Hikmah Isra Mi’raj

triple jupiter bulan venusSetidaknya menurut saya ada 4 hikmah dari kejadian isra mi’raj ini:

1. Kesadaran akan kebesaran Allah

Logikanya Isra Mi’raz itu benar dan logis. Jika Nabi Muhammad adalah milik Allah dan langit serta alam ini milik Allah dan dalam kondisi ini Allah yang menghendaki, apa susahnya? Sederhananya seperti ini. Jika kita punya balpoint lalu anda taruh di meja dan mau anda pindahkan ke saku, ke laci, ke atas rak buku, tidak susah bukan? Karena balpoint itu adalah milik kita.

Perjalanan isra Mi’raj kan ada perjalanan horizontal dan vertical. Saat perjalanan vertical ini kita percayai sebagai perjalanan sampai menembus langit yang ketujuh. Mari kita lihat betapa Kuasanya Allah pemilik jagat raya ini. Apa yang bisa dilihat dari Bumi hanya sebagian kecil dari jumlah bintang di Galaksi Bima Sakti. Perkiraan terbaik menurut ilmu pengetahuan adalah bahwa di Galaksi Bima Sakti saja ada sekitar 200 – 400 miliar bintang-bintang. Matahari sebagai contohnya.  Jarak bumi ke matahari adalah 150 juta kilometer. Ini akan susah kita menghitungnya. Maka untuk mempersingkat, kita menggunakan satuan tahun cahaya dimana dimana kecepatan cahaya itu mencapai 299. 792 km/detik atau dibulatkan menjadi 300.000 km/detik. Dengan jarak dan kecepatan cahaya sekian maka dibutuhkan waktu 8 menit agar cahaya dari matahari sampai di bumi . Jadi, sinar matahari yang sampai ke mata kita sekarang adalah sinar matahari 8 menit yang lalu. Cahaya matahari itu berjalan selama 8 menit barulah sampai ke mata kita. Contoh lainnya adalah bintang Alpha Century yang jaraknya dari bumi adalah 4 tahun perjalanan cahaya. Jadim Kalau kita melihat bintang kembar pada malam hari, maka sebetulnya itu bukanlah cahaya bintang kembar saat itu, melainkan cahaya bintang 4 tahun yang lalu. Di belakangnya lagi ada bintang yang berjarak 10 tahun perjalanan cahaya. Bayangkanlah kalau kita mau menuju bintang berjarak 10 tahun cahaya menggunakan pesawat ulang alik yang kecepatannya 20 ribu kilometer per jam. Maka dibutuhkan waktu 500 tahun untuk sampai ke bintang tersebut. Di belakang bintang berjarak 10 tahun cahaya ada bintang berjarak 100 tahun cahaya, di belakangnya lagi ada yang berjarak 1000 tahun cahaya, yang berjarak 1 juta tahun cahaya, dan juga yang berjarak 1 milyar tahun cahaya. Yang terjauh diketahui oleh ilmuwan Jepang yaitu yang berjarak 10 milyar tahun cahaya. Sampai disini kita bisa banyangkan betapa kecilnya bumi kita, apalagi diri kita.

Sampai jarak 10 milyar tahun cahaya itulah yang bisa dijangkau oleh “pandangan” manusia. Itu baru langit yang pertama. Padahal Allah mengatakan memiliki tujuh langit. Yang makin ke atas luasnya makin luas. Coba kita urutkan kembali : manusia ibaratnya debu bagi bumi, bumi debunya tata surya, tata surya debunya galaksi Bimasakti, galaksi Bimasakti debunya supercluster, supercluster debunya langit pertama, karena langit itu ada tujuh (sab’a samawâti). Ilmu astronomi hanya mengetahui langit itu satu, tapi al-Quran mengatakan langit itu ada tujuh, karena menurut al-Quran bahwa langit yang kita kenal itu yang banyak bintang-bintangnya barulah langit dunia (langit pertama).

Subhanallah, betapa Maha Besar nya Allah. Mengatur alam raya dengan seluruh isinya yang demikian besar itu dengan luar biasa. Tidak mungkin alam yang demikian besar itu tanpa ada yang mengatur. Sebab kalau tidak, tentu sudah terjadi tabrakan antar planet, antar galaksi atau antar benda alam raya ini. Allah yang mengaturnya. Lihat itu. Betapa maha besarnya Allah.

 

Allah berfirman:

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, (Q.S. ash-Shâffât: 6)

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (jalan-jalan) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui. (Qs. 10 Yunus: 5)

 

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Qs. 21 Anbiyaa: 33)

 

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (Qs. 32 Sajdah: 5.)

 

Kalau demikian besar jagat raya dan kuasaNya, lalu apa yang mau kita sombongkan. Diri kita gak ada apa-apanya. Malu. Kalau sampai sempat terbetik rasa sombong, ujub dan takabur dalam hidup kita. Momentum isra mi’raj ini harus kita jadikan sebagai moment untuk instrospeksi diri, merenung, menundukkan hati dan pikiran kita bahwa kita tidak ada apa-apanya dibanding Kuasa nya Allah.

Hei, jangan sombong karena sudah jadi mahasiswa, jangan sombong karena sudah merasa pintar. Lihat jagat raya, coba pikirkan langit yang ketujuh dalam perjalanan isra mi’raj ini. Dimanakah letak kita? Bagaimana Allah sangat Kuasa, sangat pintar mengatur semuanya. Ilmu kita tidak ada apa-apapnya. Masih banyak ilmu Allah yang harus kita ungkap. Inilah fungsi kita harus sekolah, harus kuliah hingga kini. Ini yang harus kita maknai dari peringatan isra mi’raj ini.

 

  1. Ulang tahun perintah sholat

Pada isra mi’raj ini yang lebih wajar untuk dipertanyakan adalah mengapa, bukannya bagaimana Isra Mi’raj.  Karena isra mi’raj ini untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, perintah shalat inilah yang menjadi inti dari peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

Pembahasan tentang sholat sudah demikian banyak. Pokoknya sholat. Itu pembeda kita dengan non muslim. Sholatlah. Pokonya sholat. Sholat akan menjadi perantara kita dengan Tuhan. Jika Nabi ber mi’raj menemui hingga langit ketujuh, maka dengan Sholat akan menjadi mi’raj nya kita kepada Allah. Sholatlah menjaga kehidupan kita. Bahkan Alexis Carrel, seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung gereja dan pencangkokannya menyatakan : “Apabila pengabdian, sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“. Perlu diketahui bahwa A. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama. Tanpa pendapat Carrel pun, Al–Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis, egaliter, dan beretika.

 

Hallow teman-teman disini…, sudahkah kita menempatkan sholat sebagai Mi’raj nya kita kepada sang Khalik? Sholat tidak hanya saat mau menhadapi ujian saja, mau ikut tes ini itu saja. Sholatlah dalam keadaan apapun, dimanapun kamu berada. Tunjukan kecintaanmu kepada Tuhan dengan Sholat, nanti Allah akan lebih cinta lagi kepada kita. Kalau sudah cinta, maka semua akan diberi. SEMUA !

 

  1. Cinta nya nabi kepada umatnya

Untuk urusan sholat ini, Nabi telah bolak balik minta keringanan sholat hingga menjadi 5 kali sehari.

Rasulullah Saw mengungkap dalam akhir hadits ini ‘Qad roja’tu ilaa Rabby, hatta-s tahyaitu minhu– Sungguh aku telah bolak balik pada Tuhanku, hingga aku malu,”. Nabi malu karena begitu murah hatinya Allah kepada umat Muhammad. Karena dengan perintah sholat, ada ganjaran pahala masing-masing sepuluh dari setiap sholat yang didirikan. Artinya dalam sehari ada 50 pahala dari sholat fardhu yang kita kerjakan.

Tidak itu saja, siapa yang berniat baik maka dicatatlah satu kebaikan untuknya. Jika dia melakukannya, maka sepuluh pahala baginya. Dan siapa yang berniat berbuat jahat, tapi tidak melakukannya, niscaya tidak satu kejahatan dicatat baginya. Seandainya dia mengerjakannya, maka dicatat satu kejahatan saja baginya.

Nabi begitu peduli dengan umatnya. Nabi tidak egois : hanya memikirkan dirinya. Beliau sibuk bagaimana kaumnya. Inilah yang harus kita petik hikmahnya dari isra mi’raj ini.

Ayolah… peringatan isra Mi’raj ini kita jadikan waktu yang tepat utk merenung. Sudah berguna kah kita buat orang lain. Apakah kita hanya sibuk belajar dan semua urusan dengan diri sendiri? Ayolah, bergaulah dengan masyarakat kita. Sapa lah orang-orang disekitarmu. Jangan hanya sibuk dengan HP dan gadget. Yang muda waktunya puas-puasin untuk menyebar kebaikan. Mumpung belum punya istr atau suami dan anak-anak. Mumpung masih diberi kesempatan dan kesehatan.

Lalu jangan menganggap bahwa setiap yang kita lakukan harus dibalas dengan materi. Percayalah….dan ini janji Allah : Kebaikan apapun yang kita lakukan akan kembali untuk diri kita. Sekecil apapun kebaikan itu. Tolongalah orang lain, keluarga, kerabat dan para tetanggamu dengan tulush dan ikhlas. Itu yang dicontohkan Nabi kita. Itu yang harus kita tangkap dari isra mi’raj ini.

 

  1. Kesabaran dan Optimisme

Isra Mi’raj itu sebenarnya bertujuan untuk menunjukan kepada Rasulullah sekaligus memahami betapa dahsyatnya ciptaan Allah. Betapa istimewanya beliau. Isra Mi’raj merupakan cara Allah untuk memotivasi Rasulullah. Hal ini mengingat sebelum Isra Mi’raj, Rasulullah sedang berada pada titik terendah perjuangannya yang paling sulit, yaitu ketika dijepit oleh orang kafir dan diembargo secara ekonomi. Terjadi pemboikotan suplai makanan terhadap keluarga Rasulullah (Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib) sehingga menyebabkan kelaparan dan kesengsaraan yang teramat sangat karena pemboikotan ini terjadi selama 3 tahun berturut-turut. Di saat-saat itu justru Allah mewafatkan paman Rasulullah (Abi Thalib) dan mewafatkan istri Rasulullah (Khadijah). Ibaratnya, pada saat itu Rasulullah berada pada titik nadir perjuangannya. Saat pindah ke Thoif Beliau berharap disambut baik oleh penduduk Tha’if, tapi malah yang terjadi beliau dilempari batu sampai berdarah-darah. Maka kemudian Allah memompa kembali semangat beliau, yaitu dengan cara Isra Mi’raj.

Artinya, apapun keadaan kita saat ini, bukan alasan bagi kita untuk pesimis, patah semangat. Berapa sih beban dan penderitaan kita? Masih banyak orang lain yang lebih menderita dari kita. Masih banyak hal yang bisa kita syukuri dalam hidup ini. Otimislah. Kalau kepada Nabi Muhammad Allah mungkin ingin menunjukan : “Hei, Muhammad, engkau adalah utusan Allah, Engkau adalah orang yang istimewa” lalu moment ini harus kita jadikan pengingat, Hei Wildan, Hei Amir, Hei Imran, Hei Sri, Hei anak-anak Pusmaja,  kamu adalah orang yang beruntung, kamu adalah orang-orang pilihan. Kita sudah jauh-jauh datang ke negeri orang di Yogya sini. Masih banyak teman-temanmu yang lain di daerah yang pingin tapi tidak bisa sekolah dan kuliah di Yogya sini.   Meninggalkan keluarga, ibu bapak, Ayah ibu, Umi Aji di sana. Susahmu saat sekolah ini belum seberapa dibanding susahnya Nabi.  Jika ada masalah, sandarkanlah dirimu kepada Allah. Lakukan usaha terbaik.  Tunjukanlah usahamu untuk dekat kepadaNya. Ingatlah Allah itu dekat. Dekat banget. Dimanapun kamu menghadapkan wajahmu, disitulah wajah Allah. Bahkan ada yang bilang lebih dekat dari urat lehermu. Ayolah, kepalkan tanganmu, tancapkan ke dadamu semangat untuk meraih sukses. Semangat untuk maju dan sukses. Tanamkanlah impian yang terbaik, punyailah cita-cita yang tinggi. Katakan perkataan yang terbaik, karena Allah sangat dekat, mendengar semua yang kita ucapkan, Kita tidak tau kata-kata mana yang akan di kabulkan Allah. Karena itu jangan katakan yang kita sendiri tidak menyukainya. Manfaatkan keberadaanmu di Yogya sini. Imam Safii mengatakan setidaknya ada 5 hikmah dari kita kita merantau sampai ke Yogya ini yaitu : menghilangkan kejenuhan, mencari bekal hidup, mencari ilmu, mencari teman dan belajar tatakrama. Ayo… kita tinggalkan kebiasaan jelek kita di kampung misalnya tereak-tereak, belajarlah dari lingkungan sekitar tinggalmu. Ambillah yang terbaik dari budaya mereka disni.

Inilah antara lain yang harus kita petik dari peringatan Isra Mi’raj ini.

 

*Materi hikmah peringatan Isra Mi’raj 1436 H.

**Terima kasih, Mas Irul mas Aries foto-foto nya. Mhn Ijin di Upload sekalian disini yah…

 

 

  1. Mei 17th, 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: