Posts Tagged ‘ Study ’

Mahasiswa Bima di Yogya

Pusmaja_2015_11Mahasiswa dari Bima, baik Kabupaten maupun Kota Bima sebenarnya sangat banyak yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Hal ini sudah berlangsung lama. Ribuan mahasiswa Bima ini menyebar hampir disemua Universitas yang ada di Yogyakarta. Mulai dari D3 hingga S3. Bahkan yang berasal dari satu desa/kampung bisa lebih 15 orang.

Di Yogyakarta, disamping memiliki asrama yang disediakan oleh pemerintah daerah, mahasiswa Bima menyebar di kost, kontrakan maupun asrama kampus yang ada di Yogyakarta. Sebulan sekali biasanya ada pertemuan silaturahim dengan para sesepuh/tokoh masyarakat Bima yang ada di Yogyakarta. Atau secara insidentil mengadakan pertemuan menurut kelompok masing-masing. Misalnya Keluarga Mahasiswa Bima-Kepma, Perkumpulan Mahasiswa Pasca Sarjana-Pusmaja, perkumpulan yang kost dekat UGM, UNY-Sunmor, perkumpulan menurut daerah/kecamatan/desa asal dari Bima, missal mahasiswa Sape, Wera, Ncera, Donggo, Bolo, Woha, dll. Nama perkumpulannya juga macama-macam : IPMLY (Lambu), POWER (Wera), FORMAL (Langgudu), FIMNY (Ncera), FORKASY (Sila), HMNY (Ngali), HIMAWI (Ambalawi), Rimpu, Perkasa, IPMT (Tambora), PM KOBI (Kota Bima), Naga Nuri (Sape), Samada Angi atau IKPMD (Dompu), dll. Baca lebih lanjut

Akhirnya….. (dari PK-9 LPDP)

Luar biasa. Itu kata pertama yang harus aku tulis. Luar biasa untuk kegiatan PK, luar biasa untuk pesertanya, panitianya juga luar biasa untuk pembicaranya. Pokoknya kegiatan PK sungguh luar biasa. Berkunjung ke Suku Baduy, mengikuti bimbingan dari TNI AU di Halim PK, berdiskusi dengan Jusuf Kalla, Alfitto Deannova, Imam B. Prasodjo, Ahmad ‘Negeri 5 Menara’ Fuady, berkunjung ke GITC Garuda Indonesia serta bertemu langsung Presiden Sby adalah moment yang sangat berharga.

Kedua aku bersyukur banget bisa ikut PK ini. Oya, PK itu artinya Program Kepemimpinan. Kebetulan yang aku ikuti sudah angkatan ke-9. Diselenggarakan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kemenkeu sebagai tahap seleksi terakhir calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia.

O ya lanjut, aku bersyukur karena bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Mereka benar-benar luar biasa. Mereka adalah anak-anak muda (menyebut mereka anak muda soalnya diriku termasuk golongan yang sudah “berumur” diantara mereka. Selisihnya bisa 10-15 tahun). Mereka adalah orang-orang pilihan yang telah lolos seleksi administrasi bukan saja dari segi akademik namun juga kepemimpinan. Sehingga bisa dibayangkan ketika bertemu dalam suatu kelompok, semua energi positifnya disatukan. Sungguh dahsyat. Ide-ide kreatifnya terlahir spontan. Dan hasilnya tidak asal-asalan. Me…..mba….ngga….kan ! Baca lebih lanjut

8 Cara Menghargai Diri Sendiri

Parangtritis_MMR Reg IT '10_Jalan-jalan nie.....

Kita sering banget mendengar ungkapan ‘kalau ingin dihargai, hargailah orang lain’. Lalu, pernahkah kita berpikir atau bertanya apakah kita telah menghargai diri kita sendiri? Seberapa besar Kita menghargai diri sendiri? Jika belum, ambillah waktu sebentar dan lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri. seperti dikutip kompashealth bahwa ada 8 cara untuk menghargai diri sendiri :

1.    Sediakan waktu. Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda bisa menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan apa yang perlu dilakukan.

2.    Lakukan sesuatu yang baik untuk tubuh. Memang mudah mengabaikan kesakitan yang dirasakan tubuh dan lupa untuk mengurus diri sendiri. Cobalah berendam di air panas yang dicampur garam atau mintalah seseorang untuk memeluk. Bisa juga cobalah berdiri dan lakukan peregangan. Baca lebih lanjut

Ke Yogyakarta

Yogyakarta……

Akhirnya kembali juga ke kota ini.

Dulu ….. pertama aku ke kota ini di tahun 1996. Itupun mampir. Borobudur, Malioboro…dan entah lagi waktu itu kusinggahi. Setahun kemudian kesana lagi….masih bujangan. Enjoy saja mampir sesuka hati. Kesasar, tepatnya berjam-jam tidak ada yang menemukanku di Masjid FE UII Condong Catur (Susah…jaman itu tidak ada HP). Berikutnya, berikutnya…lagi dan lagi entah sudah ke berapa aku ke Kota ini. Seperti kebanyakan orang, akupun selalu ingin kembali ke Yogya.

Suatu ketika bahkan aku ikut kuliah brsama temanku. Saat itu aku berandai-andai ‘senangnya….jika bisa kuliah di Yogya tepatnya UGM’. Sepertinya mimpi itu sudah terkubur kala aku memngambil kuliah S1 dua jurusan (dua-duanya bukan di Yogya). Sampai aku terpilih mengikuti HMT (Hospital Management Training) dan di terima oleh MMR UGM sebagai mahasiswa baru Tahun 2010 ini.

Bersama teman-teman lainnya di pertengahan ramadhan 1431 H kami ‘menyerbu’ Kota Gudeg itu. Ada yang langsung pake pesawat dari Bima ada juga yang milih ‘lebih irit’ naik pesawat dari Mataram. Ah, yang penting sampai di Yogya lah………

Singkat cerita, akhirnya semuanya sampai juga di Yogya. Malam saat istirahat tiba-tiba gempa mengguncang. Uhhhhhh…….(kirain sudah keluar dari episentrum gempa di Bima-mengutip katanya pak Hary Njot yang pontang panting meninggalkan Bima setelah di guncang gempa hebat di Nov 2009). Ternyata Yogya pun adalah daerah gempa……

Alhamdulillah….aman…

Baca lebih lanjut

Tentang Evidence Based

Dalam beberapa tahun terakhir atau tepatnya beberapa bulan terakhir kita sering mendengar tentang Evidence Base. Evidence Base artinya berdasarkan bukti. Artinya tidak lagi berdasarkan pengalaman atau kebiasaan semata. Semua harus berdasarkan bukti. Bukti inipun tidak sekedar bukti. Tapi bukti ilmiah terkini yang bisa dipertanggungjawabkan.
Ketika kita mengatakan anggaran kesehatan kurang maka pertanyaanya adalah apakah dasarnya sehingga dikatakan kurang ? Maka disusunlah apa yang disebut dokumen NHA (National Health Account), PHA (Provincial health Account) dan DHA (District Health Account). Dokumen tersebut dapat menjadi evidence base ketika kita mengatakan banyak hal tentang pembiayaan kesehatan. Demikian juga pada tingkat klinik. Evidence base yang dalam tataran klini disebut Evidence Based Medicine (EBM) menjadi hal mutlak yang harus diberlakukan. Prof. Iwan Dwiprahasto, salah seorang Guru besar di  FK UGM pada saat mengajar tidak akan lupa mengingatkan mahasiswanya bahwa ilmu yang diajarnya saat itu pada saat mahasiswa tersebut tamat mungkin sudah tidak berlalu.


Hal ini terjadi karena llmu Kedokteran berkembang sangat pesat. Temuan dan hipotesis yang diajukan pada waktu yang lalu secara cepat digantikan dengan temuan baru yang segera menggugurkan teori yang ada sebelumnya. Sementara hipotesis yang diujikan sebelumnya bisa saja segera ditinggalkan karena muncul pengujian-pengujian hipotesis baru yang lebih sempurna. Sebagai contoh, jika sebelumnya diyakini bahwa episiotomi merupakan salah satu prosedur rutin persalinan khususnya pada primigravida, saat ini keyakinan itu digugurkan oleh temuan yang menunjukkan bahwa episiotomi secara rutin justru sering menimbulkan berbagai permasalahan yang kadang justru lebih merugikan bagi quality of life pasien. Demikian pula halnya dengan temuan obat baru yang dapat saja segera ditarik dan perederan hanya dalam waktu beberapa bulan setelah obat tersebut dipasarkan, karena di populasi terbukti memberikan efek samping yang berat pada sebagian penggunanya.


Bukti ini juga mempunyai tingkat kepercayaan untuk dijadikan sebagai evidence base.

Berikut adalah tingkatan evidence based :

 Ia. Hasil penelitian dengan Systematic reviews (meta-analyses) of RCTs

 Ib. Hasil penelitian dengan randomized control trial,

II.   Cohort Studies

III. Case-control-studies

IV. Case-series

(IV).Expert opinion 

 

Untuk mendapatkan bukti ini bisa diperoleh dari berbagai macam hasil penelitian yang telah dipublikasikan oleh berbagai macam media. Berikut contoh hasil pencarian lewat PubMed untuk “atrial fibrillation AND warfarin” dengan beberapa filters

Type Term used Number of articles
All articles  (no filter) 2175
RCT “random allocation” [MeSH] 7
Cohort “cohort studies” [MeSH] 366
Case-control “Case-Control Studies”[Mesh] 234
Case report Case Reports [Publication Type] 196


Itulah evidence base. Melalui paradigma baru ini maka setiap pendekatan medik barulah dianggap accountable apabila didasarkan pada temuan-temuan terkini yang secara medik, ilmiah, dan metodologi dapat diterima.

Mencari Literatur Kesehatan

Lebih dari 10 juta artikel dapat dengan mudah ditemukan di perpustakaan-perpustakaan terkemuka di dunia. Sekitar sepertiganya telah diindeks dan dimuat dalam suatu database yang disebut dengan Medline, yang kompilasinya dilakukan oleh National Library of Medicine, Amerika Serikat. Jika dahulu pelacakan artikel melalui Medline hanya dapat dilakukan dengan melanggan, maka saat ini dengan mudah kita dapat mengakses secara gratis melalui internet.
Artikel-artikel dapat dilacak dengan dua cara, pertama, melalui pelacakan sembarang kata pada database tersebut, termasuk kata dalam Judul artikel ataupun abstrak, nama pengarang, dan institusi tempat penelitian dilakukan. Kedua dengan menggunakan kata/istiliah yang berbasis MeSH (medical subject heading).
Untuk memudahkan memahami bagaimana pelacakan melalui Medline, berturut-turut akan disajikan tahapan pencarian kepustakaan melalui database Medline.

Contoh 1: Mencari artikel dengan judul yang mungkin diketahui

Sebagai contoh, untuk mencarii artikel dengan judul seperti “Confidentiality and patients’ casenotes,” yang pernah kita lihat terdapat pada British Journal of General Practice beberapa tahun yang lalu, maka dapat dilakukan pelacakan sebagai berikut:
1. confidentiality.ti
2. british journal of general practice.jn
3. 1 and 2

Beberapa istilah untuk pelacakan melalui Medline antara lain :

Syntax (Arti)                                                       Contoh
.ab (Kata dalam abstrak)                                epilepsi.ab
.au (Author)                                                        smith-r.au
.jn (Journal)                                                        lancet.jn
.ti (kata dalam judul)                                       epilepsy.ti
.yr (tahun publikasi                                         87.yr

Kita juga dapat secara cepat melakukannya dengan cara berikut:
1. confidentiality.ti AND british journal of general practice.jn
Langkah ini menunjukkan adanya penggunaan the boolean operator “and”. Dengan cara ini maka kita akan mendapatkan artikel yang hanya memiliki kedua persyaratan di atas.

Masalah 2: Ingin menjawab suatu pertanyaan spesifik

Sebagai contoh, seorang pasien bertanya mengenai anorexia nervosa yang terjadi setelah penghentian penggunaan kontrasepsi oral yang digunakan untuk mencegah osteoporosis, maka kita dapat saja menggunakan kata “anorexia nervosa,” “osteoporosis,” and “oral contraceptives” sebagai kata pelacak.
1. anorexia nervosa
2. anorexia nervosa/ jika istilah ini menjadi fokus utama pelacakan)
Maka dengan mengetikkan istilah tersebut kita akan mendapatkan sekitar 700 lebih artikel dalam satu edisi Medline. Selanjutnya hal yang sama juga dapat dilakukan untuk istilah berikutnya, yaitu osteoporosis dan contraceptives.
3. osteoporosis/
Maka kita akan menemukan sekitar lebih dari 2000 artikel. Penggunaan tanda “/” dilakukan apabila kita mengetahui bahwa kata yang kita cari merupakan kata yang resmi ada dalam istilah MeSH.
4. contraceptives, oral/
5. Maka akan ditemukan sekitar 1200 artikel. Kita dapat juga melakukan pelacakan dengan mengkombinasikan ketiga istilah di atas:
6. *anorexia nervosa/ and osteoporosis/ and contraceptives, oral/

Masalah 3: Mencari informasi umum secara cepat tentang suatu topik yang spesifik.

Untuk hal ini dapat digunakan beberapa subheading seperti yang tertera dalam berikut.
SyntaxArti                                                                  Contoh
/ae Adverse effects                                                 thalidomide/ae
/co Complications                                                   measles/co
/ct Contraindications (of drug)                          propranolol/ct
/di Diagnosis                                                               glioma/di
/dt Drug therapy                                                       depression/dt
/ed Education                                                             asthma/ed
/ep Epidemiology                                                     poliomyelitis/ep
/hi History                                                                   mastectomy/hi
/nu Nursing                                                                 cerebral palsy/nu
/og Organisation/administration health         service/og
/pc Prevention and control                                  influenza/pc
/px Psychology                                                         diabetes/px
/th Therapy                                                                 hypertension/th
/tu Therapeutic use (of drug)                              aspirin/tu

Masalah 4: Searching memberikan hasil berupa artikel-artikel yang tidak relevan

Kadangkala kita menemukan banyak sekali artikel yang sama sekali tidak relevan dengan apa yang kita cari. Untuk mengatasi hal ini dapat digunakan boolean operator “not”. Sebagai contoh jika ingin mencari artikel tentang surrogate endpoints dalam penelitian farmakologi klinik sementara kita tidak ingin tercakup di dalamnya “mother” maka digunakan cara sebagai berikut:
1 (surrogate not mother$)
Penggunaan tanda$ adalah untuk menunjukkan semua kata yang bermula dengan mother, misalnya mother, mothers, motherhood, dan sebagainya.

Masalah 5: Pelacakan memberikan hasil “0” (tidak ada artikel sama sekali) atau telalu sedikit artikel

Jika kita menggunakan istilah-istilah kata secara ketat sering berakhir dengan tidak ditemukannya artikel yang dimaksud. Untuk mengatasi hal ini dapat digunakan kombinasi antara indeks MeSH dengan textwords. Sebagai contoh, ketika mencari artikel tentang the psychology of diabetes, tanpa menggunakan kata “diabetes,” “diabetic,” “psychology,” or “psychological,” mungkin kita tidak akan menemukan satu artikelpun. Oleh karena itu dapat digunakan misalnya “diabet$.tw.” and “psychol$.tw.” dapat digunakan selain memanfaatkan istilah MeSH “diabetes mellitus” dan subheading “/px” (psychology).
Terkadang kita juga bisa menggunakan perintah “explode”. Sebagai contoh, ketika mencari kata “asthma” tentu ada konteks lain seperti “asthma in children,” “occupational asthma,” dan sebagainya. Jika hanya mengetikkan kata “asthma” maka kita mungkin akan kehilangan “asthma in children”. Untuk itu dapat digunakan: 1 exp asthma/
Appendix 1: Evidence based quality filters for everyday use
a) Therapeutic interventions (What works?)
1. exp clinical trials
2. exp research design
3. randomized controlled trial.pt.
4. clinical trial.pt.
5. (single or double or treble or triple).tw.
6. (mask$ or blind$).tw.
7. 5 and 6
8. placebos/ or placebo.tw.

Beberapa situs/juornal penyedia artikel kesehatan antara lain seperti Pubmed, atau berikut ini :
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/
http://highwire.standford.edu
http://www.bmj.com/search.dtl
http://content.nejn.org
http://pediatrics.aap

(diambil dari materi : Hari II, Blok 0-HMT NTB Batch 2)