Histogram, Manfaat dan Cara Membuatnya

Histogram adalah Grafik yang berisi ringkasan dari sebaran (dispersi atau variasi) suatu data. Histogram adalah grafik batang yang menampilkan frekuensi data.  Penggunaan grafik Histogram telah diaplikasikan secara luas dalam ilmu statistik. Jumlah titik data yang terletak dalam rentang nilai (kelas) menjadi sangat mudah diinterpretasikan dengan menggunakan histogram.

Frekuensi data pada masing-masing kelas digambarkan dengan menggunakan sebuah grafik batang atau kolom.

Dengan histogram, orang-orang dapat lebih mudah melihat pola yang sulit dideteksi dalam suatu table sederhana. Grafik pada histogram dibangun berdasarkan satu kelas interval atau titik midpoint pada sumbu horisontal dan berupa frekuensi absolut (misalnya dalam bentuk angka 10, 20, 30 dst), frekuensi relatif atau persentase (10%, 20%, 30% dst) pada sumbu vertikal. Artinya angka pada sumbu vertical menunjukkan banyaknya hasil observasi tiap-tiap kelas. Satu kelas interval adalah jenis kategori; interval kelas dapat mewakili satu nilai dalam distribusi frekuensi atau sekelompok nilai dalam sebuah distribusi frekuensi.

Pada histogram, tidak ada jarak antar batang/bar dari grafik. Hal ini dikarenakan bahwa titik data kelas bisa muncul dimana saja di daerah cakupan grafik. Sedangkan Ketinggian bar sesuai dengan frekuensi atau frekuensi relatif jumlah data di kelas. Semakin tinggi bar, semakin tinggi frekuensi data. Semakin rendah bar, semakin rendah frekuensi data.

Manfaat

Histogram sangat berguna untuk untuk mengetahui distribusi /penyebaran suatu data. Dengan mengetahui sebaran data ini makan akan lebih mudah memperoleh informasi, menganalisis, menyimpulkan serta mengambil tindakan dari data tersebut.

Histogram dapat dimanfaatkan untuk:
a. Ingin menetapkan apakah proses berjalan dengan stabil atau tidak;
b. Ingin mendapatkan informasi tentang performance sekarang atau variasi proses;
c. Ingin menguji dan mengevaluasi perbaikan proses untuk peningkatan;
d. Ingin mengembangkan pengukuran dan memonitor peningkatan proses.

Analisis

Bila bentuk histogram yang pada kedua sisi (kiri dan kanan) dari kelas yang tertinggi adalah simetris (seperti lonceng), nilai rata-rata range data berada ditengah yang berarti proses berjalan secara konsisten. Masih banyak kemungkinan bentuk lain dari histogram. Seperti lebih tinggi sisi kiri atau kanan, cenderung sama tinggi atau muncul beberapa titik tertinggi berselang kelas satu atau dua kelas interval.  Kelainan ini kemungkinan terjadi karena jumlah data yang tidak menentu pada masing-masing kelas,  ada kecenderungan pengumpulan / pembulatan data yang kurang tepat atau ketidaktepatan dalam pengukuran sehingga berpengaruh pada penetapan batas-batas kelas. Data yang sebarannya melampaui batas-batas spesifikasi, dapat mengindikasi adanya bagian dari produk/pelayanan atau frekuensi yang diamati tidak sesuai standar (termasuk standar mutu) yang diharapkan. Dengan kata lain, histogram dapat menunjukan apakah suatu produk/layanan telah sesuai permintaan/kebutuhan pelanggan atau tidak.

 

Langkah-Langkah Pembuatan Histogram

 Hampir sama dengan langkah-langkah dalam basic quality tools yang lain. Berikut adalah langkah-langkah cara pembuatan histogram menurut Devanty (2013) :

  1. Mengumpulkan data

Merupakan fase yang sangat penting dalam membuat histogram. Histogram dibuat dari data yang dihasilkan melalui cara pengambilan sample dan dapat memenuhi perwakilan dari populasi.

  1. Mengolah data

Agar histogram dapat memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi hasil produk/layanan, khususnya dalam menentukan besaran nilai tengah (standar) maka pengolahan data menjadi hal yang tidak kalah pentingnya dengan fase pengumpulan data. Histogram juga menjadi penting mengingat dapat menvisualkan seberapa banyak kelas-kelas data yang akan menggambarkan penyebaran data yang terkumpul.

Seberapa banyak kelas-kelas data yang dibuat untuk menggambarkan penyebaran data, ditentukan  dengan cara:

  1. Menentukan batas-batas observasi (rentang). Rentang (r) adalah data tertinggi dikurangi data terkecil.
  2. Menghitung banyaknya kelas atau sel-sel. Banyak kelas (b) = 1 + 3,3 log n.
  1. Menentukan lebar atau panjang kelas

Menentukan lebar atau panjang kelas dengan menggunakan rumus Panjang kelas (p) merupakan hasil pembagian nilai Rentang dengan banyaknya kelas.

  1. Menentukan ujung kelas

Ujung kelas pertama biasanya diambil dari terkecil. Kelas berikutnya dihitung dengan cara menjumlahkan ujung bawah kelas.

  1. Menghitung nilai frekuensi histogram masing-masing kelas.
  2. Menggambarkan diagram batangnya (dengan menggunakan excel)
Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: