Manajemen Lean

Lean adalah metode yang digunakan untuk merampingkan proses, sehingga meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Lean mengembangkan proses yang lebih cepat, lebih efisien dan ekonomis, dan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pasien. Manajemen Lean (Lean Management) merupakan salah satu metode dalam manajemen operasional untuk memperbaiki proses. Termasuk proses dalam pelayanan pasien. Metode lean memiliki keunggulan yang dapat memenuhi semua skala operasional, strategis, taktis bukan hanya pada perusahaan manufaktur namun juga pada perusaan jasa seperti dalam pelayanan kesehatan. Karena dalam manajemen lean fokusnya adalah pada perbaikan alur proses dengan menghilangkan pemborosan (waste) yang dapat menganggu alur proses. Dengan mengaplikasikan manajemen lean maka sebuah unit bisnis termasuk rumah sakit dapat menghemat uang, waktu, ruang, alat dan bahan habis pakai serta persediaan logistic lainnya. Hal ini disamping memberikan efisiensi juga meningkatkan value bagi pasien (Nilai tambah dari perspektif pasien).

Pendekatan lean ini sebenarnya sudah lama digunakan pada perusahaan manufaktur. Toyota, produsen otomotif kenamaan dari Jepang telah mengembangkan sebuah system yang disebut Toyota Production System (TPS). Pada dasarnya TPS adalah upaya mengurangi atau menghilangkan waste. Dengan demikian pada dasarnya lean adalah tentang bagaimana menempatkan hal yang benar ke tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat, secara terus menerus dan berkelanjutan untuk mencapai kesempurnaan.

Dalam pemikiran Lean terdapat 5 prinsip, yaitu :

  1. Value spesifik bagi konsumen
  2. Mengidentifikasi value stream dan mengeliminasi waste
  3. Membuat value flow
  4. Melibatkan dan memberdayakan karyawan
  5. Terus menerus melakukan upaya perbaikan untuk mencapai kesempurnaan

Dalam prakteknya di pelayanan kesehatan, langka-langkah prinsip metode lean meliputi : (1) Value spesifik bagi konsumen, (2) Mengidentifikasi value stream, (3) Membuat  value flow, (4) Mensuplai apa yang diinginkan customer, (5) Terus menerus melakukan upaya perbaikan untuk mencapai kesempurnaan.

Dalam pelaksanaan prinsip-prinsip metode lean, penting dipahami adalah Value (nilai tambah bagi pasien). Sebab yang tidak bernilai tambah bagi pasien (Non Value Added) disebut sebagai waste. Lean adalah upaya sungguh-sungguh mengeliminasi waste untuk memastikan seluruh pemberian jasa pelayanan dilakukan dengan aman, berkualitas tinggi, tersedia setiap saat diperlukan dengan biaya yang sesuai. Termasuk juga tentang upaya mengembangkan setiap orang agar mampu memecahkan masalah yang dihadapi setiap hari untuk menjadi lebih baik atau bahkan sempurna. Karena itu dalam imlementasinya, Lean harus mengusahakan agar Setiap kegiatan ber fokus pada value-add bagi customer, dengan waktu proses yang minimal, menghindari penumpukan dan tidak melakukan aktifitas ganda.

Ada 8 (delapan) Waste dalam pandangan lean, Yaitu : Defect, Overproduction,  Overprocessing, Waiting,  Transportasi, Inventory, Motion, dan Talent. Ke delapan waste atau Muda dalam bahasa Jepang ini bisa diperoleh dari berbagai macam flow dalam proses pelayanan pasien. Setidaknya ada 7 (tujuh) flow dalam pelayanan kesehatan yaitu : Pasien, Staf, pengobatan, persediaan, perlengkapan dan Informasi.

Untuk menegimplementasikan lean, berbagai tools pendukung bisa dipergunakan. Diantara tools tersebut antara lain : Visual Management, Kanban, 5S,dan Root Cause Analisys.

Untuk keberhasilan pelaksanaan lean, kuncinya adalah setiap karyawan yang datang bekerja setiap hari harus terus berpikir bagaimana meningkatkan work environment nya dengan penuh komitment (continuous daily improvement). Karena itu dalam lean, sangat penting untuk menghargai setiap orang, baik pasien maupun karyawan.

Sumber bacaan:

Graban, M. (2012). Lean Hospital (Second Edi., pp. 1–229). New York: CRC Press.

leanindonesia.com. (2014). Lean Hospital (accessed Desember 27, 2014)

Lord, Z., & Smith, L. (2012). Bringing Lean to Life. NHS Improvement.

Naraghi, A. M., & Ravipati, U. P. (2009). Lean Healthcare, (12).

Womack, J. P., & Jones, D. T. (2003). Lean Thinking. New York: Free Press.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: