Posts Tagged ‘ Melafirrazfakhri ’

Wedang Sawah, Serasa Pulang ke Rumah di Desa

Bincang ringan dengan Mas G, driver online dalam perjalanan pulang dari Adi Sucipto ke rumah (8/11), ada satu tempat makan asyik dengan suasana desa yang dikelilingi sawah. Katanya, Namanya Wedang sawah. Katanya udah beberapa tamu penting seperti empat orang menteri yang sudah kesana, plus beberapa bus turis.

Singkat cerita, selasa (13/11) coba kesana. Pasang map, jadilah menyusuri jalan yang mungkin sebagian besar belum pernah kulewati. Sekalinya salah jalan, karena mapnya kecepatan perintah belok kiri. Intinya kalau dari bawah, seperti ruteku dari Jakal 7,5, nanti ke kanan di pertigaan jln. Pamungkas-Grogolan-Jln.Pakem-kalasan-Jln Pasar Butuh. dan…akhirnya nyampe. Sekitar jam 11 atau kurang dikit waktu itu. Tamu yang ada baru 3-4 orang. Bangunan dipinggir jalan, dengan diapit oleh tanaman sayur. Di utaranya ada tanaman cabe dan kacang panjang, dibelakang… dan sebelah selatan baru panen kayaknya.

Baca lebih lanjut

Ketika Kamu Tulus

saat mati lampu

Mela Firraz mengaji saat listrik mati

Karena sesuatu alasan, istri harus pulang kampung dan selama 3-4 minggu terakhir aku harus mengurus 3 orang anak sekaligus. Kelas VI, Kelas IV SD dan yang baru masuk TK. Mulai dari makannya, Memandikan, membangunkan, membacakan cerita kalau mereka tidur, mengantar dan menjemput mereka sekolah dengan tempat sekolah dan waktu yang berbeda. Di sela-sela waktu itu, usai mengantar biasanya mampir kios atau pasar untuk membeli lauk/makanan dan atau memasaknya buat mereka. Lebih kurang sangat pas, usai urus-urus itu tiba waktunya jemput dst.

Dilain kesibukan urus anak, tugas sebagai mahasiswa juga tidak kalah penting, masih ada beberapa SKS mata kuliah yang belum rampung, masih ada janji dan tugas lain yang harus diselesaikan. Ada juga target agar semua beban persyaratan kuliah dibereskan segera agar bisa masuk ke tahap berikutnya. Jadinya sangat sibuk dan membagi banyak perhatian/fokus. Baca lebih lanjut

Fakhri ke Yogya

ake fakhri_yogya 3

Fakhri nunggu kereta dan pesawat lewat di St Lempuyangan

Fakhri adalah si bungsu, dia sendiri yang lahir di Bima dari tiga bersaudara. Pernah ke Surabaya, tapi karena berlima kami memakai Bus. Sehingga Fakhri sendiri juga yang belum pernah merasakan naik pesawat.

Saat usianya hamper 3,6 tahun ini, dia punya kesempatan untuk ke Jawa (Surabaya-Yogya) bareng ibunya. Maka sejak booking tiket pesawat dia sudah heboh, Nanti akan naik pesawat, akan naik kereta (Surabaya-Yogya). Heboh pokoknya.

Hari keberangkatanpun tiba. Fakhri naik pesawat. Bolak balik bertanya, “Ibu, kita naik pesawa? Kita sudah dipesawat?”. Kebetulan Fakhri duduk dekat jendela. Saat masih dibandara fakhri melihat keluar jendela ada pesawat. Kontan Fakhri berujar, “Ibu…. Itu pesawatnya, ayok kita naik pesawat itu…..”. Begitulah…dia tidak sadar kalau dia lagi diatas pesawat.

Cerita inipun berlanjut sama di kereta api. Persis seperti saat naik pesawat. Malah ini lebih sering dan bikin tertawa penumpang lain di kereta. Setiap kereta papas an dengan kereta Fakhri selalu minta untuk naik kereta itu, padahal dia sudah ada dalam kereta.

Walah…. Fakhri……

Sama juga saat naik kereta di alun-alun selatan. Kita memilih kereta yang lampu hiasnya paling bagus. Bentuk kuda. Ah, setiap ada kereta bagus lain yang lewat selalu minta naik kereta itu…. Jadilah sepanjang jalan penuh rengekan minta naik kereta-kereta berlampu hias itu.

Fakhri yang ramah dan lucu. Semoga selalu sehat di sana….

Kue Pelangi

 Buah Karya : Farah Ika Melati

Pagi itu, Ikal sedang santai di rumahnya.. Seperti biasa, Ia bolak balik membaca beberapa buku cerita yang dibelikan ibunya. Saat asyik membaca tiba-tiba terdengar pintu diketuk orang.

 Tok!, tok!, tok!

“Assalamualaikum”, salam seseorang dari luar.

“Waalaikumsalam” jawab Ikal bergegas bangun dan menaruh bukunya diatas meja.

“Eh Silva, silakan masuk”, kata Ikal mempersilahkan Silva masuk.

Cerita Mela_Ikal mendengarkan penjelasan Silva

Ikal mendengarkan penjelasan Silva

“Kamu mau apa kemari, aku sedang asyik membaca buku nih” kata Ikal agak kesal dengan kedatangan Silva.

“Maaf ya, aku ganggu kamu, ini penting karena ada  berita menyenangan” kata Silva tersenyum

“Ha, berita menyenangkan?” tanya Ikal berbinar binar

“Kamu dan teman-teman yang lain akan ikut lomba memasak. kamu didaftarkan oleh ustadzah. Sahira sahabatmu juga ikut, loh”, kata silva menjelaskan.

“O iya, kamupun akan punya kelompok memasak bersama Ratih dan Putri”, lanjut Silva lagi.

Ikal terdiam.

“Wah, itu asyik sekali”, Seru Ikal.

“Tapi, kenapa Ratih

Cerita Mela_Ikal Sejenak Melamun

Ikal Sejenak Melamun

dan Putri yang membantuku? Kan lebih asyik jika berkelompok dengan Nikita dan Mira. Sebab Nikita nilainya tinggi. Demikian juga Mira. Sedangkan Ratih lemah  dan Putri nilainya selalu jelek” gumam Ikal dalam hati.

“Loh, kok, melamun?” tanya Silva mengagetkan.

“Eh…, Enggak kok”, ucap Ikal

“Terus lomba memasaknya dimana?”, tanya Ikal menutupi lamunannya.

“Di alun-alun dekat toko bangunan itu, loh…” jawab Silva.

“Oh…. iya”, kata Ikal mengerti lokasinya

“Ya sudah, aku pamit dulu ya, itu saja yang ingin kuberi tahukan, assalammualaikum!” salam Silva sambil beranjak pergi.

“Waalaikumsalam”, ujar Ikal.

Cerita Mela_Ikal, Ratih dan Putri dalam Bis khusus

Ikal, Ratih dan Putri dalam Bis khusus

Baca lebih lanjut

Akhirnya Ayah Tertawa Juga……..

 

Akhirnya Ayah tertawa juga

 

Hari itu malam makin larut….seperti hari-hari sebelumnya aku selalu menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah. Malah menurutku 80 % kerjaan kantor kuselesaikan di rumah. Itu menjadikan hari-hariku lebih banyak terlihat di meja kerja (di rumah). Intinya lebih banyak berkutat dengan laptopku. Sehingga untuk nonton TV sudah sangat jarang. Bukan tidak mau tapi tidak sempat. Itu sejak lebih kurang dua tahun terakhir ini. Itu sejak aku pindah bagian ini.

Kebetulan anak-anak yang ikut tinggal di rumag ini sedang mudik lebaran, maka kamar kerjaku aku ganti di ruang TV. Sambil kerja sambil nonton TV. Termasuk malam itu. Satu persatu Firraz dan ibunya masuk kamar. Tinggal Mela masih asyik dengan acara lawak di TV. Kasin dia duduk sendiri aku maju dan duduk nonton disampingnya…..sampai pada sebua episode yang membuat aku ikut tertawa. ‘Wah, akhirnya ayah tertawa juga……’, seru Mela.

Baca lebih lanjut

Well Come to my Blog

Thanks for your visit my blog. This dedicated for my dream came true. My dream : Farah, Firraz and Fakhri

 

triplef2