Wedang Sawah, Serasa Pulang ke Rumah di Desa

Bincang ringan dengan Mas G, driver online dalam perjalanan pulang dari Adi Sucipto ke rumah (8/11), ada satu tempat makan asyik dengan suasana desa yang dikelilingi sawah. Katanya, Namanya Wedang sawah. Katanya udah beberapa tamu penting seperti empat orang menteri yang sudah kesana, plus beberapa bus turis.

Singkat cerita, selasa (13/11) coba kesana. Pasang map, jadilah menyusuri jalan yang mungkin sebagian besar belum pernah kulewati. Sekalinya salah jalan, karena mapnya kecepatan perintah belok kiri. Intinya kalau dari bawah, seperti ruteku dari Jakal 7,5, nanti ke kanan di pertigaan jln. Pamungkas-Grogolan-Jln.Pakem-kalasan-Jln Pasar Butuh. dan…akhirnya nyampe. Sekitar jam 11 atau kurang dikit waktu itu. Tamu yang ada baru 3-4 orang. Bangunan dipinggir jalan, dengan diapit oleh tanaman sayur. Di utaranya ada tanaman cabe dan kacang panjang, dibelakang… dan sebelah selatan baru panen kayaknya.

Masuk ke dalam ada dua bangunan utama. Yang bagian depan tempat berbagai jenis kursi dan meja makan tipe lama. Lalu bangunan belakang adalah tempat prasmanan, nasi dan lauknya. Menyeberang ke rumah/bangunan bagian belakang bisa melalui jembatan di tengah yang dibawahnya ada kola mikan, atau dari samping. Di bangunan belakang pun ada lesehan tempat makan. Kami pilih lesehan di buffet bertikar depan bangunan bagian belakang, yang bisa memandang bebas sawah disamping.

 

Menu dan rasa makanan

Rasanya lebih pas dengan seleraku. Sayur asamnya gak terlalu manis, sambelnya pas juga. Pokoknya hanya karena dari rumah sudah makan saja, padahal pengen nambah lagi, dan lagi. Selesai makan, masih bisa duduk santai menikmati berbagai minuman seperti wedang, kopi atau teh bahkan tape ketan yang sangat manis.

Jika sudah masuk waktu sholat, tersedia musholla disamping. Air wudhu nya dialirkan dari keramik tanah. Ohya, sempat juga lihat ada ibu-ibu yang dating membawa kacang panjang masuk. Pegawai distu bercerita kalau mereka memanfaatkan hasil tanaman penduduk sekitar untuk bahan olahannya.

Pulang dari sana, pengen datang lagi kesana dan kalau kesana jangan makan dulu dari rumah. Makan sepuasnya disana. Makan sepuasnya gitu berlima gak sampai 200rb (tepatnya hanya 170 an ribu).

Semoga warung ini tetap rendah hati melayani konsumen.

Saran sungguh-sungguh dari pengalaman kekecewaanku dilayani oleh salah satu rumah makan sejenis, yang pesan pisang goreng saja harus nunggu hampir sejam, pesan 3 porsi, cuma dikasi dua porsi karena kita cuma berdua kata pelayannya. Ya sudahlah…. Gak makan disitu juga gapapa. Dan ternyata  ada Wedang sawah yang sangat memuaskan. Tunggu, ada katanya teman ada Wedang Kopi juga… tapi belum tau kesana…

 

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: