PBB ini kemudia di lombakan di showroom skadron 45 sebelum acara penutupan. Dan ternyata…kelompok 4, kelompok kami meraih juara 1.

Setelah acara ditutup kami kembali ke Wisma Makara UI dengan diantar oleh truk/bis tentara TNI AU. Terima kasih TNI AU, jayalah dirgantara Indonesia. Sebuah pengalaman yang sempurna !

  1. Februari 22nd, 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: