Lampung – Palembang

ampera-bridge-night_015

Jembatan Ampera Palembang malam hari

Hmm…akhirnya bisa menjejakkan kaki di tanah Sumatera. Negeri tempat berjejernya Bukit Barisan, pulau tempatnya penangkaran gajah Way Kambas, pulau yang sebagian besar penduduknya menggunakan Bahasa Melayu. Pulau yang juga sering diberitakan tentang bencana asap, pulau yang memiliki Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, dll.

Menuju bandara Lampung dari Cengkareng hanya butuh waktu sekitar 27 menit. Sayangnya waktu itu kabut, tepatnya asap tebal menyelimuti Bandara Radeng Intan II. Sehingga pesawat beberapa kali harus berputar untuk menunggu waktu yang tepat atau mencari celah untuk mendarat. Sukses landing. Rupanya barusan hujan lebat. Sehingga beberpa tempat masih basah atau air masih tergenang.

Bandaranya ukuran sedang, terletak di jalan utama. Keluar bandara ada beberapa penyedia layanan umum (Taxi) seperti Avanza, Xenia dan Ertiga, dll. Parkirnya di luar. Di jalan raya. Bagasi kita akan dibantu oleh driver menuju taxi. Untuk ke Kota Bandar Lampung harus bayar sekitar 110rb.

Sepanjang perjalanan sekitar 1 jam tersebut beberapa kali menanyakan apa yang khas dari Lampung. Selain way kambas nya, tak banyak yang bisa diceritakan driver tersebut. Tapi kalau makan, dia sangat merekomendasikan Bakso Soni, Karena menurut dia kata orang-orang baksonya enak. Tapi hari sudah sore, pengen segera sampai hotel. Di jalan Kartini dapat hotel yang lumayan bagus dengan harga 485rb (itu setelah ditambahi seperangkat alat mandi, kalo tanpa itu dikurangi 70rb harganya. Jatah sarapan pagi untuk 2 orang). Wifi lancar jaya dan kamar sangat nyaman.

Malam, antara keluar cari makanan “Lampung” atau nonton semifinal AFF Indonesia vs Thailand. Jadinya cari makan sekitar hotel saja. Tidak sempat mencoba Bakso Soni atau Pempek Lampung. Untungnya terobati dengan Indonesia menang.

Setelah sarapan, Pagi jam 09.00 check out dan meluncur ke rumah sakit. Dengan angkutan umum (Bemo biru merah), dibayar 5rb akhirnya bisa turun depan gerbang RS. Kegiatan berlangsung di sekitar 3 jam. Lalu buru-buru harus pamit. Sangat rama dan bersahabat jajaran manajemen RS. Dengan mobil dinas pak direktur akhirnya ke bandara. Di jalan sempat mampir Bakso Soni. Dibungkus saja. Ada mangkuk plastic nya, plus sendok plastiknya. Beli satu bungkus. Setelah urusan check in selesai, cari tempat nyaman, lalu duduk menikmati bakso Soni yang masih poanas, hhmmm….. enyak…. Jadi nyesel kenapa belinya Cuma satu bungkus tadi. Atau mungkin karena lagi laper yah?

Lalu menunggu penerbangan ke Palembang. Biasa, maskapai ini sering sekali delay. Termasuk yang ingin ku tumpangi ini. Hampir dua jam delaynya. Padahal saat itu bandara tertutup awan hitam kelam. Dan benar saja, saat menuju pesawat hujan super deras mengguyur. Jadilah banyak penumpang basah kuyup meski telah dimodali paying, Karena hujannnya pake barengan sama angina segala. Piuhhh…. Celana sepatu basah…. Dan ternyata pesawat ATR 72 600 itu tetap take off saat hujan lebat. Setelah melalui beberapa liukan, pesawat itu akhirnya berhasil keluar dari zona awan hitam dan hujan. Lalu mendarat mulus di Palembang.

Turun pesawat, di Palembang langsung hubungi taxi online. Biasa, harus kucing-kucingan. Jadinya harus ke tempat parkir yang agak jauh. Tujuan adalah Jembatan Ampera (cari penginapan di jemabatan Ampera, padahal dekat RS tujuan utama banyak hotel). Sebelum sampai hotel, temanku nyarani untuk mencoba pempek yang tidak ada cabangnya di daerah lain. Enyak ! Lalu cari hotel dekat jembatan Ampera. Dapat. Dekat dengan masjid Agung Palembang. Asal bisa motret Jembatan Ampera dengan berjalan kaki. Hotelnya yang kamar lebih baik sudah habis. Gapapa lah, masuk hotel yang colokan listriknya sudah nyembul keluar dan harus gantian kalau mau nyolok. Air bekas mandi atau wudhu akan seharian tergenang kalau tidak di lap. Kamar yang bukanya masih dengan kunci manual. Ga papa asal bisa motret Jembatan Ampera. Abis maghrib langsung jalan kaki ke Jembatan Ampera. Ambil beberapa lokasi yang memungkinkan (Karena tidak bawa tripod). Wah, lumayanlah…. Biar ada kenang-kenangan dari Palembang.

Subuh-subuh juga masih jalan kaki ke Jembatan Ampera. Melihat sungai musi di pagi hari. Airnya dueras. Sungainya lebar. Jembatannya puanjang…… pagi nya berawan.

Setelah menyelesaikan urusan di RS, sore pulang ke Yogya. Sebelum sampai di di bandara sempat makan dulu di RM dekat bandara. Makan ikan yang di rebus tuh namanya Pindang. (awalnya kirain makan ikan pindang biasa… ). Tinggal pilih jenis ikannya. Di sekitar bandara juga tersedia banyak took oleh-oleh khas Palembang. Mulai dari Pempek, krupuk kemplang hingga lempok. Tinggal siapin uang atau kartu debit/kredit sajah… 😀

Ternyata pesawatku delay. Akhirnya tiba di Jkt diinapkan sekitar bandara. Dapat jatah makan malam 150rb dari maskapai (kalo lebih bayar sendiri). Pagi jam 04.00 sudah berangkat ke bandara, terbang dan sampai di Yogya dengan selamat.

Alhamdulillah…..

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: