Archive for the ‘ Yogyakarta ’ Category

Rangga Muslim Perkasa, Idola Baru PSIM Yogya dari Bima

Rangga Muslim Perkasa_010Rangga Muslim Perkasa adalah idola baru di kalangan suporter PSIM Yogyakarta. Rangga telah mampu memikat hati para Brajamusti mania sejak bergabung dengan PSIM awal 2014 lalu. Nama Rangga Muslim kerap dinyanyikan suporter PSIM kala PSIM bertanding. Termasuk kala PSIM bertanding di Stadion Sultan Agung melawan Persipur Purwodadi (7/5/16). Penampilan ciamik Rangga sejak bergabung dengan skuad PSIM  nampaknya menjadi alasan bagi para pendukung tim dari Kota Gudeg ini untuk menyanyikan nama “Rangga Muslim”. Sebagai seorang winger, Rangga memiliki drible dan akurasi tembakan yang cukup akurat. Gol demi gol pun telah lahir dari kakinya. Mungkin itulah salah satu cara Rangga membalas “penghargaan” dari para pendukung Laskar Mataram tersebut. Terkini, saat bertanding melawan Persipur tersebut, Rangga ikut menyumbangkna gol krusial atas keunggulan PSIM  3 gol tanpa balas. Gol nya di penghujung babak pertama memperlihatkan ketenangan dan finishing touch yang sempurna. Maka kembali “Rangga Muslim” menjadi alunan nyanyian dari suporter PSIM di tribun selatan. Maka kembali tepuk sorak dan standing applause diberikan kepada pemuda kelahiran Bima-NTB 22 tahun silam ini. Baca lebih lanjut

Ekspresi ‘Kartini” 2016, SDN Condong Catur

Yeah pas noleh

Yeah pas noleh

Peringatan hari Kartini dilaksanakan tiap Tanggal 21 April. Hari yang  disebut sebagi penanda lepasnya kaum wanita Indonesia dari belenggu kebodohan. Hari menuju masa yang lebih beradab, bependidikan dan juga kesetaraan atau emansipasi bagi setiap wanita. Hari menuju menuju pencerahan, hari menuju masa depan gemilang.

SDN Condong Catur Depok Sleman juga menggelar upara peringatan hari Kartini ini. Anak-anak kelas I-VI telah siap dengan pakaian adat masing-masing. Mereka tampak cantik dan bahkan membuat sebagian anak-anak tidak saling mengenal satu sama lain. “Oh… itu teman saya? Kok beda yah?” dan lain-lain komentar anak-anak. Khususnya bagi yang perempuan, kebaya dan sanggul adalah ciri yang utama. Tentu saja, Hari Kartini bukan sekedar dandan bagi kaum wanita atau cantik memakai baju kebaya nasional. Meraka terlihat bangga, senang, dan bergembira dengan pakaiannya. meskipun beberapa tampak menguap saat mengikuti upacara (nah… ini terlalu semangat bangun kepagian atau kelamaan bobok nyiapin baju untuk dipakai?). Baca lebih lanjut

“Kartini” di SDN Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta

Upacara

Upacara

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Tanggal 21 April selalu ada upacara memperingati Hari Kartini. Hari dimana Kartini lahir (tepatnya 21 April 1879). Hari yang dimaknai sebagai  hari emansipasi wanita.  Lupakan segala kontroversinya, ambil hikmahnya. Jangan sampai peringatan hanya dimaknai secara ceremonial belaka. Semangat Kartini untuk belajar dan belajar mensejajarkan diri dengan bangsa lain, semangat Kartini dalam USAHA memajukan pendidikan kaum perempuan.  Semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang”,  harus terus bergema untuk membangkitkan motivasi terutama kalangan anak-anak (perempuan), remaja dan kaum perempuan Indonesia umumnya. Semangat yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak didik, bahwa siapapun kamu, termasuk anak-anak perempuan bisa jadi apa saja kelak asal memiliki semangat, kemauan, kesungguhan dan kegigihan dalam belajar. Banyak lagi dan lagi yang bisa digelorakan untuk anak-anak, remaja putri dan kaum perempuan Indonesia dari contoh perjuangan yang dilakukan oleh RA Kartini, Dewi Sartika, Tjut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, dll. Intinya gender bukan halangan untuk maju.

SD Negeri Condong Catur adalah salah satu sekolah dasar dengan akreditasi A di Depok Sleman Yogyakarta. Seperti tahun lalu, SDN Condong Catur, tahun ini kembali menggelar upara peringatan hari Kartini. Anak-anak kelas I sampai kelas VI mengikuti upacara peringatan Hari lahir Kartini tersebut dihalaman Sekolah SDN Condong Catur. Upacara dimulai tepat pukul 08.00 wib. Semua perangkat upacaranya adalah perepuan. Mulai dari pembina upacara (meski Kepala sekolahnya Laki-laki), pemimpin upacara, pembaca UUD 45, Do’a, sampai komandan regu. Mereka nampak semarak dengan warna warni pakaian adat nya. Moment ini dimanfaatkan sekolah untuk mengasah kreatifitas dan keberanian siswa untuk tampil. Berbagai lomba dan atraksi digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut. Ada Lomba Dimas-Diajeng (Maaf lupa apa benar? Ini lomba menampilkan pasangan antar kelas), Lomba mencipta dan membaca puisi, ada Pidato, Ada Nyanyi, ada Tarian. Hingga tak terasa sekitar jam 11.00 wib semua rangkaan cara berakhir (semoga pada kegiatan lain/berikutnya lebih banyak lagi siswa yang “dipaksa” tampil, untuk mengasah kreatifitas, ketrampilan dan keberanian siswa) Baca lebih lanjut

Yogyakarta, selalu ada cerita

firraz paris 013Yogyakarta, Kota istimewa yang selalu melahirkan cerita demi cerita. Tentang kesahajaan dan keramahan orang-orang nya, tentang mahasiswa dan plat kendaraan dari hamper seluruh penjuru negeri, juga tentang kuliner yang apa saja ada. Yogya selalu punya cerita yang tak pernah habis. Seperti obyek wisatanya, yang kini tidak melulu cerita tentang Borobudur, Prambanan atau Parangtritis. Banyak obyek wisata baru yang akan menjadi cerita dari Yogyakarta. Bunga “tulip” yang heboh diawal musim hujan oleh aksi selfie para muda mudi, pantai pesisir selatan yang tidak hanya Parangtritis semisal Indrayanti di Gunung Kidul, Goa Pindul masih di Gunung Kidul, atau kalibiru yang menantangmu untuk menjuntai dengan latar alam yang indah, bahkan pegunungan pasir “Gumuk Pasir” di sisi Pantai Parangtritis. Semuanya ada di Yogyakarta.

dan…

sejak 2015, telah dibuka Tebing Breksi. Tebing Breksi ini satu jalur menuju Candi Ijo. Candi yang lokasinya tertinggi di Yogya. Sehingga dari ketinggian Tebing Breksi bisa melihat Kota Yogya terutama lalulintas bandara Adi Sucipto. Demikian juga dari ketinggian Candi Ijo, bisa menyapu pandangan keseluruh Kota Yogya. Untuk masuk Tebing Breksi hanya diharuskan membayar biaya parkir motor Rp.2000, dan mobil Rp. 5000. Pengunjung Candi Breksi diharuskan turun dari tebing tepat saat adzan maghrib tiba. Untuk tiket masuk tebing breksi, pengelola meminta seikhlasnya. Sedangkan di Candi Ijo Tiket masuknya Rp. 5000. Setelah turun dari Candi Ijo/Tebing Breksi petualangan di daerah Kalasan bisa dilanjutkan ke Candi Ratu Boko. (Hanya saja untuk melihat Candi yang lebih terkesan sebagai gerbang ini dipungut tiket Rp. 25.000. Mungkin Kalau tiketnya Rp.10000, pengunjung akan lebih banyak yang datang).

Untuk menuju ke tiga lokasi ini dari Kota Yogyakarta bisa melalui jalan Solo atau Ring Road Utara. Selanjutnya bisa langsung belok kanan di Jalan Raya Piyungan atau sebelum itu bisa belok kanan di jalan Opak Raya dan selanjutnya ketemu Jln. piyungan dan lalu masuk Jln. Candi Ijo. Jalan menuju ke sana adalah jalan menanjak sekitar 35 derajat. Baca lebih lanjut

RIMPU Yogya Gelar Pentas Budaya

Gadis Bima_Kareku Kandei

Gadis Bima dengan Rimpunya_Kareku Kandei

Hidup di Kota Budaya; Yogyakarta, ternyata telah memberikan efek positif terhadap kesadaran akan budaya bangsa dan daerah kepada para mahasiswa dan pemuda dari daerah seperti dari etnis Bima (Kabupaten Bima, Kota Bima dan kabupaten Dompu) yang ada di Kota Yogya. Jauh dari kampung halaman, rindu akan suasana masa kecil, belajar dari lingkungan Kota Budaya seperti Yogyakarta paling tidak telah mengilhami sekelompok mahasiswa dan pemuda yang peduli akan budaya daerah (Bima) untuk melestarikannya disini. Karena itu Komunitas RIMPU yang ada di Yogyakarta sukses menyelenggarakan pentas seni budaya di Aula Theater Eska Universitas Islam Negeri Sunan Kaligaja (UIN SUKA) Yogyakarta (31/10/15).
Dipintu masuk, para tamu sudah disambut dengan gapura “Santabe” lalu semacam tema “MAI TA KASAMA WEKI, TA KAWARA RO KALAMPA KU NGGAHI RA RAWI RASA LOA KAI RASO”
Acara yang juga didukung oleh Perhimpunan Mahasiswa (Kepma) Bima dan Dompu (IKPMD) ini berlangsung meriah. Sekitar seribu an penonton tampak antuasias mengikuti pentas seni budaya ini. Bahkan hingga pentas utama telah berakhir, sebagian penonton seperti enggan meninggalkan tempat duduknya.

Baca lebih lanjut

Ketika Kamu Tulus

saat mati lampu

Mela Firraz mengaji saat listrik mati

Karena sesuatu alasan, istri harus pulang kampung dan selama 3-4 minggu terakhir aku harus mengurus 3 orang anak sekaligus. Kelas VI, Kelas IV SD dan yang baru masuk TK. Mulai dari makannya, Memandikan, membangunkan, membacakan cerita kalau mereka tidur, mengantar dan menjemput mereka sekolah dengan tempat sekolah dan waktu yang berbeda. Di sela-sela waktu itu, usai mengantar biasanya mampir kios atau pasar untuk membeli lauk/makanan dan atau memasaknya buat mereka. Lebih kurang sangat pas, usai urus-urus itu tiba waktunya jemput dst.

Dilain kesibukan urus anak, tugas sebagai mahasiswa juga tidak kalah penting, masih ada beberapa SKS mata kuliah yang belum rampung, masih ada janji dan tugas lain yang harus diselesaikan. Ada juga target agar semua beban persyaratan kuliah dibereskan segera agar bisa masuk ke tahap berikutnya. Jadinya sangat sibuk dan membagi banyak perhatian/fokus. Baca lebih lanjut

Hikmah Isra Mi’raj

triple jupiter bulan venusSetidaknya menurut saya ada 4 hikmah dari kejadian isra mi’raj ini:

1. Kesadaran akan kebesaran Allah

Logikanya Isra Mi’raz itu benar dan logis. Jika Nabi Muhammad adalah milik Allah dan langit serta alam ini milik Allah dan dalam kondisi ini Allah yang menghendaki, apa susahnya? Sederhananya seperti ini. Jika kita punya balpoint lalu anda taruh di meja dan mau anda pindahkan ke saku, ke laci, ke atas rak buku, tidak susah bukan? Karena balpoint itu adalah milik kita.

Perjalanan isra Mi’raj kan ada perjalanan horizontal dan vertical. Saat perjalanan vertical ini kita percayai sebagai perjalanan sampai menembus langit yang ketujuh. Mari kita lihat betapa Kuasanya Allah pemilik jagat raya ini. Apa yang bisa dilihat dari Bumi hanya sebagian kecil dari jumlah bintang di Galaksi Bima Sakti. Perkiraan terbaik menurut ilmu pengetahuan adalah bahwa di Galaksi Bima Sakti saja ada sekitar 200 – 400 miliar bintang-bintang. Matahari sebagai contohnya.  Jarak bumi ke matahari adalah 150 juta kilometer. Ini akan susah kita menghitungnya. Maka untuk mempersingkat, kita menggunakan satuan tahun cahaya dimana dimana kecepatan cahaya itu mencapai 299. 792 km/detik atau dibulatkan menjadi 300.000 km/detik. Dengan jarak dan kecepatan cahaya sekian maka dibutuhkan waktu 8 menit agar cahaya dari matahari sampai di bumi . Jadi, sinar matahari yang sampai ke mata kita sekarang adalah sinar matahari 8 menit yang lalu. Cahaya matahari itu berjalan selama 8 menit barulah sampai ke mata kita. Contoh lainnya adalah bintang Alpha Century yang jaraknya dari bumi adalah 4 tahun perjalanan cahaya. Jadim Kalau kita melihat bintang kembar pada malam hari, maka sebetulnya itu bukanlah cahaya bintang kembar saat itu, melainkan cahaya bintang 4 tahun yang lalu. Di belakangnya lagi ada bintang yang berjarak 10 tahun perjalanan cahaya. Bayangkanlah kalau kita mau menuju bintang berjarak 10 tahun cahaya menggunakan pesawat ulang alik yang kecepatannya 20 ribu kilometer per jam. Maka dibutuhkan waktu 500 tahun untuk sampai ke bintang tersebut. Di belakang bintang berjarak 10 tahun cahaya ada bintang berjarak 100 tahun cahaya, di belakangnya lagi ada yang berjarak 1000 tahun cahaya, yang berjarak 1 juta tahun cahaya, dan juga yang berjarak 1 milyar tahun cahaya. Yang terjauh diketahui oleh ilmuwan Jepang yaitu yang berjarak 10 milyar tahun cahaya. Sampai disini kita bisa banyangkan betapa kecilnya bumi kita, apalagi diri kita. Baca lebih lanjut