Posts Tagged ‘ Family’s ’

Biasa kencing di kolam?

wah, kalau itu pernah Anda lakukan, sebaiknya sekarang dipikir lagi dan jangan lakukan ! seperti dikutip dari merdekaonline bahwa sudah menjadi rahasia umum kalau terkadang orang suka buang air kecil secara sembunyi-sembunyi ketika berenang. Sebab mereka berpikiran bahwa perilaku ini tidak akan diketahui oleh siapapun. Meskipun begitu, sebaiknya Anda berpikiran berulang kali untuk melakukan perilaku memalukan ini.

Dilansir dari dailymail.co.uk, percampuran antara urin serta klorin yang biasanya digunakan untuk membersihkan kolam renang mampu menghasilkan senyawa beracun yang membahayakan kesehatan tubuh. Baca lebih lanjut

Mau Jantung Tetap Sehat? Lakukan Hoby-Hoby Berikut !

Gaya hidup tidak hanya menyebabkan kurangnya motivasi, tetapi juga menciptakan ruang untuk stres dan penyakit gaya hidup lainnya seperti hipertensi, diabetes, kadar kolesterol meningkat dan serangan jantung. Untuk meredamnya, ada beberapa hobi yang bisa mengurangi stres dan menjaga jantung tetap sehat.

Stres tidak hanya dGambarapat menurunkan kesehatan mental tetapi juga kesehatan fisik. Orang yang sering stres lebih mungkin mengalami gangguan pada jantung.

Berikut beberapa kegiatan atau hobi yang dapat mengurangi stres sekaligus membuat jantung Anda tetap sehat, seperti dilansir onlymyhealth, Selasa (19/3/2012):

1. Traveling
Melakukan wisata bersama teman atau keluarga ke tempat-tempat baru adalah cara menyenangkan untuk membuat jantung tetap sehat. Bila dana yang tersedia hanya terbatas, tak perlu melakukan traveling jauh-jauh. Carilah tempat indah atau menarik yang ada di dekat rumah Anda.

2. Memasak
Mencoba-coba menu baru juga akan membantu menghilangkan stres Anda. Cobalah pilih menu sehat untuk keluarga, sehingga selain bisa mengurangi stres, Anda juga bisa menyediakan makanan sehat untuk keluarga. Baca lebih lanjut

Kumur Air Garam Mengusir Flu

Kumur Air Garam_Untuk flu...

Cuaca yang lembab seperti di musim hujan seperti sekarang merupakan saat yang tepat bagi virus flu untuk menyerang. Banyak orang percaya berkumur dengan air garam efektif untuk meredakan gejala-gejala flu. Menurut Dr.Philip T.Hagen, dari Mayo Clinic, berkumur dengan larutan garam akan membuang kelebihan cairan dari jaringan yang meradang di tenggorokan sehingga rasa kurang nyaman di tenggorokan bisa berkurang.
“Berkumur dengan garam juga akan menghilangkan lendir tebal dan menghilangkan alergen yang menyebabkan iritasi seperti bakteri dan jamur dari tenggorokan,” katanya.
Dalam sebuah penelitian secara random tahun 2005, para ahli mengamati 400 orang sehat selama 60 hari di musim flu . Sebagian partisipan diminta berkumur tiga kali sehari. Di akhir studi, kelompok yang berkumur memiliki risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas berkurang 40 persen dibanding dengan orang yang tidak berkumur.

Baca lebih lanjut

DI MANA LETAK KEBAHAGIAAN?

Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, “Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih”.

Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?

Melafirraz cerita di baruga

Malaikat pertama mengusulkan, “Letakan dipuncak gunung yang tinggi”.
Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju.
Lalu malaikat kedua berkata, “Latakkan di dasar samudera”.

Usul itupun kurang disepakati.

Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi.

Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan.

Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya?

Baca lebih lanjut

Ayah…..Firraz Mau Ikut……

 

Ayah_Firraz

 

Firraz, itu nama anak kedua kami. Laki-laki. Entah, sepertinya banyak sekali ‘cerita’ tentang dia ini. Ulah dan gayanya tiap hari. Ada….ada saja. Yang jelas Firraz jauh lebih banyak memancing emosiku (juga ibunya). Sampai akhirnya Firraz berujar ‘senang ya ayah pergi. Gak ada yang marahin’.  Itu diucapkan sesaat setelah aku pergi (keluar kota) yang dalam beberapa tahun terakhir lumayan sering. Ya tetep sedih mendengar itu. Lalu secara bertahap aku mencoba lebih memperbaiki diri. Sampai akhirnya ketika aku harus pergi lagi (ke Yogya_Kuliah). Hmmm….. sungguh terharu. Sejak aku memberitahukannya beberapa hari sebelum hari keberangkatan dia sudah bilang ; ‘Ayah…..Firraz mau ikut….’. Di hari keberangkatanku seharian tidak mau lepas dari gendonganku. Tertidur bahkan dalam tidurnya dia mengigau ‘ayah….firraz mau ikut’. Ya ampuuuun….. jelas berat sekali aku meninggalkannya. Bahkan hari itu firraz baru tidur jam 2 dini hari. Resah kata ibunya.

Baca lebih lanjut

Wah, Mela Firraz Sekarang Ganti Kostum

Firraz mela Seragam baru

Wah, gak terasa waktu terus bergulir. Kini mereka terus tumbuh, berkembang dan….

Mela kini sudah masuk SD. Firraz kini masuk TK. Alhamdulillah. Aku liat Mela makin besar dan cantik. Firraz juga masih dengan malu-malunya menikmati seragam barunya sebagai siswa TK. Hmm…..mereka anak-anakku. Mereka yang rasanya baru kemarin masih bayi, masih merah.

Hari pertama masuk sekolah (12/7/10) Ibunya yang nemanin. Kebetulan sama-sama sekolah di Insan Kamil. Kalau Mela, karena hampir sebagian besar dari 30 orang teman sekelasnya telah dikenal maka adaptasinya lebih mudah. Lain halnya Firraz. Meski bangga dengan seragam barunya, dia masih malu-malu dan takut untuk berbaur. Tapi masih untung bisa bahkan berani maju ke depan kala gurunya menantang siapa yang berani maju. Namanya saja anak usia 4 tahun. Pulangnya Firraz dengan lancar cerita ‘ngapain’ saja disekolahnya. Plus kebiasaan ‘analisisnya’ yang pada akhirnya kita hanya punya pilihan jawaban ‘Iya’. Dia pun menyebut beberapa nama teman yang baru dikenalnya. Sebut saja Rizky.

Sorenya aku ajak jalan-jalan liat laut di TPI pake motor. Firraz di depan, Mela di belakang. Gak nyangka tiba-tiba Firraz nanya; ‘Allah itu terbuat dari apa?’, waduh……

Itu adalah antara lain ciri Firraz kini. Banyak tanya. Banyak analisis.

Sebagai orangtuanya kami tentu saja bangga dan selalu berdoa semoga Mela-Firraz selalu sehat, pintar dan sholeh-sholahah.

Hari kedua (Selasa 13/7), gantian Ayah yang antar Firraz ke sekolah. Wah…gak mau lepas dia, gak mau gabung sama teman-temannya karena sudah terlambat. Okeylah….Ayah terlambat ke kantor. Temani Firraz dulu. Hmmm….. pertolongan itu akhirnya datang juga. Setelah di jemput Rizky, teman yang dikenalnya kemarin akhirnya Firraz mau bergabung.

Hmmm……..Ayah tinggal ya Firraz. Nanti ayah jemput jam 10.00.

Pentingnya EQ dalam Pola Asuh

Melafirraz_cerita di Baruga

TAK hanya kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi (emotional quotient) anak juga harus diasah sejak dini. Salah satu caranya dengan memberi rasa kasih sayang dan bersikap toleransi pola pengasuhan.

Pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET mengatakan, orangtua jangan memaksakan kehendak pada anak. Jika terjadi terus-menerus, maka anak akan berbohong. Sebab, anak beranggapan dengan berbohong, maka bisa berkomunikasi dengan orangtuanya.

”Jika anak bohong terus-menerus, akibatnya kedua belah pihak, yakni orangtua dan anak mempunyai hambatan atau keterbatasan dalam berkomunikasi,” tutur wanita yang menyelesaikan pendidikan emotional intelligence six seconds di Amerika Serikat pada 2004 dan 2005. Anak, menurut Hanny, ingin juga diakui prestasinya oleh orangtua.
Baca lebih lanjut