“Pemprov NTB Harus Ambil Kesempatan ini”

LPDP NTB (3)

Kuartet Awardee LPDP NTB dari Bima di PK27

Provinsi NTB adalah salah satu provinsi yang masih berada diurutan buncit Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). IPM NTB  seperti yang dipublikasikan BPS NTB, untuk tahun 2013 masih berada di urutan 33 dari 34 provinsi di Indonesia dengan Nilai 67,73. Hanya unggul dari Provinsi Papua (66,25), tapi masih dibawah NTT (68,77), Papua Barat (70,62) dan Maluku Utara (70,63).  Bukan perkara mudah untuk mendongkrak keadaan ini. Meskipun dalam lima tahun terakhir secara statistik menunjukan peningkatan (berturut-turut sejak Tahun 2009 : 64,66—65,2—66,23—66,89—dan Tahun 2013 67,73) tapi angka ini masih dibawah IPM rata-rata Nasional yang diatas 70. Karena itu, diperlukan kerja keras, kebijakan yang tepat dan kemauan yang sungguh-sungguh dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan seluruh masyarakat NTB untuk mewujudkannya.

Salah satu indikator yang menjadi kendala dalam peningkatan IPM di NTB  adalah pendidikan. Terdapat 2 variabel dari komponen pendidikan ini yaitu angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Kedua variabel ini  dihitung secara bersama dengan indeks IPM lain  yaitu Indeks harapan hidup dan Indeks standar hidup layak. Ini menjadi salah satu alasan betapa pendidikan memegang peranan penting dalam menentukan nilai IPM.

Saat ini, sebagai salah satu ikhtiar bangsa dan untuk meningkatkan IPM Indonesia secara keseluruhan, LPDP, Lembaga yang mengelola dana pendidikan dari pemerintah (disisihkan dari 20% anggaran pendidikan dalam APBN), memberikan peluang beasiswa, membiyai sekolah putra putri terbaik bangsa dari seluruh Nusantara. Diberikan kesempatan yang sama bahkan bagi daerah-daerah tertentu atau warga negara tertentu diberikan kemudahan, dibantu persiapannya sebelum sekolah. Itulah yang secara mandiri telah dilakukan oleh putra putri NTB dalam dua tahun terakhir. Jika pada tahun 2013 hanya ada 6 orang penerima beasiswa ini dari NTB, maka pada Tahun 2014, jumlahnya sudah jauh meningkat menjadi sekitar 50 orang. Angka dan peningkatannya terlihat besar, namun justru masih kalah dengan Papua Barat (Head to head lagi dalam upaya menaikkan peringkat IPM).

Inilah kesempatan buat pemerintah Provinsi NTB, setidaknya itulah antara lain kesimpulan dalam diskusi terbatas awardee (penerima) Beasiswa Pendidikan Indonesia dari NTB di RM. Bale Bebakaran Yogyakarta (21/2/15). “Pemprov NTB Harus Ambil Kesempatan ini”, Ujar Zainul Yasni, salah satu awardee LPDP dari NTB. “Karena LPDP, tidak hanya akan bermitra dengan institusi pendidikan, namun juga bisa bermitra dengan pemerintah daerah. Baik dalam menyiapkan calon penerima beasiswa maupun dalam memanfaatkan para lulusan dari LPDP. Sesuai dengan prioritas pembangunan daerah”, lanjutnya.

Bahkan beberapa langkah kongkrit ditawarkan oleh awardee, seperti pemprov hanya perlu menyiapkan lembaga kursus bahasa yang berkualitas, tidak hanya di Lombok namun juga di Pulau Sumbawa, agar yang ingin melanjutkan pendidikan dapat lebih mudah memenuhi persyaratan bahasa. “Dari pada menyiapkan anggaran 500 juta untuk membiayai beasiswa 5-10 orang, lebih baik uang tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan putra putri NTB agar bisa lolos beasiswa LPDP. Dan penyediaan sarana maupun pengajar bahasa ini akan menjadi modal yang akan terus bergulir, melahirkan calon penerima beasiswa LPDP tahun-tahun selanjutnya”, Lanjut Munzijun, Putra Lotim yang akan melanjutkan pendidikan di Australia.

Hasil lain dari diskusi adalah agar para awardee juga secara mandiri dan individual melakukan sosialisasi yang bisa dilakukan sesuai kapasitas. “Masih banyak teman-teman kita di NTB yang belum tau tentang beasiswa ini. Bahkan dekan saya sendiri belum begitu mengerti tentang beasiswa ini”, Ujar Musahrain, awardee LPDP dari Wera Kabupaten Bima yang berencana melanjutkan pendidikan teknologi pendidikan atau linguistiknya di Malaysia.

Sebagaimana diketahui, LPDP memberikan beasiswa kepada putra putri terbaik bangsa untuk melanjutkan pendidikan. Ada lima jenis beasiswa yang diberikan, yaitu : Beasiswa Magister dan Doktor (regular), Beasiswa Afirmasi (magister dan doctor bagi daerah 3T, mahasiswa miskin berprestasi, warga negara yang berjasa buat negara,  institusi strategis sperti TNI, Polri), Beasiswa Tesis dan Disertasi (bantuan biaya tesis 25 juta dan Disertasi 75 juta), Beasiswa dokter spesialis (Anak, Obgyn, Peny. Dalam, Gizi klinik dan Anastesi) dan Beasiswa Presiden (setahun sekali, di 50 Top universitas dunia).

Bagi penerima beasiswa, tidak hanya menerima biaya pendidikan dan living allowance (LA) sesuai masing-masing kota, juga menerima maksimal 15 komponen beasiswa seperti biaya kedatangan, biaya tesis disertasi, biaya asuransi kesehatan, kepulangan, force major, bahkan tunjangan keluarga yang ikut serta (maksimal setengah dari LA awardee).

Jadi, sangat beralasan jika kesempatan ini harus diambil. Pemprov, Pemkab/Pemkot tidak perlu mengeluarkan uang untuk beasiswa bagi warganya yang ingin sekolah. Tinggal dibantu, difasilitasi. Agar lebih banyak yang akan mendapatkan beasiswa ini. Agar IPM daerah NTB terus “terbang” naik sejajar dengan IPM daerah lainnya di Nusantara.

Berikut adalah beberapa awardee LPDP dari NTB

  1. Mantaps mbk Nining..See you

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: