Posts Tagged ‘ Landscape ’

Ke Jember

papuma beach

Pantai Papuma Jember

Bersyukur sekali akhirnya bisa mengunjungi Kabupaten Jember Tanggal 1-2 Juni 2016 kemarin. Kabupaten yang di peta kulihat diarah timur selatan Surabaya. Kabupaten yang diutara berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Probolinggo, di timur ada Kabupaten Banyuwangi dan Samudera Hindia di selatan serta Kabupaten Lumajang di sebelah barat. Bersyukur karena bisa hadir di menit akhir lastcall pesawat Wings Air dari Adi Sucipto. Bersyukur akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember. Sebelumnya dari atas pesawat kita akan melihat hamparan tanaman entah padi atau lainnya yang menghampar hijau di banyak lokasi. Pesawat juga akan melintasi pusat kota menjelang landing. Diatas pesawat garuda explore ATR 72-600 itu juga, pramugarinya sempat mengatakan “Selamat datang di Kota seribu Fetival/Karnaval?. Tidak ingat dengan jelas, yang kuingat berhubungan dengan festival atau karnaval. Dari bandara kita akan melalui jalan yang agak sempit diantara perkebunan penduduk setempat.

Sopir yang menjemput kami lalu menjelaskan kalau di Jember ini sering sekali diadakan kegiatan karnaval. Bergantian dari berbagai lapisan masyarakat. Misalnya kelompok anak sekolah, kelompok orang dewasa, dll yang tampil berbagai mengikuti kegiatan karnaval sepanjang tahun.

Kami juga sempat melewati salah satu sungai yang katanya kalau pendatang mandi situ maka kemungkinan besar selanjutnya dia akan menetap di Jember. Entah karena jodoh, pekerjaan, atau lainnya. Baca lebih lanjut

NTT (part 3)

Gunung Bromo_03

Gunung Bromo dan sekitarnya

“Bapak, Ibu , disebelah kanan pesawat adalah kawasan Gunung Bromo dan Semeru. Dirgahayu Indonesia, 17 Agustus 2015”, demikian antara lain suara awak kabin Garuda yang menerbangkanku dari Yogya menuju Bali sebelum esok pagi menuju NTT. Bersyukur punya kesempatan untuk mengunjungi lagi daerah lain nusantara tercinta. Melihat dari dekat daerah-daerah di nusantara sesunguhnya membuat kita bersyukur betapa kaya, beragam dan indahnya Indonesia. Lebih dari itu kita juga akan bersyukur ketika hidup kita begitu banyak kemudahan, pilihan dan kemurahan jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita di beberapa daerah lain. Bukan hanya masalah makan misalnya yang lebih mahal, atau harga dan pilihan tempat menginap, termasuk harga pulsa buat telepon dan SMS pun ternyata lebih mahal.

Maka, ketika berkunjung dan tau tentang kehidupan di daerah-daerah, maka kita yang hidup di belahan lain yang menikmati banyak kemudahan harus benar-benar bersyukur. Tapi begitulah, selalu dalam keseimbangannya masing-masing. Bisa jadi, alam yang masih demikian segar, alami dan indah menjadi hadiah, anugerah tak terhingga yang mungkin tidak dimiliki daerah lain yang telah menikmati begitu banyak kemudahan, kemurahan, dan banyak pilihan itu.

*Sebelum ke NTT, transit di bali dan mengunjungi balibird Park

Inilah potret perjalanan ke tiga di NTT di ulang tahun ke-70 Kemerdekaan Indonesia.

Baca lebih lanjut

NTT (part. 1)

Labuhan Bajo

Labuhan Bajo

Kupang-Ende-Bajawa-Ruteng-Labuhan Bajo (8-12 April 2015)

Ternyata, Banyak keindahan alam, budaya dan warisan luhur bangsa yang layak untuk dipertahankan dan dijaga kelestariannya. Mengunjungi daerah-daerah lain diluar Pulau Jawa akan membuat kita bersyukur, bangga betapa kayanya Indonesia, Indahnya alam Indonesia.

di Pulau Flores misalnya, keramahan itu terlihat disetiap jumpa, mereka akan menyapamu : Selamat pagi, selamat sore, Kakak….

Alam dan kearifan lokal nampak terjaga dengan sempurna. Rumah-rumah adat, budaya lokal masih nampak terjaga. Meski tidak sempat ke danau kelimutu di Ende, tapi keindahan Gunung Inerie di Bajawa yang membawa kesejukan (dingin….. hotelnya gak perlu AC), Kampung Bena yang hidup tenang di balik gunung tinggu itu, Pun demikian satu masjid  yang berdiri megah di tengah Kota Bajawa. Semua berdampingan dengan ramah dan damai.

Di Ende, di Bajawa, di Boron, di Manggarai, di Labuhan Bajo, ditiap jalan dan tikungan yang dilewati akan menemukan sisi lain dari tanah Indonesia. Hamparan sawah, laut dan gunung, hingga hasil alamnya : Ubi, Durian, Rambutan, apalagi pisang dan Alpukat, ikan dan daging. Banyak yang bisa dinikmati, bisa dirasakan dari kekayaan alam Indonesia. Tanah air tercinta. Tanah air beta….. Baca lebih lanjut

Perjalanan ke Tawangmangu (bag. 2)


air terjun grojokan sewu tawangmangu_20Keluar gerbang, saya mampir makan dan tentu saja beli minum di warung sebelah kanan. Ambil kembali pocari dingin dari dalam kulkas. Sambil menunggu nasi pecel tersaji, coba melihat kembali hasil jepretan tadi. Di depan jalan monyet berkeliaran hilir mudik, Ibu yang penjual mengingatkan agar pocari yang baru kuambil disimpan lebih dekat biar aman dari jarahan monyet. Di sebelah kiri warung itu atau paling ujung ada banyak toilet yang bisa dipakai.

Jalan pulang, disisi kiri jalan, banyak kuda dan tentu saja dengan pemiliknya yang menwarkan diri termasuk naik kuda menuju terminal. Ada juga warung-warung penjual oleh-oleh seperti keripik dll. Di pertigaan, belok kanan, melewati beberapa bis rombongan pengunjung. Lalu belok kiri. Kemudian akan bertemu dengan Masjid Hidayatul Akbar untuk sholat Dzuhur. Seperti ciri daerah pegunungan yang berhawa sejuk, di beberapa rumah Nampak bunga khususnya mawar menjadi pagar hidup. Usai sholat dzuhur, dari masjid bisa langsung ambil jalan ke kanan, dan akan bertemu dengan jalan sebelumnya sebelum sampai ke jalan raya menuju terminal. Menuju terminal adalah adalah jalanan menurun. Agak capek mengerem langkah. Namun akhirnya sampai juga di terminal.

Menunggu bis berangkat sekitar 5-10 menit saya dapat menikmati puncak Gunung Lawu yang hilang timbul tertutup awan. Sang kondektur Nampak bersahabat menjawab pertanyaanku itu gunung apa? Ternyata itu Gunung Lawu. “Oh… pantes dari luar jawa, makanya gak ngerti”, ujarnya. Dia malah bertanya berapa harga tiket masuk ke air terjun. Dia Nampak heran, kok mahal ya sekarang, sayapun menyerahkan dua lembar karcis yang tadi dibeli. “Oh,  satunya buat masuk Tawangmangu, satunya buat masuk air terjun”, ujarnya lagi. Dan waktu tak terasa. Waktunya bis jalan.

Baca lebih lanjut