Control Chart

Control Chart atau Peta Kendali adalah suatu alat mutu yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi suatu proses apakah dalam kondisi terkontrol (secara statistik) ataukah tidak. Sebagai pengontrol ditentukan nilai batas atas dan nilai batas bawah. Bila  tidak dalam kondisi terkontrol secara statistic, hal tersebut menunjukan suatu variasi yang berlebih sebanding dengan perubahan waktu 96–98

 

Tujuan Control Chart:

  1. Untuk mengetahui apakah setiap titik pada grafik adalah normal atau tidak normal.
  2. Dapat mengetahui perubahan pada setiap proses dimana data peroleh.
  3. Dapat dipergunakan untuk membantu membedakan mana penyebab umum dan mana penyebab khusus suatu masalah proses

Penggunaan

Control chart menjadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan. Keputusan dibuat berdasarkan data terkini dan riwayat data sebelumnya. Keputusan tidak cukup hanya dengan data yang ada saat ini saja. Control chart akan menyediakan data perkembangan suatu proses. Dengan control chart juga dapat mendeteksi waktu yang tepat bagi manajemen untuk melakukan suatu intervensi.

Intervensi yang dilakukan tidak sekedar intervensi begitu ada variasi. Intervensi harus memiliki dasar yang kuat seperti : 1) Pelanggan menginginkan langsung, 2) Ada risiko keselamatan orang atau lingkungan, 3) Ada pertaruhan substansi ekonomi bila tidak diintervensi, 4) keakuratan diperlukan untuk pengendalian 97.

Karena, bisa jadi control chart hanya menciptakan pekerjaan tambahan dalam bentuk tindakan korektif yang tidak perlu. Namun tetap saja control chart menjadi alarm awal yang sangat berguna dan tidak boleh diabaikan.

Dalam suatu proses, variasi akan selalu ada. Perbedaan (variasi) hasil pengamatan biasanya disebabkan oleh satu dari dua cara ini, yaitu: (1) Perilaku variabel utama dalam proses (atau dengan masuknya variabel utama baru) atau (2) Interaksi dari beberapa variabel kecil dalam proses.

Shewhart menyebut (1) dan (2) sebagai “Assignable” dan “nonassignable” sebagai penyebab masing-masing variasi 99. Kemudian Deming (1986) menciptakan istilah “Special” dan “Common” sebagai penyebab variasi. Istilah Deming inilah yang kini banyak dipergunakan. Penyebab “special” biasanya sporadis dan sering berasal dari variabel tunggal. Kasus seperti itu biasanya relatif mudah untuk dideteksi dan diberikan solusi. Penyebab “Common” biasanya kronis dan biasanya juga asal mereka pada interaksi antara beberapa variabel minor. Sehingga  menjadi sulit untuk didiagnosa dan diberikan solusi. Penyebab special adalah subjek dari pengendalian kualitas sedangkan Penyebab common adalah subjek dari peningkatan/perbaikan kualitas 97.

Membuat control chart

Pisahkan, identifikasi  variasi-variasi tersebut dengan membuat suatu grafik control chart. Pisahkan variasi-variasi tersebut kedalam dua kategori tersebut (special and common atau Umum dan Khusus). Lalu gunakan garis tengah (Central Line) untuk Rata-rata (Average), batasan control yaitu batas kendali tertinggi (Upper Control Limit) dengan garis atas (upper line) dan  Batas kendali terendah (Lower Control Limit) dengan Lower Line (garis bawah). Lalu plot datanya. Lakukan interpretasi.

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: