Membangun Rumah

Membangun rumah adalah mungkin impian semua orang. Khususnya yang sudah berkeluarga. Memiliki rumah apalagi dibangun sendiri melahirkan kebanggaan bahkan kebahagiaan tersendiri. Saat-saat batu dan bata tersusun satu demi satu, kemudian genteng dan plester melekat menjadi waktu-waktu yang sangat berkesan. Ibarat membesarkan anak. Baca lebih lanjut

Iklan

Mela, Cerita Tentangnmu

Mela, saat 3 & 1 Tahun di Ule

Mela, saat 3 & 1 Tahun di Ule

Mela, nama panggilan putri pertama kami. Namanya lengkapnya Farah Ika Melati. Mela pantas kami banggakan karena dia hadir setelah tiga tahun kami menikah. Apalagi Mela juga pantas dibanggakan atau persisnya disayang. Anaknya menggemaskan. Katanya orang dan diam-diam dalam hati kamipun memujinya sebagai anak yang cantik. Karuan Mela menjadi tumpuan kasih sayang kami. Meski belum genap dua tahun Mela sudah punya adik (Firraz), banyak hal selalu kami kaitkan dengan Mela. Mela yang ketika hurup di komputer ini kami ketik ”Mela” maka otomatis akan keluar nama asli Mela yaitu Farah Ika Melati.
Mela, kami punya keinginan dan filosofi dari nama itu. Kami berharap Mela kelak dapat menghadapi hidup dan kehidupan ini dengan senyum. Apapun itu keadaanya. Menerima kehidupannya sebagai detik demi detik yang sayang kalau berlalu tanpa makna apalagi diisi dengan kesia-siaan. Berharap Mela akan menjalani hidupnya dengan enjoy. Ika, menunjukan dia anak pertama. Melati, bunga yang sangat disenangi kami. Putih. Wangi. Kami ingin Mela juga seperti bunga melati. Putih hatinya, bersih tingkah lakunya. Harumnya melati adalah berkah bagi orang lain dan sekitarnya. Kami ingin Mela kelak berguna bagi orang lain dan lingkungannya. Itu sedikit cerita tentang nama.
Sekarang Mela sudah masuk TK. Sudah satu bulan dia sekolah di TKIT Insan Kamil Salama Kota Bima. Senang kami melihatnya. Kini dia sudah besar dan sudah sekolah di TK. Mela kini layaknya seorang gadis saja.

Mela, 3 Tahun

Mela, 3 Tahun

Farah Ika Melati kecil adalah anak yang hanya dapat pengasuhan dari kami. Tidak ada orang lain yang membantu. Mela kecil pagi diasuh Ayah sore diasuh Ibu. Jadilah Mela anak yang sangat disayang maupun sayang pada Ayah-Ibunya. Meski kami berdua sama-sama bekerja, tapi dengan Ibunya Mela bahkan tidak pernah berpisah yang sangat lama. Rumah tinggal kami dalam kmpleks kantor Ibunya membuat interaksi Mela dan ibunya bisa berlangsung setiap saat. InsyaAllah, segala kebutuhan Mela kami penuhi.
Dari kecil bergantian kami mengikuti pertumbuhan dan perkembangan Mela. Senang rasanya melihat setiap tumbuh kembang yang dilalui Mela. Majalah Ayah Bunda, buku tumbuh kembang anak dari IDAI, dan lain-lain menjadi pendamping kami dalam merawat Mela.
Hal yang kami ingat; Mela adalah anak yang sehat, jarang sekali sakit. Mela sangat tinggi ke”aku”an nya. Ibu yang mengendong Firraz tidak boleh, mainan semua milik dia. Dan itu terbawa hingga mau masuk TK. Bahkan Mela harus mengikuti tes ulangan tahap II untuk bisa masuk TKIT Insan Kamil. Karena Mela masih sangat individualis. Mela yang pertama masuk kelas maka semua mainan disitu adalah miliknya. Mela yang ketika orang lain mengganggu mainan tersebut maka jawabannya adalah nangis. Kami pun agak khawatir dengan keadaan itu. Mela ternyata kurang sosialisasi. Padahal kami menganggapnya di rumah Mela anak yang pintar.
Waktu terus berlalu. Kini sudah satu bulang ia sekolah. Setiap hri kami mengikuti perkembangannya dari buku penghubung sekolah-orang tua. Mela yang awalnya ogah untuk belajar atau mendengarkan ibu guru. Mela yang masih asyik dengan dirinya sendiri apalagi saat menggambar.
Kini, senang dan senyum kami untuk Mela. Mela sudah mulai bisa mengalah untuk teman dan adiknya. Mela yang mulai akrab dengan teman-temanya. Mela yang mulai cerita ”cerita ibu gurunya” disekolah.
Mela kini juga sudah mulai menghafal ayat-ayat pendek. Bahkan hadist pendek. Terkadang kami merasa kalah oleh Mela. Mela juga sudah bertambah wawasannya tentang Allah. Mela yang kini sering bertanya tentang Allah. Dimana kah Allah, Apakah Allah sayang sama kita, Apakah Allah ada di lapangan. Apakah Allah bisa jewer kuping Mela. (mungkin dia ingat kalau kami marah terkadang menjewer kupingnya).

Mela, 13 Bulan

Mela, 13 Bulan

Banyak lagi cerita tentang Mela. Itu membuat kami merasa sangat bersyukur atas karunia Allah ini. Terima kasih Ya Allah.

Uang

Uang lama

Rupiah Lama

Rupiah Lama

Mela sat ini memiliki uang lama yang diberikan Uti-nya di Surabaya. Entah, disengaja atau lupa membelanjakannya pada jaman dulu. Sekitar 25 lembar uang sekitar tahun 1950-1960 masih bagus dan tersimpan rapi. Tanpa sengaja kami menemukannya. Ada yang punya informasi tentang uang lama seperti ini ?

Uang

Uang lama

Uang lama

Uang Rupiah Lama

Kami gak nyangka kalau neneknya Mela (Uti di Surabaya) masih menyimpan uang-uang lama ini. senang juga. Entah berapa harganya ini dulu. Sekitar 25 lembar uang lama dengan berbagai nominal sekitar Tahun 50-60 keadaannya rata-rata masih bagus. Ada yang mau bertukar informasi tentang uang lama ini ?

Mela Firraz

FirrazFirraz_Inter

Firraz_InterMela_Bima

Firraz

Firraz

Firraz

Firraz. Completed my dream.

Well Come to my Blog

Thanks for your visit my blog. This dedicated for my dream came true. My dream : Farah, Firraz and Fakhri

 

triplef2