Perjalanan ke Tawangmangu (bag.1)

air terjun grojogan sewu tawangmangu_41Niat utamanya adalah ke Ar terjun Grojogan Sewu dan dan Air terjun Jumog. Berangkat dari stasiun Tugu Yogyakarta, saya menggunakan kereta Prameks seharga Rp. 6000 jam 07.26-07.30 wib. Sampai di stasiun Solobalapan sekitar jam 08.40 wib. Keluar dari stasiun Solobalapan saya terus berjalan, mengabaikan berbagai tawaran tukan Ojek dan becak atau taxi di depan stasiun. Lalu belok kiri berjalan melewati pom bensin sampai di perempatan (hati-hati karena disitu tidak ada trotoar). Di perempatan itu saya menunggu bis kecil yang menuju Terminal Tirtonadi, cukup dengan bayar Rp. 2000 (Kalo becak atau ojek bisa sampai Rp. 20000). Turun di depan terminal dan tunggu bis jurusan Tawangmangu yang keluar. Ada 3 bis yang bisa menjadi pilihan yaitu : Langsung Jaya, Rukun Sayur dan Setia Usaha.

 

Saya naik Naik bis jam 08.55 wib, meskipun bis besar tapi jalannya (ngebutnya) seperti angkot, saling berebut duluan dengan kendaraan lain. Sekitar 09.30 wib sudah berada di depan kantor utama Kabupaten Karanganyar seperti Kantor bupati, Kantor DPRD, kantor Polisi dll. Perjalanan bisa saja lebih cepat andai tidak sedang ada pengerjaan mungkin fly over. Kepada kondektur bis saya menyerahkan uang 100rb yang yang kemudian dikembalikan 85rb (berarti sewa Bis 15rb, sebelumnya saya bilang mau ke Air terjun Grojogan Sewu dan juga mungkin melihat tampilan : ransel di pundak, tripod). Akhirnya jam 10.20 sudah sampai diterminal bis Tawangmangu. Keluar dari situ saya bertanya kepada petugas Dishub yang menjaga pintu terminal, angkutan yang menuju air terjun Grojokan sewu, atas petunjuknya saya naik angkutan kecil yang sedang mengantri di depan terminal dan disuruh bayar 5rb. Lumayan lama menunggunya, sekitar 20 menit. Saat angkutan tersebut jalan (menanjak), satu persatu turun dan ternyata saya sudah kelewatan. Sopir menawarkan saya untuk turun saat pulang, tapi karena saya merasa baru saja jalan angkutannya, kalau sudah lewat berarti tidak terlalu jauh lewatnya. Kalau jauh tentu saya masih di terminal. Benar saja, setelah menanyakan satpam di depan kantor balai besar obat dan obat tradisional Kemenkes, saya melewati jalan depan kantor itu melewati dederatan penjual buah lalu belok kiri dan belok kanan sebelum akhirnya terlihat petunjuk menuju Air terjun Grojogan Sewu.

Sampai di depan gerbang dan loket air terjun, Nampak banyak monyet berkeliaran. Sejujurnya saya kaget, tapi cepat-cepat mengeluarkan kamera untuk mengabadikan moment mereka. Lalu saya membeli karcis, ada dua lembar. Saya tidak perhatikan, yang penting masuk. Harganya Rp. 11.500. Ada yang menawari pulangnya naik kuda seharga Rp. 70rb, tapi saya menolaknya, jalan turun satu persatu tangga, sesekali mengabadikan jalanan itu. Sempat mikir juga tentang resiko longsor dll. Tapi disepanjang jalan tangga batu itu banyak dipasang nomor emergency yang bisa dihubungi.

 

Dari luar atau dari jauh, bunyi air sudah terdengar menderu, seolah hadir diantara pohon-pohon yang tumbuh lebat di lereng gunung itu. Sampai di lokasi air terjun, monyet masih banyak berkeliaran, ada juga kolam yang sesekali membuncahkan air. Dan….. air terjunnya. Waw…….. amazing….. awesome….!

 

Ambil gambar umum bersama alam sekitar lalu buka tripod, cari posisi dan mulai mengabadikan. Sesekali juga sempat berselfie dengan tripod, pasang timer dan 4 kali jepretan… lumayan, biar ada bukti kalau BENAR saya pernah ke air terjun ini. Sempat saat asyik mengatur jepretan, pocari yang tersembul dari kantong samping tas direbut monyet dan syettt…dia sudah berada di atas tali jembatan. (Syukurlah Cuma pocari yang belum kubuka itu yang diambil. Bagaimana kalau kameraku?)

 

Setelah puas mengambil gambar, waktunya pulang. Melihat waktu dan persediaan baterai, sudah tidak memungkinkan untuk ke air terjun Jumog (berarti harus direncanakan kembali lain waktu). Waktunya menapaki tangga-tangga batu kembali. Wow…melihat keatasnya lumayan juga. Meski disisi jalan beberapa peringatan dilarang berhenti, namun tetep saja banyak yang berhenti dan beristirahat. Kayaknya bukan sengaja tapi memang capek, tidak mampu dan sudah ngos-ngosan. Dan…ternyata di penghujung jalan ada tulisan “ Selamat anda telah turun dan naik 1250 tangga”, padahal itu tangganya lumayan lebar.

Bagaimana perjalanan pulang dan foto-foto lainnya? Liat tulisan bagian keduanya disini

 

 

  1. Maret 12th, 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: