Posts Tagged ‘ Tools Mutu ’

Control Chart

Control Chart atau Peta Kendali adalah suatu alat mutu yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi suatu proses apakah dalam kondisi terkontrol (secara statistik) ataukah tidak. Sebagai pengontrol ditentukan nilai batas atas dan nilai batas bawah. Bila  tidak dalam kondisi terkontrol secara statistic, hal tersebut menunjukan suatu variasi yang berlebih sebanding dengan perubahan waktu 96–98

 

Tujuan Control Chart:

  1. Untuk mengetahui apakah setiap titik pada grafik adalah normal atau tidak normal.
  2. Dapat mengetahui perubahan pada setiap proses dimana data peroleh.
  3. Dapat dipergunakan untuk membantu membedakan mana penyebab umum dan mana penyebab khusus suatu masalah proses

Penggunaan Baca lebih lanjut

Iklan

Histogram, Manfaat dan Cara Membuatnya

Histogram adalah Grafik yang berisi ringkasan dari sebaran (dispersi atau variasi) suatu data. Histogram adalah grafik batang yang menampilkan frekuensi data.  Penggunaan grafik Histogram telah diaplikasikan secara luas dalam ilmu statistik. Jumlah titik data yang terletak dalam rentang nilai (kelas) menjadi sangat mudah diinterpretasikan dengan menggunakan histogram.

Frekuensi data pada masing-masing kelas digambarkan dengan menggunakan sebuah grafik batang atau kolom.

Dengan histogram, orang-orang dapat lebih mudah melihat pola yang sulit dideteksi dalam suatu table sederhana. Grafik pada histogram dibangun berdasarkan satu kelas interval atau titik midpoint pada sumbu horisontal dan berupa frekuensi absolut (misalnya dalam bentuk angka 10, 20, 30 dst), frekuensi relatif atau persentase (10%, 20%, 30% dst) pada sumbu vertikal. Artinya angka pada sumbu vertical menunjukkan banyaknya hasil observasi tiap-tiap kelas. Satu kelas interval adalah jenis kategori; interval kelas dapat mewakili satu nilai dalam distribusi frekuensi atau sekelompok nilai dalam sebuah distribusi frekuensi. Baca lebih lanjut

Flowchart, Manfaat dan Cara Membuatnya

Flowchart atau bagan alir adalah suatu gambar yang terdiri dari bagan (chart) yang merupakan langkah-langkah terpisah secara berurutan dengan suatu alir (flow) dalam suatu prosedur atau program. Urutan atau aliran dari proses ini ditunjukkan dengan panah, sementara berbagai bentuk atau simbol dapat digunakan untuk menggambarkan langkah-langkah kegiatan atau keputusan dalam proses. Sebuah flowchart pada dasarnya adalah rencana yang harus diikuti ketika proses/program tersebut dibuat.

Flowchart digunakan untuk:

  • Mengembangkan pemahaman tentang bagaimana proses dilakukan.
  • Mempelajari proses untuk perbaikan (merancang sebuah proses “ideal”)
  • Berkomunikasi dengan orang lain bagaimana proses dilakukan.
  • Ketika memerlukan komunikasi yang lebih baik diantara orang-orang yang terlibat dengan proses yang sama.
  • Mendokumentasikan proses.
  • Ketika merencanakan sebuah proyek.
  • Menentukan apakah langkah-langkah dalam proses yang logis
  • Mengungkap duplikasi kegiatan
  • Mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan proses

Manfaat Baca lebih lanjut

Diagram Pareto, Prinsip dan Cara Membuatnya

Diagram Pareto adalah suatu grafik batang (nilai/jumlah asal) yang dipadukan dengan diagram garis (jumlah kumulatif %) yang terdiri dari berbagai faktor yang behubungan dengan suatu variabel yang disusun menurut besarnya dampak faktor tersebut.

Diagram Pareto merupakan hasil dari Prinsip Pareto yaitu suatu prinsip yang didasarkan pada pengamatan yang dilakukan oleh Vilfredo Pareto (ada juga yang menulisnya sebagai Alfredo Pareto), seorang ekonom-sosiolog Italia, Profesor Ekonomi Politik di Lausanne, Swiss (1848-1923). Sekitar tahun 1896, Pareto menemukan bahwa kekayaan  hanya terkonsentrasi di tangan  beberapa orang saja. Ketika itu ia memperkirakan bahwa 80% dari tanah di Italia dimiliki oleh 20% dari penduduknya atau kekayaan itu hanya dipegang oleh sebagian kecil dari populasi.

Prinsip Pareto ini kemudian terkenal dengan prinsip 80/20 dimana 20 % dari masalah memiliki 80 % dari dampak dan hanya 20 % dari masalah yang ada adalah penting. Selebihnya adalah masalah yang mudah. Dan ternyata dalam organisasi manufaktur maupun jasa, masalah unit atau jenis cacat mengikuti distribusi yang sama. Artinya dari semua masalah yang ada, hanya sedikit yang sering terjadi sedangkan yang lainnya jarang terjadi. Bahkan kemudian dari sudut pandang kualitas, professor J. M. Juran (Ahli Mutu) mengadopsi ide Pareto ini, sebagai “asumsi Juran” yang diperkenalkan sebagai instrumen untuk mengklasifikasi masalah kualitas.  Seperti hanya 20% dari masalah yang diidentifikasi menyebabkan 80% dari kerusakan/kesalahan/kecacatan. Pun demikian, bahwa sebagian besar hasil dalam situasi apa pun ditentukan oleh sejumlah kecil penyebab. Ide yang sering diterapkan pada data seperti angka penjualan: “80% penjualan ditentukan oleh 20 pelanggan”. Atau contoh lainnya adalah dengan fokus pada 20% aktifitas, perusahaan akan memperoleh 80% keuntungan.

Diagram Pareto dipergunakan saat: Baca lebih lanjut

Diagram tulang ikan (cause and effect diagram atau ishikawa diagram)

Diagram tulang ikan (mirip kerangka tulang ikan) adalah suatu ilustrasi yang dipergunakan untuk mengeksplorasi penyebab potensial atau nyata suatu masalah mutu. Diagram tulang ikan juga dikenal dengan nama cause and effect diagram atau ishikawa diagram. 

Kerangka Dasar Diagram Tulang Ikan

 Diagram tulang ikan menyusun beberapa penyebab ke dalam beberapa penyebab utama. seperti: material, mesin, orang, metode, dan lingkungan. Atau dalam konsep lainnya bisa berupa 5M+1E, yaitu: Methods, Machines (equipment), Manpower (People), Materials, Measurement dan Environment. Dari urutan penyebab ke sub penyebab dan seterusnya tersebut dapat membantu mencari dan menemukan akar penyebab dan tempat/unit mana yang berpotensi/nyata terjadi. Sub-sub penyebab ini bisa dengan mudah ditemukan, diungkapkan pada saat sesi brainstorming. Hal ini juga menjadikan solusi pemecahan masalah menjadi lebih mudah dan dinamis.

Prosedur diagram tulang ikan Baca lebih lanjut

Scatter Diagram, Cara Membuatnya

Contoh Scater Diagram

Salah satu alat dari Seven basic Tools adalah Scatter diagram (diagram pencar). Scatter diagram dapat menguji kekuatan hubungan antara 2 (dua) variabel serta menilai arah hubungan kedua variabel tersebut: apakah hubungannya positif, atau hubungannya negatif atau juga tidak ada hubungan sama sekali. Karena mengukur hubungan antar dua variabel, maka bentuk dari scatter diagram adalah diagram grafis yang dibangun dari dua sumbu X dan Y (variabel X dan variabel Y). Nilai dari sepasang variabel ini digambarkan sebagai titik-titik point. Karena itu scatter diagram sering pula disebut sebagai scatter plots. Grafik pola poin tersebut dapat menunjukkan pola hubungan. Paling sering diagram pencar digunakan untuk membuktikan atau menyangkal hubungan sebab akibat

Artinya, scatter diagram digunakan untuk : Menginvestigasi hubungan antara dua variabel yang berbeda. Contoh: kepatuhan mencuci tangan petugas rumah sakit dengan angka infeksi nosokomial atau jumlah dokter spesialis dengan jumlah pasien, jumlah pasien yang ditangani dengan jumlah kesalahan petugas, dll

Contoh sebuah data awal Scatter Diagram

Cara membuat scatter diagram dengan excel

Baca lebih lanjut

Cheeck Sheet, Manfaat dan Cara Membuatnya

Contoh Check Sheet

Cheeck sheet atau lembar periksa adalah daftar item yang telah dibuat sedemikian rupa dari suatu hasil pengumpulan data. Item-item /daftar pertanyaan tersebut disiapkan tempat untuk diberi tanda (kolom, dsb) sesuai hasil pengumpulan data. Data biasanya diperoleh secara real time. Artinya ketika ditemukan, dilakukan penandaan kejadian pada kolom kejadian yang dimaksud. Hasil akhirnya berupa gambaran frekuensi  (jumlah) dari masing-masing variabel pertanyaan.  Jadi, check sheet merupakan cara sederhana untuk mengumpulkan data berdasarkan fakta

 

Manfaat

Meskipun cheeck sheet merupakan cara yang mudah dan sederhana, namun check sheet sangat efektif untuk mengumpulkan data secara sistematis dan terorganisir. Check sheet bisa dipergunakan untuk mengumpulkan dan mengorganisir data serta bisa dipergunakan untuk membuktikan sebuah dugaan. Check shet juga sangat berguna untuk mengklasifikasi informasi yang berguna untuk membuat keputusan

Di rumah sakit atau di pelayanan kesehatan lainnya, check sheet sebenarnya sangat bermanfaat untuk control mutu pelayanan. Check sheet bisa dipergunakan seperti untuk mengumpulkan data tentang penyebab keterlambatan pegawai, penyebab kerusakan alat, jumlah insiden indikator mutu pelayanan, dll. Check sheet juga

Dengan check sheet, petugas (dokter, perawat, bidan dan pekerjan pelayanan kesehatan) memiliki alat sederhana namun sangat berguna untuk mengmpulkan data sekaligus menganalisisnya. Dengan check sheet, analisi data dilakukan secara akurat dan berbasis data valid.

 

Prosedur

  1. Sebelum melakukan pengumpulan data melalui lembar check sheet, perlu memperhatikan atau menjawab berbagai pertanyaan berikut:

Baca lebih lanjut