Badai pun ada Hikmahnya

anginSabtu sore, 14 Februari 2015, Kota Yogyakarta dan sekitarnya dilanda hujan angina yang cukup kencang, kalau tidak disebut badai. Saat itu aku sedang tertidur karena ke-ngantuk-an di depan laptop di ruang tengah jadi kaget terbangun dan melihat ke jendela/pintu depan. Wah, angina nya kenceng banget. Dahan pohon Nampak jatuh di atas antena tv, buru-buru TV yang sedang Melati tonton kumatikan. Sekalian cabut colokannya.

Hikmahnya?

Aku tinggal di sini baru sekitar sebulan, disamping dan belakang rumah di halangi oleh tembok tinggi, sementara di halaman dibalik tembok tinggi tersebut ada beberapa pohon yang cukup tinggi dan sebagian dahannya masuk ke dalam halaman rumah. Sepanjang tinggal di sini aku sering berpikir, “orang nie harusnya mikir, itu dahan pohonnya sebagian besar masuk dan tentu saja daunnya banyak yang jatuh, mengotori halaman rumah orang tiap hari. Mending juga pohon mangaa, rambutan sejenis, bisa dimakan. Tapi ini daunnya tok. Harus nyampu terus”. Tapi yang paling mengganggu adalah yang di bagian belakang. Itu membuat halaman praktis tidak ada matahari yang bisa masuk.

Risau akan hal tersebut, aku terus berpikir bagamaimana caranya. Jika saja ada jalan tembus menuju rumah yang punya, aku akan datang minta ijin untuk potong (meskipun kita berhak memotong, tapi sebagai pendatang baru, aku tetep ingin menjaga etika). Tapi ini tembok tinggi dan kalau mau ke rumahnya aku gak tau harus lewat mana.pohon tumbang Akhirnya, rabu sore atau tiga hari sebelum angin kencang melanda aku menulis surat dengan sehelai kertas HVS yang telah di bungkus plastic. Surat dengan spidol hitam tersebut intinya minta maaf dan mohon ijin untuk memotong dahan pohonnya yang masuk halaman rumah ku. Suratnya kupake galah untuk melempar masuk ke halaman dibalik tembok tinggi itu. Setiap hari aku mengecek balasan tetep tidak ada balasan. Sampai akhirnya sabtu sore jelang maghrib aku membuka pintu belakang untuk kembali mengecek surat balasan. Saat pintu terbuka, mataku terbelalak…..

Pohonnya ternyata tumbang, memang sebagian besar masuk halaman rumahku. Tapi aku yakin, pemilik akan segera memotongnya dan aku tidak perlu bersusah payah memotongnya (mikir mau pinjam pemotong/parang siapa juga tidak tau). Allah lah membalas surat ku…. Subhanallah….. Ternyata angin kencang tadi ikut merobohkan pohon yang merisaukan aku, yang menutupi halaman belakang rumah kontrakan ku ini. Mungkin robohnya pohon itu yang buatku kaget terbangun tadi….

Terima kasih ya Allah…. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian.
🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: