Archive for the ‘ Sains ’ Category

Cara menampilkan “preview” dokumen pdf

thumbnails-pdf-umum

Sebelum Instal Fixes Adobe Reader

Berikut adalah cara agar tampilan thumbnails dokumen pdf bias seperti tampilan foto. Artinya, dengan melihat tampilan tersebut kita langsung bisa memilih buku atau bacaan yang dikinginkan tanpa harus membuka atau file tersebut.

  1. Instal adobe reader XI (saya belum coba dengan versi sblum atau sesudah XI)

Untuk yang 64 bit Instal “Fixes_for_64-bit_Adobe_Reader_setup”. Silakan download disini : http://www(dot)pretentiousname(dot)com/adobe_pdf_x64_fix/#downl (copy, pastekan di url Anda dan ganti “(dot)” dengan tanda titik “.” ) Baca lebih lanjut

Cara Mudah Translate Artikel atau Buku Bahasa Asing file PDF ke Bahasa Indonesia

cara-translate-mudah_000Kita sudah sangat familiar dengan google translate, Bing translator dll penerjemah bahasa. Namun, jika itu dalam bentuk pdf, bisa menggunakan fasilitas yang disediakan oleh google yaitu dengan mengupload file tersebut ke Google Drive terlebih dahulu. Tentu setiap orang kini mempunyai akun google.

Setelah file terupload ke Google Drive, klik file tersebut, lalu ke pojok kanan atas klik tanda titik tiga (samping icon delete) – Open withgoogle docs. Selanjutnya file akan terbuka dalam bentuk google docs.

Selanjutnya, setelah file tersebut terbuka dalam google docs, klik ToolsTranslate Document—Pilih output Bahasa (Indonesia)—Translate. Baca lebih lanjut

Lean Six Sigma Dalam Pelayanan Kesehatan (bag.2)

LSS bag 2Six Sigma

Six sigma adalah sebuah sistem yang komprehensif dan fleksibel untuk mencapai, mempertahankan dan memaksimalkan sukses bisnis. Six sigma secara unik dikendalikan oleh pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan pelanggan, pemakaian yang disiplin terhadap fakta, data dan analisis statistik dan perhatian yang cermat untuk mengelola, memperbaiki dan menanamkan kembali proses bisnis (Pande et al., 2000).

Six sigma adalah strategi perbaikan bisnis untuk menghilangkan pemborosan, mengurangi biaya karena mutu yang buruk dan memperbaiki efektifitas semua kegiatan operasi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan (Nasution, 2015). Six Sigma dapat  memberikan pemimpin dan  kalangan  eksekutif bisnis akan strategi, metodologi, infrastuktur, alat dan tehnik bagaimana bisnis harus dijalankan (Kumar, Antony, & Douglas, 2011)

Knowles (2011) memberikan tiga elemen yang jelas tentang definisi Six Sigma yaitu sebagai: (1) Sebuah Pengukuran, yaitu sebuah definisi statistic sejauh mana sebuah proses bervariasi dari seharusnya, (2) Sebuah target, yaitu angka 3,4 kesalahan/kecacatan dalam sejuta kesempatan dn (3) Sebuah Filosofi, yaitu Sebuah istilah bagi strategi bisnis jangka panjang yang berfokus pada penurunan biaya melalui pengurangan variasi dalam produk dan proses.

Perbaikan atau peningkatan Six Sigma menjadikan ukuran dan statistic sebagai materi kunci. Namun, ukuran dan statistic bukanlah penentu secara keseluruhan. Six Sigma tidak terikat pada satu metode atau strategi tunggal. Dalam kepemimpinan dan kinerja bisnis, Six Sigma merupakan suatu sistem yang fleksibel. Beberapa perusahaan yang telah mengadopsi dan menjalankan praktek Six Sigma telah membuktikan peningkatan keuntungan yang sangat tinggi.  Kisah sukses seperti perusahaan General Electric dan Motorola adalah suatu contoh pencapaian Six Sigma. Dorongan atas ide-ide yang luar biasa dan keinginan yang kuat untuk melayani pelanggan adalah nilai yang ditunjukkan oleh Six Sigma. Sehingga organisasi lain seperti pemasaran, jasa, sumber daya manusia, keuangan dan penjualan juga dapat mengaplikasikan nilai-nilai dari six sigma   (Pande et al., 2000)

Kata Six Sigma merupakan istilah statistik yang mengukur seberapa jauh suatu proses menyimpang dari seharusnya (keadaan sempurna). Mengukur berbagai kekurangan-kekurangan yang ada dalam suatu proses merupakan Inti dari konsep Six Sigma. Hal tersebut berarti dapat menghilangkan berbagai penyimpangan yang ada secara sistematis dan lebih dekat pada pencapaian tidak ada (nol) kecacatan/kekurangan. Proses yang sangat disiplin merupakan inti pendekatan six sigma. Proses ini dapat membantu organisasi fokus pada pengembangan dan memberikan produk atau jasa yang nyaris sempurna (Selvi & Majumdar, 2014) Baca lebih lanjut

Lean Six Sigma dalam Pelayanan Kesehatan (bag.1)

LSS bag 1Lean Six Sigma merupakan sinergi dari Lean dan Six Sigma (Gaspersz, 2007). Lean adalah metodologi perbaikan proses yang digunakan untuk memberikan produk dan layanan yang lebih baik, lebih cepat, dan dengan biaya yang lebih rendah (Antony & Laureani, 2011). Sedangkan Six Sigma adalah metodologi yang cukup akurat untuk memecahkan masalah dalam proses bisnis (Bentley & Davis, 2010). Six Sigma adalah salah satu perkembangan paling penting dan popular dalam bidang kualitas (Knowles, 2011). Six Sigma memberi potensi keuntungan yang sama-sama signifikan termasuk bagi organisasi jasa dan aktifitas non pemanufakturan (Pande et al., 2000).

Lean Six Sigma (LSS) adalah salah satu pendekatan dan trend terkini dalam konsep manajemen dan perkembangan mutu (Maleyeff et al., 2012; Russell & Taylor, 2010). LSS telah menjadi yang terdepan dari semua yang telah dikembangkan dalam manajemen mutu (E. C. Jones, 2014). LSS adalah toolkit terbaik yang dapat membantu berpikir di luar kebiasaan dalam bisnis (Arthur, 2011a). Menjadikan organisasi dan struktural berfungsi sebagai pelaksanaan mutu merupakan salah satu aspek kunci yang membedakan Lean Six Sigma dari upaya mutu sebelumnya. Lean Six Sigma memperkenalkan infrastruktur organisasi formal untuk berbagai peran implementasi mutu (Antony & Laureani, 2011)

Lean bertujuan untuk menghilangkan pemborosan (waste), memperlancar aliran. Six Sigma bertujuan untuk menurunkan variasi proses dan mengendalikan proses. Integrasi antara Lean dan Six sigma akan meningkatkan kinerja melalui peningkatan kecepatan dan akurasi (zero defect) serta perbaikan terus-menerus menuju customer value (Gaspersz, 2007). Lean dalam pelayanan kesehatan adalah konsep yang sangat jelas yang berhubungan dengan mutu, keselamatan pasien, biaya, waktu tunggu dan moral staf.  Dalam alur pelayanan pasien, fokus lean adalah aliran yaitu dengan mengeliminasi proses yang tidak perlu. Sedangkan fokus Six Sigma adalah Problem-Solving sehingga upaya perbaikan yang dilakukan memiliki kecepatan dan mutu (Arthur, 2011b; Graban, 2012). Mengimplementasikan metodologi Lean Six Sigma dengan benar akan menjadikan kombinasi ini sebagai metodologi yang sangat hebat bagi upaya perbaikan bisnis proses disebuah organisasi (Snyder & Peters, 2004).

Lean menyangkut kecepatan dan efisiensi. Sedangkan Six Sigma adalah tentang presisi dan akurasi. Keduanya pada dasarnya saling melengkapi dan ketika dikombinasikan lean dan Six Sigma dapat mengatasi proses inefisiensi (Lean) dan variasi proses (Six Sigma) sebagai upaya tunggal : Lean Six Sigma (Arumugam, Antony, & Douglas, 2012). Lean telah menjadi kunci keberhasilan Toyota. Menurut Jeffrey K. Liker (2004), Organisasi apapun, proses bisnis manapun dapat menerapkan model keberhasilan Toyota ini. Sedangkan Six sigma telah menghasilkan kisah sukses seperti pada General Electric dan Motorola.

 

Lean

Memurut Womack & Jones (1996), terdapat lima prinsip dasar dari Lean, yaitu :

  1. Value

Value adalah setiap aktifitas yang bermanfaat bagi pelanggan/pasien. Pemikiran lean berfokus pada nilai tambah pelanggan (value), setiap kegiatan yang tidak mempunyai nilai tambah adalah pemborosan (waste). Jika waste dihilangkan, maka pelanggan menerima nilai tambah layanan yang lebih. Metodologi lean memberikan beberapa petunjuk spesifik yang menentukan apa yang menjadi Nilai Tambah bagi pelanggan (Value Added-VA) dan yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan (Non Value Added-NVA) serta diperlukan tapi tidak memberikan nilai tambah (necessary but non-value adding-NNVA) (Hines & Rich, 1997). Baca lebih lanjut

Mutu Pelayanan Kesehatan (bag.1)

Mutu Yanke bag 1Meskipun dalam sejarahnya istilah mutu didefinisikan dalam banyak persepsi, namun pada akhirnya mutu selalu bertujuan untuk memuaskan pelanggan. Sehingga pengertian mutu tidak selalu identik dengan mahal dan serba “wah”, namun bisa jadi dalam bentuk kegiatan sederhana yang efisien, efektif, aman, cepat dan mudah dijangkau. Mutu tidak didapat dengan proses simsalabim atau tiba-tiba. Mutu akan diperoleh melaui pendekatan yang serius, upaya terus menerus dan keterlibatan seluruh sumber daya dalam organisasi.

Mutu merupakan fokus terkini dari setiap pelayanan kesehatan. Mutu menjadi tiga landasan utama dalam pemberian pelayanan kesehatan bersama akses dan biaya. Mutu dapat dicapai melalui pemberian pelayanan yang terjangkau, yang pantas, yang efisien dan hemat biaya, serta terjangkau. Layanan dikatakan bermutu jika layanan tersebut berorientasi pada pelanggan, tersedia, memadai dan mudah dikelola. Beberapa alasan bagi suatu organisasi untuk memperhatikan mutu pelayanan nya antara lain adalah: meningkatnya tuntutatn pelayanan yang efektif dan tepat, perlunya upaya penghematan biaya, tuntutan akreditasi, sertifikasi dan peraturan perundang-undangan, persaingan usaha dan rencana pengembangan pasar, kebutuhan akan upaya perbaikan dan mencapai kesempurnaan, serta pertimbangan-pertimbangan etika (A. Al-Assaf, 2009). Baca lebih lanjut

Foto-foto Kegiatan Latgab TNI di Bima

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan latihan gabungan ketiga unsur angkatan di Bima. Latihan Gabungan ini berlangsung  Tgl 13-18 Mei 2013. berikut beberapa foto dalam rangka Latgab tersebut.

Pasukan TNI Berhasil Kuasai Bima

KRI Teuku Umar_6Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya berhasil menguasai Bima. Menaklukan Bima (Kota dan Kabupaten) pada semua titik dilakukan secara menyeluruh oleh ketiga Angkatan TNI termasuk pasukan khusus masing-masing angkatan. Secara berturut-turut berhasil dikuasai Pelabuhan Bima, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dan beberapa obyek vital lainnya seperti gedung Instansi pendidikan, kesehatan (Puskesmas/rumah sakit), Pertamina, dan akhirnya Kota Bima dan daerah teritorial Kabupaten Bima.

Rentetan kejadian ini merupakan simulasi latihan gabungan (Latgab) TNI yang berlangsung di Wilayah Kota dan Kabupaten Bima sejak Tanggal 13-18 Mei 2013. Latgab ini merupakan bagian dari Latgab TNI 2013 yang digelar di dua lokasi yaitu Sangatta Kaltim dan Bima NTB. Sebelum Latgab berlangsung, juga dilakukan Pra Latgab di Asembagus Situbondo Jatim yang saat itu Pra Latgab ikut disaksikan langsung oleh Presiden Sby.

 

39 Pasukan Rahasia Menyusup

Memulai operasi, Pasukan TNI berhasil mendaratkan 39 prajurit Kopassus (Komando Pasukan Khusus) di Wilayah Kabupaten Bima tanpa di ketahui musuh. Ke-39 pasukan khusus ini turun dengan terjun payung. Sebanyak 39 TNI secara bergantian melompat keluar dari badan pesawat TNI AU jenis A 130 Shot Body melalui ketinggian 7.000 Feet, sebagai Penerjun Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) yang berhasil mendarat dengan sempurna di wilayah musuh yang terletak di persawahan Kecamatan Woha Bima, NTB, Senin dini hari (13/5). 

Personil yang tergabung dalam penerjunan KDOL di bawah Koordinator Letkol Inf Wawan Puji Atmoko, terdiri dari : 12 orang dari Peleton Pandu Udara Brigif Linud 18/Malang, 14 orang Intai Amfibi (IFAM) Marinir, dan 13 orang Pengendali Tempur (Dalpur) Paskhas TNI AU Abdurrahman Saleh, sedangkan penerjunan dipimpin oleh Kapten Paskhas Riwan.  Selanjutnya ke-39 Penerjun tersebut melakukan Infiltrasi KDOL yang dilaksanakan secara rahasia pada malam hari untuk menghindari pendeteksian musuh. Setelah penerjunan akan dilaksanakan tugas untuk menyiapkan Dropping Zona (DZ) dalam rangka Operasi Linud, sehingga dapat dilaksanakan dengan aman tanpa diketahui oleh musuh. Mereka juga bertugas mengumpulkan informasi, termasuk soal kekuatan personal dan persenjataan lawan. demikian seperti dikutip dari tni.mil.id.

 

Bakti Sosial

Selanjutnya disela-sela mengikuti kegiatan Latgab, TNI juga berpartisipasi pada kegiatan bakti sosial pelayanan KB/kesehatan gratis bagi masyarakat Woha Kabupaten Bima. Disamping dihadiri oleh Direktur Latgab TNI yang juga Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, Kegiatan ini juga dihadiri Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Mar Faridj Washington, Dankorpaskhas Marsda TNI Amarullah, segenap Pejabat Teras TNI lainnya dan Bupati Bima Ferry Zulkarnain.

Baca lebih lanjut