Posts Tagged ‘ Wera ’

NTT (part 3)

Gunung Bromo_03

Gunung Bromo dan sekitarnya

“Bapak, Ibu , disebelah kanan pesawat adalah kawasan Gunung Bromo dan Semeru. Dirgahayu Indonesia, 17 Agustus 2015”, demikian antara lain suara awak kabin Garuda yang menerbangkanku dari Yogya menuju Bali sebelum esok pagi menuju NTT. Bersyukur punya kesempatan untuk mengunjungi lagi daerah lain nusantara tercinta. Melihat dari dekat daerah-daerah di nusantara sesunguhnya membuat kita bersyukur betapa kaya, beragam dan indahnya Indonesia. Lebih dari itu kita juga akan bersyukur ketika hidup kita begitu banyak kemudahan, pilihan dan kemurahan jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita di beberapa daerah lain. Bukan hanya masalah makan misalnya yang lebih mahal, atau harga dan pilihan tempat menginap, termasuk harga pulsa buat telepon dan SMS pun ternyata lebih mahal.

Maka, ketika berkunjung dan tau tentang kehidupan di daerah-daerah, maka kita yang hidup di belahan lain yang menikmati banyak kemudahan harus benar-benar bersyukur. Tapi begitulah, selalu dalam keseimbangannya masing-masing. Bisa jadi, alam yang masih demikian segar, alami dan indah menjadi hadiah, anugerah tak terhingga yang mungkin tidak dimiliki daerah lain yang telah menikmati begitu banyak kemudahan, kemurahan, dan banyak pilihan itu.

*Sebelum ke NTT, transit di bali dan mengunjungi balibird Park

Inilah potret perjalanan ke tiga di NTT di ulang tahun ke-70 Kemerdekaan Indonesia.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mahasiswa Bima di Yogya

Pusmaja_2015_11Mahasiswa dari Bima, baik Kabupaten maupun Kota Bima sebenarnya sangat banyak yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Hal ini sudah berlangsung lama. Ribuan mahasiswa Bima ini menyebar hampir disemua Universitas yang ada di Yogyakarta. Mulai dari D3 hingga S3. Bahkan yang berasal dari satu desa/kampung bisa lebih 15 orang.

Di Yogyakarta, disamping memiliki asrama yang disediakan oleh pemerintah daerah, mahasiswa Bima menyebar di kost, kontrakan maupun asrama kampus yang ada di Yogyakarta. Sebulan sekali biasanya ada pertemuan silaturahim dengan para sesepuh/tokoh masyarakat Bima yang ada di Yogyakarta. Atau secara insidentil mengadakan pertemuan menurut kelompok masing-masing. Misalnya Keluarga Mahasiswa Bima-Kepma, Perkumpulan Mahasiswa Pasca Sarjana-Pusmaja, perkumpulan yang kost dekat UGM, UNY-Sunmor, perkumpulan menurut daerah/kecamatan/desa asal dari Bima, missal mahasiswa Sape, Wera, Ncera, Donggo, Bolo, Woha, dll. Nama perkumpulannya juga macama-macam : IPMLY (Lambu), POWER (Wera), FORMAL (Langgudu), FIMNY (Ncera), FORKASY (Sila), HMNY (Ngali), HIMAWI (Ambalawi), Rimpu, Perkasa, IPMT (Tambora), PM KOBI (Kota Bima), Naga Nuri (Sape), Samada Angi atau IKPMD (Dompu), dll. Baca lebih lanjut

Rekreasi Keluarga? Waktunya Pilih Pantai Ambalawi Wera !

Kapan Anda terakhir ke Wera?  Jika itu beberapa bulan lalu apalagi beberapa tahun lalu, maka mulai kini buang jauh-jauh kesan ‘berat’nya perjalanan ke Wera.  Hmmm….. Libur dua hari dimanfaatkan buat menyusuri jalan menuju Wera. Menuju ke Wera meski jalan Ncai Kapenta tidak lagi dipenuhi pohon-pohon tua dab besar, namun tetap rimbun dan sangat asyik untuk dinikmati. Kalau siang hari nampak jalanan seperti bayangan kebun teh di Jawa Barat. Sedangkan kalau malam, lampu-lampu kendaraan nampak kelap-kelip menjadi sebuah lukisan warna yang memukau. Sampai di awal Wera barat (Keli) terasa perubahan yang sangat signifikan dari akses jalannya. Jalan yang dulu rusak parah kini sudah di hotmix. Saat ini jalan yang belum di hotmix tinggal beberapa kilometer antara Wera barat (Ambalawi) dengan Wera Timur (Wera). Tepatnya mulai dari Desa Tololai (Ambalawi) sampai Dusun Ntundu desa Nanga Wera (Wera). jadi, hampir 100 % jalan di Wera barat sudah di hotmix. Kabar gembira bagi yang ingin rekreasi ke Wera khususnya Pantai Ambalawi adalah letak Pantai Ambalawi ada diujung utara Desa Tololai. Sehingga praktis tidak menemui jalan yang rusak. Artinya, untuk mencapai Pantai Ambalawi hanya butuh waktu sekitar 30-40 menit dari Kota Bima. Dengan perjalanan yang sangat nyaman diatas jalanan yang baru di hotmix tentunya.

Siang hari di pantai Ambalawi disamping menyuguhkan pantai pasir putih dengan air jernihnya, maka di sore hari bila mau menunggu akan menikmati Indah sunset yang tidak bisa di nikmati di Kota Bima. Atau bila ingin sengaja menikmati sunset di pantai Ambalawi maka berangkatlah jam 17.00 dari Kota Bima. Sambil menunggu sunset, juga dapat melihat para nelayan, anak-anak pengumpul rumput laut (jenis lain) keluar masuk mengumpulkan rumput lautnya (Hongga, dalam bahasa warga setempat). Katanya untuk dijadikan agar-agar…

Hmmm….. sebaiknya langsung saja rencanakan minggu depan ajak keluarga untuk berekreasi di Wera…….

Iklan