Posts Tagged ‘ Melafirraz ’

Kue Pelangi

 Buah Karya : Farah Ika Melati

Pagi itu, Ikal sedang santai di rumahnya.. Seperti biasa, Ia bolak balik membaca beberapa buku cerita yang dibelikan ibunya. Saat asyik membaca tiba-tiba terdengar pintu diketuk orang.

 Tok!, tok!, tok!

“Assalamualaikum”, salam seseorang dari luar.

“Waalaikumsalam” jawab Ikal bergegas bangun dan menaruh bukunya diatas meja.

“Eh Silva, silakan masuk”, kata Ikal mempersilahkan Silva masuk.

Cerita Mela_Ikal mendengarkan penjelasan Silva

Ikal mendengarkan penjelasan Silva

“Kamu mau apa kemari, aku sedang asyik membaca buku nih” kata Ikal agak kesal dengan kedatangan Silva.

“Maaf ya, aku ganggu kamu, ini penting karena ada  berita menyenangan” kata Silva tersenyum

“Ha, berita menyenangkan?” tanya Ikal berbinar binar

“Kamu dan teman-teman yang lain akan ikut lomba memasak. kamu didaftarkan oleh ustadzah. Sahira sahabatmu juga ikut, loh”, kata silva menjelaskan.

“O iya, kamupun akan punya kelompok memasak bersama Ratih dan Putri”, lanjut Silva lagi.

Ikal terdiam.

“Wah, itu asyik sekali”, Seru Ikal.

“Tapi, kenapa Ratih

Cerita Mela_Ikal Sejenak Melamun

Ikal Sejenak Melamun

dan Putri yang membantuku? Kan lebih asyik jika berkelompok dengan Nikita dan Mira. Sebab Nikita nilainya tinggi. Demikian juga Mira. Sedangkan Ratih lemah  dan Putri nilainya selalu jelek” gumam Ikal dalam hati.

“Loh, kok, melamun?” tanya Silva mengagetkan.

“Eh…, Enggak kok”, ucap Ikal

“Terus lomba memasaknya dimana?”, tanya Ikal menutupi lamunannya.

“Di alun-alun dekat toko bangunan itu, loh…” jawab Silva.

“Oh…. iya”, kata Ikal mengerti lokasinya

“Ya sudah, aku pamit dulu ya, itu saja yang ingin kuberi tahukan, assalammualaikum!” salam Silva sambil beranjak pergi.

“Waalaikumsalam”, ujar Ikal.

Cerita Mela_Ikal, Ratih dan Putri dalam Bis khusus

Ikal, Ratih dan Putri dalam Bis khusus

Baca lebih lanjut

Iklan

Manfaat Olahraga Bagi Anak

Olah raga. Karate yang diikuti Firraz

Sedikitnya ada 6 manfaat olah raga bagi anak-anak. Karena aktivitas fisik yang tepat akan memacu tumbuh kembang anak secara optimal. Tapi itu bukan berarti si kecil harus melakukan senam jasmani setiap hari.Yang penting anak selalu aktif bergerak. Demikian seperti dikutip dari kompas (18/2/12)

Olahraga bagi anak, terutama anak balita, tak harus dalam bentuk gerakan terstruktur seperti senam jasmani, brain gym, atau bulutangkis. Kegiatan seperti bersepeda, bermain lompat tali, berlari-larian dengan teman-temannya juga sudah merupakan latihan jasmani bagi anak. Olahraga untuk anak sarat dampak positif seperti disebut di bawah ini.

1. Kesehatan
Mengurangi risiko berbagai penyakit, khususnya yang terkait dengan obesitas. Berbagai penelitian menunjukkan, obesitas pada anak-anak meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif, seperti jantung, stroke, dan diabetes, pada usia yang lebih muda. Belum termasuk lebih mudah terkena infeksi dan risiko kanker. Baca lebih lanjut

Kunci Kebahagiaan: Luangkan Waktu Berbincang dengan Ayah

Anak dan Ayah_Mela dan Ayah

Peran ayah bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Meskipun pada masa awal-awal kelahiran, anak lebih banyak bergantung pada ibu, bukan berarti Ayah menjadi sosok yang bisa dikesampingkan.

Terutama ketika anak mulai bisa bermain dan membutuhkan sosok panutan di masa remaja, Ayah seringkali menjadi pilihan utama.

Anak-anak dan remaja yang mengaku mereka berbicara serius pada ayah mereka hampir setiap hari, memperoleh skor 87 persen pada skala kebahagiaan, dibandingkan dengan mereka yang jarang berbicara dengan ayahnya dengan cara demikian, hanya memperoleh skor 79 persen pada skala kebahagiaan.

Penemuan itu merupakan analisis dari penelitian untuk survei British Household Panel terhadap 1.200 anak muda di Inggris, berusia 11-15 tahun, yang dirilis oleh Children Society menjelang hari Ayah atau Father’s Day, akhir pekan nanti.

Hampir separuh dari remaja yang diwawancarai yaitu 46 persen, mengatakan mereka jarang berbicara dengan ayah mereka mengenai topik yang penting, dibandingkan dengan 28 persen yang jarang berbicara dengan ibu mereka tentang hal yang dianggap paling penting. Baca lebih lanjut

DI MANA LETAK KEBAHAGIAAN?

Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, “Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih”.

Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?

Melafirraz cerita di baruga

Malaikat pertama mengusulkan, “Letakan dipuncak gunung yang tinggi”.
Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju.
Lalu malaikat kedua berkata, “Latakkan di dasar samudera”.

Usul itupun kurang disepakati.

Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi.

Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan.

Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya?

Baca lebih lanjut

Akhirnya Ayah Tertawa Juga……..

 

Akhirnya Ayah tertawa juga

 

Hari itu malam makin larut….seperti hari-hari sebelumnya aku selalu menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah. Malah menurutku 80 % kerjaan kantor kuselesaikan di rumah. Itu menjadikan hari-hariku lebih banyak terlihat di meja kerja (di rumah). Intinya lebih banyak berkutat dengan laptopku. Sehingga untuk nonton TV sudah sangat jarang. Bukan tidak mau tapi tidak sempat. Itu sejak lebih kurang dua tahun terakhir ini. Itu sejak aku pindah bagian ini.

Kebetulan anak-anak yang ikut tinggal di rumag ini sedang mudik lebaran, maka kamar kerjaku aku ganti di ruang TV. Sambil kerja sambil nonton TV. Termasuk malam itu. Satu persatu Firraz dan ibunya masuk kamar. Tinggal Mela masih asyik dengan acara lawak di TV. Kasin dia duduk sendiri aku maju dan duduk nonton disampingnya…..sampai pada sebua episode yang membuat aku ikut tertawa. ‘Wah, akhirnya ayah tertawa juga……’, seru Mela.

Baca lebih lanjut

Ayah…..Firraz Mau Ikut……

 

Ayah_Firraz

 

Firraz, itu nama anak kedua kami. Laki-laki. Entah, sepertinya banyak sekali ‘cerita’ tentang dia ini. Ulah dan gayanya tiap hari. Ada….ada saja. Yang jelas Firraz jauh lebih banyak memancing emosiku (juga ibunya). Sampai akhirnya Firraz berujar ‘senang ya ayah pergi. Gak ada yang marahin’.  Itu diucapkan sesaat setelah aku pergi (keluar kota) yang dalam beberapa tahun terakhir lumayan sering. Ya tetep sedih mendengar itu. Lalu secara bertahap aku mencoba lebih memperbaiki diri. Sampai akhirnya ketika aku harus pergi lagi (ke Yogya_Kuliah). Hmmm….. sungguh terharu. Sejak aku memberitahukannya beberapa hari sebelum hari keberangkatan dia sudah bilang ; ‘Ayah…..Firraz mau ikut….’. Di hari keberangkatanku seharian tidak mau lepas dari gendonganku. Tertidur bahkan dalam tidurnya dia mengigau ‘ayah….firraz mau ikut’. Ya ampuuuun….. jelas berat sekali aku meninggalkannya. Bahkan hari itu firraz baru tidur jam 2 dini hari. Resah kata ibunya.

Baca lebih lanjut

Wah, Mela Firraz Sekarang Ganti Kostum

Firraz mela Seragam baru

Wah, gak terasa waktu terus bergulir. Kini mereka terus tumbuh, berkembang dan….

Mela kini sudah masuk SD. Firraz kini masuk TK. Alhamdulillah. Aku liat Mela makin besar dan cantik. Firraz juga masih dengan malu-malunya menikmati seragam barunya sebagai siswa TK. Hmm…..mereka anak-anakku. Mereka yang rasanya baru kemarin masih bayi, masih merah.

Hari pertama masuk sekolah (12/7/10) Ibunya yang nemanin. Kebetulan sama-sama sekolah di Insan Kamil. Kalau Mela, karena hampir sebagian besar dari 30 orang teman sekelasnya telah dikenal maka adaptasinya lebih mudah. Lain halnya Firraz. Meski bangga dengan seragam barunya, dia masih malu-malu dan takut untuk berbaur. Tapi masih untung bisa bahkan berani maju ke depan kala gurunya menantang siapa yang berani maju. Namanya saja anak usia 4 tahun. Pulangnya Firraz dengan lancar cerita ‘ngapain’ saja disekolahnya. Plus kebiasaan ‘analisisnya’ yang pada akhirnya kita hanya punya pilihan jawaban ‘Iya’. Dia pun menyebut beberapa nama teman yang baru dikenalnya. Sebut saja Rizky.

Sorenya aku ajak jalan-jalan liat laut di TPI pake motor. Firraz di depan, Mela di belakang. Gak nyangka tiba-tiba Firraz nanya; ‘Allah itu terbuat dari apa?’, waduh……

Itu adalah antara lain ciri Firraz kini. Banyak tanya. Banyak analisis.

Sebagai orangtuanya kami tentu saja bangga dan selalu berdoa semoga Mela-Firraz selalu sehat, pintar dan sholeh-sholahah.

Hari kedua (Selasa 13/7), gantian Ayah yang antar Firraz ke sekolah. Wah…gak mau lepas dia, gak mau gabung sama teman-temannya karena sudah terlambat. Okeylah….Ayah terlambat ke kantor. Temani Firraz dulu. Hmmm….. pertolongan itu akhirnya datang juga. Setelah di jemput Rizky, teman yang dikenalnya kemarin akhirnya Firraz mau bergabung.

Hmmm……..Ayah tinggal ya Firraz. Nanti ayah jemput jam 10.00.