Posts Tagged ‘ Sakit ’

Suka Berbohong Jadikan Sering Sakit

Jujur = sehatRamdhan. Bulan Puasa. Bulan mulia bagi umat Islam ini sudah memasuki sepuluh haru kedua. Atau 10 hari yang penuh dengan ampunan. Hikmah Ramadhan tidak hanya sampai pada tidak makan minum selama lebih kurang 14 jam itu. Puasa juga mengajarkan kita untuk bisa menahan hawa nafsu dan melatih kita untuk selalu jujur.

Ternyata jujur ini, disamping akan menyempurnakan ibadah puasa juga secara kesehatan akan membuat orang yang jujur ini lebih sehat daripada orang yang suka berbohong. Seperti dikutip detikhealth (6/8/12) bahwa Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang sering berbohong lebih sering mengalami sakit kepala, stres dan merasa cemas.

Seorang peneliti dari University of Notre Dame melakukan percobaan terhadap 110 orang. Separuh dari seluruh peserta diminta berhenti atau mengurangi berkata bohong selama 10 minggu, sedangkan separuh lainnya tidak diberi instruksi khusus agar tidak berbohong.

Para peserta berusia 18 – 71 tahun, baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai etnis dan tingkat pendapatan. Semua peserta datang ke laboratorium setiap minggu untuk mengisi kuesioner kesehatan dan menjalani tes polygraph untuk mengetahui seberapa banyak kebohongan yang dilakukan selama seminggu.
Baca lebih lanjut

Cara Enak Cegah Hipertensi

Ingin terhindar dari penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi? Cobalah untuk mengonsumsi kedelai dan kismis secara teratur. Riset terbaru para ilmuwan mengindikasikan, konsumsi dua jenis makanan ini patut dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari gaya hidup untuk mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Demikian seperti dikutip dari kompashealth (Jumat, 30/3)

Dua penelitian yang dipresentasikan pada American College of Cardiology Conference pekan lalu menunjukkan, kismis dan kedelai dapat membantu mencegah hipertensi. Menurut salah seorang peneliti, mengunyah segenggam kismis tiga kali sehari dapat membantu menurunkan tekanan darah pada mereka yang memiliki tensinya sedikit di atas rata-rata (pra-hipertensi) setelah beberapa minggu.

Dalam risetnya, peneliti melakukan pengujian secara acak melibatkan 46 orang dengan kondisi pra-hipertensi. Peserta studi diketahui memiliki tekanan darah berkisar antara 120 per 80 militer merkuri (mm Hg) sampai 139 per 89 mm Hg atau lebih tinggi dari tekanan darah orang normal.

Baca juga :

4 Cara Efektif Hindari Penyakit Jantung

Beda Kurang Darah dengan Darah Rendah

Gaya Marah dan Akibatnya

Mau jantung sehat? lakukan Hoby-hoby berikut

Dibandingkan dengan orang yang sering mengonsumsi makanan ringan seperti kue atau biskuit, kelompok pemakan kismis secara signifikan mengalami penurunan tekanan darah atau tekanan darah sistolik sebesar 10,2, atau tujuh persen selama 12-minggu masa studi. Para peneliti tidak mengetahui secara pasti mengapa kismis dapat bekerja efektif dalam menurunkan tekanan darah. Tetapi, mereka berpikir hal ini mungkin disebabkan karena tingginya kadar kalium buah kismis tersebut. Baca lebih lanjut

Flu Burung; Gejala, Cara penularan, Pencegahan dan Pengobatannya

Virus H5N1

Awas flu burung....Virus jenis H5N1 dikenal sebagai virus flu burung yang paling membahayakan yang telah menginfeksi baik manusia ataupun hewan. Virus yang juga dikenal dengan A (H5N1) ini merupakan virus epizootic (penyebab epidemik di mahluk non manusia) dan juga panzootic (yang dapat menginfeksi binatang dari berbagai spesies dari area yang sangat luas.

Virus HPAI A (H5N1) pertama kali diketahui membunuh sekawanan ayam di Skotlandia pada tahun 1959, namun virus yang muncul pada saat itu sangat berbeda dengan virus H5N1 pada saat ini. Jenis dominan dari virus H5N1 yang muncul pada tahun 2004 berevolusi dari virus yang muncul pada tahun 2002 yang menciptakan gen tipe Z.

Virus H5N1 dibagi menjadi 2 jenis turunan, turunan yang pertama adalah virus yang menginfeksi manusia dan burung yang ada di Vietnam, Thailand, Kamboja dan burung yang ada di Laos dan Malaysia. Jenis turunan pertama ini tidak menyebar ke daerah lain. Baca lebih lanjut

Beda Kurang Darah dengan Darah Rendah

 

Sel Darah Merah_Kurang darah atau Darah rendah?

Anda merasa gampang lelah, letih, lesu, dan kurang semangat? Banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi tersebut. Mulai dari kurang vitamin hingga kurang darah. Yang terakhir ini, masyarakat masih sering rancu dengan menyebutnya sebagai kondisi darah rendah. Padahal, darah rendah dan kurang darah adalah dua kondisi yang berbeda sama sekali.
Lantas, apa sebenarnya hal paling mendasar yang membedakan antara kurang darah dengan darah rendah? Berikut beberapa pemahaman yang perlu Anda ketahui.

 

  • Kurang darah berarti kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Darah rendah terjadi ketika tekanan darah yang diukur dengan pengukur tekanan darah berada di bawah normal.
  • Saat kurang darah, mata berkunang-kunang dan gampang pusing karena hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh kurang. Sedangkan orang yang mengalami darah rendah, hal yang sama terjadi karena ada gerakan berdiri dari posisi duduk atau jongkok mendadak sehingga aliran darah di otak turun tiba-tiba akibat gravitasi bumi.
  • Kurang darah berarti ada “zat” dalam darah yang berkurang, sedangkan darah rendah ada tekanan darah dalam pembuluh darah yang berkurang. Menilik kondisi tersebut, kurang darah bisa terjadi pada kondisi darah rendah, normal, dan juga tinggi.
  • Penyebab paling umum kondisi kurang darah adalah kekurangan zat besi. Sedangkan penyebab darah rendah biasanya dipengaruhi oleh volume darah, keadaan pembuluh darah, dan keadaan jantung.

Kemudian, agar tidak menjadi penyakit yang berbahaya bagi tubuh, berikut upaya pencegahan dan penanganan yang bisa Anda lakukan.
Baca lebih lanjut

Penyebab Orang Sehat Kena Serangan Jantung

Serangan jantung. Foto thinkstock

Orang sehat yang tiba-tiba kena serangan jantung jumlahnya semakin banyak. Padahal orang sehat ini tidak punya masalah jantung dan mengeluh jantungnya sakit. Tapi ada satu penyebab yang bikin orang sehat kena serangan jantung.

Penyebabnya adalah denyut jantung yang tidak normal (abnormal). Denyut jantung yang tiba-tiba tidak normal menurut penelitian memicu 8-9 kali lipat risiko kematian akibat serangan jantung, pada orang yang sehat atau memiliki risiko rendah.

Studi ini melibatkan 1.300 orang yang berusia 65 tahun atau lebih dan difokuskan pada pergerakan denyut jantung yang mengacu pada bagaimana kelancaran denyut jantung normal.

Dalam studi ini para peneliti menemukan sekitar 7 persen dari partisipan yang terlibat memiliki pergerakan denyut jantung yang abnormal.
Baca lebih lanjut

Kumur Air Garam Mengusir Flu

Kumur Air Garam_Untuk flu...

Cuaca yang lembab seperti di musim hujan seperti sekarang merupakan saat yang tepat bagi virus flu untuk menyerang. Banyak orang percaya berkumur dengan air garam efektif untuk meredakan gejala-gejala flu. Menurut Dr.Philip T.Hagen, dari Mayo Clinic, berkumur dengan larutan garam akan membuang kelebihan cairan dari jaringan yang meradang di tenggorokan sehingga rasa kurang nyaman di tenggorokan bisa berkurang.
“Berkumur dengan garam juga akan menghilangkan lendir tebal dan menghilangkan alergen yang menyebabkan iritasi seperti bakteri dan jamur dari tenggorokan,” katanya.
Dalam sebuah penelitian secara random tahun 2005, para ahli mengamati 400 orang sehat selama 60 hari di musim flu . Sebagian partisipan diminta berkumur tiga kali sehari. Di akhir studi, kelompok yang berkumur memiliki risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas berkurang 40 persen dibanding dengan orang yang tidak berkumur.

Baca lebih lanjut

Tanda Awal Serangan Jantung akan Muncul

Adjie Massaid

Kematian artis sekaligus anggota dewan Adjie Massaid membuat kaget banyak masyarakat Indonesia. Adjie Massaid diduga meninggal karena serangan jantung. Penyakit yang sesungguhnya sudah banyak merenggut jiwa. Lalu apakah serangan jantung bisa dideteksi?

Seperti dikutip dari detikhealth bahwa Serangan jantung (jantung koroner) kini tak hanya menyerang usia tua tapi juga orang-orang muda. Serangan jantung ini bukan datang tiba-tiba karena sebelum serangan itu muncul sudah ada tanda-tanda yang disampaikan tubuh.

Tapi tanda-tanda ini memang sering diabaikan orang. Bahkan menurut penelitian dari MiDAS di Milan, Italia tahun 2006, hampir sekitar 52 persen penderita penyakit jantung koroner tidak mengalami keluhan nyeri dada atau sering disebut dengan silent ischemia.
Baca lebih lanjut