Cheeck Sheet, Manfaat dan Cara Membuatnya

Contoh Check Sheet

Cheeck sheet atau lembar periksa adalah daftar item yang telah dibuat sedemikian rupa dari suatu hasil pengumpulan data. Item-item /daftar pertanyaan tersebut disiapkan tempat untuk diberi tanda (kolom, dsb) sesuai hasil pengumpulan data. Data biasanya diperoleh secara real time. Artinya ketika ditemukan, dilakukan penandaan kejadian pada kolom kejadian yang dimaksud. Hasil akhirnya berupa gambaran frekuensi  (jumlah) dari masing-masing variabel pertanyaan.  Jadi, check sheet merupakan cara sederhana untuk mengumpulkan data berdasarkan fakta

 

Manfaat

Meskipun cheeck sheet merupakan cara yang mudah dan sederhana, namun check sheet sangat efektif untuk mengumpulkan data secara sistematis dan terorganisir. Check sheet bisa dipergunakan untuk mengumpulkan dan mengorganisir data serta bisa dipergunakan untuk membuktikan sebuah dugaan. Check shet juga sangat berguna untuk mengklasifikasi informasi yang berguna untuk membuat keputusan

Di rumah sakit atau di pelayanan kesehatan lainnya, check sheet sebenarnya sangat bermanfaat untuk control mutu pelayanan. Check sheet bisa dipergunakan seperti untuk mengumpulkan data tentang penyebab keterlambatan pegawai, penyebab kerusakan alat, jumlah insiden indikator mutu pelayanan, dll. Check sheet juga

Dengan check sheet, petugas (dokter, perawat, bidan dan pekerjan pelayanan kesehatan) memiliki alat sederhana namun sangat berguna untuk mengmpulkan data sekaligus menganalisisnya. Dengan check sheet, analisi data dilakukan secara akurat dan berbasis data valid.

 

Prosedur

  1. Sebelum melakukan pengumpulan data melalui lembar check sheet, perlu memperhatikan atau menjawab berbagai pertanyaan berikut:

  • Mengapa kita mengumpulkan data?
  • Apa jenis data yang ingin dikumpulkan?
  • Siapa yang akan mengumpulkan data?
  • Kapan waktu pengumpulan data?
  • Di mana data akan itu dikumpulkan?
  • Apakah ada informasi terkait lainnya yang harus dikumpulkan di waktu yang sama?
  • Berapa jumlah sampelnya?
  • Lalu jenis check sheet mana yang akan dipergunakan? Check sheet item yang rusak, Check sheet lokasi yang rusak, Check sheet penyebab suatu kejadian, Check sheet konfirmasi kejadian, check sheet analisis akar penyebab, atau check sheet lainnya sesuai kebutuhan.
  1. Tentukan kejadian atau masalah yang akan di observasi. Lalu tetapkan definisi operasionalnya
  2. Rencanakan pengumpulan data (termasuk waktu/lamanya)
  3. Desain form (check sheet). Kembangkan sedemikian rupa sehingga data dapat direkam dengan mudah hanya dengan memberikan tanda cek (V) atau tanda silang (X) atau simbol lainnya sehingga data mudah dianalisis. Informasi yang perlu ada antara lain: Nama kegiatan, lokasi pengumpulan data, tanggal dan pengidentifikasi lainnya yang diperlukan. Untuk konten nya disamping kolom masing-masing variabel adalah total untuk setiap kolom dan baris dan total untuk kolom dan baris.
  4. Jika pertama kali, lakukan uji coba scara singkat apakah chck sheet sesuai keinginan, mudah digunakan atau tidak
  5. Mulai mengumpulkan data secara real time (setiap kali data ditemukan langsung di tulis pada lembar check sheet)
Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: