Posts Tagged ‘ rasambojo ’

Rakor APEKSI diMulai, Menkop UKM Hadir di Kota Bima

Menkop UKM

Kota Bima_Menkop UKM di Dampingi Walikota Bima

Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)Resmi dimulai di Kota Bima (14/11/12). Rakor APEKSI ini dihadiri oleh 13 walikota wilayah IV yang terdiri dari : Kota Kupang (NTT), Kota Bima, Kota Mataram (NTB), Kota Denpasar (Bali), Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Malang, Kota Batu, Kota Surabaya, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Madiun (Jatim).

Membuka Rakor APEKSI tersebut, hadir Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Mengah (UKM), Dr. Syarifuddin Hasan, SE, MM, MBA yang sekaligus meresmikan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lapangan Pahlawan Raba. Di Area Lapangan pahlawan Raba juga telah berdiri stand untuk pameran expo yang menampilkan produk unggulan dari ketigabelas daerah yang menjadi peserta Rakor APEKSI. Termasuk stand bagi UKM serta pelaku dunia usaha lain di Kota Bima seperti Bank, Pegadaian, Dealer Kendaraan, Unit Produksi SMK ,dll. Baca lebih lanjut

Blue Sunset

Musim kemarau. Sejatinya bulan-bulan ini adalah waktu yang tepat untuk foto sunset. Alasan utamanya adalah cuaca yang lebih bersahabat. Keadaan lain dari alam juga namapaknya ikut mendukung. Seperti pohon-pohon yang meranggas akan menjadi siluet yang indah jika angle pengambilannya pas.

Sabtu (22/9) di sebelah barat Pom Bensin Panda-Kota Bima, ada dua pohon meranggas. Sayangnya ketika nyampe disana matahari sudah tenggelam. Seperti konsep umum foto sunset : Jangan keburu kecewa atau jangan keburu pulang setelah mataharinya lewat. Tunggu beberapa saat. Lihatlah perubahan warna langitnya…. Baca lebih lanjut

Bagian Akhir Kemeriahan HUT Kota Bima

Akhirnya seluruh rangkaian acara peringatan HUT ke-10 Kota Bima berakhir. Kegiatan terakhir yang diselenggarakan adalah Fun Bike keliling Kota Bima. Lebih dari 1000 an peserta fun bike memadati jalan-jalan yang dilalui.

Sebelumnya, pada Kamis malam (12/4), bertempat di Kawasan Amahami telah digelar acara malam penutupan serangakaian acara memeriahkan HUT Kota Bima. Acara yang dihadiri Walikota ini terkesan sangat meriah oleh penampilan/atraksi seni budaya berbagai elemen masyarakat Kota Bima. Ada sanggar seni dari Penanae, Ada atraksi kebolehan anggota pencak silat, Qasidah Modern oleh seluruh camat dan lurah se-Kota Bima dan beberapa kesenian daerah lainnya.

Pokok acara lainnya adalah pengumuman juara seluruh rangkaian kegiatan Lomba dan pertandingan. Seperti Lomba kebersihan antar kelurahan, Petugas kebersihan terbaik, pemenang berbagai kategori pawai budaya, kegiatan menulis cerita anak dan remaja, kegiatan bercerita tingkat anak-anak, lomba mewarnai anak-anak TK dan SD, dan sebagainya termasuk personel Humas pro terbaik.

Dari seluruh rangkaian acara tersebut, ada hal yang mungkin perlu diperhatikan untuk acara pengumuman seperti itu adalah waktu pengumuman dan penyerahan hadiah bagi juara lomba individu anak-anak SD dan TK. Di mana pengumuman dan penyerahan hadiahnya diletakkan di bagian akhir/setelah yang lain (21.52 wita-kan kasian anak-anak TK-SD ini besoknya harus sekolah pagi-pagi). Berikutnya, banyaknya kejadian tertukar piagam/uang hadiah dan piala bahkan ada yang tidak ditemukan pialanya (Juara II Tk TK dan Juara II, III tk SD_Kebayang gak ya psikologisnya anak-anak oleh panitia? Yang lain bawa turun piala sementara mereka tidak. Padahal mereka diundang untuk menerima hadiah termasuk pialanya).

Semoga ke depan acaranya menjadi lebih baik. Sekali lagi Selamat Ulang Tahun Kota Bima yang ke-10 !

Musim Groso Segera Usai

Kalau Anda jalan-jalan ke Bima atau Kota Bima, maka sempatkanlah makan Groso. Buah Groso atau Srikaya atau Menungo yang

Groso_Rp. 10.000 dapat 6 buah

dihasilkan dari daerah Bima ini rasanya sangat istimewa. Disamping rasanya yang manis (legit), juga memiliki biji yang sangat sedikit sehingga dagingnya sangat banyak. Memakannya pun tidak perlu menunggu waktu khusus. Rasanya yang manis membuatnya aman dimakan kapan saja.

Meski tergolong buah yang tidak tahan lama, namun peminatnya tetep tinggi. Bukan hanya sekedar pendatang, masyarakat Bima sendiri sangat menantikan musim groso ini tiba. Dan bila musim groso ini tiba maka sepanjang jalan menuju Bima mulai dari Panda (lewat  dikit Bandara M. Salahudin), penuh dengan jejeran penjual groso dengan berbagai ukuran. kebetulan daerah penghasil groso terkenal adalah Panda (Kec.Palibelo Kab. Bima, lalu daearh sebelah utara Kota Bima mulai dari Gindi, Tambana, Ule sampai Kolo, terus daerah selatan Kota Bima seperti Panggi dan Sambinae.  Untuk di Kota Bima, jejeran groso kalau pagi dapat dijumpai dipasar raya Bima. Lalu di depan Arjuna sekitar Lancar jaya pada sore hari. Disitu penuh dengan penjual groso.  Pada puncak panen, dengan uang Rp. 10.000 kita bisa mendapat 10 buah groso dengan ukuran yang cukup besar. Namun, pada saat jarang, jangan kaget kalau satu buah groso kadang di jual Rp. 5000/buah.

Kota Bima_Groso diseberang LJ

Tahun 2011 ini nampaknya musim dan panen groso berlangsung lama. Sejak November 2010, groso sudah mulai terlihat denganjumlah yang terbatas. Nampaknya puncak musim groso terjadi pada awal januari 2011 kemarin.  Saat kukembali (setelah pergi  selama 20 hari) groso masih ada, namun nampaknya adalah buah yang terakhir. Sehingga ukurannya rata-rata yang kecil. Harganya pun kembali naik dibanding yang sebelumnya. Kini Untuk mendapat 6 buah groso yang per buahnya Rp. 500-Rp.1000 pada puncak musim harus ditebus dengan Rp. 10.000. Menyiasati harga ini, kalau mau sedikit bersabar maka pergilah beli groso usai magrib sampai malam. mungkin karena sifat groso yang tidak tahan lama atau penjualnya takut grosonya jadi busuk, biasanya jam sekian harga akan di turunkan. Yang penting laku.

Wah, musim groso memang akan segera usai. Tapi produksi dan panen yang melim

Groso_depan Arjuna

pah tahun ini lumayan puas untuk dinikmati…….

jadi, kalau Anda berkunjung ke Bima, cobalah mencicipi buah ini. DIJAMIN. Meski di daerah lain ada, namun rasanya tidak semantap buah groso yang ada di Bima ini. Atau bagi yang sudah lama meninggalkan Bima, jangan lupa menagih kiriman groso. mumpung musimnya belum benar-benar usai.

 

Meriah, Pembukaan Walikota Bima Cup

Acara pembukaan turnamen Volley ball se-Pulau Sumbawa memperebutkan trofi Walikota Bima (Walikota Cup) 2009 berlangsung meriah.

Kota Bima_pembukaan Volley ball Walikota Bima CupKota Bima_pembukaan Volley ball Walikota Bima Cup

Acara yang berlangsung dan dipusatkan di Lapangan Volly ball Kompleks Lapangan Pahlawan Raba itu pada sabtu sore (16/5) dihadiri dan dibuka oleh Walikota Bima Drs. HM Nur Latif.
Sebelum acara pembukaan berlangsung, dilakukan parade kontingen peserta. Tampil terdepan adalah kontingen Volley ball dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Selanjutnya dikuti oleh kontingen lain berdasarkan urutan terjauh jaraknya yaitu berturut-turut : Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan terakhir rombongan tuan rumah Kota Bima.
Acara menjadi meriah karena dalam setiap rombongan kontingen diawali oleh grup marching band yang ada di Kota Bima. Sedangkan dibelakangnya diikuti oleh rombongan siswa dari beberapa SMP di Kota Bima. Sepanjang jalan yang dilalui dari depan halaman kantor walikota Bima para pelajar berpakaian adat Bima berdiri dengan lambaian bendera merah putih. Tidak ketinggalan ibu-ibu dengan kesenian tradisional “kareku kandei” juga memamerkan keahliannya memegang alu sehingga menjadi suara yang indah. Sesampai di lapangan, kontingen team masuk ke area lapangan volley ball. Sedangkan rombongan marching band dan pendampingnya langsung menyusuri pinggir luar lapangan.
Bahkan sebelum acara pembukaan dimulai, kepada para tamu (4 kontingen luar Kota Bima) disuguhkan tarian penyambutan “tari wura bongi monca”. Tidak ketinggalan juga “Buja kadanda”.
Kemeriahan acara pembukaan tidak sampai disitu. Usai magrib, pesta kembang api ikut menghibur warga Kota Bima. Tidak heran, ketika pertandingan pertama berlangsung sekitar pukul 20.00 penonton sangat membludak. Sangat banyak. Syukurnya panitia sigap. Penonton yang tidak bisa menyaksikan langsung jalannya pertandingan telah disediakan sebuah layar lebar untuk menyaksikan langsung pertandingan tersebut.
Sebuah kemeriahan dalam rangka HUT Kota Bima yang ke-7 pada 10 April lalu. Sebuah acara hiburan bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya. Dan juga sebuah ajang prestasi yang membawa nama daerah dengan iming-iming hadiah yang katanya total mencapai 100 juta.
Selamat bertanding. Tunjukan sportifitas.

HUT KOTA BIMA

Meriah Dengan Pawai Budaya Anak-Anak TK

Pawai Budaya Anak-anak TK dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Bima yang ke-7, berlangsung meriah. Kemeriahan acara karnaval ini tidak saja oleh para peserta yang rata-rata berumur 4-5 tahun ini, namun juga ramai dengan para orang tua yang mengikuti putra-putrinya. Para penontonpun tidak ketinggalan memberikan support sepanjang jalan. Acara carnaval ini mengambil tempat Start di depan SDN 02 Kota Bima (depan gedung veteran/dikes Kota Bima) finish di halaman kantor walikota. Peserta yang begitu banyak (dari seluruh TK yang ada di Kota Bima) karuan membuat kemacetan sekitar Masjid Baitul Hamid Raba. Akhirnya kendaraan dialihkan melalui jalan-jalan alternatif ditengah lingkungan pemukiman warga sekitar.

Mela, diantara teman-temannya TKIT Insan Kamil Kota Bima

Mela, diantara teman-temannya TKIT Insan Kamil Kota Bima

Kembali ke arena karnaval. Namanya juga anak kecil yang berada ditengah ribuan orang, komando dari ibu gurunya kadang lewat begitu saja. Alias mereka hanya asyik dengan teman-temannya sendiri atau juga tidak mendengar. Tali pembatas peserta terkadang dilewati. Sehingga kejadian anak hilang juga terjadi. Parahnya ketika ditanya siapa nama dan apa sekolahnya jawabannya adalah nangis. “Ibu……… ….” Wah tambah panik. Akhirnya dengan keringat dan sisa-sisa tenaganya mereka sampai di tempat finish. Cerita hilang anak juga kembali terjadi. Ada-ada saja.

TKIT Insan Kamil Bima

TKIT Insan Kamil Bima

Mela

Mela pada karnaval mendapat bagian pakaian daerah kalimantan (gak tau Kalimantan mana). Aslinya harus memakai konde. Karena mereka adalah TKIT (Islam Terpadu) maka semua peserta wanita harus memakai jilbab. Termasuk Mela. Alhamdulillah Mela tampak serasi dengan jilbab bikinan ibunya. Yah.., itulah cerita Mela hari ini. Mela di Ulang Tahun Kota Bima yang ke-7.

Wa’i Malabo Dou Mpanga

Wa’i Malabo Dou Mpanga


Wara-wara rua-n wara sa-bua wa’i malabo ompu mangge’e di ade nggaro-na. Makento mpara ba ede, na-supu-ra ompu. Sabune ntoi supu-na, ede-ra made-n.
Makento mpara ba ede, wati-du loa-na kacihi ba wa’i ede. Na’ne’e-ku lao umbu wati wa’u-n ngari rade-n, na-ne’e-ku paki wati wa’u-na hanta ro randa, ede-ra ngupa kai-na kacihi. Pala wara ja sa-bua peti na’e di salaja wa’i ede, ede-ra tau kai-na di ade peti ede ompu, ede-ra kunci ro ropo-ropo kai-na. Ampo na-nangi ro nggahi di ade nangi-n ede:
“Ai ompu-e, ai ake bune-si wi’i kai-mu nahu labo ntau ra wara mamboto di ade peti na’e ake!”
Ede mpa ndai wua nggahi-na di ade nangi-na ede, saraka boha ai nangi-na.
Makento mpara ba ede, wara dou mampanga upa-n malampa. Ntika na-ringa-ku nangi wa’i ede ba supu wa’u-ra-made ompu ro mboto ntau ra wara ra-wi’i-na di ade peti na’e. Ede-ra kade’e kai nangi wa’i ede ba dou mpanga, mandinga labo cua-cua lu’u mena-na ade lewi ede. Raka-pu di katere butu uma wa’i ede, na-cua kamidi mena-ku weki-na labo nggahi lalose-na. Na-nggahi-ku:
“Ai-na nggahi na’e-na’e, moda ai-na ringa ba wa’i ake. Pea na-wa’u sara maru wa’i, ampo ta-ne’e-ku weha wea peti-na.”

Baca lebih lanjut