Posts Tagged ‘ Lingkungan ’

Indonesia dan Resiko Gempa Bumi 8.0 SR

lingkaran.transformed_0Dalam seminggu terakhir, kejadian gempa bumi terjadi di berbagai belahan dunia. Termasuk di Indonesia. Di jepang, gempa terjadi susul menyusul. Gempa pertama berkekuatan 6,5 SR, berselang 28 jam, terjadi lagi gempa dengan kekuatan 7,4 SR yang berpusat di dekat Kota Kumamoto di kedalaman 40 kilometer. “Gempa yang kedua bukan susulan, melainkan gempa utama, ini kejadian langka,” kata Irwan Meilano, pakar gempa bumi dari Institut Teknologi Bandung, Ahad, 17 April 2016 seperti dikutip tempo.co. Sedikitnya 41 orang dilaporkan tewas dalam gempa ini. Baca lebih lanjut

Ke Baduy

selamat datang di baduySalah satu kegiatan PK adalah berkunjung ke Suku Baduy. Kamis sekitar jam 9 kami mulai berangkat dari Wisma Makara UI. Perjalanan ke Baduy diperkirakan butuh waktu 7-8 jam. Ada 4 Bis yang membawa rombongan kami. Dua bis besar, 1 bis ¾ dan 1 bis kecil plus ambulance dengan tenaga medisnya. Sekitar 2,5 jam perjalanan kami istirahat sejenak di rest area. Tiga puluh menit kemudian kami meluncur kembali. Masuk Banten khususnya Kabupaten/Kota Serang lancar. Namun di Pandegelang perjalanan kami mulai ditemani hujan. Pas jam 12 kami masuk perbatasan Kabupaten Lebak. Hujan masih mengguyur.

Beberapa waktu kemudian terasa kalau hjalanan mulai naik turun, jalannya rusak. Apalagi dikiri kanan jalan ada bebera[a penambangan pasir. Lainnya nampak pemandangan sawah hijau yang indah. Selanjutnya jalan berbelok, naik turun bahkansangat sempit. Sempat salah satu bis kami tidak bisa meneruskan tanjakan dan itu membuat kami penumpangnya baik yang berada di bis belakang maupun dalam bis ke-tiga (yang tidak kuat naik itu) sontak berhamburan turun. Mencari batu dan lainnya untuk menahan agar bis tidak meluncur turun…jatuh. alhamdulillah selamat. Baca lebih lanjut

Ayo Ke Sirkuit Panda Bima

Motocross PandaYoooooooooooo………………
Begitu tereakan komentator setiap “besi-besi Jepang” itu menderu dari garis start. Lebih dari 10 Crosser beradu cepat membedah tanah dan menyisakan kepulan debu. Berpacu. Menderu… bersaing untuk jadi juara satu. Tak pelak, ketangkasan, kelihaian dan juga fisik mental beradu. Jika tidak, maka akan tertinggal. Akan ditinggal !

Gas dan kepulan debu serta jatuh bangun menjadi warna tersendiri yang membuat lomba semakin seru. Bahkan adu jotos bisa terjadi. Tetapi lomba tetaplah lomba. esensi semua olahraga adalah SPORTIFITAS. Baca lebih lanjut

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari pada pukul 06.49 wita

Kota Bima_Gerhana Matahari

Setelah sebelumnya terjadi gerhana bulan (Jum’at, 26/4/13), Hari ini alam kembali menyuguhkan ‘atraksi’ nya. Atraksi atau fenomena ini adalah gerhana matahari. Gerhana matahari yang terjadi Jumat (10/5/2013) pagi ini, dapat disaksikan pada sebagian besar wilayah di Indonesia kecuali Sumatera Bagian utara.

Gerhana Matahari ini masih rangkaian fenomena alam dari gerhana Bulan pada 26 April 2013. Demikian dipaparkankan Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan sekaligus peneliti astronomi dan astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin seperti dikutip dari detik.com.

“Ini adalah saat Bulan, Matahari dan Bumi berada dalam kondisi satu garis. Saat Bulan purnama, Bumi menghalangi Matahari sehingga Bulan terlihat tergelapi walau sedikit. Nah, 2 minggu kemudian, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga Matahari terhalang Bulan dan terlihat menghitam sebagian,” jelas Thomas.

“Fenomena kali ini adalah gerhana matahari cincin. Tapi gerhana matahari cincin hanya bisa dilihat di Pasifik. Indonesia akan mengalami gerhana matahari sebagian.” jelasnya.

Pun demikian hasil pengamatan di Kota Bima. Hasil pengamatan hanya menampakkan gerhana matahari sebagian atau bulan menutup sebagian matahari, bukan gerhana matahari cincin. Tampak bagian sisi kanan bawah piringan Matahari “dimakan” Bulan. Matahari tampak seperti bulan sabit, tetapi lebih tebal. Secara bertahap gerhana matahari selesai sekitar pukul 07.35 wita.

Selanjutnya gerhana matahari akan kembali terjadi pada tanggal 3 November 2013. Sebagaimana dirilis BMKG bahwa Gerhana Matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tahun 2013 ini telah diprediksikan terjadi 5 (lima) kali gerhana, yaitu 2 (dua) kali gerhana Matahari dan 3 (tiga) kali Gerhana Bulan

Sementara Gerhana Bulan sebagian akan terjadi pada 25 April 2013, Gerhana Bulan Panumbra terjadi tanggal 25 Mei 2013 dan tanggal 18-19 Oktober 2013.

Berikut, foto-foto hasil jepretan pengamatan itu dengan Nikon D5100 kit 18-55mm plus filter ND8. Sebagian nampak bayangan matahari sebagai pantulan cermin di depan sensor (mirror). (hasil pengamatan langsung yang benar adalah seperti tampak pada mirror itu, karena kurang tepat setting pengambilan gambar sehingga tidak tampak aslinya pada matahari-maklum masih belajar)

Whuih… Ada 24 Kandidat Planet Baru

planetDengan planet yang ada saja, kita bahkan mungkin tak mampu membayangkan betapa luasnya jagad raya ini. Kini, seorang Astronom amatir yang tergabung dalam proyek Planet Hunter berhasil menemukan 42 kandidat planet dimana 15 diantaranya merupakan kanidat planet yang ada di zona layak huni.

“Planet-planet itu adalah kandidat yang luput dari pengamatan astronom profesional namun dapat diselamatkan oleh para sukarelawan dar depan web browser mereka. Mengagumkan bahwa setiap orang bisa menemukan planet,” kata Chris Lintottt dari Zooniverse, pengawas program Planet Hunter.

Salah satu planet yang ditemukan bernama PH2 b. Planet tersebut ditemukan dengan menganalisis data dari teleskop antariksa Kepler. Keberadaan planet tersebut akhirnya juga telah dikonfrmasi oleh pengamatan di Observatorium Keck, Hawaii.

PH2 adalah planet seukuran Jupiter, terlalu besar untuk mendukung kehidupan. Meski demikian, bulan yang mengitari planet ini mungkin bisa dihuni. Temperatur atmosfer di planet berkisar antara 30 derajat hingga -88 derajat Celsius. Baca lebih lanjut

Pantai Pasir Putih Ambalawi Wera

Banyak daerah di Wilayah Kota maupun Kabupaten Bima yang belum begitu diakspos. Salah satunya adalah Pantai yang oleh masyarakat setempat disebut pantai pasir Putih. Letaknya di ujung utara Desa Nangaraba Kecamatan Ambalawi (Orang biasanya menyebut ke Wera. Karena sebelum pemekaran menjadi wilayah sendiri  itu merupakan bagian dari Kecamatan Wera atau lazim disebut Wera Barat).

Untuk menuju ke Pantai pasir Putih Ambalawi ini tidaklah sulit. Bila memakai motor cukup lewat Gang sebelum kantor PLN Ranting Wera Barat. Sangat dekat. Sedang bila memakai mobil, maka Anda harus masuk melalui jalan jauh sebelum itu (Jalan menuju Ujung Kalate).

Gambar berikut adalah hasil foto yang diambil pada Pagi hari (27/10/12) dan Sore/Senja hari Tgl 28/10/12.

Flu Burung merebak, Warga Bima Resah

Flu Burung, Kini Merebak di BimaKasus Flu Burung tiba-tiba menyeruak dan menjadi pembicaraan hangat masyarakat Bima. Adanya beberapa unggas (ayam) yang mati mendadak menjadi awal kecurigaan itu. Bersamaan dengan itu, beberapa pasien (anak-anak), dirujuk ke RSUD Bima dengan dugaan menderita flu burung. Pemberitaan media televisi tentang Penyebaran virus flu burung di Bima, Nusa Tenggara Barat, makin meluas. Setidaknya 13 kecamatan dipastikan telah terinfeksi. Sebanyak, 10 kecamatan yakni di Kabupaten Bima, seperti Kecamatan Soromandi, Madapangga, Bolo, Woha, Belo, Donggo, Wawo, Sape, Langgudu dan Ambalawi. Sementara tiga kecamatan lain berada di Kota Bima yakni Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur, dan Kecamatan Asakota.

dikutip dari liputan 6, Selasa (6/3), ribuan unggas mati kebanyakan ditemukan di kolong rumah adat warga. Sejumlah ayam yang berkeliaran di permukiman banyak yang terlihat sakit. Mewabahnya virus flu burung ini berawal pada pertengahan Januari 2012 di wilayah Soromandi. Warga melaporkan matinya ratusan unggas setelah datangnya pasokan ayam dari Jawa. Tapi pada awal Maret ini penyebaran virus berbahaya sudah mencapai 10 kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Bima.

Sehari sebelumnya warga melaporkan adanya kematian 100 ekor ayam lebih sehingga total ayam mati mendadak di Desa Jia hampir 1.200 ekor,” tutur Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Kabupaten Bima Syaifudin. Untuk mengantisipasi semakin mewabahnya virus mematikan itu, pemerintah setempat menempelkan kertas imbauan di sejumlah lokasi. Sementara itu, antara melaporkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, memusnahkan sedikitnya 4.500 ekor ayam peliharaan di 10 kecamatan di Kabupaten Bima, terkait mewabahnya virus flu burung atau Avian Influenza. Baca lebih lanjut