Posts Tagged ‘ Galaksi ’

Foto Gerhana Bulan Total

Foto gerhana bulan total yang terjadi pada Tanggal 8 Oktober 2014.

Dengan lensa 55-200mm dan mengutak atik berbagai setingan ISO, f, dan SS, jadilah beberapa foto berikut ini. Foto-foto pertama menggunakan ISO 6400, f/5,6, ss 4″-1/4″, foto-foto pertama adalah saat bulan masih ditutupi penuh oleh bumi, gelap sehingga harus pake ISO tinggi, seiring semakin luasnya area sinar bulan ISO turun bertahap ke 5000, 4000, 2000 bahkan yang terakhir jam 20.56 itu dengan ISO 320, f/18. ss 250 plus WB “aneh” direct sunlight.

 

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari pada pukul 06.49 wita

Kota Bima_Gerhana Matahari

Setelah sebelumnya terjadi gerhana bulan (Jum’at, 26/4/13), Hari ini alam kembali menyuguhkan ‘atraksi’ nya. Atraksi atau fenomena ini adalah gerhana matahari. Gerhana matahari yang terjadi Jumat (10/5/2013) pagi ini, dapat disaksikan pada sebagian besar wilayah di Indonesia kecuali Sumatera Bagian utara.

Gerhana Matahari ini masih rangkaian fenomena alam dari gerhana Bulan pada 26 April 2013. Demikian dipaparkankan Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan sekaligus peneliti astronomi dan astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin seperti dikutip dari detik.com.

“Ini adalah saat Bulan, Matahari dan Bumi berada dalam kondisi satu garis. Saat Bulan purnama, Bumi menghalangi Matahari sehingga Bulan terlihat tergelapi walau sedikit. Nah, 2 minggu kemudian, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga Matahari terhalang Bulan dan terlihat menghitam sebagian,” jelas Thomas.

“Fenomena kali ini adalah gerhana matahari cincin. Tapi gerhana matahari cincin hanya bisa dilihat di Pasifik. Indonesia akan mengalami gerhana matahari sebagian.” jelasnya.

Pun demikian hasil pengamatan di Kota Bima. Hasil pengamatan hanya menampakkan gerhana matahari sebagian atau bulan menutup sebagian matahari, bukan gerhana matahari cincin. Tampak bagian sisi kanan bawah piringan Matahari “dimakan” Bulan. Matahari tampak seperti bulan sabit, tetapi lebih tebal. Secara bertahap gerhana matahari selesai sekitar pukul 07.35 wita.

Selanjutnya gerhana matahari akan kembali terjadi pada tanggal 3 November 2013. Sebagaimana dirilis BMKG bahwa Gerhana Matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tahun 2013 ini telah diprediksikan terjadi 5 (lima) kali gerhana, yaitu 2 (dua) kali gerhana Matahari dan 3 (tiga) kali Gerhana Bulan

Sementara Gerhana Bulan sebagian akan terjadi pada 25 April 2013, Gerhana Bulan Panumbra terjadi tanggal 25 Mei 2013 dan tanggal 18-19 Oktober 2013.

Berikut, foto-foto hasil jepretan pengamatan itu dengan Nikon D5100 kit 18-55mm plus filter ND8. Sebagian nampak bayangan matahari sebagai pantulan cermin di depan sensor (mirror). (hasil pengamatan langsung yang benar adalah seperti tampak pada mirror itu, karena kurang tepat setting pengambilan gambar sehingga tidak tampak aslinya pada matahari-maklum masih belajar)

Gerhana Bulan 26 April 2013

Pada tanggal 26 April 2013 (jum’at dKota Bima_Gerhana Bulan 260413ini hari) sekitar pukul 04.07 wita terjadi gernaha bulan sebagian atau menurut penulis sangat tipis. seperti dijelaskan Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan sekaligus peneliti astronomi dan astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin, terjadi sebagian karena hanya 1,5% permukaan bulan yang sedang purnama.

Saking kecilnya permukaan Bulan purnama yang tertutupi, imbuhnya, masyarakat awam bisa jadi tak sadar sedang berlangsung gerhana bulan. Puncak gerhana Bulan ini pada pukul 03.07 WIB.

“Hanya di tepi piringan Bulan purnama saja, sedikit saja di tepinya. Piringan purnama itu tetap terlihat terang, sedikit hitam di tepinya, orang awam mungkin tidak sadar bila itu gerhana. Kalau bulan terlihat sabit itu 90 persen tertutupi, kalau ini hanya 1,5 persen,” jelas Thomas kepada news.detik.com.

hasil pantau penulis dari Lingkungan Permata Santi Kota Bima, pun demikian adanya. Sangat tipis. bahkan itu baru terlihat kala melakukan proses zooming pada foto bulan tersebut.

Berikut adalah foto gernaha bulan yang berhasil tertangkap D5100 plus kit 18-55.

Wow…..Bima Sakti Punya 17 Milyar “Bumi”

Luar biasa. kembali ilmuwan menemukan bahwa Bima Sakti memiliki 17 milyar Planet seukuran Bumi.

Jupiter, Bulan, Venus

Jupiter, Bulan, Venus_Kota Bima, 26 Maret 2012

 

Hasil studi terbaru yang dipaparkan dalam American Astronomical Society Conference di California, Senin (7/1/2013), mengungkap bahwa jumlah planet seukuran Bumi di Bimasakti mencapai angka 17 miliar, terdapat di satu di antara enam bintang.

Sejumlah planet mengorbit bintangnya pada jarak yang relatif dekat, lebih dekat dari jarak orbit Merkurius. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah planet seukuran Bumi yang mengorbit pada jarak lebih jauh, berada pada zona layak huni.

Misi pencarian planet ekstrasolar selama ini dilakukan oleh teleskop Kepler. Riset menunjukkan, 17 persen dari kandidat planet yang ditemukan Kepler berukuran 0,8-1,25 kali ukuran Bumi serta mengorbit dalam waktu 85 hari atau kurang. Baca lebih lanjut

Whuih… Ada 24 Kandidat Planet Baru

planetDengan planet yang ada saja, kita bahkan mungkin tak mampu membayangkan betapa luasnya jagad raya ini. Kini, seorang Astronom amatir yang tergabung dalam proyek Planet Hunter berhasil menemukan 42 kandidat planet dimana 15 diantaranya merupakan kanidat planet yang ada di zona layak huni.

“Planet-planet itu adalah kandidat yang luput dari pengamatan astronom profesional namun dapat diselamatkan oleh para sukarelawan dar depan web browser mereka. Mengagumkan bahwa setiap orang bisa menemukan planet,” kata Chris Lintottt dari Zooniverse, pengawas program Planet Hunter.

Salah satu planet yang ditemukan bernama PH2 b. Planet tersebut ditemukan dengan menganalisis data dari teleskop antariksa Kepler. Keberadaan planet tersebut akhirnya juga telah dikonfrmasi oleh pengamatan di Observatorium Keck, Hawaii.

PH2 adalah planet seukuran Jupiter, terlalu besar untuk mendukung kehidupan. Meski demikian, bulan yang mengitari planet ini mungkin bisa dihuni. Temperatur atmosfer di planet berkisar antara 30 derajat hingga -88 derajat Celsius. Baca lebih lanjut

Kiamat Bisa Terjadi Jika Kutub Terbalik

Kiamat_Bisa terjadi karena kutub terbalikKiamat atau kepunahan massal kehidupan di Bumi bisa terjadi dalam banyak cara, bergantung pada sudut pandangnya. Salah satu pandangan yang berkembang, kiamat bisa terjadi jika kutub terbalik, kutub selatan menjadi utara dan kutub utara menjadi selatan.

Skenario kiamat akibat kutub terbalik ialah bahwa jika kutub berbalik, benua akan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, memicu gempa besar, perubahan iklim secara mendadak, dan kepunahan spesies di Bumi.

Kutub bisa terbalik jika susunan atom besi yang ada di lapisan dalam Bumi pun berubah, seperti magnet-magnet kecil yang berubah arah. Jika susunan atom-atom besi ini berubah, maka secara umum medan magnet Bumi pun akan mengalami perubahan.

Terbaliknya kutub, menurut ilmuwan, memang nyata. Sejarah pernah mencatat bahwa kutub terakhir terbalik pada masa 780.000 tahun yang lalu, atau pada Zaman Batu. Dan yang mengagetkan, Bumi saat ini sedang ada dalam proses pembalikan kutub.

Jean-Pierre Valet, peneliti yang melakukan riset tentang putaran geomagnetik, mengatakan, “Perubahan paling dramatis jika kutub terbalik adalah adanya penurunan besar total intensitas medan magnet Bumi.” Baca lebih lanjut

Kapan Kehidupan di Bumi berakhir?

Kehidupan di Bumi_kapan akan berakhir?Kapan kehidupan di Bumi berakhir? Pertanyaan tersebut selalu menarik dan tak henti-hentinya dibahas. Namun, jawabannya masih misteri hingga saat ini.

Jack O’Malley-James dari University of St Andrews di Inggris berusaha mengetahuinya dengan melakukan pemodelan. Tentu, pemodelan dilakukan dengan dukungan dasar-dasar ilmiah.

Hasil pemodelan, seperti diberitakan New Scientist, Kamis (1/11/2012), menyatakan, kehidupan di Bumi akan berakhir dalam 2,8 miliar tahun, ketika Matahari berubah menjadi bintang raksasa merah. Selama satu miliar tahun sebelum kehidupan benar-benar berakhir, makhluk hidup yang eksis hanyalah mikroorganisme.

Lewat pemodelan, sebenarnya ilmuwan ingin melihat kehidupan di planet yang mengorbit bintang yang usia dan kondisinya terus berubah.
Baca lebih lanjut