Posts Tagged ‘ Pekerjaan ’

10 Hal yang Membuat Pria Bahagia

Semua manusia pasti ingin bahagia, tetapi yang jadi masalah adalah, kita sering gagal mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Seandainya ada resep kebahagiaan, semua orang pasti sudah antre membeli.

Parangtritis_Berbahagia.....

Sementara para ahli mencari resep itu, kita intip yuk, 10 hal yang membuat seorang pria bahagia dari kacamata dr Nick Powdthavee,

pengarang The Happinness Equation: The Surprising Economics of Our Most Valuable Asset.

10. Menjadi yang terutama
“I I wanna be a billionaire so fricking bad/ Buy all of the things I never had/ Uh, I wanna be on the cover of Forbes magazine/ Smiling next to Oprah and the Queen,” begitu lirik lagu Billionaire yang dinyanyikan Travie McCoy bersama Bruno Mars. Jelas sudah, menjadi orang kaya adalah keinginan semua orang. Bukan berlaku tidak bersyukur, tetapi melalui penelitian, hal itu benar terlihat dan wajar. Menurut Robert Frank, profesor ekonomi di universitas Cornell, pria lebih peduli terhadap penghasilan orang lain ketimbang penghasilannya sendiri. Menurut pengamatannya, kenaikan gaji hanya memberi sedikit kebahagiaan jika ranking urutan pemasukan masih sama seperti sebelumnya, yakni di bawah teman-teman yang lain. Dengan kata lain, pria akan lebih bahagia jika ia menjadi ikan terbesar dalam kolam kecil.
Baca lebih lanjut

Cara Instal dan Klaim dengan INADRG 1.6

Untuk cara Instal maupun cara klaim dengan INADRG 1.6 sudah dijelaskan pada materi pelatihan INADRG 1.6 (dalam

Inadrg 1.6

CD). Namun, pada pelatihan peningkatan tentang tata cara pengistalan maupun klaim yang dipandu oleh Tim depkes kemarin terdapat beberapa catatan yang mungkin bermanfaat pada saat menginstal maupun membuat faile pengajuan klaim. Adapaun catatan tersebut sebagai berikut :

Baca lebih lanjut

Klaim dengan INADRG 1.6

Mulai 1 maret 2010 ini, Departemen kesehatan memberlakukan cara pengajuan klaim pasien Jamkesmas dengan menggunakan software INADRG versi 1.6. INADRG versi 1.6 adalah pengganti versi  sebelumnya yaitu 1.5.

Tentang INADRG

Peserta Pelatihan INADRG 1.6 di Bali

Drg-casemix adalah Pengklasifikasian setiap pelayanan kesehatan  sejenis kedalam kelompok yang mempunyai arti relatif sama; Setiap pasien yang dirawat di sebuah RS diklasifikasikan ke dalam kelompok yang sejenis dengan gejala klinis yang sama serta biaya perawatan yang relatif sama.

Indonesia DRG/INA-DRG adalah DRG yang dibuat berdasarkan data-data/variabel dari rumah sakit di Indonesia. INA-DRG yang terdiri : 23 MDC (major Diagnostic Category) dengan 1.077 kode INA-DRG beserta Tarifnya yang terbagi dalam 789 kode untuk rawat inap dan 288 kode untuk rawat jalan.

Tarif InaDRG meliputi : Pelayanan Rawat Inap yang Merupakan paket jasa pelayanan, prosedur/tindakan, penggunaan alat, ruang perawatan, serta obat-obatan dan bahan habis pakai yang diperlukan. Dan Pelayanan Rawat Jalan yang Merupakan paket jasa  pelayanan kesehatan  pasien rawat jalan sudah termasuk Jasa pelayanan, Pemeriksaan penunjang Prosedur/ tindakan, Obat-obatan yang dibawa pulang, Bahan habis pakai lainnya.

Untuk menjalankan software INADRG versi 1.6, maka didalam paket software tersebut telah ada atau harus ada komponen sebagai berikut :

  1. Paket Software INA-DRG Versi 1.6 :

Internet Browser (Firefox Setup 3.5.2.exe) : aplikasi untuk membuka software INA-DRG karena software ini adalah web base version.

XAMP (xampp-win32-1.7.1-installer.exe) : XAMP adalah software untuk yang memadukan PHP dan SQL untuk melakukan localhosting

Setup INA-DRG Versi 1.6 : file utama yang digunakan untuk menginstal INA-DRG 1.6

Adobe Acrobat Reader (AdbeRdr707_en_US.exe) : software yang digunakan untuk membuka dan membaca file dalam format PDF

  1. Paket Grouper :

SetupCGS_INA_1.2.0.70.exe : file utama yang digunakan untuk menginstal grouper

Windows Installer (WindowsInstaller.exe) : file yang mengatur konfigurasi dan aplikasi penginstalan

Microsoft .NET FrameWork (NetFx20SP1_x86.exe) :software framework yang berjalan pada sistem operasi windows

Kelebihan Software Inadrg 1.6 dibanding 1.5

  • Adalah software Web-base, sehingga :
    • Dapat disharing dalam jaringan
    • Dapat hanya menggunakan 1 grouper
  • Grouping INA-DRG dilakukan hanya dengan 1 kali klik
  • Instalasi lebih mudah (tidak ada setting manual)
  • Database ICD sudah lengkap
  • Output report dapat berupa file PDF
  • Dapat digunakan dengan OS Windows Vista
  • Memiliki fitur Backup/Restore Database
  • Password (administrator dan user)

Untuk informasi lebih lanjut sebaiknya hubungi tim casemix depkes (Pak Kiki) atau di Facebook : sirsdancasemix

Ke Bali (lagi)


Hmmm….alhamdulillah bisa ke Bali lagi. Bahkan kali ini dengan waktu yang lebih lama. Sejak tanggal 18-22 November 2009. Rabu-Minggu. 4 hari.

Berbeda dengan kepergianku bulan maret lalu, kali ini berangkat dengan rombongan yang lebih banyak. Ada lima orang dari RS termasuk direktur dan yang mewakili bupati (katanya orang Bapedda) serta dari Dikes Kota dan Kab.  Bima masing-masing 1 orang. Ada juga rombongan teman-teman dari Dompu dengan tujuan yang sama. Hmm…..rame saja rasanya. Maka, seperti biasa, dimanapun ada moment selalu diisi dengan acara foto-foto.

Karena ke Bali berangkat jam 11 takutnya nyampe malas keluar hotel, aku berinisiatif membawa makanan dari Bima (nasi bungkus). Wah,…ternyata diketawain deh. Ah….dia belum pengalaman ke Bali batinku. Udahlah…akhirnya pesawat merpati foker 100 itu mendarat dengan mulus di Ngurah Rai sekitar jam 12. Ke hotel lalu nunggu reservasi dan lain-lain. Lebih kurang jam 13 mungkin nyampe juga di kamar 607, 603, 602 di lantai 6 Hotel Aston Kuta. Tentu saja seblumnya ‘sok tau’ di lift dan pintu masuk lorong dan kamar dengan kartu chip kunci. Ah, pokoknya bisa masuk. Lega…… Biasa….langsung menjatuhkan badan di empuknya tempat tidur hotel yang nyaman. Bangun, mencoba melihat lewat tirai belakang di depan sana ada bangunan hotel juga. Sedangkan di bawah, di lantai dasar ada kolam renang. Ada beberapa turis yng sedang mandi.

Baca lebih lanjut

Tentang Evidence Based

Dalam beberapa tahun terakhir atau tepatnya beberapa bulan terakhir kita sering mendengar tentang Evidence Base. Evidence Base artinya berdasarkan bukti. Artinya tidak lagi berdasarkan pengalaman atau kebiasaan semata. Semua harus berdasarkan bukti. Bukti inipun tidak sekedar bukti. Tapi bukti ilmiah terkini yang bisa dipertanggungjawabkan.
Ketika kita mengatakan anggaran kesehatan kurang maka pertanyaanya adalah apakah dasarnya sehingga dikatakan kurang ? Maka disusunlah apa yang disebut dokumen NHA (National Health Account), PHA (Provincial health Account) dan DHA (District Health Account). Dokumen tersebut dapat menjadi evidence base ketika kita mengatakan banyak hal tentang pembiayaan kesehatan. Demikian juga pada tingkat klinik. Evidence base yang dalam tataran klini disebut Evidence Based Medicine (EBM) menjadi hal mutlak yang harus diberlakukan. Prof. Iwan Dwiprahasto, salah seorang Guru besar di  FK UGM pada saat mengajar tidak akan lupa mengingatkan mahasiswanya bahwa ilmu yang diajarnya saat itu pada saat mahasiswa tersebut tamat mungkin sudah tidak berlalu.


Hal ini terjadi karena llmu Kedokteran berkembang sangat pesat. Temuan dan hipotesis yang diajukan pada waktu yang lalu secara cepat digantikan dengan temuan baru yang segera menggugurkan teori yang ada sebelumnya. Sementara hipotesis yang diujikan sebelumnya bisa saja segera ditinggalkan karena muncul pengujian-pengujian hipotesis baru yang lebih sempurna. Sebagai contoh, jika sebelumnya diyakini bahwa episiotomi merupakan salah satu prosedur rutin persalinan khususnya pada primigravida, saat ini keyakinan itu digugurkan oleh temuan yang menunjukkan bahwa episiotomi secara rutin justru sering menimbulkan berbagai permasalahan yang kadang justru lebih merugikan bagi quality of life pasien. Demikian pula halnya dengan temuan obat baru yang dapat saja segera ditarik dan perederan hanya dalam waktu beberapa bulan setelah obat tersebut dipasarkan, karena di populasi terbukti memberikan efek samping yang berat pada sebagian penggunanya.


Bukti ini juga mempunyai tingkat kepercayaan untuk dijadikan sebagai evidence base.

Berikut adalah tingkatan evidence based :

 Ia. Hasil penelitian dengan Systematic reviews (meta-analyses) of RCTs

 Ib. Hasil penelitian dengan randomized control trial,

II.   Cohort Studies

III. Case-control-studies

IV. Case-series

(IV).Expert opinion 

 

Untuk mendapatkan bukti ini bisa diperoleh dari berbagai macam hasil penelitian yang telah dipublikasikan oleh berbagai macam media. Berikut contoh hasil pencarian lewat PubMed untuk “atrial fibrillation AND warfarin” dengan beberapa filters

Type Term used Number of articles
All articles  (no filter) 2175
RCT “random allocation” [MeSH] 7
Cohort “cohort studies” [MeSH] 366
Case-control “Case-Control Studies”[Mesh] 234
Case report Case Reports [Publication Type] 196


Itulah evidence base. Melalui paradigma baru ini maka setiap pendekatan medik barulah dianggap accountable apabila didasarkan pada temuan-temuan terkini yang secara medik, ilmiah, dan metodologi dapat diterima.

Mengikuti HMT

Di Bulan Januari 2009 ini, saya sempat melihat ada tamu di ruang direktur. Salah satunya bule. Setelah tamu tersebut pulang saya jadi tau kalau tamu itu adalah dari GTZ. Menurut direktur, tamu itu menginformasikan kalau GTZ-UGM akan menggelar Hospital Management Training (HMT) angkatan II di Bima.
Saya jadi ingat…….Team HMT BimaTeam HMT Bima

Dulu di bulan Oktober 2007, saya dan 4 orang teman-teman dari RSUD Bima ikut seleksi HMT di Mataram. Untuk terpilih sebagai rumah sakit peserta tes itupun diseleksi. Kita harus kirim proposal dan tanda komitmen. Kebetulan RS Bima terpilih ikut seleksi. Waktu pelatihan yang digelar tiap jumat, sabtu, minggu selama 6 bualn membuat 80% calon dari RS Bima batal berangkat. Saya terpaksa merayu teman-teman yang lain agar mau ikut seleksi itu. Akhirnya kita berangkat ikut seleksi tersebut. “Full Young”. Ya. Kita yang ikut rata-rata masih muda. Sebagiannya belum selesai S-1 (padahal waktu itu benar-benar disyaratkan S-1). Karena yang mau dilatih adalah tim, maka ke-5 orang tersebut semuanya harus lulus dalam seleksi yang adakan UGM itu. Nyatanya kita tidak semuanya lulus. Katanya hanya 2 orang. Demikian antara lain penjelasan GTZ dalam surat pemberitahuannya.
hmt_team2hmt_team2

HMT adalah harapan
Sekarang ……….
Saya ikut HMT. Senang tentu saja. Saya tentu akan dapat manfaat secara pribadi, secara tim juga bagi rumah sakit.
Dari HMT ini saya berharap dapat memiliki tambahan ilmu yang itu bisa berguna bagi rumah sakit. Sebab, kenyataanya kita belum memiliki seorangpun magister kecuali dokter spesialis. Padahal kekinian rumah sakit butuh ilmu dan metode atau manajemen terkini..
Pelatihan HMT ini mengadopsi semua kurikulum Magister Manajemen Rumahsakit (MMR) UGM, kecuali blok 6 yaitu metodelogi penelitian dan statistik. Artinya, hampir semua materi yang berkaitan dengan manajemen rumah sakit akan diajarkan. itu juga secara pribadi memberi harapan bagi karir dan jenjeng pendidikan.
Satu orang saja bisa membawa perubahan yang besar, apalagi kalau 5 orang. Lima orang yang memiliki ilmu dan persepsi yang sama. Keinginan yang sama untuk menjadi team ”critical mass”.
Itulah optimisme saya mengikuti pelatihan ini. Itulah harapan HMT. Harapan pasien dan masyarakat.

hmt_rs-sumbawahmt_rs-sumbawa

Lega….
Lega kalau ini bisa terwujud. Saya tidak lagi terkadang pusing memikirkan apa dan bagaimana yang harus saya lakukan. Banyak ditemukan perbedaan antara harapan pasien dengan apa yang diperoleh. Saya berpikir banyak faktor yang berkaitan dengan ini. Saya mencoba menulis tajuk disetiap edisi buletin RS. Saya berharap hal itu dapat merubah pola pikir. Memang, kalaupun teman-teman saya ini adalah perawat, kita tidak mungkin menjadi florence nightingale. Dia tidak merasakan berdesakan naik bemo, harga BBM yang naik, atau urusan keluarga dan dapur mengepul. Sebab dia murni pekerja kemanusiaan. Merawat orang. Harta ayahnya di Inggris lebih dari cukup untuk kehidupannya hingga tujuh turunan. Kita semua dan juga teman-teman perawat butuh materi. Kita tetap sebagai manusia biasa. Kita bisa capek dan lelah. Kitapun berhak memikirkan anak dan rumah tangga kita. Tapi, pasien tetaplah pasien. Pasien hanya tau dilayani dengan baik. Tidak mau tau yang lainnya.
hmt_rs-dompu

HMT adalah Pilihan
Kegiatan HMT berlangsung lebih kurang 8 bulan. Setelah itu peserta HMT diusahakan tidak berpindah tugas minimal 3 tahun setelah HMT berakhir. Sebenarnya bagi sebagian orang, ini adalah sebuah pilihan. Sayapun berpikir demikian. Mengikuti HMT itu sebagai pilihan. Saya harus menyesuaikan atau ekstrimnya merubah apa yang orang-orang sebut sekarang sebagai “peta masa depan” saya selama Tahun 2009 ini.

Alhamdulillah, disamping bertugas sebagai abdi negara, saya juga bisa meng-update ilmu dengan menjadi guru atau dosen. Jika saja tidak ikut HMT maka bulan Maret ini saya (dan juga mungkin beberapa teman yang lain) akan ikut tes masuk pascasarjana (katanya sih untuk menjadi dosen tetap minimal S-2). Jika tidak ada HMT, maka pada tahun 2009 ini saya akan…., saya berencana……(ini, itu dan seterusnya. Banyak ). Tapi HMT adalah pilihan. Saya tidak akan menyesal dengan pilihan saya. Saya selalu yakin kalau sesuatu diniati sungguh-sungguh niscaya tetap akan memberi hasil dan manfaat. sama seperti keyakinan saya ketika saya ikut pelatihan atau sekolah dan sejenis. saya selalu yakin pasti ada manfaatnya. Saya percaya pilihan saya akan memberi manfaat bagi pribadi dan orang-orang disekitar saya khususnya rumah sakit, khususnya pasien dan keluarganya. saya pengen sekali rumah sakit ini, suatu saat bisa benar-benar membuat pasien dan keluarganya “puas dan tersenyum”. Benar-benar profesional dalam manajemennya.

Semoga deh!

hmt_openhmt_open

Klaim INADRG

Mulai 1 Januari 2009 ini, Depkes telah membuat kebijakan untuk menerapkan pola pembayaran klaim pasien jamkesmas melalui sistem pembayaran INADRG.inadrg_closeinadrg_sosialisasi

Mulai 1 Januari 2009 ini, Depkes telah membuat kebijakan untuk menerapkan pola pembayaran klaim pasien jamkesmas melalui sistem pembayaran INADRG.

InaDRG adalah Sistem pembayaran pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan mutu, pemerataan dan jangkauan dalam pelayanan kesehatan yang menjadi salah satu unsur pembiayaan pasien berbasis kasus campuran; INADRG mengklasifikasikan setiap tahapan pelayanan kesehatan sejenis kedalam kelompok yang mempunyai arti relatif sama. Setiap pasien yang dirawat di sebuah RS diklasifikasikan ke dalam kelompok yang sejenis dengan gejala klinis yang sama serta biaya perawatan yang relatif sama.

Salah satu unsur utama dalam sistem ini adalah peran dari masing-masing anggota tim INADRG ini yang saling berkaitan. Dokter harus menuliskan diagnosa dan tindakan yang dilakukan menurut standar ICD X dan ICD IX. Hasil diagnosa ini kemudian di beri kode INADRG (coding), selanjutnya hasil coding ini di entri untuk digrouping sehingga menghasilkan ‘rupiah’. Bila dokter tidak menuliskan diagnosa menurut ICD X atau Tindakan menurut ICD IX maka tida ada proses coding. Akhirnya juga tidak ada hasil akhir “rupiah”.

inadrg_event-white-rose

inadrg_event-white-rose

Setelah digrouping file yang telah dientri tersebut selanjutnya diserahkan kepada petugas pengaju klaim. Disini data yang telah di grouping dilengkapi kembali seperti seperti nama pasien, nama dokter, no. kartu, no. jaminan, dan lain-lain yang belum lengkap. Setelah semua terisi baru berkas tersebut diserahkan ke bagian verifikator independen.

Untuk bisa membuat berkas klaim telah dibuat software sederhana dalam bentuk file berektensi .xls. adapun langkah-langkah dalam membuka dan memanfaatkan software tersebut adalah sebagai berikut :

Cara buka file klaim :
1. Buka ‘pelayanan import’ di pelayanan RS, pilihan selanjutnya klik enable macros
2. Setelah terbuka tekan Ctrl + Shift + Q
3. Tentukan Tgl, Bln, Thn sesuai file kiriman petugas casemix/coder
4. Browse I: file yang dikirim petugas casemix
5. Isi Nama RS (cari, setelah ada sorot sampe muncul alamat dibawah)—tekan lanjut.
6. Isi nama petugas klaim, nama direktur RS.
7. Browse II: Lokasi template (folder pelayanan RS)
8. Browse III: Lokasi penyimpanan file keluaran. Sebelumnya isi nama file dgn ekstensi xls misal: klaim_011008.xls
9. tekan Open
10. Kembali ke import data : klik Lanjut
11. Selesai
12. Mau lihat hasilnya : buka dimana file klaim_011008.xls tadi disimpan
13. Isi yang belum lengkap
14. Setelah diisi lengkap file selanjutnya diserahkan ke verifikator independent

Catatan :
Pada klaim rawat inap (Form 2A) kolom 15, bila hasil kode INADRG di kolom 14 kategori 1 dan 2 maka kolom 15 dikosongkan. Tapi bila dikolom 14 kategori 3 maka dikolom 15 baru diisi ada atau tidak ada pengesahan komite medik.

Beberapa pandangan umum : Kalau yang saverity level 3 biasanya LOS > 7 hari.

Saverity level bisa terlihat dari angka terakhir di kode INA DRG kolom 14. bila angka terkahir 0 berarti rawat jalan. Tapi bila angka terakhir 1, 2 atau 3 berarti rawat inap.

Cara Buka File untuk Verivikator Independen

1. Buka file vi
2. Ctrl+Shift+M
3. Browse :

I. File yang dikirim oleh petugas klain RS

II. Template INADRG di VI

III. DBINST

IV. Nama file (tentukan dulu lokasinya)

inadrg_finishinadrg_finish

INADRG

INADRG