Archive for the ‘ Quality Indicators ’ Category

Mutu Pelayanan Kesehatan (bag.2)

Mutu yankes Bag 2Upaya perbaikan dalam pelayanan kesehatan juga mencakup pada upaya perbaikan mutu. Terdapat banyak alat dan pendekatan yang bisa dilakukan atau digunakan dalam upaya perbaikan mutu ini. Menurut Ramsom, Joshi, Nash, & Ransom (2011), dalam buku The Healthcare Quality Book, Vision, Strategy and Tools, berikut adalah proses dan pendekatan quality improvement yang bisa dilakukan pada sebuah organisasi pelayanan kesehatan :

  • PDCA/PDSA

Sebagai dasar bagi perencanaan dan pengarahan upaya-upaya perbaikan kinerja organisasi, Walter Shewhart mengembangkan suatu siklus yang disebut sebagai siklus PDCA (Ramsom et al., 2011). Siklus PDCA merupakan penerapan dari konsep pengendalian mutu. Hasil mutu yang optimal dapat diraih  melalui upaya pengendalian mutu yang juga optimal (Prihantoro, 2012).

Menurut Ramsom et al., (2011), langkah-langkah dalam PDCA/PDSA adalah sebagai berikut :

  1. Tahap I : Plan
    • Tujuan: Apa yang coba dicapai? Apakah itu tujuan?
    • Pertanyaan dan prediksi: apa yang Anda pikirkan akan terjadi?
    • Rencana untuk melaksanakan siklus: Siapa? Apa? Kapan? Dimana?
  2. Tahap II : Do
    • Mendidik dan melatih staf.
    • Melaksanakan rencana (misalnya, mencoba perubahan di skala kecil)
    • Dokumen masalah dan pengamatan yang tak terduga.
    • Mulai menganalisis data.
  3. Tahap III : Study/Check
    • Menilai efek dari perubahan dan menentukan tingkat keberhasilan  sebagai perbandingan dengan tujuan.
    • Membandingkan hasil untuk memprediksi.
    • Meringkas pembelajaran.
    • Menentukan perubahan apa yang perlu dilakukan dan apa tindakan yang akan diambil berikutnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mutu Pelayanan Kesehatan (bag.1)

Mutu Yanke bag 1Meskipun dalam sejarahnya istilah mutu didefinisikan dalam banyak persepsi, namun pada akhirnya mutu selalu bertujuan untuk memuaskan pelanggan. Sehingga pengertian mutu tidak selalu identik dengan mahal dan serba “wah”, namun bisa jadi dalam bentuk kegiatan sederhana yang efisien, efektif, aman, cepat dan mudah dijangkau. Mutu tidak didapat dengan proses simsalabim atau tiba-tiba. Mutu akan diperoleh melaui pendekatan yang serius, upaya terus menerus dan keterlibatan seluruh sumber daya dalam organisasi.

Mutu merupakan fokus terkini dari setiap pelayanan kesehatan. Mutu menjadi tiga landasan utama dalam pemberian pelayanan kesehatan bersama akses dan biaya. Mutu dapat dicapai melalui pemberian pelayanan yang terjangkau, yang pantas, yang efisien dan hemat biaya, serta terjangkau. Layanan dikatakan bermutu jika layanan tersebut berorientasi pada pelanggan, tersedia, memadai dan mudah dikelola. Beberapa alasan bagi suatu organisasi untuk memperhatikan mutu pelayanan nya antara lain adalah: meningkatnya tuntutatn pelayanan yang efektif dan tepat, perlunya upaya penghematan biaya, tuntutan akreditasi, sertifikasi dan peraturan perundang-undangan, persaingan usaha dan rencana pengembangan pasar, kebutuhan akan upaya perbaikan dan mencapai kesempurnaan, serta pertimbangan-pertimbangan etika (A. Al-Assaf, 2009). Baca lebih lanjut