Posts Tagged ‘ family ’

Wanita Bahagia Hidup Lebih Lama

Wanita Bahagia_Hidup lebih lama

Tinggalkan emosi-emosi negatif seperti marah dan cemburu karena bisa mendatangkan dendam, sikap tidak sabar, bahkan mendatangkan penyakit. Mari buat hidup lebih bahagia karena orang berbahagia hidup lebih lama.

Sebuah kajian tentang kebahagiaan dan kesehatan menemukan wanita yang punya sikap optimis kemungkinannya 30 persen lebih kecil untuk meninggal akibat penyakit jantung. Kesimpulan ini dihasilkan dari penelitian bertajuk Women’s Health Initiative di Amerika.

Amarah kronis dan kecemasan sudah sejak lama diketahui akan mengganggu fungsi jantung dengan mengubah stabilitas elektrik jantung, mempercepat penyumbatan pembuluh darah serta meningkatkan peradangan.

Tim peneliti yang dipimpin Hilary A.Tindle, MD merekomendasikan pentingnya pikiran positif. Sikap ini bisa dipupuk lewat berbagai cara, misalnya melakukan kegiatan rekreatif seperti menonton film atau merencanakan liburan.

Kehampaan dalam jiwa yang bisa menjauhkan diri dari rasa bahagia juga bisa diatasi dengan cara melakukan meditasi, membangun persahabatan, serta membuat diri bermakna bagi orang lain.

dari : kompashealth

Kunci Kebahagiaan: Luangkan Waktu Berbincang dengan Ayah

Anak dan Ayah_Mela dan Ayah

Peran ayah bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Meskipun pada masa awal-awal kelahiran, anak lebih banyak bergantung pada ibu, bukan berarti Ayah menjadi sosok yang bisa dikesampingkan.

Terutama ketika anak mulai bisa bermain dan membutuhkan sosok panutan di masa remaja, Ayah seringkali menjadi pilihan utama.

Anak-anak dan remaja yang mengaku mereka berbicara serius pada ayah mereka hampir setiap hari, memperoleh skor 87 persen pada skala kebahagiaan, dibandingkan dengan mereka yang jarang berbicara dengan ayahnya dengan cara demikian, hanya memperoleh skor 79 persen pada skala kebahagiaan.

Penemuan itu merupakan analisis dari penelitian untuk survei British Household Panel terhadap 1.200 anak muda di Inggris, berusia 11-15 tahun, yang dirilis oleh Children Society menjelang hari Ayah atau Father’s Day, akhir pekan nanti.

Hampir separuh dari remaja yang diwawancarai yaitu 46 persen, mengatakan mereka jarang berbicara dengan ayah mereka mengenai topik yang penting, dibandingkan dengan 28 persen yang jarang berbicara dengan ibu mereka tentang hal yang dianggap paling penting. Baca lebih lanjut

Hikmah Pagi: Memulai Hari dengan Optimisme

Sholat_menyambut pagi penuh optimisme

Mari kita coba untuk melukis gambar satu hari dalam kehidupan Rasulullah SAW. Beliau bangun jauh sebelum fajar, ketika tirai gelap malam masih meliputi segala sesuatu. Saat beliau mulai bergerak, beliau berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan semangat saya, memberikan saya kekuatan fisik dan mengizinkan saya untuk memuliakan-Nya.”

Seberat apapun tantangan yang bakal dihadapi, beliau menyambutnya dengan optimisme. Dan, hal sekecil apapun tak luput disyukuri, termasuk kembalinya semangat untuk memulai hari.

Bahkan, terbit dan tenggelamnya matahari, adalah juga hal yang perlu kita syukuri. “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. ” (QS Al Mu’min [40]: 61)
Baca lebih lanjut

Ayah…..Firraz Mau Ikut……

 

Ayah_Firraz

 

Firraz, itu nama anak kedua kami. Laki-laki. Entah, sepertinya banyak sekali ‘cerita’ tentang dia ini. Ulah dan gayanya tiap hari. Ada….ada saja. Yang jelas Firraz jauh lebih banyak memancing emosiku (juga ibunya). Sampai akhirnya Firraz berujar ‘senang ya ayah pergi. Gak ada yang marahin’.  Itu diucapkan sesaat setelah aku pergi (keluar kota) yang dalam beberapa tahun terakhir lumayan sering. Ya tetep sedih mendengar itu. Lalu secara bertahap aku mencoba lebih memperbaiki diri. Sampai akhirnya ketika aku harus pergi lagi (ke Yogya_Kuliah). Hmmm….. sungguh terharu. Sejak aku memberitahukannya beberapa hari sebelum hari keberangkatan dia sudah bilang ; ‘Ayah…..Firraz mau ikut….’. Di hari keberangkatanku seharian tidak mau lepas dari gendonganku. Tertidur bahkan dalam tidurnya dia mengigau ‘ayah….firraz mau ikut’. Ya ampuuuun….. jelas berat sekali aku meninggalkannya. Bahkan hari itu firraz baru tidur jam 2 dini hari. Resah kata ibunya.

Baca lebih lanjut

Pentingnya EQ dalam Pola Asuh

Melafirraz_cerita di Baruga

TAK hanya kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi (emotional quotient) anak juga harus diasah sejak dini. Salah satu caranya dengan memberi rasa kasih sayang dan bersikap toleransi pola pengasuhan.

Pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET mengatakan, orangtua jangan memaksakan kehendak pada anak. Jika terjadi terus-menerus, maka anak akan berbohong. Sebab, anak beranggapan dengan berbohong, maka bisa berkomunikasi dengan orangtuanya.

”Jika anak bohong terus-menerus, akibatnya kedua belah pihak, yakni orangtua dan anak mempunyai hambatan atau keterbatasan dalam berkomunikasi,” tutur wanita yang menyelesaikan pendidikan emotional intelligence six seconds di Amerika Serikat pada 2004 dan 2005. Anak, menurut Hanny, ingin juga diakui prestasinya oleh orangtua.
Baca lebih lanjut

Adakah Istri Yang Tidak Cerewet?

Seorang ibu (Istri) dan anak-anak

Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama. Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun? Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?
Baca lebih lanjut

Kenapa Bisa Ikut Mual Saat Lihat Orang Muntah?

Terkadang jika melihat orang lain muntah, secara spontan orang juga merasakan mual dan ikutan ingin muntah. Apakah ini menandakan kalau muntah itu menular?

Muntah adalah gejala dari kondisi tubuh yang tidak fit. Banyak penyakit yang ditandai dengan gejala muntah-muntah. Meski demikian muntah tidaklah menular, kondisi ini disebut dengan Sympathetic vomiting. Hal ini terjadi ketika melihat, mencium atau mendengar suara orang muntah menyebabkan orang lain menjadi mual dan ingin muntah.

Kejadian ini cukup umum terjadi di masyarakat dan beberapa ilmuwan telah menganggap bahwa hal ini adalah suatu sifat simpatik yang memang telah berkembang di dalam diri manusia.
Baca lebih lanjut